Flower Petal Revolution Stage

Flower Petal Revolution Stage
2 - 03


__ADS_3

"Um... Kris..."


Mendengar namaku disebut membuatku menghentikan jalan pikiranku.


Anastasia menuntun ku melewati lorong-lorong. Perjalanan yang begitu panjang sehingga membuat diriku bepikir mengenai desain tempat ini.


"Saya sangat menghargai bahwa Anda telah menyelamatkan saya kemarin... Tanpa Anda, kami mungkin sudah berada dalam situasi yang sulit."


"Tidak perlu berterima kasih kepadaku. Aku hanya mengikuti kehendakku dan melakukan apa yang harus kulakukan."


Ekspresi Anastasia terlihat sedikit terkejut dengan perkataanku.


"Jika seseorang di hadapankan dengan penderitaan atau situasi sulit orang lain... apakah kita perlu alasan untuk membantu mereka?"


Aku hanya mengatakan hal yang sudah jelas. Meskipun, mengatakan hal itu didepan orang terasa memalukan.


"Hm... Senang rasanya melihat ketidaknyamanan dari kejadian tadi pagi sudah memudar."


"Kris... Itu..."


"Seperti itulah. Itulah yang aku ingin kau memanggilku, Kris tanpa ada jarak diantara kita. Suaramu memanggil namaku adalah musik di telingaku."


"A-apa maksudmu?!"


Tidak seperti dirinya, Anastasia terlihat begitu kebingungan dan itu terasa aneh.


"Aku hanya menyampaikan apa yang ada dalam pikiranku. Apakah itu sebuah masalah?"


"B-Bukan itu yang saya..."


Anastasia menarik nafas dan kembali menyesuaikan dirinya ke penampilan normalnya.


"Kalau begitu silakan Kris, silakan panggil Saya dengan Anna, itu nama kecilku."


"Anna Silenziosa ya...."


Hm... Mungkin ungkapan orang-orang bijak kuno ada benarnya. Hati seorang wanita adalah sebuah labirin yang rumit, untuk memahaminya juga terlalu sulit untukku.


"Um, Kris! Aku sudah memikirkan hal ini sejak kemarin, dan... sepertinya Anda sangat aneh."


"Hm? Aku tidak terlalu memperhatikannya, tapi aku sering mendengarkan hal itu dari orang lain. Sungguh membuat penasaran."


"Apakah Anda sering mendengar bahwa Anda angkuh atau bersikap berlebihan?'


"Benar-benar kualitas seorang yang menjadi simbol Akademi. Kau memiliki mata yang tajam."


Walaupun sebenarnya aku memang memiliki kualitas lebih, mendengar orang mengatakan bahwa aku berlebihan tidaklah ada artinya bagiku.


Namun, kata-kata Anna membuat sebuah pertanyaan muncul di dalam benakku.


"Mungkinkah sikap ku tidak mencerminkan seorang siswa Akademi?"


"Sebenarnya, jika saya harus memilih kata-kata dengan hati-hati, saya akan mengatakan bahwa Anda... unik."


"Aku lahir di Jepang, tapi aku sudah lama tinggal di luar negeri."

__ADS_1


"Apakah itu alasan untuk cara bicara dan sikap Anda?"


"Tidak, ada alasan yang lain untuk hal itu."


"Lalu mengapa harus memberitahu ku hal itu...?"


"Orang yang membesarkan aku adalah orang yang memiliki keyakinan yang menyimpang dan tidak melihat orang lain sebagai manusia. Aku secara efektif terikat pada "sampah" itu untuk waktu yang lama. Dia sudah lama meninggal, dan itu merupakan hal yang melegakan, tetapi membayangkan bahwa dia mungkin juga bertingkah konyol di neraka membuat ku jengkel."


Dia merupakan orang yang luar biasa namun aku tidak memiliki kenangan indah tentangnya, yang membuatku cukup jengkel jika mengingatnya kembali.


Kami tinggal di negeri asing yang jauh, dan meskipun pada dasarnya aku adalah tawanannya selama beberapa tahun yang kuhabiskan bersamanya, hal itu membuatku kuat dan percaya diri. Aku bahkan bisa berterima kasih padanya untuk itu.


"Saya paham. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya."


"Tidak perlu mengatakan hal yang tidak langsung seperti itu. Kau seharusnya mengatakan bahwa kau merasa kasihan pada diriku yang malang, yang dibesarkan di bawah asuhan seorang bajingan. Aku sepenuhnya sependapat dengan kau dalam hal ini."


"Sama sekali bukan itu yang saya katakan."


"Kau bisa mengatakan bahwa seekor burung layang-layang melahirkan seekor burung phoenix."


"Baik, saya tidak peduli apakah itu pas atau tidak, tetapi jika Anda nyaman dengan hal itu, maka saya tidak akan mengatakan sepatah kata pun. Jika di perpanjang hanya akan merepotkan".


Dia meletakkan tangannya di keningnya dan menghela napas. Aku senang kami bisa menemukan titik kesepahaman.


"Anna Silenziosa, kau tampaknya jauh lebih polos dari yang ku kira. Secara pribadi, aku lebih menyukai hal itu daripada alternatif lainnya."


"Anda adalah sebuah fenomena yang unik. Sejujurnya, Anda adalah orang yang cukup aneh bahkan di antara sarang para eksentrik ini."


"Kesampingkan itu, bolehkah aku mengajukan sebuah pertanyaan?


"Apa yang terjadi dengan yang semalam...? Kelompok bersenjata yang menyerang kalian."


Meskipun AK-47 cukup mudah diperoleh, kelompok yang dipersenjatai dengan senjata itu tidak mungkin hanya sekelompok kriminal biasa.


Sejauh yang aku ketahui, negara ini sangat damai dan tidak masuk akal kalau penculikan bersenjata akan ada di halaman depan setiap surat kabar.


Aku sudah melakukan penelusuran sebelum datang ke sini dan tidak menemukan apa pun tentang hal itu di media mana pun.


Kami juga tidak ditanyai oleh polisi. Pengajar Adella mengatakan bahwa dia akan menjelaskan semuanya sebagai perwakilan kami, dan kami diperbolehkan pulang, begitu saja.


Ada yang tidak benar.


Meskipun ini merupakan daerah pedesaan, sulit dipercaya bahwa organisasi penegak hukum di negara ini akan sedemikian cerobohnya.


"Hampir tidak ada insiden yang berkaitan dengan Akademi mendapatkan pemberitaan."


"Jadi, hal yang tidak diharapkan akan disembunyikan? Itu sangat khas Jepang, tetapi aku tidak begitu mengerti, mengapa sekolah terpencil ini memiliki begitu banyak kekuasaan."


Anna menunjukkan wajah yang seakan-akan memunculkan rasa kebingungannya. Penampilan itu mungkin merupakan ekspresi orang dewasa ketika ditanya ada apa setelah kematian oleh anak kecil.


"Hal ini tidak sampai ke publik karena, untuk saat ini, keberadaan Akademi dan apa yang dilakukan di sini harus tetap disembunyikan. Apakah Anda datang ke tempat ini tanpa mengetahui apa-apa?"


Dia tidak bertanya sebagai seorang bangsawa yang biasa ia tujukan.


Apakah karena dia sangat bingung sampai-sampai dia lupa dengan topengnya?

__ADS_1


"Anda benar-benar aneh."


"Maksud kau tidak seperti seorang siswa?"


"Tidak sesederhana itu. Anda aneh dalam segala hal. Biasanya, siapa pun yang datang ke tempat ini percaya bahwa ini adalah tempat perlindungan terakhir mereka. Meskipun terdengar berlebihan, tetap saja itulah yang mereka rasakan."


"Tidak ada pengecualian. Itulah alasan utama mengapa Akademi ini ada."


"Dengan berada di sini itu berarti juga memiliki Grace."


'Grace'.


Aku sudah tidak asing lagi dengan kata itu. Salah satu penyeleksi yang menguji apakah aku layak masuk ke sekolah ini pernah bergumam mengucapkannya.


Grace dan tingkatannya merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan untuk bersekolah di sini.


"Anda memiliki Grace. Itu adalah kebenaran yang tak terbantahkan. Seandainya sebaliknya, Anda tidak akan berada di sini. Dan menurut Profesor Adella, Anda adalah seorang Radiance, seorang HGG dengan tingkatan Grace tertinggi. Hal ini membuat semakin sulit untuk dipercaya bahwa Anda datang ke sini tanpa mengetahui fakta-fakta dasar seperti itu..."


"Ketika kau menjelaskan seperti itu, aku rasa aku memang terlihat agak aneh. Aku, Kris Waarheid, tidak mencari tempat perlindungan. Aku tidak sedang melarikan diri. Aku datang ke sini untuk menantang diriku sendiri."


"Apakah Anda baru saja menyatakan bahwa kami melarikan diri?"


"Bukankah itu kebenarannya? Kau telah melarikan diri dari dunia luar yang keras untuk berada di tempat yang aman ini."


Jelas terlihat ekspresi Anna berubah membaur dengan amarah setelah mendengar ucapanku.


"Apa aku membuatmu tersinggung? Izinkan aku meminta maaf jika demikian. Aku hanya mengutarakan yang ada di pikiranku. Aku sungguh tidak menyiratkan niat buruk."


"Saya jelas tidak akan mengabaikannya. Tarik ucapan Anda!"


Dia menatap ku dengan mata yang terbakar amarah. Sikapnya yang murka membuat aku memahami sesuatu.


Dia benci mendengar kebenaran yang tidak menyenangkan, tetapi itu bukanlah pendorong utama di balik amarahnya.


Dia marah pada Kris Waarheid ini karena tidak hanya merendahkan dia tetapi juga martabat para siswa lainnya yang menyebut Akademi sebagai tempat perlindungan mereka.


"Aku adalah orang yang bisa berbohong saat dibutuhkan, tetapi ini adalah sesuatu yang tidak akan aku bantah. Aku tidak ingin berbohong kepadamu, Anna Silenziosa."


"A-Apa ...?!"


"Aku akan meminta maaf sebanyak apapun yang kau kehendaki, tapi aku tidak akan menarik kembali perkataanku dan memutarbalikkan pendapatku. Keterhormatan dari diri ini tidak akan memperkenankan hal tersebut."


Anastasia Castellani de Silenziosa. Dia memiliki ketulusan untuk marah pada kata-kata yang tidak masuk akal dan memiliki rasa keadilan untuk membela kehormatan orang lain.


Sosoknya begitu terang sehingga aku hampir merasa ingin menangis dihadapnnya.


Sangat mudah untuk menarik kembali apa yang telah aku katakan dan memalsukan perasaanku, tetapi aku tidak ingin menodai kemuliaannya dengan tipu dayaku.


Bagi Kris Waarheid hal ini merupakan hal yang sudah pasti dan sesuatu yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


Hal itu akan meninggalkan bekas luka terhadap harga dirinya.


Dia menghela napas panjang dan kembali bersikap santai. Aku tidak tahu apakah dia tahu apa yang aku maksudkan, tetapi dia sepertinya merasakan ketulusanku.


"Tidak diragukan lagi dia benar-benar aneh."

__ADS_1


Gumamannya tampak lebih membingungkan daripada sebelumnya.


__ADS_2