
#Eps04//Ciuman Terlarang
“Emang kenapa?!, Kita yang pacaran kok sana sewot bener!” ujar seseorang dari belakang,
‘Hah!, Siapa itu?!’ tanyaku dalam hati
“Rafael!, Saya ini guru kamu!” ujar bu Nila keras
“Terus kalau anda guru saya, saya harus apa?!” Balasnya sambil tersenyum kecil
“Rafael!, Bisa Sopan ngak?!” Bentak bu Ririn sambil memukul meja
“Terserah saya dong, ini kan hidup saya, kalau anda mau skor silahkan aja, kan itu hak anda” ucap Rafael enteng
‘Buset dah, ini orang ngomongnya kok enteng banget’ batinku sambil menggeleng-geleng kan kepala
“Heh!, Rafael kamu itu jan asal bicara, sini!” ucap bu Nila Tegas
“Coba bu saya lihat buku Skornya Rafael” pinta bu Nila
Kemudian bu Ririn pun menyodorkan buku itu, kemudian ia melihat berapa banyak Skor yang telah ia dapat
“Hah!, Rafael!, Skor kamu banyak banget, hampir tiap hari dapat!” ujar bu Nila sambil mencubit telinganya
“Lepasin!” ujarnya dingin, bu nilapun melepaskannya
“Heh!, Kalian!” Teriak bu Ririn sambil memukul meja
“Kalian mau nya apa sih...!!!, Kamu juga Viola, Kamu tuh kan Osis, ngapain beri contoh yang ngak bener!” ujar bu Ririn tegas
“Tapi bu, dia! dia yang maksa saya, padahal saya ngak mau bu, tapi dia maksa, saya juga ada harga diri!, dia sudah bikin nama baik saya jadi tercemar!” ujarku sambil menunjuk kearahnya
“Enak aja, sebelum itu gua kan udah minta maaf ke elu!, kalau bukan gara-gara gua, sampai sekarang anak-anak bakal wawancarai lu terus!” jawabnya
“Iya gara-gara kamu!, Aku jadi bahan omongan semua orang disekolah!, bahkan jadi bahan omongan semua guru disini!” Ujarku tegas
“Dih, salah sendiri” jawabnya
“Gara-gara kamu!” ujarku sembari cemberut
__ADS_1
“Kok gua, itu gegara elu sendiri!” balasnya
“Pokoknya gara-gara kamu!” ucapku
“Heh!, kalian ini apa-apaan sih!, ribut sendiri” pisah bu Ririn
“Viola!, kamu baru sekali ini saya Skor, nilai kamu selama ini baik, kok kenapa sekarang jadi gini?!” Ucap bu Ririn
“Dia sih bu! Pokoknya saya ngak terima bu! Saya mau dia dihukum!, suruh dia bersihin toilet!” ujarku kejam
“Bersihin toilet ya” ucap bu Ririn sambil berfikir sesuatu
“Baiklah, mulai hari ini Rafael bersihin toilet-” belum selesai bu Ririn berbicara tapi sudah ku potong
“Yes!, Rasain tuh, kamu bakal aku ketawain saat aku lihat kamu bersihin kloset, hahaha” ejekku sambil tertawa
Diapun hanya menatapku dengan cemberut kecil
“Bersama Viola!” Sambung bu Ririn, aku yang kaget, langsung menoleh ke bu Ririn dan menghentikan tawaku
“Jjinja!” ujarku kaget
“Yaudah, pergi kalian, pokoknya satu minggu ini kalian bersihin semua toilet yang ada diseluruh penjuru sekolah ini”ucap bu Ririn tegas
Akupun menghela nafas panjang, “Iya..buu...” ucapku malas, kitapun berdiri dan pergi keluar
“Oh ya, boleh pacaran, tapi jangan sampai kelewatan, kalian jangan ulangi hal seperti itu lagi!” Tegas bu Ririn
“Udah aku bilang, kita ngak pacaran!, aku juga ngak kenal dia!” ucapku tegas sambil menunjuk ke arahnya
“Heh, Viola!, tangan kamu kenapa?!” Tanya bu Ririn,
“Berdarah, kena kaca!” ucapku sembari cemberut
*********
“Haduh udah jam segini, jan sampai telat” gumamku sambil berlari kecil di koridor-koridor sekolah
“Tunggu!” Ucap seseorang sambil menarik tanganku
__ADS_1
Akupun menoleh kebelakang, “Kamu?!, lepasin aku!” ucapku sambil melepaskan tanganku dari cengkramanya
“Heh, pulang nanti temuin gua di perpustakaan atas!” ucapnya dingin, kemudian pergi meninggalkanku begitu saja
“Kamu ngak pantas di sukai sebagian besar cewek disekolah ini!, kamu tuh ja..hat!” ucapku dengan ekspresi datar
“Kamu tuh ngak pernah mikirin perasaanya orang lain, kamu tuh Egois!” Sambungku lagi, diapun berhenti
“Maksud lu apa?, lu masih marah tentang kejadian itu?” tanyanya sambil berbalik kearahku,
“Kamu itu jutek, cuek, tak berperasaan, egois, pokoknya kamu itu orangnya parah” ucapku dingin
“Oh iya?!, gua jutek, cuek, tak berperasaan, egois, apa lagi, asal lu tau, gua ngak seperti yang lu bayangin” ujarnya
“Heh lu tuh, tau kek gue orangnya gimana!, dan kalau lu masih ngak terima soal kemarin sore itu, bilang aja” ujarnya keras
Aku hanya menunduk kebawah dengan muka datar “Ayo jawab, diem aja kek patung!” ucapnya
“Jaemin yang aku kenal itu ngak jahat, tapi kamu itu, ja..hat!” jawabku sambil menunduk
Tak terasa air mata jatuh ke pipiku, dan aku hanya memilih diam,
“Jahat, gua jahat kek apa?” tanyanya sambil mengangkat daguku, dan benar saja, dia melihatku meneteskan air mata
Terlihat muka yang awalnya penuh dengan amarah, mendadak padam begitu saja, dan ekspresinya mengambarkan dia sedang terkejut kecil
“Kok nangis!” ujarnya lembut
“Kenapa?” tanyanya sambil melepaskan daguku, tanpa pikir panjang, aku langsung mendorongnya menjauh dari ku dan kemudian akupun berlari tanpa tujuan sambil meneteakan air mata
Ngak mungkin juga, aku balik ke kelas dengan keadaan seperti ini, aku terus menangis dan menperlambat jalanku, aku baru ingat kejadian baru saja itu terjadi didepan kelas Xl IPS 6,pasti semua adik kelas pada nyebarin kejadian itu
akupun duduk dibawah pohon besar nan rindang di taman belakang sekolah, akupun mencurahkan segala keluh kesahku disana, aku menangis dan terdengar bel tanda istirahat berbunyi, aku sudah menunggu semua notifikasi yang ada,
Ya.. Sampai lah saatnya semua cibiran, hujatan, mengarah padaku dan Rafael, aku tak kuat membaca semua itu lagi, akupun menangis ditempat itu....
~Bersambung
Makasih semua sudah mampir ke novel saya, maaf kalau ada Typo jga🙏, like and comennya ditunggu😊
__ADS_1
HappyReading📖