
#Eps33//First Love At Scholl
“Syaratnya apa?”tanyaku padanya yang sedari tadi sudah penasaran, tapi dia malah senyam-senyum
“Syaratnya...masakin gua, gua pengen tau gimana rasa masakan calon gua!!”jawabnya setengah bercanda dan setengah serius
“Iiihh, Rafael mah! Nyebelin!”ucapku ngambek. Dan dia malah senyam-senyum sendiri
“Lah, Emang bener kan?”tanyanya yang sedari tadi senyam-senyum sendiri
**********
Sesampainya di Supermarket...
“Lu, mau beli apa?” tanyanya
“Ya..beli sembako lah”jawabku sambil menarik sebuah troli belanja. Kamipun mulai memilih sembako, kami juga membagi tugas agar segera selesai
Tak lama kemudian terlihat Rafael berjalan kearahku sembari membawa beberapa buah, dan se-kotak...entahlah, yang pasti kotaknya kecil
“Nih!”ucapnya sambil menaruh beberapa buah segar di troli
“Itu apa?”tanyaku penasaran sambil menunjuk kearah kotak kecil yang dipegang di tangan kirinya itu
“Hm?! Ini? Adalah...ngak usah kepo!”ucapnya sembari mengelus kepalaku. Akupun memutar kedua bola mataku dan menghela nafas panjang
“Udah kelar?” tanyanya dengan penuh senyuman diwajahnya
“Udah..gantian dong kamu yang dorong trolinya kekasir”ucapku pura-pura ngambek agar boleh dilihatkan benda yang sedari tadi dibawanya. Kamipun berjalan menuju kasir
“Eh, lu mau ngampus dimana?”tanyanya
“Nga tau..”jawabku singkat, sambil memalingkan wajah darinya, dan dia hanya tertawa kecil
__ADS_1
“Iisshh, malah ketawa...”ujarku sambil mencubit pinggangnya
“Sorry, sorry.. Soalnya lu lucu banget”jawabnya sambil tertawa kecil
“Kamu yang bayar ini!”ucapku kemudian pergi berjalan cepat meninggalkanya
“Eh La! Mau kemana?!”tanyanya sembari berteriak, dan aku hanya melangkah cepat meninggalkanya
Kulangkahkan kakiku keluar dari supermarket kersebut menuju parkiran bawah tanah, langsung saja kubuka pintu mobil dan langsung masuk kedalamnya
Ku ambil headset yang tergeletak di depanku, dan kuputar lagu Greeting. Tiba-tiba ada yang mengetuk kaca jendela, akupun melihat kearah jendela
Siapa lagi kalau bukan dia, dengan senyuman diwajahnya dia menatapku dari jendela, ku turnkan kaca jendela itu perlahan
“Apa?!”tanyaku dengan muka masam yang sedari tadi pura-pura ngambek
“Nga ada, eh senyum dong!”perintahnya sambil mengacak-acak rambutku
“Iiisshh, rambut aku jadi berantahkan dong”ujarku sambil memukul tangannya pelan tapi tak kena, karena dia keburu pergi meninggalkan jendela mobil itu
“Taruh sana aja!”perintahku yang masih cuek padanya, kemudian diapun menaruh coklat itu di depanku dan langsung menyetir mobilnya
Tak lama kemudian saat masih melintas dijalan terlihat Mitha dan keluarganya yang sedang berdiri dipinggir jalan sambil membawa beberapa tas di tangan dan pundaknya
“Eh Stop-stop!”perintahku sambil menepuk bahu Rafael, tapi dia malah menambah kecepatannya dan melaju lebih kencang
“Eh, Gimana sih? Kok nga berenti?!”tanyaku dengan nada rada marah
“Mau apa berhenti, gua udah laper nih! Lu kebelet ya?”jawabnya dan kemudian dilanjutkannya bertanya
“Iiissshh!! Serius tau!”jawabku serius sambil menaikan alisku
Kali ini aku benar-benar ngambek karenanya, egois banget sih! Kan aku juga mau nyamperin Mitha, dan dia malah mikirin perutnya?!...dasar!
__ADS_1
Kulirik di yang tengah sibuk menyetir dan kemudian ku tarik nafas panjang sambil kupalingkan wajahku kearah kaca jendela
“Ey! Gitu aja ngambek, makan coklatnya biar hati lu tenanagan dikit!”ucapnya sambil mengacak-acak rambutku sambil sesekali melihat kearahku
“Iya-iya...yaudah cepet dikit dong!”ujarku yg masih ngambek dibuatnya, dan dia hanya tersenyum-senyum sendiri
***********
“Mau apa? Mie instan?”tanyaku dengan muka cemberut dan rada-rada nga ikhlas
“Ya jangan dong, capek-capek belanja di supermarket lu masakin mie instan? Gua juga bisa kali!”ucapnya
“Yaudah cepetan apaan? Capek nih!”ucapku tak sabar
“Gua...gua pengen ikan bakar!”jawabnya dengan wajah yang menantang padaku
“I..ikan..bakar?”tanyaku kaget, pikirku dia ingin telur goreng gitu
“Bisa kan Viola?...”tanyanya dengan senyuman itu, aku yang mendengar itupun merasa tertantang
“Dih, gitu aja? Kecil kali Rafa!”jawabku enteng sambilb tersenyum padanya
“Baiklah, aku akan menunggumu di sofa itu!”ucapnya sambil menunjuk sebuah sofa berwarna putih dan kemudian pergi menuju sofa itu
Akupun mulai memasak ikan bakar, susah sih tapi aku nga boleh nyerah nanti Rafael bisa ngetawain aku
15 menit kemudian.....
“Em...baunya enak banget!”ujarnya sambil melihatku menyiapkan makanan di meja
“Ih! Yaudah cepet makan, aku mau kekamar bentar”perintahku dan kemudian pergi ke dalam kamar, sedangkan dia sibuk makan
Kubuka pintu kamar dan terlihat ruangan yang masih kosong hanya terdapat 2 meja dan satu ranjang size king saja
__ADS_1
Kududuk dipinggir ranjang sambil melihat kamarku dari sudut kesudut, ya ini adalah kamar utama karena hanya ada satu kamar saja...
Sudah terbayang desain yang indah dan berwana, kubaringkan tubuhku di kasur dan kututup mataku, awalnya aku hanya ingin istirahat sebentar, eh ke blablasan jadi tidur....