Fight Robot

Fight Robot
Bab 14 - Hampir Ketahuan


__ADS_3

"Aku meletakkan chip itu di..." ucapan suara itu berhenti yang membuat Rais terdiam dan ingin melepaskan amarah nya ke bola itu.


***


"Kenapa? Apa kau marah karena aku berhenti memberitahu dimana aku meletakkan nya. Hahaha.." ucap suara tersebut yang membuat Rais semakin kesal dengan nya. "Huft.." Rais menghela napas nya dan mencoba untuk mengikuti candaan nya. "Sekarang aku serius" ucap Rais sedikit keras. "Haah... Baiklah. Letak nya tidak di ketahui oleh siapa pun termasuk dirimu sendiri" ucap suara itu.


Don melihat cahaya di dalam tubuh Rais mulai menghilang, begitu juga dengan armor pelindung yang terpasang di tubuh nya. Rais pun membuka mata nya dan melihat sekeliling nya. Yang pertama ia lihat adalah Don dan Aman baru selesai memperbaiki pintu rumah Rais dan waktu juga menunjukkan hampir pagi. "Ohh, kau sudah selesai dengan nya?" tanya Don.


"Ya. Aku sudah selesai" jawab Rais. "Jadi, bagaimana hasil nya? Apa kau sudah tau dimana letak chip itu?" tanya Aman. Rais tidak menjawab langsung, tapi untuk saat ini dia sudah merasa tenang.


Setelah mereka memperbaiki pintu, Don bertanya kepada Aman. "Hey nak. Dimana kau meletakkan chip kehidupan nya Jack?". Aman pun menjawab pertanyaan nya Don dan ia tidak mau menunjukkan nya. "Jika kau tidak mau menunjukkan nya, tidak apa-apa. Tapi lebih baik kau jaga chip itu, terus satu lagi. Lebih baik kau mengecek chip itu agar kita tidak terdeteksi lagi dengan orang yang berhubungan dengan Jack" ucap Don.


"Kenapa kau hanya memberitahu ku?" ucap Aman yang merasa ada yang tidak beres. "Karena chip yang kau ambil itu adalah chip kehidupan dengan kekuatan pendeteksi" dijawab langsung oleh Don. Aman pun mengangguk. "Ok nanti akan ku perlihatkan chip itu padamu" sahut Aman yang sudah membalikkan badan nya.

__ADS_1


Rais dan Aman pun segera bersiap-siap ke sekolah mereka. "Kau yakin tidak mau mengikuti kami, Don?" ucap Rais. "Aku masih harus bersembunyi dulu saat ini. Setidaknya sampai situasi sudah aman. Jika terjadi sesuatu aku akan menyusul kalian" ucap Don. Ketika Rais dan Aman dalan perjalanan ke sekolah, Aman pun membuka pembicaraan.


"Rais, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu" ucap Aman dan mengambil sesuatu di saku celana nya. Rais yang melihat nya merasa aneh. "Apa ini, Aman?" tanya Rais. "Ini adalah chip kehidupan milik Jack yang aku ambil" ucap Aman. "Tapi, kenapa bentuk nya seperti persegi biasa?" ucap Rais melihat bentuk chip kehidupan tersebut.


"Aku tidak tau. Yang ku tau ketika aku melihat tubuh nya Jack, chip ini masih menyala. Tapi saat ku cabut, chip ini tiba-tiba tidak menyala lagi. Apa ini sama dengan chip yang ada padamu, Rais?" ucap Aman. "Hmm.. Ntah lah. Kalau begitu nanti kita coba menyalakan nya lagi" ucap Rais. "Oke!" Aman pun menyimpan chip tersebut kembali ke saku nya.


Selama perjalanan nya Rais dan Aman bertemu dengan Nora dan Deni yang menunggu mereka berdua. Sampai di sekolah, Aman masih memikirkan sesuatu yang buruk bakal terjadi.


Don yang sedang duduk di tepi jendela kamar Rais memikirkan sesuatu. "Semoga saja mereka tidak turun untuk mencari keberadaan Jack" gumam Don. Ia pun melihat ke arah langit yang cerah.


"Tadi pagi mereka menyiarkan berita yang terjadi di hutan. Ada beberapa bagian yang tumbang seperti di sengaja. Terus dia juga menyiarkan rekaman CCTV yang ada di sana. Meskipun sebentar, tapi aku yakin di sana pasti makhluk luar angkasa" ucap Deni yang seketika membuat Rais dan Aman langsung diam.


"Apa yang diliat itu salah satu dari kita?" gumam Aman. "Aku juga melihat nya tapi yang aku lihat makhluk itu di kelilingi oleh Aura gelap dan yang satu nya lagi terang" di sahut oleh Nora. Rais yang sedang menikmati minuman nya tiba-tiba tersedak.

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk..". "Kau tidak apa-apa Rais?" ucap Nora sambil mengelus-elus punggung nya. Rais pun mencoba tenang dan jangan membuat Nora dan Deni mengetahui apa yang terjadi di sana. "Aku hanya kaget ketika kau bilang aura gelap bertarung dengan aura terang. Apa mungkin itu Jin sedang bertarung dengan Malaikat?" ucap Rais yang mencoba untuk mengalihkan.


"Hmm.. Bisa jadi sih. Tapi kenapa si aura terang itu memakai pelindung dada dan ada sesuatu di tangan nya?" ucap Deni. "Bisa jadi mereka mengubah wujud nya menjadi seorang manusia" di jawab oleh Aman. "Bisa saj, karena jin itu bisa mengubah bentuk nya menjadi apa saja kan?" ucap Nora.


Deni pun mengangguk. Rais dan Aman pun menghela napas nya dan mengikuti pembicaraan Deni dan Nora. Sampai sekolah selesai, pembicaraan mereka tidak lepas dari hal yang terjadi malam itu. Hal ini hanya diketahui Rais, Aman, dan Don. Saat mereka berpisah Rais dan Aman, sedangkan Nora dan Deni ke arah yang sama.


"Aku tidak tau kalau hal ini di beritakan di TV" ucap Aman. "Aku juga tidak tau kalau di sana terpasang CCTV. Ku kira cuma jalan yang gelap dan hanya di terangi lampu jalan saja" ucap Rais. "Kalau begitu kita beritahu saja Don, dan juga chip kehidupan yang ada padamu, Aman" ucap Rais lagi. Mereka berdua bergegas pulang ke rumah Rais.


Sesampai di rumah mereka menceritakan kejadian di sekolah hari ini. "Apa jadi teman-teman mu sudah mengetahui nya?" tanya Don. "Mereka belum mengetahui nya secara pasti. Tapi untuk saat ini masih terbilang aman terkendali" sahut Rais. "Dan satu lagi" ucap Aman sekaligus menunjukkan chip kehidupan yang telah ia ambil.


"Chip ini tidak menyala, ya!" ucap Don yang memperhatikan benda itu. Aman menjawab nya dengan anggukan. "Untuk sementara jangan kalian hidupkan dulu" ucap Don lagi. "Kenapa? Bukan nya bagus jika kita menyalakan nya dan mengetahui ada alat pendeteksi atau tidak pada chip ini" sahut oleh Aman.


"Untuk sementara jangan dulu. Apa kalian mau kejadian malam itu terulang lagi? Kalian yang menyalakan chip itu. Meskipun sementara tapi tetap terdeteksi oleh Jack" ucap Don. Rais dan Aman akhirnya mengurungkan niat. "Untuk sementara kita jangan melakukan pergerakkan yang aneh dulu. Karena sejak mati nya Jack, mereka pasti mulai bergerak" ucap Don lagi yang melihat ke arah langit di sore menjelang malam.

__ADS_1


Beralih ke luar angkasa. Dimana terdapat pesawat induk yang besar. "Hey. Apa ada yang melihat Jack? Dimana dia sekarang?" ucap seseorang. "Yang aku tau dia sudah pergi dua hari lalu mengambil chip kehidupan lain nya. Aku rasa sampai sekarang ia masih bertarung dengan orang itu" ucap seseorang yang lainnya. "Orang itu ya" sahut nya dengan senyum menyeringai...


__ADS_2