Flower Petal Revolution Stage

Flower Petal Revolution Stage
3 - 01


__ADS_3

Perkenalkan namaku Kris Waarheid. Mulai hari ini, aku akan belajar bersama kalian. Kuharap kita bisa berteman akrab.


Dengan tenang aku memperkenalkan diri sambil berada di bawah tatapan penuh waspada dari banyak orang.


Ini adalah ruang kelas yang besar dan berbentuk bersusun. Ruangannya bersih, suhunya sempurna, dan seluruh area tampak kedap suara.


Segala sesuatu yang terlihat tampak modern dan mutakhir, menggambarkan pandangan Akademi terhadap pendidikan.


Ruangan itu dapat menampung lebih dari seratus orang, dan lima puluh orang yang duduk di sana ditakdirkan untuk menjadi teman sekolah ku yang pertama.


Hal yang tidak diketahui di hadapan ku membuatku penuh dengan kegembiraan dan antusiasme.


Sekarang...


... sudah saatnya bagi Kris Waarheid untuk memulai kehidupan sekolahnya.


Setelah duel di tengah-tengah hamparan bunga mawar...


...Aku disuruh membawa Hui-ho ke ruangan Pengajar Adella.


Adella Kristi adalah peneliti HGG terbaik di sekolah ini, sekaligus sosok yang duduk di posisi teratas di antara semua pengajar.


Dia sendiri yang bertanggung jawab atas kesehatan para siswa, para bangsawan yang belum menetas.


"HGG" mengacu pada mereka yang memiliki kemampuan Grace.


Grace adalah syarat untuk mendaftar di Akademi, dan mereka yang Grace-nya berfungsi dengan baik disebut HGG. Dengan demikian, semua siswa adalah HGG.


Karena fakta itu, ruang Pengajar Adella juga merupakan ruang medis sekolah. Ruang ini bahkan memiliki teknologi medis yang akan membuat sebagian besar rumah sakit besar tampak pucat jika harus dibandingkan.


Ada juga pusat rekreasi dan beberapa area hiburan. Tempat ini benar-benar memiliki segalanya.


Tampaknya tempat ini dibangun agar para siswa tidak perlu meninggalkan area yang mirip benteng ini.


Kembali ke masalah yang sedang dibahas... Kurang dari lima menit setelah Anna menghubunginya, aku melihat Pengajar Adella.


Tentu saja, apa pun yang sebenarnya ia rasakan, ia tidak menunjukkannya, dirinya terlihat sangat tenang dan terkendali.


Namun, Lee Hui-ho adalah seorang Radiance, salah satu orang yang paling berharga di Akademi.


Dan mengingat kekuatan Lee Hui-ho, tidak mungkin sesuatu akan terjadi padanya.


Sudah pasti berita bahwa Hui-ho mengalami sesuatu mengguncang Pengajar Adella hingga ke hatinya.


Hasil diagnosisnya akan dijelaskan beberapa hari lagi, tetapi paling tidak, sepertinya kondisinya tidak dalam bahaya.


Dia segera kembali ke kelas, sementara aku akhirnya harus melewatkan jam pelajaran pertama.


Melewatkan jam pelajaran pertama di hari pertama sepertinya bukan pertanda baik, tetapi dibandingkan dengan potensi terlukanya gadis liar itu, itu bukan masalah besar.


"Kris adalah seorang Radiance. Dia akan bergabung dengan lima Radiance yang sudah kita kenal."


Perkenalan Pengajar Adella yang berlebihan menciptakan kegaduhan di dalam kelas.

__ADS_1


Radiance keenam. Tampaknya, fakta itu sangat berarti bagi orang-orang yang berkumpul di ruang kelas.


"Hmm.."


Selain Pengajar Adella, semua orang di ruangan itu masih muda.


Beberapa di antaranya jelas-jelas berusia seperti diriku, tetapi sebagian besar terlihat sedikit lebih muda.


Akademi Bangsawan Caelum FlumenĀ  memiliki sistem pendidikan delapan tahun.


Orang-orang seumur dengan diri ku pada umumnya berada di kelas tujuh. Anna dan Charlotte Mountbatten berada di tahun yang sama, sedangkan Lee Hui-ho berada di tahun keenam.


Dari apa yang aku dengar, Akademi ini masih sangat baru didirikan sehingga belum memiliki satu pun siswa kelas delapan.


Ketika Anna dan yang lainnya mencapai titik tersebut, Akademi akan memasuki usia delapan tahun pertamanya. Banyak harapan yang disandang di pundak mereka.


Akademi Bangsawan Caelum Flumen tidak memiliki kelas umum. Setiap siswa memiliki program terpisah yang disesuaikan dengan kemampuan mereka, dan mereka masing-masing mengambil pelajaran berdasarkan kurikulum mereka.


Beberapa kurikulum dapat dibagi berdasarkan usia dan kemampuan akademis, namun ada juga yang digabungkan seperti di kelas ini.


Ini adalah kelas yang istimewa, sebuah momen yang hanya ada di Akademi saja.


Itu adalah kelas tentang Grace. Sesuatu tentang fisika dan yang lainnya tetap ada dalam deskripsi, tetapi aku tidak mengingatnya.


Aku bukannya membanggakannya, tetapi aku adalah tipe orang yang tidak membaca deskripsi atau penjelasan apa pun. Aku menyerahkan hal-hal sepele seperti itu kepada Aisha, dan dia menanganinya dengan sangat baik sehingga aku tidak perlu repot-repot memusingkannya.


Namun, pelayan ku yang tercinta sudah tidak berada di sisiku lagi.


Seperti kata pepatah, ketika berada di Roma, lakukan seperti yang dilakukan orang Roma. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk melihat seperti apa pelajaran ini.


"Baiklah."


Dianjurkan oleh Pengajar Adella, aku berjalan ke tempat duduk yang telah ditentukan.


Anna duduk di bagian paling belakang... atau paling atas? Apa pun itu, ruang kelas ini menggunakan teknologi Augmented Reality yang paling mutakhir, jadi berada di bagian paling belakang bukanlah suatu hal yang merugikan.


Di dalam dinding Akademi, siswa harus selalu membawa perangkat seluler dan lensa kontak khusus. Yang pertama berfungsi ganda sebagai kartu identitas siswa, sedangkan yang kedua diperlukan untuk melihat keajaiban Augmented Reality yang sekolah ini miliki.


Dengan perangkat seluler, maupun gerakan ringan, maka secara otomatis semua ini bisa dikendalikan.


Begitu banyaknya sensor yang dipasang di ruang kelas, dapat menangkap semua gerakan yang berkaitan dengan para siswa.


Hanya dengan menggunakan ujung jariku, aku dapat memperbesar tampilan papan tulis. Rasanya jauh lebih mudah digunakan daripada yang aku perkirakan sebelumnya.


Menurut apa yang dikatakan Anna kepadaku saat perjalanan, ada aturan tidak tertulis bahwa siswa mengambil tempat duduk sesuai dengan tingkatan mereka.


Rasanya seperti di sekitar Sungai Gangga, di mana kasta Kshatriya dan Shudra tidak pernah duduk bersama.


Para siswa Akademi dibagi menjadi empat peringkat, dan mereka semua berusaha untuk mencapai titik tertinggi.


Bagian paling belakang dari ruang kelas disediakan untuk lima... tidak... enam Radiance. Mereka lah yang berada di posisi paling puncak diantara 200 siswa.


Lee Hui-ho duduk di tempat duduk dekat dengan Anna.

__ADS_1


"Cih.."


Ketika mata kami berpapasan, ia memalingkan wajahnya seakan-akan tidak ingin menatap ku di mata. Meskipun begitu, aku cukup senang melihat dia tidak tampak terluka.


Di sebelah Lee Hui-ho, ada seorang gadis yang menundukkan kepalanya. Dengan cara duduknya yang seperti itu, membuatnya terlihat semakin lebih kecil. Dari apa yang bisa kulihat, dia tiga atau empat tahun lebih muda dari kami.


Tatapannya begitu tajam seakan-akan ingin menusuk ku.


Dia mungkin hanya waspada terhadap laki-laki tak dikenal di hadapannya, tetapi ada terlalu banyak kebencian di dalamnya.


Aku mencoba menatapnya kembali, dan dia sama sekali tidak bergeming. Dia menatap langsung ke mata ku tanpa berkedip sedikit pun. Mengesankan untuk seseorang yang usianya terbilang lebih muda.


Jika aku harus membandingkannya dengan sesuatu...


...Aku akan mengatakan bahwa dia adalah sebilah belati. Kecil, tajam, kokoh, dan berkilau, ia akan menyerang dengan cepat dan mengakhiri segalanya dalam sekejap. Itu adalah cahaya yang tidak asing.


Ketika aku tenggelam dalam memikirkan hal itu, tiba-tiba aku menyadari siapa sosok yang mengingatkanku.


Dia sangat mirip dengan Anna. Bukan dalam penampilan, tetapi aura yang mengitarinya. Mereka berdua mirip dengan busur panah yang meregang karena ditarik dengan kuat.


Tempat duduknya sudah membuatnya jelas, tetapi dia adalah HGG tingkat Radiance.


Dia adalah yang termuda dari Radiance, dan jika intuisi ku benar, dia adalah ksatria kecil Anna.


Di belakang mereka, ada Charlotte Mountbatten, duduk di sana bagaikan bunga kecil. Mata kami bertemu, dan dia melambaikan tangan ke arah ku. Reaksinya yang ramah mendorong senyum kecil hadir diwajahku untuk membalas sapaanya.


Anna, Lee Hui-ho... Sekolah ini memiliki banyak siswi yang unik. Sejujurnya, aku bertanya-tanya bagaimana cara terbaik untuk berinteraksi dengan mereka.


Di antara mereka, kehadiran seseorang yang ramah dan tulus seperti Charlotte sangat berharga.


Dan setelah Charlotte, terdapat satu yang tersisa.


Rambut panjang dan glamor serta penampilan anggun yang mengingatkan orang pada boneka Jepang.


Ia menutup mulutnya dengan kipas lipat yang terbuka di tangannya, dan bahkan tidak berusaha menyembunyikan matanya yang penuh rasa ingin tahu, yang tertuju tepat ke arah ku.


Matanya tidak memiliki tekad yang kuat seperti yang dimiliki Anna, juga tidak memiliki hasrat memusuhi seperti yang dimiliki Hui-hoo dan ksatria cilik itu.


Itu adalah tatapan jernih yang memiliki ketajaman untuk memilah hal-hal yang paling kecil, dan kekuatan untuk melihat segala kepalsuan.


Aku merasakan ketenangan yang kuat dan kecerdasan yang mendalam dalam dirinya. Ia sungguh merupakan karakter yang menarik.


Jika aku harus membandingkannya dengan sesuatu...


...Aku akan mengatakan bahwa dia adalah bunga lonceng di musim gugur. Sederhana dan jernih, namun cukup kuat untuk mekar sendirian dan bangga, tanpa bergantung pada siapa pun


Setelah melewati keempat gadis itu, aku tiba di tempat duduk di sebelah Anna.


"Grr...."


Dia memperlihatkan ekspresi wajahnya yang tampak jengkel, tetapi tidak berkata apa pun. Rupanya, ruang kelas merupakan pengecualian dari aturan "akan menembak mati diriku jika berada dalam jarak tiga meter".


Aku menghargai pengertiannya. Jika tidak, aku akan merasa kesulitan dengan dimana aku harus duduk.

__ADS_1


Sudah tiba waktunya untuk membuka tirai kehidupan sekolah ku yang mendebarkan.


__ADS_2