Freya : The Emperor'S Daughter

Freya : The Emperor'S Daughter
Ch. 13 : Rangkaian kata-kata manis


__ADS_3

Entah setan mana yang menghasut pikiranku untuk melakukan hal bejat semacam itu.... tapi... kupikir tidak buruk juga memiliki seorang anak agar hatiku tidak terasa hampa lagi.


Selang sehari, Vampir dan Fillfya melapor kepadaku tentang lahan yang mereka temukan. Segera aku pergi ke lokasi dimana negara baruku akan dibuat.


"Um... kita akan terbang?"


"Benar! Ah, maaf tidak peka, Ratuku. Silahkan naik ke punggung ku!", aku cukup terbantu... meskipun rasanya kesal karena aku seperti sedang diremehkan oleh bawahanku sendiri.


"Tidak perlu merasa sungkan, Ratuku. Vampir yang baik hati ini akan membantu Anda setiap saat Anda memerlukan bantuan!"


"Begitu kah? Kalau begitu, segera ajari aku cara untuk terbang!"


"Cih~ aku pikir kau akan menggunakanku sebagai tranportasi. Kau tahu? Sebuah kehormatan dapat membantu Ratu di saat Ratu memerlukan bantuan."


".... Aku juga memerlukan bantuan darimu untuk mengajari ku cara untuk terbang!"


"Baiklah, Ratu... setidaknya aku dapat merasakan paha lembut Anda."


"Akan kubunuh dirimu jika memiliki pikiran bejat seperti itu!"


"Maafkan aku, Ratu~," dia benar-benar blakblakan.


"Berada di tengah-tengah pegunungan... ini akan merepotkan kita dalam melakukan kegiatan diplomasi," aku yang melihat langsung kondisi lahan yang mereka temukan, seketika berfikir jika tempat ini akan menjadi penghalang bagi kegiatan diplomasi, serta terkesan mengurung para penduduk ku.


"Anda, salah, Ratuku. Apa dirimu tidak melihat hutan rimbun di sana?"


"Ah... maksudmu jalur perdagangan dan sebagainya harus melalui hutan tersebut?"


"Untuk sekarang benar itu adanya. Tetapi, dengan kekuatan Ratu iblis, menghancurkan beberapa gunung merupakan pekerjaan remeh yang pernah dia lakukan," Vampir menjelaskan semuanya pada diriku...


Fillfya ini sangat pemalu, jadi vampir selalu menjelaskan apa yang aku pertanyakan meskipun segala pertanyaanku, tertuju untuk Fillfya.


"Aku suka gadis pemalu...."


"RrrrrrrRartar- Ratu?!"


"Kau jangan tegang terus seperti itu, tenang saja, aku tak akan menggigit kamu kok."


Wajahnya memerah seketika setelah aku membelai pipinya. Kau tahu? Kedua pipinya selembut kue mochi... ah tidak, jika aku melanjutkannya, tanpa sadar aku akan mencubit pipinya.


"Dengan begitu lah, percaya dirilah! Tidak perlu takut pada kami! Kecuali Myline dan vampir, sisanya tidak akan menggigit kamu kok!"


"Ah, tidak... meskipun digigit saya tidak masalah."


"??", tunggu, apa maksudnya?


"Darah elves bisa dibilang seenak darah reinkarnasi dari dunia lain seperti kamu, Ratuku," Vampir datang menjelaskan apa yang aku pertanyakan. Tak lama, kemudian dia menggigit leher Fillfya lalu menyedot darahnya.


"....."


Kulihat, mereka tampak seperti sedang bermesraan, lebih baik aku tak mengganggu mereka atau aku akan terlibat dalam keromantisan mereka.


"Apa mungkin, kamu menggunakan skill khusus vampirmu untuk membuat Fillfya tunduk padamu?", tiba-tiba saja, terlintas dalam benakku jika Vampir telah membuat keputusan besar tanpa seizin dariku


"Kasarnya~..."


"Anu, Ratuku... saya sama sekali tidak dikendalikan oleh Kyu. Saya melakukan hal ini hanya sebatas keinginan saya sendiri."

__ADS_1


"Kyu?!"


"Dibilang...." maaf, aku tak bisa percaya dengan ucapannya karena dia tampak gelisah.


"Sejujurnya, Kyu dan aku punya hubungan sebelum melamar menjadi menteri di negara baru Anda!"


"Benar!"


"Sejak kecil aku selalu dibully dan tidak memiliki seorang pun teman dari rasku. Aku sering bermain sendirian di sekitaran telaga dekat desa elves ku. Suatu hari, tiba-tiba saja Kyu datang dan bicara kepadaku... lalu dia kemudian datang kembali keesokan harinya, dan kami menjadi teman karena ia selalu datang menemui ku.


"Suatu hari, Kyu datang dengan bersimbah darah... terlihat tombak yang masih menancap tubuhnya... dia benar-benar sekarat pada hari itu. Saat aku bertanya kenapa dirinya bisa jadi seperti itu, terus dia menjawab, yah, manusia-manusia terlalu sensitif dengan vampir sepertiku. Padahal niatku hanya ingin bermain bersama anak-anak manusia tetapi, ini lah yang terjadi. Begitulah katanya. Meskipun dengan kondisi yang terluka parah, Kyu masih sempat bercanda denganku. Hingga aku berniat mengobatinya... aku mencabut tombak yang masih tertancap pada dada kirinya, kemudian darah mengalir deras dari dada kiri Kyu kala itu.


"Aku panik... wajar saja 'kan? Dulu aku masih anak-anak... jadi aku panik ketika melihat darah Kyu yang tak kunjung berhenti. Dalam kepanikanku, aku tak bisa berfikir jernih. Di saat aku bingung sekaligus panik, Kyu menggigit leher ku kemudian, dia menyedot darahku... aku terkejut, dibandingkan terkejut dengan Kyu yang menggigit leherku, aku lebih terkejut dengan luka Kyu yang seketika sembuh setelah menyedot darahku.


"Sejak saat itulah, aku membiarkan Kyu menyedot darahku."


"Kau masih kecil? Itu artinya kejadian nya sudah sangat lama?"


"Benar. Selain itu, maaf, saya terbawa suasana hingga bercerita tentang masa lalu saya."


"Tak masalah kok, jika memang benar begitu adanya, aku tak mempermasalahkan nya. Asalkan, aku tak mau kehilangan satupun bawahan yang aku punyai, mengerti?!"


"Baik!" Keduanya berteriak secara bersamaan.


Segera aku memanggil Myline dengan telepati dan dia langsung melesat ke mari secepat kilat... dia memakai portal teleportasi!


"Jadi, Myline. Sesuai apa yang aku katakan tadi, aku ingin kau meratakan gunung daerah ini agar negara kita terhubung dengan berbagai negara tetangga yang kita punyai!"


"Baiklah~ tapi aku meminta jatah lebih loh setelah ini."


"Berisik!! Kamu sedang menghinaku atau malah memujiku?!"


Yuna berdiri di sampingku dengan pakaian pelayan para iblis.


"Maaf deh, Yuna."


"Ngomong-ngomong, Ratuku. Apa kamu benar-benar melakukan nya bersama Pangeran Charless?"


"Yups...."


"Apa kau yakin akan hal itu?"


"Tenang saja, aku hanya ingin anak darinya. Setelah anak itu lahir, mari kita besarkan bersama, Yuna."


"....."


"Apa jawabanmu? Yuna pelayanku?"


"Pelayan hanya menjalankan perintah!"


"Hehe."


Kemudian, setelah semuanya berakhir, gunung telah diratakan dan kini lahan negaraku memiliki 3 jalan menuju ke dunia luar.


Lahan yang dicarikan oleh vampir dan Fillfya, begitu luas, aku rasa tempat ini dapat menampung hingga 100.000 orang di dalamnya. Atau mungkin, lebih!


"Langsung saja, Charless! Mana ide bangunan mu?"

__ADS_1


"Setelah aku melihat langsung lokasinya, aku terpikir satu model...."


"Aku percayakan semuanya pada dirimu."


"Kamu sangat bebas ya...?"


"Um?"


"Tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik selama kontrak kita. Lagipula, aku suka mendesign sebuah rumah."


"Baguslah."


Aku senang jika Charless melakukan pekerjaan nya dengan baik. Dalam seminggu aku lihat, Charless benar-benar memimpin pembangunan berskala besar yang ia lakukan bersama dengan Unnie, dan para Orc.


Oh ya, selain baik dalam melakukan pekerjaan, dia juga sangat baik dalam memanfaatkan kekuatan seseorang. "Dari pada membangun ulang, sebisa mungkin lebih baik kita pindahkan saja kastil iblis ke atas gunung," karena ucapannya, Myline sontak kesal karena diperintah oleh manusia yang ia tidak sukai.


Meskipun begitu, dirinya masih tetap melakukannya. Dari pada hanya memindahkan kastilnya, Myline memindahkan seluruh kastil beserta isinya. Karena di bawah tanah kastil tersebut, terdapat sumber daya tersembunyi. Seperti kata Charless, sebisa mungkin dipindahkan seluruhnya dibandingkan harus dibuat ulang. Jadi, Myline memindahkan sekalian dengan gunung yang menjadi tanah dimana kastil tersebut berdiri.


"Itu membuat kesan menarik. Kerja bagus, Ratu," ucap Charless setelah Myline memindahkan gunung dan seisinya.


"Sekarang kita hanya perlu membuat jalan menuju ke kastil supaya kalian dapat dengan mudah keluar masuk kastil."


"Kau sangat pandai ya, Charless..," aku sedikit memuji dirinya.


"Tidak sampai sejauh itu... oh ya, Freya. Aku rasa, dengan tenaga kerja sebaik ini, membangun ulang negara tak akan memakan waktu lama. Aku yakin, sekitar sebulan, negaramu telah berhasil di dirikan."


"Begitu? Kalau begitu, kau fokus saja dalam pembangunan. Akan aku urus semua pekerjaan politik yang harus aku lakukan."


"Itulah tugasmu, Freya."


"Kau jangan genit. Aku hanya meminta anak darimu, tidak lebih. Kau tak perlu bertanggung jawab."


"Pria sejati harus menepati tanggung jawab mereka! Karena anak dalam kandungan mu, merupakan anakku juga. Jadi, mau tak mau aku harus bertanggung jawab."


"Begitu? Maaf tapi, rasanya masih sulit mempercayai manusia lain setelah kejadian itu...."


"Kalau begitu, kamu boleh percaya pada diriku!", hah, lucu sekali... dia sedang mencoba berbuat keren di depan mataku. Yah... terserah.


"Terimakasih ~ " aku membalas ucapan kerennya dengan senyuman manis serta ucapan terimakasih atas apa yang ia katakan.


"Tapi, jika kamu benar-benar tidak serius, aku tidak mempermasalahkan nya kok."


"Lagi-lagi bilang begitu...."


"... Charless, apa kamu tahu bagaimana reaksi ibuku saat mengetahui aku hamil tanpa ikatan pernikahan?"


".... normalnya, seorang ibu akan marah besar kepada anak mereka."


"Hah, kau benar..." ini akan jadi masalah lain.... meskipun aku telah melepaskan diri dari keluarga kekaisaran, ikatan ku dengan kedua orang tuaku masih membekas dalam hatiku.


"Aku harap negara ku cepat terbuat."


"Serahkan padaku!"


Akhirnya, aku benar-benar memimpin sebuah negara... beberapa bulan kemudian, semua bangunan yang diperlukan telah terbangun dengan sempurna. Aku sudah tidak memerlukan Charless lagi, jadi aku menyuruhnya pulang agar Raja tak khawatir.


Selain itu, keinginan ku juga telah tercapai.... sekarang, tinggal merangkai kata-kata yang tepat agar saat aku bertemu dengan Ibunda, dia tak akan memarahiku.

__ADS_1


__ADS_2