First Love At School

First Love At School
Eps. 9 ~Mari berteman?~


__ADS_3

#Eps09//First Love at School


“Eh, Rafael, mau apa?, eh, eh, kok kita keluar sih, mau kemana?” tanyaku,


Dia menarikku keluar menuju parkiran, “Hhmm, Naik!” perintahnya, “Mau kemana?, aku bisa pesan taxi kok” jawabku,


“Udah! Jan banyak tanya, naik sana!” perintahnya yang sudah memanaskan motornya,


“Awas kamu, kalau ngebut!” ujarku yang sudah berada dibelakangnya, “Iya....” jawabnya


Kita pun pergi dari hotel, motor sport Rafael melaju membelah jalanan kota yang semakin ramai


“Kita mau kemana?” tanyaku


“Kesuatu tempat” jawabnya sambil tersenyum,


“Iya tau lah” ujarku sambil memasang muka datar


“Iihh, jorok kamu belum mandi!” ledekku


“Biarin, meski gua belum mandi, cewek-cewek sudah ngantri dibelakang” ujarnya dengan se-PD mungkin


“Idih, GR banget kamu, emang ada yang mau sama kamu?” ledekku


“Ada lah, lu aja mau kan sama gua!” jawabnya sambil tersenyum


“Iiiihhh, ngak asik, Rafael ah, iiihhh nyebelin” ucapku cemberut


“Katanya gua mirip siapa itu?, Jae...?Jae...” ucapnya


“Jaemin!” ucapku yang masih cemberut


“iya itu, emang udah ngak mirip lagi?” Tanyanya sambil tersenyum


“Ngak!, ngak mirip sama sekali!” jawabku


“Cie ngambek!” ujarnya yang sedari tadi cengar-cengir


“Iiihh, Rafael nyebelin!” teriakku


“Heh!, ni jalan punya lu hah? teriak-teriak mulu” ujarnya


“Yah kamu sih” ucapku cemberut


Tak lama kemudian kita pun berhenti di bawah pohon dekat danau,


“Eh, tempat ini, aku kayaknya pernah kesini deh” ujarku


“Oh iya?, ini dulu tempat main aku!” ucapnya


“Tapi, aku kayaknya pernah kok kesini, sebelum aku pindah ke Amerika beberapa tahun lalu” ucapku


“Kapan?, gua tau tempat ini sedari SD lho...” ujarnya


“Ngak tau juga sih, udah lama banget” jawabku


“Oh iya, aku ada teman disini!” ujarnya


“Siapa?, makhluk halus?” Tanyaku,


“Ya ngak lah, tuh dia ada diatas!” ujarnya, akupun menoleh ke atas


“Wah...keren, dia keren sekali!” ucapku terpukau dengan burung yang ada di atasku ini


“Kerenan aku dong” ujarnya


“Idih...” ucapku


“Halo!, halo!” sapa burung itu


“Aah, halo” jawabku sambil melambaikan tanganku padanya


“Eh, dia ada nama ngak?” tanyaku


“Ada dong, Kyrie!!” jawabnya sembari memanggil burung itu


Burung itupun hinggap di tangan Rafael

__ADS_1


“Wah keren” ujarku terpukau


“Kan gua bilang apa?!, gua hebat kan!” ucapnya membanggakan diri


“Ngak kamu, tapi burungnya!” ucapku yang masih melihati burung itu


“Eh, duduk sini di akar pohon!” ajaknya


“Hhmm, boleh ku pegang?” tanyaku


“Boleh kok” jawabnya, akupun memegang burung itu, rasanya berat, tapi luar biasa sepertinya dia jenis macaw


“Ini jenis apa?” tanyaku


“Macaw!” jawabnya


“Iya tau, tapi macaw apa?, kan ada banyak!” ujarku


“Oh ini, ini macaw Scarlet” jawabnya


“Coba deh terbangin ke alam bebas!” perintahnya


“Tapi gimana caranya?” tanyaku


“Dorong aja!” perintahnya, akupun mencoba mendorongnya, tapi kasihan


“Eh tapi nanti jatuh, kasihan dong” ujarku


“Ih, ngak bakal!” ucapnya


“Ngak deh!, kamu aja!” ujarku, kemudian ia pun menerbangkan macaw itu


“Wah!, keren!, lagi dong” pintaku sambil tersenyum


Diapun menerbangkan macaw itu berkali-kali di angkasa,


“Keren banget!!” ujarku


“Gitu dong senyum jan sedih mulu!” ucapnya


“Oh iya, terus gimana soal perjodohan kamu?!” tanyanya


“Yaudah kali, bilang aja ngak mau!” ucapnya


“Udah dari dulu!” jawabku


“Coba lihat!, kyrie sini!” panggilku


Akupun bermain bersamanya, dia menirukan semua perkataanku, menari bahkan bernyanyi


“Kayaknya kamu udah akrap banget ma si kyrie!” ujarnya


“Hah?!, akrap kamu lah!” jawabku


“Tapi ngak biasanya si kyrie bisa cepat akrap gini, kayak udah kenal lama ma elu gitu!” ucapnya


“Ngak lah, kita kan baru aja ketemu!” ucapku


“Oh ya, fotoin aku sama kyrie dong” pintaku sembari menyodorkan handphone ke arahnya,


“Oh iya, lu dulu pindah ke Amerika?” tanyanya


“Iya, tapi cuma 6 tahun aja sih” jawabku,


“Eh disana ada ikan ya?” tanyaku sambil berjalan ke tepi danau


“Iya” jawabnya sambil mengikutiku


“Terus, kamu kapan kesini?” tanyanya lagi


“Mungkin, 9 tahun lalu, sehari sebelum aku berangkat ke Amerika” jawabku


Rafael. Pov


‘Hhmm, aneh!, ngak mungkin Viola anak kecil waktu itu’ pikirku


“Heh!, diam aja, mikirin apa sih?” tanyaku

__ADS_1


“Oh ya, dulu aku pernah lihat ada anak cewek kecil kesini, sayangnya waktu itu aku ngak bisa lihat wajahnya, dia keburu masuk ke mobil” ucapku


“Lah terus?” tanyanya


“Ngak ada, oh ya coba buka grup deh” ujarku, diapun membuka handphone nya, benar saja sepertinya banyak notifikasi yang ada begitu pula sebaliknya denganku


Diapun mulai membaca satu persatu cibiran itu, salah satu postingan yang jadi topik hangat hari ini adalah,


Fotoku dan Viola saat didepan PT. Rianti Jaya itu


“Iiihhh, bosen!!!!” umpatnya yang


“Apa, postingan ini!” tanyaku


“Tau tuh, paling ada yang ngikutin kita nih, pa jangan-jangan dia disini!” ucapnya yang curiga


“Heh!, Keluar kamu!, jan sembunyi disini!” teriaku ke segala sisi


“La!, ngapain sih!, biarin aja kali” ujar Rafael santai


“Eh, kamu tuh!, aku ngak mau jadi bahan omongan tau!” ujarku


“Biarin aja semua omongan mereka!, toh nanti juga kalau udah bosen berhenti sendiri” ucapnya sambil mengelus-elus si Kyrie


“Kamu tuh, ngak malu apa di omongin semua orang?!” tanyaku


“Biarin dong, toh gua udah terkenal dari dulu, terus ditambah ini gua makin terkenal” ujarnya membanggakan diri


“Idih!, kalau benar kamu terkenal, dari dulu aku kok ngak kenal kamu, bahkan dengar nama kamu aja, kagak!” ucapku meledeknya


“Terserah!, bodo amat!, lu mau kenal gua kek!, ngak kenal gua kek!, emang gua pikirin!” jawabnya


Akupun duduk disampingnya dipinggir danau


“Ngambek ya?” ledekku sembari tertawa


“Tau ah!” jawabnya yang sepertinya marah


Tiba-tiba aku menginggat sesuatu....


“Oh iya!, hari ini aku kan jadwal ekskul Jurnalistik!” gumamku


“Ekskul?, mau gua anter kesekolah?” tawarnya


“Gila ya!, ini jam berapa?!, toh nanti apa kata warga lihat kamu nganter aku!” jawabku


“Biarin aja!, lu aja yang terlalu banyak fikiran!” ujarnya


“Banyak fikiran gimana?!, aku tuh ngak mau di jadiin bahan omongan!” ucapku


“Viola!!” panggilnya, akupun menoleh ke arahnya


“Mari berteman!” ujarnya


“Te..man..?!” tanyaku ragu


“Iya!, lu ngak mau jadi teman gua?!” tanyanya


“Siapa yang bilang!, yaudah mari kita berteman!”jawabku sambil tersenyum kearahnya


Rafael pun membalas senyuman itu,


“Bener mau?” tanyanya sembari mengangkat jari kelingkingnya itu


“Iya...” jawabku sambil mengikatkan kelingkingku padanya


“Yaudah, eh, kamu lapar?, makan dulu yuk!” ajaknya sambil


“Boleh” jawabku


Kitapun pergi mencari tempat makan terdekat, selama diperjalanan dipenuhi dengan suasana menyenangkan, kita saling bercanda dan tertawa bersama, rasanya senang, sudah lama aku tak bisa tertawa lepas seperti ini......


Ini akan menjadi hari yang panjang bagiku......


~Bersambung


Makasih semua sudah mampir ke novel saya, maaf kalau ada Typo jga🙏, like and comennya ditunggu😊

__ADS_1


HappyReading📖


__ADS_2