Freya : The Emperor'S Daughter

Freya : The Emperor'S Daughter
Ch. 14 : Ah, lupakan. Hukuman, aku datang!


__ADS_3

Ini dia, Negara yang aku inginkan telah sepenuhnya terbentuk! Meski hanya kecil-kecilan, aku senang karena akhirnya diriku menjadi penguasa sebuah negara!


Negara Verendrica. Sebuah negara dimana semua tindak diskriminasi tak diperbolehkan dan termasuk melanggar hukum. Rakyat yang memiliki niat untuk menghina dan meremehkan ras lain, akan ditindak secara hukum!


Mereka akan dipenjara kurang lebih selama 1 tahun agar mereka dapat merenungi kesalahan mereka.


Intinya, tempat ini adalah sebuah negara yang ramah bagi segala macam ras yang ada di Dunia ini! Tentunya, menjadi penguasa seluruh ras di dunia akan sangat melelahkan, mulai dari membedakan blok tempat mereka tinggal, membiarkan mereka membuat desa mereka sendiri namun masih terikat dengan kerajaan Verendrica, dan segala macam.


Tetapi, secara garis besar, ini lah yang aku inginkan. Dan juga....


Akhirnya aku punya anak!! Lima tahun sejak diakuinya negaraku, aku dikaruniai dua orang anak, satu anak pertamaku, perempuan berusia 6 tahun, yang kedua, laki-laki. Dia baru berusia 6 bulan.


"Freya, Franklin menangis lagi tuh...", Myline datang membawa kabar buruk bagi ku sendiri.


"Lagi? Duh, mana aku masih banyak kerjaan...."


"Baik-baik, Ratuku yang bodoh... jika ku simpulkan... Franklin sedang haus. Susui dia!"


"Begitukah?"


"Tenang saja, Ratu, akan saya bantu pekerjaan Anda yang saya ketahui."


"Um.. tolong ya!"


Segera aku menuju ke kamar anak-anakku... terlihat Franklin menangis karena haus, dan Niera... anak pertamaku mencoba sekuat tenaga menenangkan Franklin adiknya.


"Freya, bukankah sudah saatnya kamu mempertemukan anak-anakmu ke kakek dan nenek mereka? Aku yakin anak-anak mu akan kebingungan jika hanya dirimu yang mengasuh mereka sampai mereka dewasa."


"......"


"Jangan hanya diam saja, sekalian melepas rindu dengan ibumu, selain itu, Yuna pasti juga rindu dengan keluarganya."


"...."


"Terserah dirimu, yang penting, aku telah mengatakannya."


Apa yang tiba-tiba dia katakan padaku? Yah, secara garis besar, pasti terdapat kerinduan di dalam hati Yuna... dirinya telah kurang lebih 6 tahun tidak bertemu dengan kedua orang tuanya.


Tetapi... rasanya malas untuk menginjakkan kakiku ke dalam istana kekaisaran.


Karena itulah, untuk menghilangkan perasaan gelisah di dalam hatiku, aku bersama kedua anakku dan Yuna, pergi ke kerajaan Rezeria, dimana ayah dari kedua anakku berada di sana.


"Papa!!!", dengan semangat, Niera langsung memeluk ayahnya ketika kami sampai.


"Woah... kenapa?? Freya, ada apa sampai datang menemui ku?"


"Memangnya kenapa? Aku hanya ingin mempertemukan darah dagingmu dengan dirimu."


"Tumben... katanya aku tak perlu bertanggung jawab..."


"Mau bagaimanapun, dia anakmu. Selain itu, aku tak bisa menjadi penguasa serta menjadi ratu di negaramu ini."


"Tetapi, rasanya tidak enak jika aku tidak bertanggung jawab..."


"Yah, jika pernikahan tidak mengikat kebebasan ku, aku akan menikah denganmu karena anak-anakku ini. Tapi... masalahnya adalah, jika aku menikah denganmu, otomatis diriku menjadi ratu di negara ini. Dan, jika aku tidak berada di negara ini dan malah mengurusi negaraku sendiri, nama baikmu akan tercoreng."


"Repot juga ya..."


"Maka dari itu, aku lebih memilih hubungan gelap seperti ini."


"Huh... padahal tidak apa-apa jika nama baikku tercemar..."


"Itu bagimu... bagaimana jika aku telah menikah denganmu, tetapi aku sibuk dengan negaraku sendiri. Alhasil, kamu mencari wanita lain dan aku pada akhirnya, tersakiti. Itu hal terburuk yang tidak ingin aku rasakan."


"..... kau, sangat tidak suka dengan kekecewaan ya?"


"Bukankah aku sudah pernah bilang?"


Yah... sejauh ini berjalan dengan baik... tetapi, aku tetap enggan untuk menginjakkan kakiku ke dalam istana kekaisaran.


Meskipun pada dasarnya, istana kekaisaran adalah kampung halaman ku. Di sana terdapat ibu dan ayahku. Aku tak bisa memutus hubungan mereka dengan anak-anakku.


"Sebenarnya, aku datang ke sini untuk meminta saran, Charless."


"Apa itu?"


"Kau tahu? Myline menyuruhku untuk mempertemukan anak-anak kita pada orang tuaku."


"Eh? Itu.... bukankah itu sesuatu yang buruk?"


"Benar 'kan?! Meskipun telah terlepas dari tata keturunan kekaisaran, aku tetaplah seorang anak dari mereka berdua.... jadi, aku perlu saran darimu, aku harus menemui mereka atau tidak?"


"....." Charless terdiam berfikir.


"Dengan adanya Yuna bersamamu, pasti Myline menyuruhmu sekalian mempertemukan Yuna dengan kedua orang tuanya."

__ADS_1


"Begitulah~. Di sisi lain aku bingung mau bersikap seperti apa di sana, namun di sisi lain juga, ada seorang anak yang telah jauh dari keluarganya sendiri selama beberapa tahun."


"Bukankah kamu juga jauh dengan kedua orang tuamu?"


"Dalam kasusku, itu hal yang lain!", aku mempertegas pernyataan Charless.


"Tenang saja, kesampingkan soal ayahmu, seorang ibu tetap menjadi seorang ibu. Jadi, kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri."


"....."


Setelah menerima saran dari Charless, dan para anak-anak ku telah puas bermain bersamanya, aku dan kedua anakku serta Yuna, melanjutkan perjalanan kami menuju ke istana kekaisaran...


Lebih tepatnya, ke depan pintu kamar dimana ibu Yuna berada.


"Segera akan aku selesaikan, Ratuku. Maaf sampai harus repot-repot membawaku kemari."


"Tak masalah...." Yuna menyerahkan gendongan Franklin kepadaku.


"Mama, ini dimana?"


"Ini adalah rumah kakek dan nenek kalian," aku menjawab rasa penasaran Niera dengan lembut.


"Kakek dan nenek?"


"Ya.... ngomong-ngomong, hati-hati dengan nenekmu, dia sangat galak loh."


"Apa nenek seseorang yang menyeramkan?!", lucunya... melihat ekspresi takut di wajah Neira, membuatku merasa tenang meskipun hanya beberapa saat.


"Dia datang..."


"Apa?! Nenek?!", waduh... aku pikir aku telah menanamkan kebencian di dalam diri Neira....


Aku jadi merasa bersalah pada Ibunda..


"Fre--Freya... Apa itu dirimu, Nak?", dengan raut wajah terkejut tak percaya, Ibunda bertanya kepadaku.


"Memangnya siapa lagi yang dapat memasuki istana kekaisaran dengan leluasa?", jawabku dengan wajah judes.


"Anak-anak itu...?"


"Mereka putra dan putri ku. Tak seperti dirimu, aku akan memberi mereka kasih sayang yang mereka perlukan dengan tanganku sendiri."


"Freya... apa kamu masih marah?"


"...."


"...."


Melihat ekspresi menyesal di wajahnya, membuatku merasa lemah... setelah menghela nafas panjang, aku kemudian berkata.


"Apa Ibu terkejut?"


"Huh?"


"Lupakan soal dendam yang ku miliki. Niera tidak mengetahui apa-apa di sini. Yang ia tahu, Ibunda adalah orang mengerikan."


"Freya...?"


"Apa? Bukankah sudahku bilang jika aku kemari untuk mempertemukan anak-anakku kepada kalian?"


"Heh... tak perlu berpura-pura, Freya. Yah... aku rasa..."


"Hoi, mau dibawa kemana, Franklin?!"


"Franklin? Jadi itu nama bayi mu ini?"


Ibunda menyerahkan Franklin kepada Niera agar dia gendong sementara... tunggu, aku jadi khawatir!!


Tetapi.... kekhawatiran ku perlahan memudar setelah, Ibunda memelukku dengan erat. Terlihat di sampingku, Niera duduk sembari memangku Franklin yang tertidur.


Untuk sementara waktu.... aku rasa... sesekali aku boleh menikmati momen hangat ini.


"Ngomong-ngomong, kemana suamimu? Kenapa tidak kamu bawa dia kemari?"


"... rahasia!"


"Hmmm... Kau mulai nakal ya?"


".....", jangan dilepas dulu!


Aku menahan Ibunda melepaskan pelukannya dariku... ini adalah momen pertama dalam hidupku selain masa kecilku, aku mendapat pelukan hangat dari ibunda.


"Lain kali, ajak aku ke negaramu, Freya."


".... kau pikir aku akan melakukan nya? Aku tak ingin kau mengacaukan negaraku!"

__ADS_1


"Jahatnya~."


"Biarin!"


"Baiklah jika kamu tak mau memberitahu siapa dan dimana suamimu berada, Yuna ada di dalam 'kan? Aku akan bertanya padanya."


"Itu jelas tidak boleh!", yah... dilepaskan... padahal aku masih ingin dipeluk.


"Franklin ya, namanya? Laki-laki...."


"Aku tak akan menyerahkan bayiku kepadamu!"


"Bercanda kok~."


"Yang perempuan ini namanya Niera?"


"Benar. Niera, beri salam ke nenekmu."


"...." Haha... dia benar-benar menganggap serius ucapanku.


"Apa yang kau katakan pada anakmu?!"


".... Maaf."


"Kau membicarakan hal buruk tentangku?!"


"Maaf~" maaf, Ibunda... aku tak sengaja.


"Niera, yang tadi Mama ucapkan itu, bohong kok. Yang jahat itu Kakek mu. Nenek hanya terpaksa mengikuti kemauan kakek."


"Jadi, kakek penjahatnya?"


"Benar..."


"Maafkan aku, Niera Von Verendrica, senang bertemu denganmu, Nenek," Niera memberi salam kepada neneknya dengan membungkukkan badannya.


"Bagus, sekarang bagaimana kau akan menemui ayahmu ?"


".... Aku tidak memiliki rencana bertemu dengannya!"


".... sangat terus terang sekali.... Niera, nenek masih cukup muda, jika dipanggil nenek, rasanya agak... panggil saja Oma!"


"Oma... baiklah~", senyuman anak kecil memang dapat memberi semangat di dalam hati ini.


Tak lama kemudian, Yuna keluar dari kamar...


"Ini mungkin bukan urusan ku tetapi, ceritakan semua yang dia katakan kepada dirimu," aku khawatir, Yuna akan dipaksa kembali oleh Ibunya.


"Dia memintaku kembali...."


"Apa jawabanmu?"


".... Huh...."


"??"


"Aku disuruh kembali tetapi, mana mungkin aku melepas Ratu bodohku ini dari pandanganku? Sekali saja terlepas, kamu sudah berbuat hal-hal aneh. Seperti, memiliki anak tanpa ikata—", hampir saja... kalau aku tidak menyumpal mulutnya, Ibunda pasti akan memarahiku.


"Ikata.... Memiliki anak tanpa ikata... apa maksudnya, kau memiliki anak tanpa ikatan pernikahan!?"


Wah... gawat nih....


"Freya, tatap mata ibundamu ini!"


"Ah... itu... yah... Yuna, kembali nanti, jangan lupakan hukumanmu!"


".....", kalau sebegitu takutnya dengan hukuman, kenapa kamu sengaja mengatakannya?!


"Freya? Meskipun statusmu telah melepaskan diri dari tata keturunan kekaisaran, tetapi aku tetaplah ibumu! Aku berhak mengetahui apa yang kamu lakukan!"


"....", gara-gara Yuna... niatnya aku tak ingin memberitahu Ibunda tetapi....


"Freya, aku tak akan marah! Jadi, ceritakan saja!"


"Uh.... sebenarnya, aku hanya malas menikah."


"Huh?"


"Ikatan pernikahan hanya akan mengekang kebebasan ku! Jika aku menikah dengan anak dari kerajaan Rezeria, otomatis aku harus menjadi ratu di kerajaan tersebut dan membantu Pangeran menjadi raja selanjutnya!


"Jika aku melakukannya, aku tak punya waktu untuk negaraku sendiri! Meskipun kami saling cinta, tetapi, aku tak ingin kebebasan ku terkekang!"


"....."


Bodo'amat.... sepertinya aku harus bersiap-siap menerima tamparan bokong dari ibunda karena tindakan semena-mena ku... mau bagaimanapun, Ibu tetaplah seorang ibu. Jadi pastinya, dia akan menghukum tindakanku ini.

__ADS_1


__ADS_2