First Love At School

First Love At School
32~Ini Takdir~


__ADS_3

#Eps32//First Love At Scholl


“Yaudah, kita berangkat! Mukanya jangan ditekuk terus ngapa!”ujarnya sambil menyalakan mesin


“Iisshh! Diem aja!” perintaku, kamipun pergi menuju Apartemenku, didalam mobil tak ada sepatah katapun yang terucap, hanya ada keheninggan disini


Tiba-tiba sebuah petir menyambar disertai hujan yang sangat deras mengguyur jalanan, Rafaelpun kesulitan untuk menyetir karena hujannya terlalu deras, kamipun menepi kesebuah tempat parkir


“Kok berhenti sih?!”tanyaku


“Hujan gitu! Jalanannya licin!”jawabnya, akupun membuka hpku dan memainkanya, tiba-tiba saja dia mengambil hp yang ada ditanganku


“Ah, Rafael!”teriakku tak terlalu keras


“Wah! Gila! Lu bener suka gua?”tanyanya dengan se-PD mungkin


“Udah berapa kali aku bilang! Itu bukan kamu!”jawabku, akupun menba mengambil handphoneku yang ada ditanggannya tapi usaha itu sama sekali tak membuahkan hasil


“Rafael! Balikin ngak!”pintaku sambil terus mencoba merampas hp itu


“Eh, lu nga tau apa! Nih lagi ada petir! Kalau lu main ginian, bahaya!”ujarnya memperinggatiku


“Iisshh, udah tenang aja, ngak apa-apa! Cepet balikkin!”pintaku


“Ngak! Udah diem, dengerin bunyi hujan aja!”perintahnya sambil memasukan hpku kedalam laci dibawah setir, kemudian dia pun menutup matanya


“Iihh, balikin ngak!”ucapku sambil mencoba mengambil hpku yang ada dilaci


“Ssstttt!”ujarnya, akupun menarik jaket yang ada dibelakangku dan mengunakanya untuk menutupi wajahku....


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Sudah 20 menit kami berada dimobil dan sepertinya dia tertidur, akupun mencoba mendekatinya kulambai-lambaikan tanganku dan sepertinya dia benar-benar tidur


Akupun dengan hati-hati membuka laci yang ada dibawah setir mobil, kubuka pelan-pelan laci itu dan terlihat hpku, akupun segera mengambil hpku, dan saat kutarik kembali tanganku sial...


Sebuah petir dengan keras mengagetkanku, spontan aku berteriak sambil menutupi telingaku, sedangkan hpku terjatuh tepat mengenai kakinya. Dia yang mendengar teriakanku langsung terbangun


“Eh La! Ada apa?!”tanyanya penuh kekhawatiran sambil melihatku menutup telinga yang sedang terkejut dan takut karena suara petir yang keras tadi

__ADS_1


“Lu kenapa?”tanyanya lembut, akupun membuka mataku kemudian melihat kearahnya


“Nga..nga..kenapa-kenapa”jawabku terbata-bata sambil menarik tanganku secara perlahan, terlihat hpku yang berada persis di sebelah kakinya


“Abis itu? Ngapain teriak?”tanyanya serius


“Em, itu...itu...em..”jawabku ragu, dan tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar, spontan akupun berteriak karena takut


“Aaaaa......!!!!”teriakku sambil menutupi telingaku


“Lu takut ma petir?”tanyanya, akupun hanya mengangguk pelan, kemudian diapun mengambil sesuatu di laci didepanku, ya dia mengambil sebuah headset


“Nih pakai! Lu suka Jaemin kan? Gua bakal puter lagunya tu orang”ujarnya sambil memakaikanku headset itu, kemudian memutarkan sebuah lagu dan suaranya terdengar jelas di telingaku


Tapi suara petir jauh lebih jelas dan lebih keras dari pada suara yang dihasilkan oleh headset itu. Akupun menutupi wajahku dengan jaket...


Tiba-tiba Rafael menarik tanganku dan menggenggam tanganku, akupun seketika terkejut...


‘Apa yang dia lakukan?’batinku sambil menatapnya, kemudian diapun tersenyum kearahku, aku yang melihat itu merasa sangat malu kemudian kupalingkan wajahku kearah sebaliknya


“Ada apa?”tanyanya


“Em..Engg-enggak kok... Ngak ada apa-apa”jawabku terbata-bata tanpa menoleh sedikitpun kearahnya, dan sangat terasa dia menggenggam tanganku dengan erat


Jadi aku harus belajar untuk tidak terlalu membencinya, belajar untuk menyayanginya. Aku tau Rafael tidak seburuk itu, sebenarnya dia orang yang hangat, sudah beberapa kali dia menunjukan kehangatannya padaku...


Hujan pun akhirnya reda, kucopot headset di telingaku, kemudian kubangunkan dirinya


“Rafael...Rafael...!!”panggilku membangunkanya sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya dan akhirnya diapun terbangun


“Em..Apasih..”jawabnya malas, kemudian diapun menarik tanganya yang masih menggenggam tanganku. Telihat ekspresi kaget yang lucu diwajahnya


“Ah...maaf”ujarnya sambil menarik tangannya, aku yang melihat tingkahnya itupun hanya tertawa kecil


“Kenapa lu?”tanyanya bingung


“Ngak ada, udah cepetan jalan, nanti kesorean”perintahku, kemudian kamipun melanjutkan perjalanan menuju apartemen baruku


***********


“Taruh mana nih koper?”tanyanya yang sudah membawa 2 tumpukan koper sekaligus

__ADS_1


“Taruh sini aja dulu”jawabku sambil menunjuk kearah ruang tamu


Apartemen yang kutinggal ini sepertinya tak asing, sepertinya aku pernah kesini, atau hanya perasaanku, ah mungkin ini hanya perasaanku


“Apartemen lu bagus”ujarnya menyelak yang mengagetkanku


“Makasih, sebenernya papa yang milih, bukan aku”jawabku


Setelah ku melihat-lihat isi dari apartenen dan ternyata apartemenku hanya ada satu lantai dan satu kamar, meski terlihat minimalis, ternyata semua isi ruangannya cukup luas


“La! Gua capek! Bikinin minum napa!”ucapnya


“Tapi kan aku baru pindah, Mana ada minuman dikulkas”jawabku sambil berjalan kearahnya


“Hadehh, beneran?!”tanyanya tak percaya


“Hm, anterin aku belanja yuk”ajakku sembari tersenyum padanya


“Kok ngak sekalian tadi sih?”tanyanya


“Yaudah kalau nga mau!”jawabku, kemudian pergi meninggalkanya disofa itu


“Ayo berangkat!”ajaknya dengan nada malas, akupun langsung membalikan badanku dengan penuh senyum dan semangat


“Bener nih?!”tanyaku memastikan


“Ga jadi deh”jawabnya, dan kemudian duduk lagi disofa, aku yang mendengar itu langsung merengut melihatnya


“Iya..sini gua anter!”ucapnya dengan senyuman sambil berjalan ke arahku


“Iisshh, lu mah ngambek mulu...”ucapnya sambil merangkulku


“Ini bener ya...”ucapku memastikan lagi. Kemudian kamipun berjalan menuju keluar


“Iya sih tapi...ada syaratnya!”ucapnya sembari tersenyum lebar, seketika akupun kepo


“Apa?!”tanyaku yang heran, kemudian diapun membuka pintu mobil mengantarku masuk kedalam, begitu pula sebaliknya, dia berputar dan membuka pintu mobil satunya dan masuk kedalamnya


“Syaratnya apa?”tanyaku padanya yang sedari tadi sudah penasaran, tapi dia malah senyam-senyum


“Syaratnya...masakin gua, gua pengen tau gimana rasa masakan calon gua!!”jawabnya setengah bercanda dan setengah serius

__ADS_1


“Iiihh, Rafael mah! Nyebelin!”ucapku ngambek


__ADS_2