Flower Petal Revolution Stage

Flower Petal Revolution Stage
Pembuka


__ADS_3

Ini adalah kisah tentang seorang pria.


Kisah pemberontakannya, serta jalannya menuju kebebasan.


***


**


*


Ada cahaya di kabin belakang helikopter yang melaju kencang di langit, suara deru baling-balingnya yang berputar membelah udara. Helikopter yang terbang di udara tersebut tidak diketahui asal dan afiliasinya.


Cahaya latar yang redup pada perangkat tablet menampilkan peta area di bawahnya. Lanskap pedesaan sejauh mata memandang. Area seluas sepuluh kilometer, berpusat di sekitar jalan melingkar di pedesaan.


Jari-jari feminin yang tidak terawat, mengusap-usap tablet, membuatnya menampilkan data baru yang mendetail pada setiap ketukan.


"Target A sedang menuju ke selatan dengan berjalan kaki."


Di ruang yang sempit ia mengenakan jas lab yang terlihat tidak pada tempatnya. Tubuhnya yang proporsional bak model tersembunyi di baliknya. Matanya menyembunyikan kebijaksanaan yang mendalam. Wajah cantik dengan raut serius, ditutupi oleh bagian luar yang kasar dari mesin lapis baja. Adella Kristi memiliki aura yang membuatnya sulit untuk didekati, seperti seorang prajurit yang menjaga sesuatu yang sangat berbahaya.


Namun, Adella bukan seorang militer. Dia adalah seorang ilmuwan. Jari-jari feminin miliknya yang tidak terawat disebabkan oleh penanganan bahan kimia dan bahan percobaan lainnya.


Kabin yang datar tiba-tiba miring ke satu sisi. Helikopter misterius tersebut membelok ke kiri, mulai kehilangan ketinggian. Suara baling balingnya berputar mencapai pemukiman pusat pedesaan yang gelap dan sunyi di malam hari.


UH-1 Iroquois. Helikopter ini termasuk yang paling tua di antara helikopter lainnya, dibuat oleh Bel Aircraft Corporation Amerika pada tahun 1956. Setengah abad telah berlalu sejak penerbangan perdananya, tetapi helikopter utilitas ini masih digunakan di seluruh dunia. Tidak terkecuali di disini. Bukan hal yang aneh masih melihatnya digunakan oleh militer dan warga sipil.


Mesin terbang tersebut lepas landas dari helipad polisi, tetapi tidak seperti helikopter polisi. Pada umumnya berwarna putih dan biru langit, yang satu ini berwarna biru keabu-abuan. Warna yang melebur ke dalam kegelapan, tidak menunjukkan simbol atau tanda-tanda yang menunjukkan afiliasinya... seolah-olah memang dimaksudkan untuk disembunyikan. Menyebutnya sebagai "hantu" tidaklah berlebihan.


Tidak memikirkan turbulensi akibat perubahan ketinggian, Adella menyentuh layar dan mencatat prediksi rute target.


"Jembatan Shiro di atas Sungai Tenkawa, sepanjang satu kilometer. Jembatan ini mengarah langsung ke pusat kota Okushima. Target A mengarah langsung ke selatan di jalan raya. Dengan kecepatan saat ini, target akan berada di seberang Sungai Tenkawa hanya dalam beberapa menit."


Kota Okushima adalah kota terbesar di prefektur, tetapi hanya memiliki populasi 260.000 jiwa. Kota ini tidak lebih dari sebuah kota pedesaan biasa yang kebetulan memiliki area yang berkembang di sekitar stasiun. Fakta bahwa itu bukan kota besar adalah sebuah keuntungan, tetapi jika targetnya mencapai pusat kota, jumlah korban akan tetap besar.


Pada dasarnya "Itu" adalah penyakit, atau mungkin alergi, dalam masyarakat manusia.


Jika dibiarkan saja, itu akan menjadi racun yang akan mengikis baik masyarakat maupun tatanan saat ini. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secepat mungkin.


Grup yang dimiliki Adella Kristi adalah orang-orang yang mengkhususkan diri dalam menangani tugas-tugas seperti itu. Sama seperti obat yang digunakan untuk mengobati penyakit standar, mereka akan menyembuhkan hal-hal yang mengganggu masyarakat.


"Itu dia. Mari kita siapkan panggung dan berikan ending yang sesuai untuk yang tidak pantas."


Kabin helikopter memiliki dua baris kursi. Adella duduk di kursi yang lebih dekat ke belakang, sedangkan kursi yang di depannya ditempati oleh dua orang yang terlihat seperti warga biasa.


Dan... mereka perempuan. Gadis-gadis yang mengenakan seragam unik untuk fasilitas pendidikan tertentu. Sergam dengan dominas merah, putih dan hitam memperjelas bahwa, seperti Adella, mereka bukanlah polisi atau militer.


Yang di sebelah kiri adalah Nanbu Sayuri. Dengan anggun ia menyembunyikan mulutnya dengan kipas lipat yang tertutup dan tertawa dengan suara seperti dentingan lonceng.


"Adella-sensei... 'Panggung'? Yang benar saja. Itu cara yang tidak pantas untuk mengatakannya."


"Benarkah? Tapi ini momen besarmu, bukan? Kupikir kau akan senang akhirnya bisa melebarkan sayapmu."


Adella menampakkan senyum jahat seperti seekor binatang buas. Itu sama sekali tidak sesuai dengan penampilannya yang cerdas.


Dia sangat bersemangat. Ketertarikannya sebagai seorang dokter, keingintahuannya sebagai seorang ilmuwan yang sedang memeriksa hasil eksperimen, dan gairahnya sebagai seorang wanita yang akan memburu mangsanya, semua itu membuatnya dipenuhi oleh rasa senang.


Namun, Adella tahu bahwa dia tidak lebih dari sekadar pemain kecil. Seperti waktu-waktu lainnya, ia hanya ada di sana sebagai pengawas untuk menghadapi keadaan yang tidak terduga.

__ADS_1


Gadis-gadis ini adalah bintang dari pertunjukan ini. Dan penampilan malam ini akan membawa mereka ke tingkat yang lebih tinggi dari apa yang mereka perjuangkan.


"Oh, betapa mengerikannya. Silenziosa-san, mengapa Anda tidak mengatakan sesuatu padanya?"


"Berhentilah membuang-buang waktu dengan obrolan yang tidak berguna dan persiapkan diri Anda. Ada sesuatu yang harus kita lakukan."


Suara penuh wibawa dari gadis berambut hitam ini keluar langsung dari hatinya dan mengakhiri momen yang sepele itu.


Helkopter hantu itu berbelok ke bawah, terbang tepat di atas jembatan besar itu.


Terbang begitu rendah di atas area perkotaan pada malam hari, sungguh merupakan tindakan yang sangat gila, tetapi sang pilot, yang dipilih langsung dari militer, melakukannya tanpa perubahan apa pun pada ekspresinya. Namun demikian, penurunannya secepat terjun bebas, dan arus udara yang disebabkan oleh terbang dekat dengan bangunan, begitu dahsyat, sehingga guncangan mesin sangat hebat.


Bagaikan daun yang terperangkap dalam pusaran angin, semua penumpang harus berpegangan erat-erat.


Normalnya, mereka akan berteriak, tetapi mereka tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut. Sebaliknya, mereka melihat ke luar, memelototi musuh mereka dalam kegelapan jauh di bawah.


Sebuah siluet seperti binatang buas sedang melaju ke arah selatan di atas jembatan besi yang disinari oleh lampu-lampu kota.


Wujudnya seperti manusia.


Tapi itu tidak mungkin manusia. Manusia tidak bisa berlari secepat itu.


Target A telah melampaui kecepatan yang diprediksi dan sudah tiba di Jembatan Shiro. Seberang jembatan hanya berjarak sembilan ratus meter.


Mereka memiliki waktu kurang dari beberapa menit sebelum berhasil mencapai sisi lain. Dan itu berarti mereka tidak punya waktu lagi. Helikopter hantu itu melaju kencang dan dengan cepat terbang ke atas sisi seberangnya.


Tidak ada tempat untuk mendarat, namun sang pilot mengetahui hal tersebut, sehingga ia hanya membawa helikopter tersebut ke permukaan tanah di atas tepi sungai.


"Cepat! Hentikan sebelum memasuki kota."


Didesak oleh Adella, Anna Silenziosa meletakkan tangan kanannya di atas rambutnya untuk mencegah rambutnya menjadi berantakan akibat hempasan angin dari baling-baling, kemudian ia melompat ke tanah.


Sayuri dengan anggun berdiri tepat di sampingnya. Ia tidak terlihat tegang. Sebaliknya, ia memiliki senyum yang menggoda di wajahnya, yang sangat berbeda dengan senyum yang biasa ia tunjukkan saat mengobrol di dalam kelas.


"Bukankah Hui-ho lebih cocok untuk yang satu ini?"


"Sama saja. Dengan kamu di sini, semua itu tidak menjadi masalah."


Jumlah 'kunjungan' seperti ini telah meningkat akhir-akhir ini. Ini adalah yang ketujuh hanya dalam waktu setengah tahun, dan Anna tidak tahu, apakah ini pertanda baik atau pertanda buruk dalam bentuk kedok yang sangat mengelabui.


Saat ini itu tidak penting , dia tahu bahwa dia harus memikirkannya nanti. Apa pun keadaannya, ketika sesuatu yang penting sedang terjadi, Anna Silenziosa tidak akan pernah melupakan tugasnya.


"Anna!"


Adella bahkan tidak perlu memperingatkannya. Anna sudah melihatnya. Dengan tangan mencengkeram tanah seperti binatang buas, siluet itu berlari ke hadapannya, meringkuk seperti burung walet yang sedang melesat.


Ia menatap tajam, terbakar penuh kebencian, menatap para gadis di hadapannya, tidak ada yang tahu apa yang dirasakannya.


Namun, entah bagaimana, ia memahami bahwa mereka adalah musuh bebuyutannya bahkan sebelum pertarungan dimulai. Ia memfokuskan seluruh hasrat membunuhnya pada mereka.


Target A berubah menjadi peluru dan melesat ke arah sasaran. Melesat dalam jarak ratusan meter hanya dalam hitungan detik dan dapat merenggut nyawa orang-orang yang menghadangnya.


Wujudnya mungkin seperti manusia, tetapi sekarang itu hanyalah seekor binatang buas. Sebuah tumor ganas yang memiliki kecerdasan dan kekuatan seperti macan tutul. Tidak ada manusia normal, terlebih gadis biasa yang tidak bersenjata, memiliki kesempatan untuk melawannya.


Meskipun begitu... baik Anna maupun Sayuri tidak menunjukkan rasa takut di hadapan binatang buas yang sedang melaju kencang itu.


"Tanpa basa-basi lagi, mari kita tutup tirainya.""

__ADS_1


"Bukankah ini baru ketiga kalinya Sayuri melakukan ini? Bersikaplah sedikit lebih tegang."


"Benar apa yang dikatakan Adella-sensei. Ini adalah sebuah momen besar bagi kita. Saya berdebar sperti gadis yang baru pertama kali mengenal cinta. Karenanya, sang bunga dalam peperangan harus menari dengan gemilang. Saya, Sayuri Nanbu akan mengikuti tradisi keluarga Nanbu dan membuat malam ini menjadi malam yang tak terlupakan."


Sayuri bersiap, ia memejamkan matanya...


"Open...


'My rage is gone,


....And I am struck with sorrow.'


Coriolanus Act 5... TEMPER!"


'Tombak' berluncuran seiring dengan kipas Sayuri yang menari-nari, begitu cepatnya sehingga tidak dapat dilihat oleh mata awam. Dengan kecepatan yang jauh melampaui kecepatan binatang buas, tombak-tombak ini melesat ratusan meter dalam sekejap, dan menghujam sasarannya dengan ketepatan yang tidak terlukiskan.


Bersamaan dengan Sayuri yang merasa percaya diri menutup kipasnya, binatang buas yang melesat melewati jembatan seperti angin hitam itu tiba-tiba kehilangan keseimbangnnya.


Kecepatannya adalah kelemahannya. Binatang buas itu tumbang dan tersungkur ke tanah, menerbangkan debu di sekelilingnya. Binatang itu kemudian mencoba untuk berdiri, tetapi upaya itu tidak cukup.


Ia seolah-olah seperti terbelenggu oleh tombak yang tidak terlihat.


"Seharusnya Anda memulainya dengan menunjukkan sedikit ketenangan, tapi saya rasa memang seperti inilah karakter Sayuri."


"Sudah agak terlalu lama, jadi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukannya dengan berlebihan.""


Sambil sedikit menyipitkan mata, Sayuri membuka kipasnya, kemudian menutupi mulutnya, dan tertawa. Kecantikan alami dari wanita berambut panjang yang mengingatkan kita pada boneka Jepang ini ternyata memiliki saraf yang sangat tangguh.


"Silahkan lanjutkan. Nikmati sisa penampilan kalian dengan sepenuh hati."


Anna tidak berniat untuk mendengarkan gurunya yang terhormat dalam hal ini. Tidak akan ada yang bisa dinikmati di sini. Sebaliknya, dia hanya ingin memainkan perannya.


Keduanya dengan gesit berlari menuju sosok binatang buas tersebut.


***


**


*


"Jadilah 'noble' sejati."


Anda ingin menjadi orang yang seperti apa?


Ini adalah pertanyaan yang cukup umum. Setiap orang terkadang memiliki impian tentang bagaimana mereka ingin bersinar di masa depan.


Semua orang bisa bermimpi, tetapi terkadang kenyataan bisa sangat pahit.


Kisah kura-kura yang memenangkan perlombaan melawan kelinci yang berlari kencang sebenarnya merupakan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa kura-kura tidak dapat menang dalam keadaan yang wajar.


Itulah mengapa saya, Anastasia Castellani de Silenziosa, akan melangkah lebih tinggi dan melihat lebih jauh ke depan.


Tidak ada gunanya mundur.


Saya tidak akan menuju ke tempat lain selain ke depan, tidak akan pernah berhenti untuk melihat ke belakang.


Menjadi orang yang seperti itulah yang saya inginkan, bahkan sampai sekarang.

__ADS_1


Dan saya yakin saya bisa mengejar apa pun.


__ADS_2