
#Eps23//First Love At School
“Kita lakukan trik seperti waktu itu?!” ujarnya seraya tersenyum licik kearahku, firasatku buruk saat dia menatapku seperti itu
“Jangan bilang, seperti waktu itu!” ucapku menjauhnya
“Diem lu!” ucapnya, tiba-tiba saja handphoneku berbunyi, akupun segera membuka handphoneku
Alangkah terkejutnya saat kudapati ternyata yang menelfon adalah mama
“Duh!, ini mama!” ucapku panik
“Jangan jawab, jangan matiin, biarin aja!” perintahnya, akupun berdiri dan menaruh handphoneku di meja
“Tunggu apa lagi?! Mari lakukan!” ajaknya, tiba-tiba dia mendorongku jatuh keranjang
“Tunggu!” ucapku melarangnya
“Apa?!” tanyanya, terdengar suara dari luar
“Rafa!, Rafael!, kamu disini kan nak?!” teriak seseorang seraya memanggil namanya
“Pakai ini!” ucapnya seraya memakaikanku jaket hitam yang dikenakanya
Diapun membuka satu persatu kancing baju bagian atasnya, sekarang posisinya berada tepat diatasku
Rasanya menakutkan, tapi aku harus berani mengambil resiko ini!
“Maafin gua!” ucapnya seraya menatapku, aku pun hanya diam saja dan memalingkan wajahku
Tiba-tiba dia menarik tengkukku, kemudian menciumku paksa
‘Kenapa, tiba-tiba!’ batinku, tak lama kemudian pintu terbuka
“Rafa?!” panggil wanita itu
‘Apa mereka mengenalinya?!’ batinku
“Maaf, teruskan saja malam kalian” ucap pria disebelahnya
“Ayo ma!” sambungnya
“Pa bentar deh!, itu kaya sepatu Rafa pas mama kado waktu ulang tahun!” ucap wanita itu
“Kita diam saja!” bisiknya ditelinggaku
“Ma, apa mama mau mengganggu mereka?!” tanya pria itu seraya menariknya, merekapun akhirnya pergi
“Udah pergi?!” tanyanya seraya menoleh kebelakang, akupun hanya bisa menganggukkan kepalaku
Diapun segera turun dari ranjang dan menutup pintunya, akupun segera menutupi seluruh tubuhku dengan selimut
‘Kenapa aku jadi deg-deg an gini?!’ batinku sambil menyentuh bibirku
“Heh!” panggilnya sambil menarik selimut itu, akupun menoleh kearahnya
“Jangan dibawa hati, kita kan udah pernah ngelakuin itu!” ucapnya sembari tertawa kecil
“Ih, nyebelin deh!”ucapku sambil memukulinya dengan bantal, diapun hanya tertawa
“Udah berhenti!” ucapnya tegas, kemudian tertawa kecil lagi
Akupun menghela nafas panjang dan tidur membelakanginya
Tiba-tiba lagi handphoneku berdering
‘Pasti dari mama!’ batinku dan saat ku lihat, benar saja mama menelfonku...
“Mama..” ucapku sambil menyodorkan handphoneku ke arahnya
“Jangan diangkat, diemin aja!” ucapnya, diapun pengambil handphoneku dan memasukanya kedalam sebuah laci di meja dekatnya
“Kamu nga takut dimarahin?!” tanyaku
__ADS_1
“Hah!, takut?, biasa aja!” jawabnya enteng
“Lu sendiri?” tanyanya
“Sebenarnya aku takut, nanti kalau mama sama papa kesini terus lihat kamu gimana?” jawabku
“Biarin aja!” jawabnya
“Tapi nanti kalau papa tau, pasti kamu bakal ikut dimarahin papa juga!” ucapku meyakinkan
“Biarin dimarahin!” jawabnya ngeyel
Akupun tidur membelakanginya
“Hm, mau nonton?!” tawarnya
“Kuy!” jawabku, diapun hanya tertawa kecil
*********
“Hiks..hiks..Young Soo jahat banget sih!” gumamku sambil terus meneteskan air mata
“Dih!, Alay lu!” ujarnya, akupun terus menangis melihat drakor di televisi
“Tidur sono!” petintahnya, seraya mematikan televisi
“Yah...” gumamku, akupun menatapnya tajam
“Kenapa lu, berhenti melotot!” ucapnya
“Kembaliin remotnya!” pintaku
“Ngak, udah malam, tidur sono!” perintahnya sambil menyembunyikan remot di bawah tubuhnya
“Ih, ngak tv kamu juga, kembaliin!” pintaku sambil mendorong tubuhnya
“Ngak, udah malam nih, cepet tidur!” ucapnya
“Engak!, tidur aja!” perintahnya
“Ayolah, kembaliin, penasaran nih!” pintaku sambil merengek
“Kembaliin, kembaliin!” pintaku sambi mencoa mengambil remot itu dibawah tubuhnya
“Hei, lu ngapain sih, geli tau!” ucapnya sembari tertawa kecil
“Makanya kembaliin remotnya!” jawabku sambil terus mencoba mengambil remot dibawah badanya
Diapun menarik tanganku sambil terus menatapku, saat itu mata kamipun saling mengunci
‘Duh, kok jadi deg-deg an’ batinku
‘Ngak ini ngak bener’ batinku, akupun membuang mukaku darinya
“Ah, a..ku..aku..tidur dulu ya..” pamitku, akupun langsung membaringkan tubuhku membelakanginya
“Ah..iya..iya..ngak mau remot?” tanyanya, akupun hanya mengelengkan kepalaku
‘Aduh, nih jantung kenapa sih?!’ batinku...
Rafael. Pov
‘Ih, kenapa gua jadi deg-deg an gini?’ batinku sembari menatapnya
‘Bodo amat, mending gua tidur aja!’ batinku, akupun membarinkan tubuhku disebelahnya seraya menatap atap
‘Ngak, ngak, gua ngak mikirin tu orang!’ batinku akupun menghela nafas panjang
“Ih!” umpatku
akupun segera membaringkan tubuhku membelakanginya
“Kling!” bunyi pesan masuk
__ADS_1
“La, nyokap lu SMS!” ucapku, akupun berbalik dan menyodorkan handphonenya
“Oh, iya sini!” jawabnya tanpa membalikkan badanya sedikitpun, hanya tangannya saja yang dia keluarkan
“Nih!” jawabku sambil menaruh handphonenya ditanganya
Tak lama kemudian...
“Kita pulang aja yuk!” ajaknya sembari membalikkan badanya kearahku...
‘Pulang..?’ batinku yang heran dengan ajakkanya
“Pulang aja lu!” perintahku cuek
“Yaudah deh!” jawabnya, kemudian diapun berdiri dari rajang dan segera memakai sepatunya
“Eh, Mau kemana?!” tanyaku serius sembari menahan tangannya
“Aku mau pulang, biarin dimarahin, tapi aku juga takut sih” jawabnya
“Aku juga takut kalau tiba-tiba ada razia disini, terus lihat kita” sambungnya
Viola. Pov
“Aku pergi dulu, besok kita ketemu disekolah” pamitku, tapi dia malah lebih erat menahat tanganku, diapun mendekat kearahku
“Ngak, lu disini aja!” ucapnya serius
“Tapi-” belum selesai aku menjawab, tiba-tiba dia memelukku
‘Ah, dia sedang apa?’ batinku
“Ka..kamu, kamu ngapain?” tanyaku sambil terus mendoronya
“Sebentar aja!” jawabnya sambil memelukku lebih erat
Tapi entah mengapa aku malah membalas pelukanya itu, aneh sekali
“Lu ngak boleh pergi!” ucapnya sambil melepas pelukanya itu
“Kenapa?” tanyaku
“Ya..ini udah malam, ngak baik cewek pulang malam-malam kek gini, pasti banyak orang jahat diluar sana” jawabku
“Kau benar, tapi aku harus pulang!” ucapku
“Denger, ini udah malam, malam ini kita disini, besok kita pulang” ucapnya penuh keyakinnan
Akupun hanyak bisa mengangukkan kepalaku...
*********
‘Kenapa hari ini hujan?’ batinku
‘gemuruhnya juga sangat kuat’ batinku
“Heh!” panggilnya sambil menyentuh pundakku
“Iya?” jawabku seraya membalikan tubuhku kearahnya
“Lu takut?” tanyanya serius
“Takut?, ngak lah!” jawabku
“Oh. Lu kedingginan?” tanyanya lagi
“Ngak kok, kan ada selimut!” jawabku
“Yaudah, jangan dengarkan suara gemuruh itu, cepet tidur” perintahku
“Iya, eh tapi, aku pengen ke kamar kecil bentar deh” pamitku, akuoun berdiri dan langsung berjalan menuju ke tempat tersebut
~Bersambung...
__ADS_1