
#Eps23//First Love At School
“Iya, eh tapi, aku pengen ke kamar kecil bentar deh” pamitku, akupun berdiri dan langsung berjalan menuju ke tempat tersebut
“Heh, mau gua anter?” tanyanya sambil tersenyum kecil
“Apaan sih, gak jelas banget!” jawabku, akupun langsung berlari kearah kamar mandi
*********
“Harusnya aku pulang..” batinku
“La..nyokap lu telfon nih!” teriak Rafael keras
“Iya!” jawabku
“Gua biarin ya!” tawarnya
“Iya..” jawabku sambil berjalan keluar
“Iya mulu, yang bener dong!” ucapnya
“Iya..” jawabku
“Kan, iya lagi!” ucapnya cemberut
“Kenapa sih?, jutek banget?” tanyaku sambil tersenyum
“Bodo, tidur sono!” perintahnya kemudian tidur dan membalikan badanya
“Iya..” jawabku sambil duduk ditepi ranjang
“Ya, kan iya lagi, bosen dengernya!” ucapnya
“Udah ngak usah ngomong lagi, tidur sono!” sambungnya
“Iya..” jawabku sambil menarik selimut
“Iya, iya, iya, iya, iya” ucapnya berulang kali
“Apa sih?” tanyaku
“Iya“ jawabnya
‘Sepertinya dia marah, lucu juga’ batinku sambil tersenyum
‘Ih, apa sih, gaje banget, tidur ah!’ batinku
************
‘Kenapa disini hangat?’ batinku, akupun membuka mataku, betapa kagetnya saat pertama yang kulihat adalah dirinya
“Aaah!” ucapku kaget sambil menjauh darinya
“Kamu.., kamu ngapain?” tanyaku
“Apaan sih lu?, lu kali yang nempel-nempel gua!” ucapnya
“Hah?, ngak mungkin!” jawabku tak percaya
“Yaudah kalau nga percaya” jawabnya
Akupun mengambil handphoneku, ternyata sudah banyak pesan masuk dari mama, papa dan ega. Rasanya semakin takut saja
“Kapan kamu pulang?” tanyaku
“Nanti, kalau rumah sepi!” jawabnya
“Lu mau pulang?” tanyanya, akupun menganggukkan kepalaku
__ADS_1
“Eh, gini ya, lu kalau pulang sekarang pasti kena marah, udah deh siangan dikit!” ucapnya
“Tapi kan hari ini sekolah!” ucapku
“Udah deh, bolos aja!” jawabnya
“Lho..kok bolos, ngak mau, nanti nilaiku jelek” ucapku
“Bodo, lu mandi gih, bentar lagi kita harus keluar dari sini!” perintahnya, tapi entah mengapa aku mengikuti perintahnya dan berjalan menuju kamar mandi
“Aku dah selesai nih, kamu juga harus mandi, bau tau!” perintahku
“Iya deh” jawabnya sambil berjalan menuju kamar mandi
“Hm buka grup bentar ah!” gumamku akupun mengambil handphone ku yang terletak
Kubuka handphoneku dan ternyata sudah ada banyak sekali notifikasi yang ada
“Wah, apaan nih, rame banget!” gumamku sambil membuka filtur topik hari ini
Seketika aku yang melihat tak percaya...
“Hah!, apaan nih?!, nga nga, nga mungkin, kok mereka bisa tau?, apa ada yang memata-mataiku?” gumamku panik
“Ngak, bisa gawat ini, kenapa bisa jadi trending topik sih..” gumamku
“Lu kenapa sih?” tanya Rafael yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berjalan kearahku
“Nga, nga ko” jawabku sambil mengangkat kepalaku kearahnya
“Kkyaaaa!!!” teriakku sambil melemparinya bantal, rasanya kaget, malu campur aduk, bagaimana tidak, dia hanya memakai handuk kecil yang melingkar dipinggangnya
“Apaan sih, nanti kotor tau!” ucapnya santai sambil mengambil bantal yang jatuh itu
“Ka..kamu..nga..ngapain?” tanyaku sambil menutup mataku
“Oh, gua cuma mau ambil baju gua kok” jawabnya sambil pergi menjauh mengambil pakaianya
“Iya iya” jawabnya kemudian kembali masuk ke kamar mandi
“Udah nga ada kah?” gumamku sambil membuka mataku
Akupun menghela nafas panjang sambil mengelus dadaku, ku pegangi kedua pipiku yang sepertinya sudah merah merona, sesekali aku juga mengingat nya
“Aaaaaa” gumamku sambil memukuli bantal
‘Kkyaa, malu banget ><” gumamku sambil membaringkan tubuhku dikasur dan menutupinya dengan selimut, sesekali kuhentak-hentakkan kakiku juga
“Aaa...malu banget ><, tapi tubuhnya bagus juga, eh, apaan sih aaaa” gumamku
“Lu kenapa?” tanyanya yang sedari tadi ada didepanku
Akupun membuka selimut yang menutupiku
“Ah?!, nga kok, yaudah ayo pergi” ajakku mengalihkan topik
“Lu mau kemana?” tanyanya
“Anterin pulang ya..”pintaku sambil tersenyum padanya
“Lu ngotot banget si mau pulang sekarang” ucapnya keras, seperti nada membentak, sedikit demi sedikit senyuman itupun hilang, akupun menundukan kepalaku
“Em..” gumamku, tiba-tiba dia memelukku, seketika akupun kaget dan melihat keatas
“Heh, ini masih pagi, kalau lu pulang sekarang pasti dirumah lu masih rame” ucapnya
“Hm, mending cari makan, laper kan lu!” ajaknya sambil melepas pelukanya itu
Akupun hanya mengangukkan kepalaku. Kitapun pergi meninggalkan hotel itu, dan pergi mengelilingi kota
__ADS_1
“Seger ya pagi-pagi gini” ucapnya yang tengah fokus mengemudikan motornya
“Iya..” jawabku sambil tersenyum
“Resto mana yang udah buka?” tanyanya
“Nga tau” jawabku
“Terus?, kita makan dimana?” tanyanya
“Ya nga tau lah, kan kamu yang ajak” jawabku, kitapun menepi dan berhenti disebuah taman pinggir kota
“Lho kok berhenti?” tanyaku
“Turun!” perintahnya
“Kamu, kamu nyuruh aku turun?, terus ninggalin aku disini?” tanyaku, akupun memperkuat peganganku pada motornya, tapi anehnya dia malah tertawa kecil
“Eh bocah!, siapa juga yang mau ninggalin, lu turun, gua juga ikut turun” jawabnya sambil tertawa kecil
“Oh” jawabku pelan dan akupun turun dari motornya, dan disusul olehnya
“Terus, motornya?!” tanyaku sambil memandangi motornya itu
“Ah, biarin aja, ini masih pagi, ngak banyak kendaraan yang lewat” jawabnya
“Tapikan tetep harus diparkirin” ucapku
“Udahlah” jawabnya sambil duduk disebuah bangku taman
“Eh, bentar aku baru ingat, bukanya kita ada score buat bersihin toilet ya, itu tiap pulang sekolah” ucapku penuh keyakinan
“Iya, emang kenapa?, ini udah lewat satu minggu” jawabnya santai
“Ih, nanti kalau di raport ada catatan gimana?” ucapku
“Ya biarin aja, dari pada nga ada catatanya” ujarnya
“Heh, bukanya ini masih dingin?” sambungnya
“Ngak tuh” jawabku
“Em, lu pernah nga, nga pulang kerumah berhari-hari” tanyanya
“Pernahlah” jawabku
“Wah, terus lu kemana itu?” tanyanya
“Nginep kerumah nenek, tante, ke rumah temen, terus biasanya nginep di bandara juga” jawabku
“Maksud gua nga gitu, lu ngak pulang kerumah berhari-hari karna kabur pernah nga?” tanyanya membenarkan
“Nga pernah, paling cuma semalam” jawabku
“Oh, eh bentar lu tadi bilang, lu nginep dibandara, beneran?” tanyanya tak percanya
“Ya benerlah, masa boong” jawabku bangga
“Ngapain lu disana?” tanyanya
“Kepo deh” ucapku sambil tertawa kecil
“Ih” gumamnya
“Eh, udah siang nih, cabut yuk” ajaknya, diapun mengandengku pergi menuju motornya
“La, mau kemana?” tanyanya
“Terserah deh, ikut kamu” jawabku
__ADS_1
~Bersambung...