
#Eps18//First Love At School
“Itu non, cowok waktu itu didepan!” ujar pak Heru
‘Mampus deh!, jangan-jangan itu Rafael!’ batinku....
“Cowok?” tanya mama
“Di..a, dia, teman Lala ma!” ucapku
“Yaudah biarin aja masuk!” ujar papa,
‘Masuk?, buset dah kan itu Rafael!’ batinku
“Suruh masuk pak!” perintah papa, kemudian pak Heru pergi menemuinnya,
“Mama.....!!!!” teriak Ega, mamapun pergi masuk, menemui Ega kedalam
“Aduh!, pa kan Lala buru-buru!” ucapku
“Suruh mampir aja dulu” ujar papa,
“Aduhh!, papa ah!” umpatku
Tak lama kemudian datanglah Rafael dengan pakaian serba hitamnya itu....
“Ini pak orangnya” ucap pak Heru
“Malam om...” sapa Rafael
“Malam juga!, nama kamu siapa?” tanya papa
“Hm, dia Rafael teman lala, udah papa masuk aja, angin malam ngak baik buat papa!” perintahku sembari mendorong papa agar masuk kedalam
“Em, Rafael om!” ucapnya,
“Udah papa ke dalam aja ya, ya” pintaku,
“Kamu mau bawa kemana anak saya?!” tanya papa keras
“Pa!, udah-udah Lala pergi bentar doang kok!” ucapku sembari mendorong papa kedalam
“Awas kamu kalau macam-macam!” ancam papa
“Pa!” ujarku, kemudian menarik papa kedalam
Rafael.Pov
“Hehe!” gumamku bingung dengan tingkah mereka berdua
“Hm, kamu sih!, masuk kesini segala!” ucapnya
“Kan gua-” jawabku belum selesai dipotong olehnya
“Udah diem!, cepet jalan!”perintahnya
Viola. Pov
“Eh, non, malam-malam mau kemana?” tanya pak Heru
“Pergi!” jawabku sambil berjalan melewatinya begitu saja
“Eh!, jangan non!, mending sama bapak aja kalau mau pergi, jan sama dia!” ucapnya
“Ngak mau ah!, Lala pergi dulu!” pamitku, kemudian menarik Rafael,
“Hm, bye!” pamitnya pada pak Heru!
“Mau kemana nih?” tanyanya
“Serah kamu!” jawabku, kemudian kitapun melaju ke suatu tempat
“Emang apa sih?, kok pakek ke tempat-tempat sepi?” tanyanya
“Kepo deh!, udah nanti juga bakal tau!” jawabku
__ADS_1
“Yah!” gumamnya, kitapun berhenti disebuah lapangan basket umum pinggir kota
“Kesini lagi?” tanyaku
“Iyalah!, disini sepi, terus aku juga sering kesini!” jawabnya
“Emang apaan sih?” tanyanya
“Jadi gini, lusa nanti kamu jemput aku pukul tujuh malam!” jawabku
“Hm?, jemput lu?!” tanyanya,
“Ogah!” sambungnya
“Ih, katanya mau bantuin aku buat kabur!” ucapku
“Lu serius mau kabur?” tanyanya tak percaya
“Eh, padahal gua canda doang!” sambungnya
“Tapi kan itu ide kamu!” ucapku
“Lu segitunya banget!, Temuin dulu kali calon lu itu!” ujarnya sambil tertawa kecil
“Ih, kamu ngeledekin aku?” tanyaku, diapun tertawa
“Pokoknya kamu jemput aku jam tujuh malam, terus pas aku keluar rumah kamu pokoknya udah ada didepan pagar, jan sampai ketahuan juga!” ucapku
“Dih, males!” jawabnya
“Kok gitu, katanya mau bantuin aku!” ucapku
“Gua nanti malah kena omel bokap gua!” jawabnya
“Ya..kasih alasan kek!” ujarku
Rafaelpun menghela nafas panjang....
“Yaudah gua jemput lu!” ucapnya dengan muka datar
“Apaan sih?, biasa aja kali!” gumamnya
“Yaudah, anterin pulang!” perintahku
“Eh, lu kira gua supir lu, nyuruh-nyuruh seenaknya!” ucapnya
“Hehe, yaudah, anterin pulang ya...” pintaku lembut, kitapun mulai pergi dari lokasi itu,
Saat dijalan...
“Lu udah makan?” tanyanya
“Makan?, belum sih!” jawabku sambil tersenyum
“Yaudah mampir dulu!” ucapnya
“Kemana?” tanyaku, kemudian kitapun berhenti disalah satu resto terdekat
“Kesini!” jawabnya
“Kamu juga mau makan?” tanyaku
“Ngak sih, cuma mau nganter kamu makan!” jawabnya sambil tersenyum
“Yaudah turun, cepet!” perintahnya, akupun turun dari motornya,
“La!, ayo!, mikirin apa sih?” ajaknya
“Ngak kok, ngak ada” jawabku, kemudian kita pun masuk ke resto tersebut
“Pilih apa?” tanyanya
“Hm, terserah!” jawabku
“Kan elu yang makan” ujarnya, sambil menyodorkan daftar menu kearahku
__ADS_1
“Kamu aja!” tolakku
“Allright” ucapnya
“Mba...!!!” panggilnya pada pelayan toko itu, kemudian pelayan itupun datang dan menghampiri kita
“Hm mba, Steak sapinya satu, minumanya...-” belum selesai dia bicara tapi sudah ku potong
“Jus mangga!” ucapku sambil tersenyum,
“Ya, jus mangga satu, ama jus alpukatnya satu!” sambungnya
“Oke, permisi!” ucap pelayan itu
“Kamu ngak makan?” tanyaku
“Ngak!, gua udah makan dirumah!” jawabnya
“Eh, lu seriusan mau kabur?” tanyanya
“Iya...” jawabku
“Emang kenapa?” tanyanya
“Kenapa?, ya karna aku ngak mau nikah!, pasti ujung-ujungnya ngak diperhatiin kan ngak ada cinta diantara aku dan siapalah itu, toh juga aku masih pengen pergi ke fanmeetingnya oppa!” jawabku sambil cemberut
“Cinta?” tanyanya
“Ngak diperhatiin?” sambungnya
“Nikah?” tanyanya lagi
“Pergi ke Fanmeeting oppa?” sambungnya lagi, akupun mulai bingung
“I..ya.., emang kenapa..?” tanyaku ragu, diapun mulai mendekat ke arahku, akupun memundurkan kepalaku dan menutup mataku
“Diotak lu isinya apa?!” tanyanya sambil mengetuk keningku pelan
“Ih!, Rafael!!” ucapku pelan
“Lagian ya mana ada langsung nikah!, lu aja belum lulus SMA!” ucapnya sambil tertawa kecil
“Ya kali aja!” jawabku sambil memasang wajah datar, tiba-tiba sudah datang pelayan yang membawa makanan tersebut
“Permisi mas, mba!” ucap pelayan itu sopan, sambil menaruh makanan dimeja
“Makan tuh, biar otak lu ngak mikir macem-macem!” ucapnya sambil tersenyum
*********
“Makasih udah anter pulang+traktir makan” ucapku cemberut
“Iya!, yaudah masuk sana tidur!” perintahnya, tiba-tiba datanglah papa dari belakang
“Lala!, Masuk!”perintah papa
“Ngak!” jawabku
“Masuk!” perintah papa sambil menariku
“Pa!, lepasin pa!” ucapku memberontak
“Om!, om, lepasin Viola om!” ucap Rafael membelaku
“Kamu juga!, pulang sana!” perintah papa
“Ta-” ucapnya belum selesai tapi sudah kupotong
“Udah Rafael, kamu pulang aja!” pintaku, kemudian iapun menaiki motornya, terlihat kekhawatiran pada dirinya saat menatapku,
“Pergi sana!” perintah papa, dan langsung menariku masuk kedalam
~Bersambung.....
Makasih semua sudah mampir ke novel saya, maaf kalau ada Typo jga🙏, like and comennya ditunggu😊
__ADS_1
HappyReading📖