Flower Petal Revolution Stage

Flower Petal Revolution Stage
1 - 03


__ADS_3

Sepuluh menit sebelumnya...


'Esto Nobilis', yang berarti jadilah mulia.


Di pintu mobil, ada lambang sekolah berbentuk prisai dengan daun laurel terangaki di sekelilingnya, dan kata-kata itu tertulis di bagain bawahnya.


"Nobilis.."


Dia menyuarakan satu kata itu.


Selogan Akademi Bangsawan Caelum Flumen adalah "Yang mulia harus membimbing." Kata-kata itu berbicara tentang bagaimana mereka yang memiliki kualitas unggul harus bertindak layaknya seorang bangsawan sejati.


"Kata yang bagus, bukan?"


"Ya, Anda benar."


"Mereka mengatakan bahwa Ketua Mikagami memerintahkan agar mereka mengukirkannya. Selain itu... diluar dugaan perjalannan ini memakan waktu lama."


Di luar sangat gelap. Saat itu larut malam.


Adella Kristi dan Anna Silenzios baru saja kembali dari kunjungan yang diminta oleh pemerintah daerah. Mereka telah berkeliling ke banyak wilayah dan melakukan sejumlah perundingan.


Pekerjaan semacam itu pada umumnya merupakan tugas Adella, jadi Anna tidak perlu menemaninya.


Namun, Adella selalu mengajak Anna bersamanya karena kesempatan seperti ini sangat jarang terjadi.


Seseorang akan mendapatkan lebih banyak pengetahuan dengan mengalaminya sendiri. Teori saja tidak berguna tanpa adanya pengalaman praktik. Ada banyak hal yang hanya dapat dipelajari dari suasana di sekitar meja negosiasi yang sebenarnya.


"Saya yakin para Chandelier sudah tertidur"


"Tanpa adanya kita di sana, mereka pasti menjadi lebih santai."


"Tidakkah Anda berpikir bahwa Anda cenderung terlalu ketat?"


"Saya tidak pernah berusaha untuk membuat mereka merasa terganggu."


Mobil besar milik Akademi melaju ke selatan melewati jalan umum yang gelap dan kosong.


Lampu-lampu kota terlihat begitu jauh. Di kawasan ini, apa pun yang berada di luar perkotaan tampak seperti lautan yang gelap.


"Nobilis... Noble... Mulia... Bangsawan..."


Dia menggumamkan kata-kata itu, memikirkan hal-hal yang hanya bisa dia pikirkan.


"Untuk itulah Akademi didedikasikan."


"Kata yang bagus, tetapi juga kata yang terasa misterius."


"Jadilah bernilai, jadilah kebanggaan, jadilah kekuatan, jadilah keelokan, jadilah keadilan... Kata itu memiliki banyak arti. Ketua Mikagami berharap Anda bisa menjadi bangsawan sejati."


"'Bangsawan sejati'?"


"Umat manusia telah bereksperimen dengan banyak sistem, organisasi, dan hukum, dan apa yang ditemukan oleh setiap percobaan tersebut adalah sulitnya menciptakan orang-orang yang mampu memimpin. Ketua Mikagami mengharapkan lebih dari Caelum Flumen tidak hanya sebatas sekolah biasa untuk kalangan elit. Dia ingin menciptakan orang-orang yang dapat mendobrak batas-batas usia senja yang beragam dan terlalu rumit ini, dan membawa umat manusia ke tingkatan yang baru."


"Bisakah kami benar-benar melakukan itu? Kedengarannya sangat tidak masuk akal..."


Anna memjamkan matanya, ia mengenang sesuatu di benaknya


"Anda memiliki apa yang diperlukan. Itulah mengapa Akademi menerima Anda. Percayalah pada diri sendiri dan berbanggalah. Akademi ini masih baru, dan sejarahnya singkat. Anda akan menjadi salah satu lulusan pertama."


"Baik. Saya akan belajar keras untuk mencapai tujuan itu."


"Omong-omong nona Otonashi, bolehkah saya mengajukan pertanyaan?"


"Silakan."


"Apakah Anda tertarik dengan laki-laki?"


"A......."


Anna membuka lebar matanya.


"Ahh.......".


Tidak dapat memproses apa yang terjadi, Anna melirik kemana-mana.

__ADS_1


"Uhmm...Maaf... Saya mengalami halusinasi pendengaran dan itu membuat saya kehilangan diri saya sejenak."


"Itu mengkhawatirkan. Anda adalah simbol di antara para Radiances. Anda harus menjaga diri Anda lebih baik."


"Jika Anda lelah, datanglah ke ruangan saya. Saya akan melakukan pengobatanuntuk Anda."


"T--tidak seserius itu kok. Hal seperti itu tidak diperlukan. Ngomong-ngomong, Profesor Adella, Anda bilang Anda punya pertanyaan untuk saya."


"Oh, ya. Saya kira saya tidak melakukannya dengan cara yang benar. Izinkan saya untuk mengulangnya dengan jelas. Pertanyaannya adalah sebagai berikut: "Apakah Anda tertarik dengan laki-laki?"


"A......."


Anna cemberut dan menyipitkan mata tanpa menyadarinya.


"Profesor Adella."


"Tidak perlu merasa malu. Wajar jika remaja seusia Anda tertarik pada lawan jenis. Akan lebih aneh jika tidak."


"Tapi..."


"Seksualitas adalah salah satu hal yang membuat manusia menjadi manusia. Orang dewasa yang baik menyalurkannya untuk berinteraksi dengan lawan jenis, menciptakan komunitas yang kita sebut 'keluarga', dan menjadi bagian dari masyarakat. Hal ini telah berlangsung selama ribuan tahun."


Adella melirik Anna, dia paham betul percakapan seperti ini membuat Anna tidak nyaman.


"Saya tidak menentang mereka yang menyimpang dari jalan tersebut, tetapi rusaknya hubungan pernikahan dan keluarga menyebabkan banyak masalah bagi masyarakat, seperti menurunnya angka kelahiran. Saya rasa penting untuk mempertimbangkan peran yang telah diberikan kepada Anda sebagai manusia. Apakah Anda tidak setuju?"


"Benar."


Masih memasang wajah cemberut, Anna menjawab penjelesan panjang gurunya dengan satu kata.


"Jadi, apakah Anda tertarik dengan laki-laki?"


"Tapi Profesor, hal itu..."


"Tidak perlu malu dengan dorongan alami dan hasrat biologis Anda. Seksualitas adalah hal yang menuntun umat manusia dari generasi ke generasi, membantu kita menciptakan peradaban, dan menjadikan kita penguasa planet ini. Apakah Anda tidak setuju?"


"Se--sesuai yang Anda katakan."


"Terus, apakah Anda tertarik dengan laki-laki?"


Anna menjawabnya dengan suara yang pelan, nyaris berbisik.


"Apakah Anda memiliki tipe tertentu?"


"E--entahlah, saya tidak pernah benar-benar memikirkannya..."


"Apakah Anda biasanyanya membicarkan dengan anggota Chandelier yang lain tentang semua ini?"


"T-terkadang.. Ya!  Terkadang! Dan saya tidak pernah menjadi orang yang memulai percakapan!"


Anna kembali melatangkan suaranya, mempertegas jawabaannya.


"Kalau boleh tahu, apa tujuan dari pertanyaan-pertanyaan ini?"


"Hanya memeriksa. Jangan mengkhawatirkan hal itu."


"Selanjutnya, apakah Anda tahu apa yang harus dilakukan jika Anda mendapatkan pasangan?"


"Pa-pasangan?!"


"Ciuman, belaian... dan apa yang terjadi setelahnya, maksud saya."


"Profesor Adella Kristi, apakah Anda menyembunyikan sesuatu dari saya?"


Tidak tahan lagi, Anna memelototinya. Namun, gurunya hanya memalingkan muka sebagai tanggapan.


"Saya tidak menyembunyikan apapun."


"Profesor. Tolong tatap Saya ketika Anda mengatakan itu."


"...."


"...."


Tidak tahan dengan suasana yang sedingin badai salju Siberia, Adella mengaku.

__ADS_1


"Saya tidak sempat menyebutkan hal ini sebelumnya, tapi besok, Akademi Bangsawan Caelum Flumen akan memiliki--"


Ciiit...Derrr


Pada saat itu, terjadi benturan mendadak... dan mobil tergelincir keluar jalan.


Supir mencoba menghindari orang yang tiba-tiba meloncat ke tengah jalan dan kemudian menabrak pagar pengaman jalan.


Karena mereka tidak mengebut, dan karena kekuatannya sebagai mobil VIP, mobil itu tidak terlalu rusak, tetapi situasinya jauh lebih buruk daripada sekadar kecelakaan.


Sekarang sekelompok pria bersenjata mengepung mobil itu. Sosok yang tiba-tiba melompat ke jalan hanyalah jebakan yang dimaksudkan untuk menghentikannya.


Di tengah kelompok itu, ada seorang pria yang mengenakan topeng alien yang panjangnya vertikal hampir satu meter. Sosok seperti pemimpin itu menodongkan senjatanya ke pintu belakang mobil.


"Kalian dari Akademi, kan? Kami adalah Gerakan Anti-Grace. Sekarang, keluar dari mobil atau kami bunuh."


Kelompok bersenjata  itu kemudian menembaki kaca mobil.


"Tunggu, Silenziosa! Kamu tidak perlu keluar!""


Anna telah meletakkan tangannya di pintu, tetapi Adella menghentikannya seperti layaknya seorang guru seharusnya.


"Saya yakin mereka ada di sini untuk saya. Saya juga tidak ingin menempatkan Anda dalam bahaya."


"Tapi Anda adalah--"


"Tahan tembakan kalian!"


Anna berjalan keluar tanpa ragu-ragu.


Seperti piranha yang mengerumuni sepotong daging, kelompok bersenjata yang memakai topeng karet mengelilinginya.


Anna memelototi pria bertopeng alien itu tanpa sedikit pun rasa takut di matanya.


Tatapannya yang tajam penuh dengan tekad yang kuat, membuat prie bertopeng alien itu melanglah mundur, seperti monster yang disadarkan bahwa ia akan mati di bawah sinar matahari.


Topeng karet adalah satu-satunya alasan mengapa rekan-rekannya tidak melihat momen kelemahannya yang menyedihkan. Untuk menghilangkan rasa malu karena rasa takutnya, dia bertingkah seperti orang yang berani.


"Salah satu Chandelier! Wow, aku tidak menyangka akan menangkap sesuatu yang sebesar ini!"


Mendapati aksinya berujung ke sesuatu yang tak terduga, pria bertopeng alien kembali bersemangat.


"Teman-teman! Ini bukanlah sebuah keberuntungan belaka! Ini adalah bukti bahwa tindakan dan rencana pemurnian kita secara moral adalah benar!"


"BENAR! BENAR!"


Salah satu anggota kelompok bersenjata dengan topeng monster Frankestien menyautinya dengan terikan.


"Profesor Adella dan supir kami adalah orang biasa. Kalian di sini hanya untuk saya, bukan? Saya tidak akan membiarkan kalian menyakiti mereka."


"OMONG KOSONG! OMONG KOSONG!


Anggota kelompok bersenjata bertopeng monster Frankestien menolak permintaan Anna.


"Mereka adalah pemberontak! Kaum liberal yang bodoh dan tidak berperikemanusiaan!"


Sementara anggota lainya yang bertopeng monster manusia ikan menyuarakan pendapatnya.


"SADARKAN MEREKA! SADARKAN MEREKA!"


"Dasar penyihir terkutuk! Kau berdosa, tapi para pengkhianat yang berpihak padamu jauh lebih buruk! Kami akan membawa mereka dan mengadili mereka di pengadilan umat manusia! Kami akan membuat kalian semua menghadapi dosa-dosa kalian!"


"Biadab..."


Anna menggemeretakkan giginyam menahan amarah.


"Kalian adalah sampah yang mengotori bumi! Jangan bicara dengan bahasa manusia! Hmph, tapi ini tidak akan berlangsung lama. Kalian akan mengerti bagaimana seharusnya kaum kalian berbicara setelah kami selesai menyadarkan kalian, kalian adalah polusi yang mengotori bumi!"


Kata-kata sang pemimpin dan hasil tangkapan mereka yang tak terduga membuat kelompok itu mengangkat senjata dan bersorak.


Tiba-tiba...


"Di malam yang tenang yang diterangi rembulan dan bintang-bintang di langit, apa gerangan yang kalian lakukan sehingga merusak kesyahduan-nya?"


Sebuah suara dengan penuh kebanggan menyapa mereka.

__ADS_1


__ADS_2