Fight Robot

Fight Robot
Bab 7 – Mengulur Waktu


__ADS_3

Tanpa disangka radar yang dimiliki Jack berbunyi dan ia melihat tanda chip kehidupan lain. Disatu sisi ia merasa bahagia karena bisa mendapatkan dua chip kehidupan dan disii yang lain setelah melihat lokasi chip kehidupan dengan radar nya ia menyadari dari radar sesuatu. Jack pun mengkerutkan keningnya dan ia curiga dengan Don.


“Kenapa chip kehidupan tidak ada didepanku tapi ke tempat yang lain” ucap Jack.


“Sepertinya mereka ditemukan dan belum sempat menjauh dari sekitar sini. Aku harus menahannya” gumam Don.


Don memaksakan tubuhnya untuk berdiri yang saat itu Jack yang masih berdiri memunggungi musuhnya. Jack pun merasa ada yang aneh dengan Don saat ini.


“Dimana chip kehidupanmu?” ucap Jack geram. Don menunjukkan benda yang telah ia ambil dari kamarnya Rais yang bentuknya hampir mirip dengan chip kehidupan, tapi benda tersebut tidak menyala.


“Benda ini yang kamu cari bukan?” sahut Don menunjukkan benda tersebut yang sontak membuat Jack kaget melihat chip kehidupan tersebut tidak menyala..


“Berart chip tersebut telah mati. Tapi masih ada kekuatan didalamnya. Akan aku rebut darimu” ucap Jack dengan keras.


Jack pun maju dengan penuh amarah dan keinginan yang kuat. “Aaaaaaaaaa…….” Teriak Jack. Don pun mencoba mengulur waktu untuk memberikan Rais dan Aman kabur. Don mencoba sekuat tenaganya untuk menghadapi dan benturan senjata mereka.


***


Sementara itu Rais dan Aman pun berlari menuju rumah Aman karena sebelumnya, chip kehidupan yang ada bersama mereka tiba-tiba menyala sesaat dan langsung mendengar bunyi radar pada musuhnya Don. Rais yang di pertengahan jalan merasa letih dan sesak napas. Dia tidak pernah olahraga sejak terakhir kali bermain waktu mereka kecil.


“Ayo Rais. Ini bukan waktunya kecapek-an. Kita harus segera pergi menjauh dari sini” ucap Aman mengulurkan tangannya.


“Sebentar sob. Ambil nafas sebentar, huh huh…..” sahut Rais sambil mengatur nafasnya.


“Tidak ada waktu untuk istirahat sekarang. Selagi aku masih mendengar mereka masih bertarung berarti dia sudah tau kalau kita masih disekitar pendeteksi radar tersebut.” Ucap Aman. Ia kira kejadian ini biasa terjadi pada film-film yang pernah ia tonton, tapi untuk saat ini adalah kenyataan.


Ketika mendengar seperti benda jatuh, Aman langsung memliki firasat yang buruk. Tanpa berpikir dan mengucapkan sesuatu, ia langsung menarik Rais untuk berlari.


***

__ADS_1


“Hahahahahaha….. Ada apa The Robot? Kenapa kau selalu mundur saat kita bertarung? Apa kau mulai melemah? Hahahahaha…..” teriak Jack saat masih bertarung dan beradu senjata.


Don hanya terdiam dan tidak mampun menjawabnya. Tubuhnya pun sudah mencapai batas kemampuannya. Karena sedikit lagi dia tidak akan mampu berdiri kembali.


“Ini adalah seranganku yang terakhir. Hiiiaaaaaaaaa…..” teriak Don yang keras. Saat itu pedangnya mengeluarkan cahaya yang terang sehingga Jack terpaksa menutup mata dengan perisainya.


Pedang yang masih berada didalam sarungnya tersebut bersentuhan dengan perisai dari Jack yang menciptakan sebuah ledakan yang membuat Don terpental jauh begitu juga dengan Jack. Don pun tidak sadarkan diri dan pedangnya masih menggenggam.


Jack yang terpental pun berdiri dan menghampiri Don yang sudah tidak berdaya. Ia melihat dengan penuh kemenangan. Ia pun tertawa dan bahagia bisa mengalahkan san The Robot.


“Akhirnya, akhirnya, aku mendapatkan chip kehidupan The Robot” ucap Jack yang kegirangan.


“Baiklah, karena kau sudah tidak berdaya, aku tidak perlu membunuhmu. Ku biarkan kau mati disini” ucap Jack seraya mengalambil chip kehidupan yang terpasang di ujung pedangnya.


Ia pun mengambil chip tersebut dan meletakannya pada pada tabung daya yang akan dipergunakannya untuk mengambil kekuatan dari chip tersebut.


“Karena chip yang masukkan itu adalah bukan chip” sahut Don yang masih setengah sadar.


“Apa maksudmu? Apa kau mencoba mempermainkanku?” ucap Jack lagi yang merasa kesal dengan tabung daya.


“Aku tidak mempermainkanmu, tapi itu bukan chip kehidupan yang kau maksud” jawab Don yang mencoba berdiri dengan bantuan pohon yang ada didekatnya.


“Lucu. Jadi sekarang kau mempermainkan ku ya” ucap Jack yang menunjukkan ke kesalan nya.


“Aku berpikir cepat atau lambat ini akan terjadi. Itu sebab nya aku berpikir jika aku bertemu denganmu apa yang yang kulakukan. Hehe..” ucap Don seraya tersenyum lebar.


Jack pun yang mendengarnya terasa kesal bercampur emosi. Don pun merasa senang melihat Jack yang terpancing dengan ucapannya.


“BANGSAAAAAAT……” teriak Jack yang langsung menyerang dan meninjunya. Seketika Don terhempas dan menghantam pohon. Ia pun mencoba berdiri kembali untuk dapat mengulurkan waktu sebanyak-banyaknya agar Rais dan Aman tidak terlibat.

__ADS_1


“Aku sudah tidak kuat berdiri lagi” gumam Don yang mencoba berdiri kembali dengan pedangnya.


Don melihat pedangnya merasa kaget karena sarung pedangnya terlepas dan juga mengeluarkan cahaya.


“Hah!!” gumam Don yang merasa tidak percaya.


“Harusnya pedang ini bisa keluar berkat bantuan dari chip kehidupan. Tapi kenapa bisa?” gumamnya lagi sambil berpikir.


“Baiklah. Aku akan mengucapkan terima kasih ke pedang ini. Setidaknya aku masih bisa mengulur waktu lebih banyak lagi” gumam Don lagi.


Ia pun bangkit walaupun masih sempoyongan dan mencoba untuk melawannya lagi. Dan kali ini Don pun serius menghadapinya dengan menangkis semua serangan dari Jack. Jack yang masih tersulut emosi ini masih menyerangnya secara membabi buta sehinga tidak sengaja memakai kekuatan chip kehidupan. Don pun tiba-tiba terpental mundur tapi tubuhnya tidak terjatuh.


“Kali ini aku bisa mengimbangimu untuk bertarung, Jack. Aku harap kau tidak membuatku kecewa” ucap Don yang mengembalikan kata-kata yang diucapkan oleh Jack. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Jack mengeluarkan semua kekuatan dari chip kehidupan sampai armor pelindung tersebut di selimuti hawa berwarna merah.


“Jangan sekali-kali kau membuatku marah The Robot. Kau sudah membuatku marah. Kali ini aku akan membunuhmu. Aaaaaaa….” ucap Jack yang maju lurus dengan cepat. Don yang berdiri pun kaget melihat serangan lurus tidak bergerak dan berkonsetrasi.


“Kali ini aku akan mengalahkanmu, Jack. Ini mungkin akan menjadi serangan ku yang pertama bagimu” gumam Don yang mengangkat pedangnya ke atas lalu turun ke bawah seperti menebas.


***


Rais yang ditarik Aman untuk berlari secepat mungkin untuk ke rumah nya merasa akan muntah. “Aku  - sudah  - tidak - kuat, Aman. Berikan - aku - istirahat - sebentar. Aku - mau - atur - nafas - dulu” ucap Rais yang berbicara terputus-putus. Akhirnya Aman berhenti membiarkan Rais mengatur napas.


“Apa sebaiknya kita bersembunyi saja dulu sampai kita benar-benar aman dari musuhnya Don?” tanya Rais.


“Kita tidak bisa berlama-lama disini dan juga kita dikejar oleh waktu. Kau mau kita mati dengan menyia-nyiakan perjuangannya?” tanya Aman. Pada saat Don menurunkan pedangnya, disaat yang sama pula chip kehidupan yang dipegang oleh Rais menyala kembali.


Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang sesuai, dan jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar  agar kedepannya cerita ini bisa lebih menarik dan seru. dan saya mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya.


Muhrialis

__ADS_1


__ADS_2