First Love At School

First Love At School
Eps 22 ~Hari Perjodohan 2~


__ADS_3

#Eps22//First love at school


“Udah lah la, mama cuman pengen yang terbaik buat kamu!” jawab mama sambil memasuki mobil, kitapun berangkat menuju sebuah Resto


‘Rafael.., mana sih kamu?‘ batikku seraya melihat kearah kaca


“Ma, pa, kita pulang aja yuk, perut Lala sakit nih, kayaknya mules deh!” ucapku


“Aduh, masa pulang sih, kita udah ditungguin lho dari tadi!” ujar mama


“Tapi, Lala udah ngak tahan nih ma!” ucapku


‘Ayo dong, puter balik!’ batinku


“Nah itu ada pom, Lala kesana ya!” ucap papa, kitapun turun


‘Ngapa malah kesini sih, tapi yaudah lah yang penting bisa ngulur waktu!’ batinku


“Jadi nga La?” tanya mama mengagetkanku


“Iya, iya jadi!” jawabku akupun segera turun dari mobil dan menuju ke kamar kecil


*********


“Aduh, Rafael mana sih?, lama banget!” gumamku sambil menelfonnya


“Ih, ngak di angkat sih!” gumamku, akupun mulai putus asa, tapi tiba-tiba dia menelfonku...


“Halo!” sapaku


[Ah, halo, sorry ya la!, gua telat, ini macet!]


“Gimana sih?, puter balik jan kerumah, aku udah jalan nih!” perintahku


[Lu nyuruh gua puter balik?, buset dah la!, ini tu macet!]


“Aku ngak mau tau, pokoknya puter balik sekarang!” perintahku


[Yadeh, lu dimana?]


“Ni di pom di jalan Merpati deket hotel Impian!” jawabku


“Cepet kesini!” perintahku


[Iya, ni lagi mau otw]


“Cepetan!” perintahku, akupun mematikan telfonku dan menunggunya di dalam sebuah kamar mandi


“Ayo dong, cepet dikit!” gumamku


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari luar


“La, udah kelar belum?” tanya mama


“Belum nih ma, perut Lala masih sakit!” jawabku


“Yaudah mama tungguin!” jawabnya


“Kalau gini caranya, gimana Rafael mau jemput, ada mama di depan!” gumamku


“Pasrah aja deh!” gumamku, ku buka pintu tersebut dan terlihat mama yang masih menunggu


“Yaudah ayo pergi!” Ajak mama tapi aku hanya diam dan menunduk


“Ayo!“ ujarnya kemudian pergi mendahuluiku


“Ma, kita pulang aja!” ajakku


“Jangan berjanda!” jawab mama


“Aku serius!” ucapku

__ADS_1


“Ma!, kita pulang aja!, batalin perjodohan itu ma!” pintaku


“Apa yang kau pikirkan?!” bentak mama


“Ma, batalkan saja perjodohan itu!” pintaku


“Kau mau membuat keluargamu malu?!” tanya mama, akupun mengangkat kepalaku


“Ma, aku ngak mau dijodohin ma, perjodohan itu bahkan tak ada cinta antara kita!” jawabku serius


“Dengar kata mama!, kau harus nurut!” ucap mama tegas


“Ngak ma, aku ngak mau!” ucapku penuh keyakinan, untung saja di lorong itu sepi jadi tak ada yang melihat


“Udah ikut mama!” ucapnya kemudian menatik tanganku


“Lepasin ma!” pintaku, tapi tak ada balasan dari mama, dia malah menariku masuk kedalam mobil


Terlihat Rafael yang baru datang dengan motor sportnya


“Gimana nih?!”teriaknya tapi tak menimbulkan suara


Aku hanya melihatnya kemudian masuk kedalam mobil


“Kenapa ma?, kok marah-marah?!” tanya papa


“Udah cepetan berangkat aja pa!” perintah mama sembari menutup pintu mobil


Akupun melambai² kan tanganku dari jendela kearanya


Rafael. Pov


“Apa?!” tanyaku tak faham, kemudian diapun mengangkat handphonenya


“Oh, Mau bilang lewat handphone?!” tanyaku sembari mengangkat handphoneku, diapun mengangkukkan kepalanya


“Oh oke!, oke!” jawabku, tiba-tiba ada yang menyentuh bahuku, sontak aku kaget! Dan pelan-pelan menoleh kebelakang


“Waaaaa....!!!”


“Ih, ngapain sih pak!” tanyaku


“Pake tanya ngapa, kamu yang ngapain disini?!” ucap orang itu


“Serah lah, ni juga tempat umum kok!” jawabku


“Eh, saya lihat kamu dari tadi ngomong sendiri, kamu pasti kabur dari rumah sakit kan!” ucapnya


“Enak aja, minggir!, gua mau cabut!” perintahku sambil menyalakan motor kemudian pergi meninggalkan orang itu


Akupun berhenti didepan, dan ternyata banyak pesan yang masuk


[Gini, kamu ikutin terus mobil aku, tapi ingat harus jaga jarak]


[Nanti, aku kan turun, aku bakal buat alasan pergi]


[Pokoknya kamu tunggu didepan, resto!]


“Hm..ya!” balasku, akupun segera mengikuti mobil Viola


*********


“Ah, mereka berhenti!” gumamku, akupun ikut menepi dan berhenti


Saat itu Violapun langsung melihatku...


“Eh, ma!, kenapa lala jadi pengen lagi, kalian duluan aja deh! Nanti lala nyusul!”


“Yaudah, meja no 12!”


“Oke, oke!”

__ADS_1


Merekapun pergi meninggalkan Viola di parkiran, akupun melihat mama dan papa berada didepan resto, sepertinya mereka menungguku,


‘Ngak mungkin, masa kesini!, pasti ini kebetulan!’ batinku, firasatku mulai memburuk


Tiba-tiba telfonku berdering


[Eh, buruan, cepet dong!]


“Otw!” jawabku, aku juga ingin cepet-cepet pergi dari sini


Kemudian ku kenakan kacamata hitamku dan mulai mendekatinya menggunakan motorku,


“Ayo!, ayo!” ucapnya seraya menepuk pundakku, kitapun melaju meninggalkan tempat itu


Ega. Pov


“Lho, pa!, Lala mau kemana?” tanyaku


“Ke WC!” jawab mama


“Tapi kok naik motor, aneh kan?!” ujarku, seketika mereka berduapun berbalik dan melihat putrinya pergi bersama pria yang memakai pakaian serba hitamnya


“Rafa!!!” teriakk seseorang dari belakang, kitapun langsung menghadap kebelakang


“Lho, jeng!, udah nyampe?!” tanya mama


“Iya, tapi lihat anak aku kabur!” ucap tante itu


“Si Lala juga, yaudah ah, kita kejar aja!” ajak mama, kemudian kitapun mengejar Kakak dan anak om ma tante ini


“Jeng, kita pergi dulu!” ucap tante itu dari kaca mobil yang dikendarai suaminya


“Iya!” jawab mama


Akupun mulai penasaran jangan-jangan yang bakal dijodohin ma Lala itu orang yang pakai baju serba hitam yaitu anak om dan tante itu


Viola. Pov


“Bentar, kenapa mobil dibelakang ngikutin terus ya?!” tanyaku


“Ya itu mobil bokap gua!” jawabnya


“Hah!, mobil papa kamu?!” tanyaku tak percaya, diapun hanya mengangguk


“Yaudah, cepet dong!” perintahnya kitapun mulai menambah kecepatan


“Cari tempat sembunyi!” ucapnya


“Gua punya ide!” ucapnya, kitapun berhenti disebuah hotel


“Ngapain kesini?” tanyaku


“Nanti lu bakal tau” jawabnya, kemudian diapun mengandengku masuk kedalam


“Mba satu malam!” ucapnya kemudian orang itupun menyodorkan sebuah kunci kepadanya


“Oke, kita naik ke kamar 462” ucapnya seraya menarikku kedalam lift!


“Oke masuk!” ucapnya, kitapun masuk kedalam kamar hotel itu


“Brakk!” suara tutupan pintu, kitapun langsung duduk membelakangi pintu, akupun menghela nafas panjang


“Yah, akhirnya!, kita aman disini!” ucapku merasa lega


“Ini belum selesai, pasti mereka mengikutiku, kau tau?, di handphone ku ini sudah deberi sinyal pelacak oleh bokap gua!” ucapnya sambil menatapku tajam


“Kalau begitu gimana nih?!” tanyaku mulai khawatir


“Kita lakukan trik seperti waktu itu?!” ujarnya seraya tersenyum licik kearahku, firasatku buruk saat dia menatapu seperti itu!


~Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2