First Love At School

First Love At School
31~Pindah~


__ADS_3

#Eps31//First Love At Scholl


“Yaudah kita makan dulu yuk dibawah!”ajakku sambil merangkulnya menuju keluar dari kamar. Dan setelah itu kamipun sarapan bersama setelah sekian lama tak pernah melakukanya


*********


Bandara...


“La, ini Alamat Apartemen yang baru” ujar Papa sambil menyodorka sebuah kertas yang berisi alamat padaku, akupun mengambil kertas itu dan melihat sekilas


“La! Lu jan kangen gua ya!” ucap Ega


“Kangen kamu?!” tanyaku sambil menahan tawa


“Iisshh!”gumamnya sok ngambek, kenudian akupun merangkul bahunya


Tak lama kemudian pesawat ke paris akan segera berangkat semua penumpang segera memasuki pesawat, begitu juga dengan mama, papa dan Ega, merekapun segera memasuki pesawat


“La, mama pamit ya..mama pergi dulu”ucap mama sambil mencium keningku


“Bye La, nanti kita Video call ya...!!”teriak Ega sambil melambaikan tangannya, akupun membalas lambaiannya sembari tersenyum


“Jaga diri baik-baik nak!”ujar papa, dan sekarang semuanya berubah, aku harus lebih mandiri, sekarang tak ada lagi mama, papa, Ega, bi Eni dan pak Heru


Terlihat pesawat itu sudah mulai lepas landas, akupun melambaikan tanganku kearah salah satu jendela dipesawat ya itu Ega...


“3 tahun ya...”gumamku, akupun kembali pulang kerumah untuk mengambil koperku dan kemudian pergi ke Apartemen baru


Sesampainya dirumah terlihat ada seseorang yang sedang berdiri didepan pintu, akupun mencoba menyapanya


“Permisi...”ucapku sopan kemudian diapun berbalik kearahku, dan alangkah terkejutnya saat yang ku lihat itu adalah Rafael


“Viola, baru pulang?”tanyanya seperti orang tanpa dosa


“Ngapain kamu disini?!”ujarku balik tanya sambil menahan marah


“Bukanya lu nyuruh gua kesini”jawabnya enteng


“Aku ngak pernah nyuruh kamu kesini!”ujarku

__ADS_1


“Yaudah cepet sana pergi!”sambungku samnbil melewatinya begitu saja


“Kalau gua ngak mau, lu mau apa?”ucapnya


“Iisshhh, ni orang kok bandel banget!”gumamku, akupun pergi menaiki tangga dan pergi kedalam kamar dan terlihat ada 5 koper yang telah tertumpuk dengan rapi


“Gila!, ternyata barangku segini?”gumamku sambil melihat 5 koper itu


“Capek dong” gumamku, tiba-tiba ide datang kepikiranku, akupun segera turun dari tangga dan menuju pintu depan, dan untungnya dia masih ada


“Hm, bantuin dong!”pintaku sambil merengut, ya karna ini terpaksa gitu


“Apa?!, tadi lu ngak mau, nyuruh gua pulang!, sekarang minta bantuin! Ngak jelas!”ujarnya, aku yang mendengar itupun rasanya ingin marah


“Yaudah kalau ngak mau, ngak usah sewot gitu, tinggal bilang aja!”ucapku menahan marah, kemudian pergi masuk kedalam rumah dan kembali menaiki tangga


Rafael. Pov


“Ngak jelas, dikit-dikit ngambek”gumamku. Tak lama kemudian diapun keluar sambil membawa koper berwana hitam keluar dari pintu. Aku yang tengah dudukpun hanya melihatnya menarik kopernya dan hal itu terulang terus hingga tiga kali


Terlihat dia kelelahan menarik koper-koper itu, akupun menawarkan diri untuk membantunya....


“Dimana barang lu?”tanyaku, kemudian diapun mengajakku masuk kekamarnya untuk mengambil sisa koper itu


Kamipun memasuki kamarnya, dan betapa terkejutnya aku saat melihat banyak poster diriku yang tertempel didinding dan langit-langit


“La, lu bucin gua ya?”tanyaku penuh percaya diri, tiba-tiba dia mencubit pinggangku


“Pede banget kalau ini kamu! Ini tuh Jaemin NCT tau, buat apa nyimpen poster kamu”ujarnya


“Tapikan gua mirip ma dia!”ucapku


“Iisshh, cepetan angkat deh!”perintahnya, akupun mengangkat kedua koper itu dan menaruhnya di depan


Viola. Pov


Kukunci pintu rumahku dengan sebuah gembok dan kemudian kupandangi koper-koper itu


“Oh ya cari taxi dulu” gumamku, akupun segera berlari kecil ke tepi jalan untuk mencari taxi lewat

__ADS_1


“Kenapa?”tanyanya


“Hm, nih cari taxi dulu”jawabku yang sembari tadi celingak-celinguk mencari taxi lewat


“Gua anter gimana?”tawarnya


“Mau nganterin? Naik apa? Kamu aja kesini pasti naik motor”jawabku


“Dih, lu kira gua cuman ada motor doang? Lah ini apa?!”ujarnya sambil menunjuk sebuah mobil berwarna hitam yang sedari tadi terparkir dipinggir jalan


“Itu mobil kamu?”tanyaku


“Enggak, itu mobil tetangga gua, ya itu mobil gua lah!”jawabnya


“Yaudah, masukin sana koper-koper kamu!”sambungnya memerintahku


“Kok aku?! Kamu aja ya...”pintaku dengan muka memelas sambil mendorongnya kearah koper-koper itu


Kubuka pintu mobil bagian belakang dan kemudian duduk didekat jendela sembari terus memandang rumah yang telah kuhuni sekitar 14 tahun lalu


Tak terasa sekarang aku akan segera kuliah dan pindah dari sini ke Apartemen, rasanya baru kemarin aku pindah ke rumah ini, bahkan Ega saja belum lahir. Kutarik nafas panjang sambil tersenyum melihat rumahku


“Woy! La! Nih bagasinya ngak cukup, soalnya disini ada ban cadangan sama alat-alat mobil gua!”ujar Rafael mengagetkanku


“Yaudah taruh depan, bangku sebelahku kan masih kosong!”jawabku sambil menepuk bangku disebelahku


“Eh! Lu ngapain duduk dibelakang?! Pergi lu!”perintahnya marah-marah sambil berjalan kearahku. Kemudian diapun membuka pintu disebelahku


“Apa?! Emang aku selalu duduk dibelakang kok!”jawabku cuek kemudian ku tarik lagi pintu mobil itu, tapi tak berhasil karna telah ditahan olehnya


“Eh, lu kira gua supir lu apa?! Main duduk dibelakang aja! Pergi lu kedepan!”perintahnya marah-marah


“Iisshh! Iya deh! Minggir kamu!”ujarku ikut-ikut marah, kubuka pintu mobil depan kemudian ku duduk dikursi tersebut, hari mulai gelap sepertinya akan turun hujan yang cukup deras


“Rafael...!!cepetan! Keburu hujan nih!” teriakku tak lama kemudian diapun masuk kedalam mobil dan duduk disebelahku


“Kemana?”tanyanya, akupun langsung menyodorkan kertas berisi alamat Apartemenku yang diberikan oleh papa


“Yaudah, kita berangkat! Mukanya jangan ditekuk terus ngapa!”ujarnya sambil menyalakan mesin

__ADS_1


“Iisshh! Diem aja!” perintaku


__ADS_2