
Langit.
Alangkah indahnya bulan yang sedang bersinar.
Ohhh..
Kesadaran ku semakin meredup berkat ketepatan tendangannya yang mempesona.
"Aisha... Maafkan aku. Aku tidak menyangaka ternyata seperti inilah ending-nya..."
"Tuan... lukamu sangat parah, tapi bertahanlah! Kenyataan bahwa Anda akan mati karena melakukan pelecehan seksual membuat Aisha ingin mengatakan kepada Anda, "Tolong jika terlahir kembali dan memulai kehidupan dari awal jadilah cacing yang berguna.", tapi... Tuaaaan!"
__ADS_1
"Ah, ada penyesalan di hati kecil ku... Namun, meskipun kehidupan ku ini penuh kepedihan dan kehampaan, aku sudah berusaha hidup dengan jiwa yang mulia. Aku hanya bersyukur bahwa aku telah menyaksikan dada yang paling sempurna sebelum pergi ke neraka."
"Tuan? Tuaaaan!"
"Haaah, haaah, haaah... Profesor Adella."
"Ya ada apa?"
"Saya menarik kembali apa yang saya katakan. Saya tidak tertarik pada laki-laki! Mereka sangat menjijikkan! Mereka seharusnya mati saja!"
Bulan yang tertutup awan bergantung di langit malam.
__ADS_1
Garis luar lingkaran tampak tidak jelas, menciptakan lingkaran cahaya bak permata.
Pemandangan tak ternilai bagaikan anugrah tuhan yang hanya dapat disyukuri dengan mengabaikan segala kefanaan dunia.
Ketenangan....
..langit malam yang sunyi membentang.
Datang keindahan terbayang melebihi angan,
keselarsan dengan cahaya bulan yang cemerlang sangatlah anggun.
__ADS_1
"Aku Kris Waarheid, tidak memiliki penyesalan sedikitpun."
"TUAAAAAN!!!!"