
Tak terasa aku sudah terlalu lama duduk di kafe ini. Mengingat masa lalu memang menyenangkan. Berharap bisa melakukan itu sekarang. Namun apa daya, aku tidak tahu dimana keberadaan mereka. Keempat sahabat yang selalu menemaniku dan selalu ada untukku entah sekarang dimana. Pangeranku yang aku tahu dia sedang sibuk syuting hingga tidak bisa mengabariku.
Sebuah email masuk. Aku membukanya. Ternyata sebuah undangan reuni. Baru saja aku flashback masa SMA dan sekarang sebuah kejutan dari Tuhan datang. Ini jalan dipertengahan yang akan menemukanku dengan mereka semua.
~•~
Reuni ini diadakan oleh angkatan 2019-2020 dan 2020-2021. Ada kemungkinan Pangeranku datang. Tapi melihat jadwalnya yang sepertinya padat, kemungkinan itu tidak akan terjadi. Setelah 1 tahun 7 bulan, akhirnya aku menginjakkan kakiku di sekolah tercinta. Saat masuk, suasananya sudah berbeda. Lapangan itu sudah diperbaiki dan sudah di dekor sedemikian untuk acara ini. Aku masuk lebih dalam dan masuk pada kerumunan. Belum juga aku menemukan sahabat-sahabatku atau teman kelasku. Terpaksa aku menepi dan mengambil minuman yang disediakan. Dari tempatku berdiri, mungkin bisa melihat keberadaan sahabatku. Hingga aku melihatnya. Anye yang sedang menari di depan panggung. Segera aku mendekat dan menarik gadis itu. Dia terlihat terkejut dan langsung memelukku.
"Gue kangen, lo, Ti."
"Gue juga," ucapku melepas pelukan. "Yang lainnya ikut nggak?"
"Nggak tahu. Gue harap sih....Dita," teriak Anye membuatku membalikkan badan. Kami bertiga berpelukan. Rasanya benar-benar seperti kembali di masa SMA.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya 2 sahabatku lagi muncul. Kami sudah lengkap, berlima. Sudah membuat lingkaran dan berbagi kisah. "Ti, sejak kapan lo pakai hijab?" tanya Yuli.
__ADS_1
"Sejak 5 bulan lalu. Semoga kalian nyusul, yah," ucapku diaamiin oleh mereka.
Ada banyak hal yang baru kuketahui. Yuli dan Jihan yang ternyata sekampus. Anye yang kuliah di Korea. Dita yang kuliah di Bandung. Kami memiliki jalan yang berbeda namun masih ingat dengan tujuan kami saat acara kelulusan. Bertemu ditengah jalan dengan kami yang berbeda.
Mereka menceritakan kisah cinta mereka. Anye yang kepincut Oppa Korea. Dita yang makin dekat dengan Kak Gani. Yuli yang ternyata bertemu kembali dengan Randy dan menjalin hubungan. Jihan yang akhirnya luluh juga dengan Aji. Juga aku yang masih setia menunggunya datang dengan kereta kencana.
Kami masuk ke kerumunan dan mendekat ke panggung. Pak Wahab membuka acara ini. Beliau terlihat makin tua. Jadi ingin memarahi adik kelas yang bolos sehingga membuat Pak Wahab mengejarnya. Setelah sambutan dari Pak Wahab, seseorang naik ke atas panggung. Aku benar-benar terkejut dengan kehadirannya. Kukira dia tidak akan datang karena sibuk syuting. "Halo semuanya. Gue disini mau pilih satu orang yang bakal nemenin gue duet," ucapnya.
"Pasti yang dipilih Tia," ucap Yuli menyenggol lenganku. Aku tersenyum malu saat semua orang meneriaki namaku. Dia dengan isyarat mata menyuruhku naik ke atas panggung.
Ini pertemuan ke-2 setelah perpisahan. Dia makin tinggi dan badannya makin kekar. Rambutnya sudah panjang membuatku ingin mengacak-ngacaknya agar dia marah. Kukira setelah dia terkenal akan lupa denganku karena sudah bertemu dengan wanita-wanita yang lebih cantik dariku.
"Makasih, Kak. Aku kira Kakak nggak akan datang."
"Pangeran datang untuk menjemput Tuan Putri."
"Emang bawa kereta kencananya?"
"Bawa."
__ADS_1
"Mana?"
"Itu."
Dia menunjuk pada sebuah delman yang terparkir di luar Sekolah. Aku tersenyum. Dia memang lucu dan berbeda dari yang lain. "Itu delman, Pangeran. Tuan Putri kan harusnya dijemput pakai kereta kencana."
"Sama aja, Tuan Putri, asalkan naiknya bersama Pangeran. Jadi gimana, mau naik tidak?" tanyanya dan aku mengangguk. Dia mengajakku menaiki delman mengelilingi sekitaran kompleks Sekolah.
Sudah cukup untuk flashbacknya. Rindu akan masa SMA, sahabat, dan Kakak kelas yang buat aku jatuh dalam pesonanya sudah terbalas. Kali ini aku mau menghabiskan waktuku bersama masa depan yang sekarang sedang duduk di sampingku mengendarai kuda supaya baik jalannya. "Tuan Putri tahu kenapa tadi Pangeran nyanyi lagu akad?"
"Tahu."
"Jadi gimana? Kapan siapnya?"
"Tunggu Tuan Putri lulus kuliah."
"Baik. Pangeran siap menunggu. Sekalian mau buatin kereta kencana buat ngelamar Tuan Putri."
~TAMAT~
__ADS_1