
"Tujuan Akademi adalah evolusi umat manusia.
Pada abad ke-21, umat manusia menghadapi banyak masalah. Lebih dari setengah abad telah berlalu sejak Perang Dunia sebelumnya, dan sistem sosial yang diciptakan pada saat itu telah melemah, memperlihatkan kekurangannya tanpa ada cara untuk mengatasinya.
Eksploitasi atas nama nasionalisme, kendali atas mata uang, dan liberalisme... Tingkat kelahiran yang stagnan di negara-negara maju dan tingkat kelahiran yang terus meningkat di negara-negara berkembang...
Pertumbuhan jaringan dan akselerasi serta levelisasi yang menyertainya.
Sementara daerah berkembang seperti India dan Afrika mengembangkan kekuatan ekonomi mereka dengan kecepatan yang mengejutkan, ekonomi negara-negara maju kewalahan, sehingga negara-negara yang dulunya kaya mengalami lebih banyak masalah sosial."
Berdiri di depan layar, Pengajar Adella memulai pelajaran.
Di Academi, para guru umumnya disebut sebagai "master", dan Pengajar Adella, yang berada di atas mereka semua, disebut sebagai mistress.
Jas labnya membuatnya tampak seperti sosok yang sulit didekati, dan sebagian besar orang normal akan merasa tertekan olehnya. Walaupun begitu, kepercayaan dirinya sebagai seorang guru membuat sikapnya terasa sangat lembut.
Ini adalah pertama kalinya aku menyentuh pendidikan sebagai seorang siswa.
Sebelum aku meninggalkan Jepang...
Sewaktu aku masih muda, aku adalah bagian dari keluarga dengan sejarah yang kuat di baliknya. Aku tinggal di sebuah rumah yang begitu besar sehingga orang asing bisa tersesat di dalamnya, dan semua pendidikanku berasal dari anggota tertentu dalam keluarga.
Aku tidak punya teman sekolah, tidak ada senior atau junior.
Sejujurnya, duduk di sini, di dalam ruang kelas dan belajar bersama dengan orang lain sangatlah mengharukan dan aku tidak tahu bagaimana cara menggambarkan perasaan itu.
"Berkat sumber daya baru yang disediakan oleh inovasi teknologi, dunia terhindar dari penipisan bahan bakar yang diprediksi akan terjadi pada abad ke-20...
__ADS_1
Sayangnya, kita sekarang dihadapkan pada masalah baru yaitu kurangnya sumber daya yang lebih mendasar, seperti air dan tanaman.
Kita semakin dekat dengan kiamat dengan cara yang tidak dapat diramalkan oleh siapa pun dari abad sebelumnya."
Sungguh, aku benar-benar tertarik dengan materi pelajaran dan tujuan dari Akademi ini.
Mengajar kurang lebih merupakan semacam pencucian otak. Atau, dalam istilah yang lebih sopan, 'penanaman'.
Setiap orang tidaklah sama.
Sifat alami hewan dipengaruhi oleh lingkungannya. Seekor hewan yang hidup di iklim dingin pada akhirnya akan menjadi terbiasa, begitu juga dengan hewan yang hidup di padang pasir. Kecenderungan yang terbentuk dari waktu ke waktu kemudian secara genetis akan diwariskan ke generasi berikutnya.
Entah karena sesuatu yang besar seperti budaya dan tren saat ini, atau karena sesuatu yang kecil seperti kondisi keluarga mereka, manusia akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan berevolusi secara berbeda terlepas dari semua kesamaan mereka.
Dan ada juga hal-hal yang membedakan manusia lebih dari apa pun yang terlihat secara jasmani... meme.
Meme terukir di pikiran, bukan di dalam wujud fisik, dan mewakili hal-hal yang dilihat, dipikirkan, dan dirasakan oleh seseorang.
Wajar jika dikatakan bahwa seseorang adalah gabungan dari semua hal tersebut.
Pendidikan adalah metode yang efektif untuk menyebarkan meme, karena pikiran anak muda yang mudah terpengaruh sangat terbuka terhadap meme dan bahkan dapat mempengaruhi seluruh kehidupan mereka.
Apa yang menjadi tujuan ideal Akademi ini? Orang seperti apa yang ingin mereka tumbuhkan?
Jawaban dari pertanyaan tersebut juga merupakan keinginan terdalam dari pendiri sekolah ini, Sougen Mikagami.
Tentu saja hal itu akan membuat ku tertarik.
__ADS_1
"Umat manusia membutuhkan bangsawan sejati.
Mereka yang belajar di sini akan menjadi manusia teladan, mendobrak stagnasi dan batas-batas sosial saat ini, dan membawa masa depan yang baru. Itulah yang kami inginkan."
Kata-kata Adella Kristi tidak ada sedikit pun mengandung makna yang menyesatkan. Matanya menunjukkan keteguhan hati yang tidak tergoyahkan. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah terlihat pada seseorang yang meragukan dirinya sendiri.
"Esto Nobilis."
Bagaikan doa yang dipanjatkan dengan lantang, ia mendapat respon dari para siswa.
"ESTO NOBILIS!"
"Mm....?"
Saat Pengajar Adella melihat kembali ke layar, ia mengerutkan alisnya dan menatap ke sudut ruangan.
Ada satu orang yang tidak melantunkan slogan kebanggaan Akademi dan mengangkat tangannya untuk mengajukan pertanyaan.
Dia adalah aku.
Sang terasing membuat ruang kelas terdiam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Apakah Anda memiliki pertanyaan, Tuan Waarheid?"
"Jika Anda tidak keberatan, maka ya Kris Waarheid memiliki pertanyaan dan saya akan mengatakannya. Penjelasan Anda agak terlalu abstrak bagi saya, dan sebagai orang yang baru mengenal tempat ini, saya ingin Anda menjelaskan lebih lanjut."
Permintaan tidak logis bagi semua yang ada di ruangan kelas. Permintaan yang tak terduga dari anak yang dianggap bermasalah ini membuat sang pengajar mengangguk menyetujui.
__ADS_1
"Itu benar. Baiklah, kita akan mengulas pelajaran sebelumnya. Ini adalah kesempatan yang tepat, jadi mari kita bahas tentang pentingnya Grace. "