First Love At School

First Love At School
Eps. 19 ~Masalah~


__ADS_3

#Eps19//First Love At School


“Pergi sana!” perintah papa, dan langsung menariku masuk kedalam


**********


“Pa, jan tarik-tarik lala dong, pa!” terikku sembari berusaha melepas tanganku dari cengkramanya


“Ada apa sih?” tanya mama


“Lihat anak kamu!, bentar lagi juga mau dijodohin malah malam-malam pergi sama cowok lain!” bentak papa


“Kamu ajarin apa sih dia?!” sambung papa


“Pa!, Lala ngak mau dijodohin” ucapku


“Lala!, kamu udah kita jodohin, jangan bikin malu kita dong nak!” ujar mama


“Apa?, bikin malu mama sama papa?, ngak salah?, mama sama papa yang bakal bikin malu Lala!” jawabku


“Ma, pa, Lala masih sekolah!, SMA aja belum lulus” ujarku, kemudian pergi menaiki tangga dan pergi menuju kamarku


“Iihh, nyebelin deh!” gumamku sembari menghentakkan kakiku, kubanting pintu dan langsung menguncinya


“Braaakkk!!!” suara pintu yang ku banting


“Nyebelin banget sih!, kenapa coba aku dijodohin!!” gumamku sembari mengacak-ngacak rambutku


“Iihh, kali aja yang dijodohin ma aku Sehun, Jungkook, Jaemin, pasti aku mau!” gumamku


“Iiiihhh!!!!” umpatku sembari memukuli bantal


“Aduh, ngantuk banget nih!” gumamku, akupun membaringkan tubuhku dan tidur


*********


“Aduh, ini jam berapa sih?” gumamku sembari mengambil jam walker di meja kecil sebelah ranjang


“Aaaaaaaa.....06.14,telaaaattt” teriakku, akupun segera turun dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi


Tak perlu waktu lama bagiku untuk mandi, mungkin hanya 5 menit, setelah itu akupun langsung memakai seragam dan merias sedikit pada wajahku, seperti biasa aku hanya memakai sedikit moisturizer, sunscreen dan BB cream, serta sedikit liptint tipis berwarna baby pink, sedangkan rambutku ku kuncir kuda kebelakang....

__ADS_1


“Mampusss, ini udah jam 06.30,aku harus cepat nih!” gumamku sambil memakai sepatuku


Setelah selesai akupun langsung turun dan meminum susu dan mengambil kotak makan. Kemudian akupun langsung pergi....


“La..makan dulu!!” teriak mama


“Ngak sempat!” teriakku....


“Ayo pak!” ajakku


“Eh, lala!, lu mau tinggalin gua?!” teriak Ega


“Kalau ngak mau ditinggal, cepat tan dong!” jawabku, kemudian diapun berlari mengejarku


“Masuk!” perintahku


**********


“Kakak turun dulu ya” pamitku kemudian turun dari mobil


Saat sampai dikoridor, banyak siswa maupun siswi yang melihat tajam kearahku, dan ada juga yang sesekali menertawakanku


Tapi tanpa sengaja aku melihat sesuatu di papan pengumuman


“Eh, bentar” batinku, aku melihat fotoku dan Rafael saat berada di resto, aku hampir tak percaya melihat ini


“Apa ini?, kenapa mereka ada foto ini?” tanyaku, akupun langsung mengambilnya dan merobek foto itu kemudian membuangnya


“Ih, Sebel!” umpatku, akupun melanjutkan jalanku kekelas


*********


Saat dikelas...


“Ih, kenapa sih?, kenapa masalah banyak banget!, ngak dirumah!, ngak disekolah!, kapan masalah ini selesaiii!!” gumamku


“Kapan semua masalah ini selesai..” ucapku lagi, akupun menaruh kepalaku dimeja seraya melihat langit pagi dijendela.


Jam pelajaran pun mulai seperti biasa, tapi tidak denganku aku terus memikirkan tentang perjodohan itu sampai-sampai aku tidak tahu bahwa jam telah berganti, dan sekarang sudah saatnya jam istirahat, akupun menaruh kepalaku lagi diatas meja


Tiba-tiba saja ada yang mengagetkanku dengan memukul meja

__ADS_1


“Heh, La!” teriak salah satu cewek, ya itu Yunna bersama dua temannya itu, Dinda dan Syella


“Apaan sih?” tanyaku tanpa mengangkat kepala sedikitpun


“Heh ******!, lu tuh jangan sok deh, jijik gua lihat lu!” ucap Dinda


“Terus?” jawabku seraya mengangkat kepalaku dari meja


“Eh, masih banyak sok lu hah?!” timpal Yunna


“Dasar ****** ngak tau malu!” ucap Syella


“Jangan asal ngomong kamu!, kalian juga ngapain sih kepoin hidup orang!” ucapku tak kalah tegas


“Diam lu, lu tuh malu-maluin kelas kita aja!” ucap Dinda


“Lu tuh ngak pantes ada dikelas ini, bahkan ada di sekolah ini!” Tambah Syella


“Lu tuh sampah doang disini, jadi ngapain lu masih sekolah disini?, buruan pergi!” ucap dinda, aku hanya menunduk diam mendengar perkataan mereka


Terlihat banyak siswa dan siswi yang melihat, rasanya pengen ku pukul tuh mulut, tak hanya mereka bertiga, tapi banyak siswa lain ikut menertawakanku


“Heh ******, gua kasih tau lu ya, lu tuh ngak cantik-cantik amat, lu juga ngak nge top kaya kita, apasih yang buat lu kepedean buat deketin Rafael?” tanya Yunna meledekku, aku sudah tak kuat lagi membendung amarah ini, sampai lah akhirnya aku meluapkan amarah itu


“Oh iya?, Kalau iya kenapa?, kamu iri? Cemburu?, kalau kamu Cemburu emang kamu siapanya dia?, kalau kamu iri, ingat iri tanda tak mampu!” jawabku seraya meledeknya


“Ih suka-suka gua dong, yang penting gua ngak jadi ****** kek lu!” ucapnya


“Eh, Yun, kamu punya otak pikir dong!, lihat diri kamu dulu dah bener belum!” ucapku


“Lu kok nyolot sih?, santai aja kali!” ucapnya sembari mendorongku, tanpa ku sadari ternyata sedari tadi banyak siswa yang melihat dan merekam kejadian itu, akupun mengunakan kesempatan itu...


“Emang kenapa kalau ngegas?, eh ingat kalau bukan karena papamu, pasti kamu ngak bakal kayak gini, kamu pasti dibully dan ngak bakal nge top+ngak ada teman!” ucapku sinis


“Dasar ****** kurang ajar!” teriakknya sembari ingin menamparku akupun langsung menurup mataku, tapi tiba-tiba.....


~Bersambung.....


Makasih semua sudah mampir ke novel saya, maaf kalau ada Typo jga🙏, like and comennya ditunggu😊


HappyReading📖

__ADS_1


__ADS_2