
Rais pun menendang Jack ke bawah, sehingga Jack terhempas ke tanah. “Hebat temanku. Kau emang superhero yang terbaik” ucap Aman memberikan jempol kepada Rais. “Huuuuuft” Rais menghela napas nya.
Tapi ini masih belum berakhir. Jack yang tergeletak pun berdiri dalam kabut. Ia pun melempar pedang dengan kuat dan cepat. Rais yang tidak tau tiba-tiba pedang tersebut mengarah kepadanya.
***
“AWAS, RAIS!” teriak Aman yang melihat sebuah benda keluar dari asap tersebut. Rais sontak menangkis pedang yang terlempar ke arah nya menggunakan tangan kosong. Jack yang melihat Rais, seperti melihat kembali Don yang pernah bertarung dengan nya. “Cih. Kenapa aku serasa masih melihat dan bertarung dengannya lagi?” gumam Jack.
Jack pun maju dan melancarkan serangannya. Rais yang mendengarnya yang menghindar dengan ke punggung yang hendak belakang dan menjauh dari Jack. “Lebih baik kita bermain sedikit. Jangan sampai aku tidak puas dengan hasilnya” ucap Jack kepada Rais.
Aura berwarna biru yang masih di selimuti tubuh Rais, tiba-tiba bertambah terang. Rais seolah tidak peduli. Aman yang melihat situasi tersebut segera menjauh agar Rais tidak terganggu dengan kehadirannya.
Ia hanya melihat dari jauh saja seperti penonton yang sedang melihat sebuah pertandingan. “Huuuffftt!” Rais menghembuskan napas nya dan berkonsentrasi. “Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sulit bagiku, karena sudah lama sekali aku tidak melatih bela diriku lagi” gumam Rais. Ia hanya menggunakan tangan kosong, sedangkan Jack menggunakan senjata.
Jack yang masih di selimuti Aura berwarna merah tersenyum menyeringai. “Haaaaaa” teriak Jack yang maju duluan menyerang Rais. Ia pun menghindar dan memukul perut jack dengan telapak tangan serta melakukan tendangan ke atas. “Dia menendang dagu ku lagi” gumam Jack.
Saat Rais mencoba tendangan dari samping, Jack langsung menahannya dengan perisainya.
__ADS_1
“Teng”
“Huft” Rais langsung menghela napasnya. “Untung saja cahaya biru ini yang melindungi, kalau tidak kaki ku sudah patang duluan” gumam nya. Jack langsung melancarkan tinju yang kuat sehingga Rais pun terpental.
Aman yang melihat nya pertarungan tersebut membayangkan kan kalau ia seperti sedang menonton film bioskop dengan genre action yang pernah ia liat sebelumnya. Sekarang bukan tempat bioskop yang yang kunjungi, tapi ia sedang bersembunyi di semak-semak menghindari pertarungan tersebut.
Rais mencoba menyerang lurus dengan kekuatan yang kuat tapi perisai dari Jack menghentikan nya. Jack pun menyerang balik dengan mendorong perisai ke depan. Rais mencoba menghindari tapi perisai Jack tiba-tiba semakin besar membuat Rais terpaksa menahan serangannya.
Dorongan Jack semakin cepat membuat Rais pun tidak bisa menahan lebih lama. Rais pun terpental lagi tapi kali ini tidak jauh dari yang pertama. Rais pun menyadari kalau kekuatan Jack mulai menurun meskipun masih menggunakan chip kehidupan.
“Sebaiknya aku lari saja” ucap Aman. Rais yang menyadarinya ingin berbalik kabur tapi ia tidak bisa bergerak. “Kenapa aku tidak bisa bergerak? Apa yang terjadi? Seperti Cahaya yang menyelimuti tubuhku ini tidak mau menurut” gumam Rais.
“Ini akan menjadi akhir pertarungan yang terburuk seumur hidupku. Tapi aku suka dengan kemenangan yang mudah. Haha” ucap Jack. Jack pun menyerang dengan kekuatan penuhnya dan disaat Rais yang terlihat ketakutan dan melihat Jack menyerangnya, tiba-tiba saja ia telah berada di ruangan yang serba putih.
Ia melihat sekelilingnya dan mencoba mencari jalan keluar. “Kenapa aku berada disini? Bukankah tadi aku sedang bertarung dengan Jack? Tapi ini dimana?” gumam Rais yang tampak bingung. Di saat Rais berpikir dan melihat sekelilingnya lagi ia menemukan sebuah cahaya yang sangat jauh.
Rais mencoba berlari ke arah cahaya tersebut yang sangat jauh. Rais sudah berlari terlalu lama dan semakin ia berlari, ia tidak mencapai cahaya tersebut. “Hah hah hah! Kenapa terasa sangat jauh sekali? Padahal aku sudah berlari sangat jauh” gumamnya.
__ADS_1
Baru sebentar Rais berdiri untuk mengambil napas, cahaya tersebut sudah berada hampir dekat dengannya. “Loh, Apa yang terjadi” gumam Rais. Ia pun mencoba mendekati cahaya itu. Rais pun melihat sebuah bola bercahaya yang terletak di atas sebuah tembok.
“Ku kira itu jalan keluar, tapi aku masih penasaran dengan ini benda apa” ucap Rais. Ia pun tak sengaja menyentuhnya. Tiba-tiba keluar Aura dari bola tersebut langsung menyelimuti tubuh Rais dan ia pun mendengar suara.
“Aku akan memberikannya kepadamu, gunakan itu sebaik-baiknya. Sekarang kembali lah ke sana” ucap seseorang pada ruangan tersebut. Rais pun kembali di saat Jack mulai menyerang. Mereka pun bersentuhan. Jack dengan perisainya sedangkan Rais menggunakan tangan kosong yang dibantu dengan Aura yang menyelimuti tubuhnya.
“Apa ini? Cahaya yang menyelimuti tubuhku semakin kuat. Baiklah akan ku gunakan sebaik-baiknya. Rais mulai menyerang kembali dengan mementalkan Jack dengan sangat jauh. Rais pun melompat dan menyusul nya sebelum jack jatuh ke tanah. Ia pun melancarkan serangan bertubi-tubi membuat Jack terpaksa memakai perisai untuk melindungi dirinya. “Cih. Kenapa ia bertambah kuat. Pada ia belum memakai armor pelindung” gumam Jack. Jack yang merasa tersudut melepaskan Auranya lagi hingga memperluasnya.
Rais yang merasakan Aura diperluas terpaksa mundur ia pun melihat sebuah pedang yang berada di sampingnya. Ketika Rais mengambil pedang tersebut, Aura yang menyelimuti tubuhnya pun membuat sebuah armor pelindung yang hanya menutupi dada, tangan, lutut, dan kaki.
“Hehe. Kau sudah memakai kekuatan level 1 pada chip itu. Aku mulai serius sekarang” ucap Jack. Seketika aura Jack yang semakin luas dan hampir menutupi tubuhnya. Rais memasang kuda-kuda.
“Apa kau akan mengalahkan ku dengan sekali serang, nak? Hehe” ucap Jack. Rais yang sangat fokus dan menggenggam erat pedang tersebut membuat sebagian Aura yang menyelimuti tubuhnya berpindah ke pedang. Hal itu membuat cahaya pada pedang tersebut semakin terang.
“Apa kita bisa mulai, Jack?” ucap Rais yang menyulut kemarahan Jack. Jack pun maju menyerang lurus. Rais yang berkonsentrasi pun mengangkat pedang dan mulai mengayunkan nya. Akhirnya terjadi benturan kekuatan yang hebat membuat pijakan yang ada di sekitar mereka bergetar. “Hah!” gumam Jack melihat perisainya mulai retak. Padahal benturan dari serangan itu baru beberapa detik yang mengakibatkan perisai jack terbelah bersamaan dengan Auranya.
“Huft huft huft! Hah!” disela menghelakan napas, Rais melihat tubuh Jack masih berdiri dengan mata yang memutih. Saat ini Jack sudah mati dalam keadaan berdiri dan armor pelindung yang di pakainya sudah menghilang. Aman pun menyusul Rais, dan ia tidak menyangka kalau ia menang dalam pertarungan tersebut.
__ADS_1