
Aku berniat memperkenalkan Myline kepada Yuna karena mereka akan menjadi sahabat akan tetapi, melihat wajah Yuna yang langsung memucat setelah melihat Myline, membuat aku menunda perkenalannya dengan Yuna.
Aku tidak yakin jika Yuna benar-benar takut terhadap diri Myline. Aku berpendapatan, ekspresi Yuna sama seperti saat dia melihat Ratu iblis di saat kami pergi berkemah.
Jadi, aku pikir Yuna salah mengira jika Myline merupakan orang itu. Secara, dia memiliki gigi taring yang cukup panjang, serta mata merah darah yang cerah... tapi kau tahu? Myline sama sekali tidak memiliki ekor, tanduk, maupun sayap sama sekali!
"Mengapa Anda membawa orang berbahaya itu kemari, Tuan putri?", ketika ketakutannya reda, Yuna bertanya tentang mengapa aku membawa Myline ke tempat ini.
Yah, aku memakluminya karena dia trauma dengan kejadian selama menjalankan kemah bertahan hidup.
"Dia Myline, dia orang yang sama sekali tidak berkaitan dengan orang itu---" belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Yuna membantah, "Dia'lah orangnya! Aku sangat yakin dengan pengelihatan ku!"
"Hah? Kamu bicara apa sih?", aku sedikit kesal. Tak hanya memotong pembicaraan ku, Yuna juga mengatakan hal buruk kepada seorang yang baru saja kami kenal.
"Apa Anda tidak menyadari? Mereka berdua orang yang sama!"
"Tunggu, Yuna. Aku mengerti jika kamu trauma dengan kejadian itu namun, Myline seseorang yang berbeda!"
"Tidak! Ada apa dengan matamu!? Apa kamu tidak dapat melihat makhluk buas di sampingmu itu?"
"Makhluk buas?"
"Melihat kumpulan asap hitam menyelimuti tubuhnya.... "
"Asap hitam?" Maksudmu, aura?!
Setelah Yuna menyadarkan diriku, aku langsung melompat dan menjauhi Myline.
"Wah-wah, apa engkau berniat mengkhianati ku?"
".... Freya---" Yuna dengan gemetaran ketakutan, dia berdiri dibelakang tubuhku.
Mengkhianati? Memangnya siapa?
"MarshYuna. Kuberi perintah untuk menusuk orang itu dari belakang!"
"MarshYuna?", Aku bertanya-tanya.
Disaat aku hanya memasang kewaspadaan terhadap diri Myline saja, tak ku duga duga, Yuna mengeluarkan sebilah belati yang kemudian ia tusukkan kepadaku. Beruntung aku bisa menghindari nya!
"Apa yang kau lakukan?!", aku berteriak karena panik di saat Yuna seperti berniat untuk membunuhku.
**
Berdiri di antara dua musuh, Freya gemetaran lantaran salah satu musuhnya merupakan kawan dekat sekaligus pelayannya sendiri.
MarshYuna. Itulah nama yang disebut oleh Myline ketika berbicara dengan Yuna yang berdiri takut dibelakang tubuh Freya tersebut.
Karena tak melihat celah yang bagus, Freya memutuskan untuk keluar melalui jendela kamarnya. Ia tidak punya pilihan lain selain melompat dari jendela meskipun kamarnya berada di lantai kedua.
Cidera ringan maupun berat, Freya tak mempedulikan nya. Yang dia pedulikan kini hanyalah keselamatan diri Yuna!
Freya tak menaruh dendam dalam hatinya, dirinya mengerti dengan apa yang Yuna perbuat itu, bukan di dasari oleh kemauannya sendiri melainkan, terpaksa menjalankan perintah yang keluar dari mulut Myline.
"Maafkan aku... maafkan aku... maafkan aku...", Yuna terus-menerus meminta maaf kepada Freya dengan ekspresi sedih. Sementara mulut dan hatinya mencoba memberontak perintah Myline, tubuh Yuna bergerak dengan sendirinya lalu menyerang diri Freya dengan cara membabi buta.
"Fufufu, sungguh lucu.. ada sebuah permintaan yang ditujukan untuk diriku yang agung. Permintaan tersebut berisikan perintah untuk meruntuhkan kekaisaran Cellescia dengan imbalan arwah para penduduk berjumlah kisaran dua puluh ribu jiwa.
"Yah, karena dia begitu memaksa diriku, mau tak mau aku harus melakukannya. Meskipun, jumlah imbalan yang ia berikan tidak cukup untuk memuaskan diriku," ucap Myline dengan senyum tipis melayang di udara.
"?!" Freya terkejut mendengar nya.
"Jadi... kelahiran ku ini....?"
"Yups, aku tidak meruntuhkan kekaisaran ini dengan tanganku sendiri. Melainkan, takdir yang kuubah. Kau tahu? Jumlah jiwanya tidak cukup untuk memuaskan diriku. Oleh karena itulah aku hanya merubah tata keturunan kekaisaran dan membiarkan mereka hancur dengan sendirinya. Dengan begitulah, martabat ku sebagai Ratu iblis tak tercoreng."
"Eh, kau sangat berwibawa ya?"
"Tentu~. Namun, secara tidak aku sadari, kamu pun lahir."
__ADS_1
"Hah?!"
"Takdir itu aneh. Meskipun bisa dirubah, tetapi tetap saja, jika bukan dengan kerja keras, maka itu tak ada apa-apanya."
"Kubilang, apa maksudmu, Keparat!", Freya menjawab semua perkataan Myline meskipun dirinya harus menghindari setiap serangan Yuna.
"Jangan marah marah begitu dong, kamu jadi tak imut lagi...", ketika Myline mengangkat lengan kanannya, Yuna seketika menghentikan serangannya.
Kemudian Myline turun secara perlahan menghampiri diri Freya lalu...
"Ahn... aku rasa aku sudah tidak peduli lagi dengan permintaan nya....", dia membelai dagu Freya yang terpaku tak dapat bergerak di sana.
Dengan rasa takut, Freya mencoba memberontak dari sihir yang mengikat tubuhnya agar dia dapat menjauhi Myline.
"Wah, kau cukup tangguh juga ya?", ucap Myline ketika mengetahui jika Freya dapat terbebas dari sihir pengikat nya.
"Aku jadi semakin menyukai mu, Freya~
"Baiklah, kamu tadi bertanya soal apa maksudku bukan? Izinkan aku menjawabnya. Freya, kau seorang reinkarnator bukan?"
"Huh?!", dengan panik, Freya kemudian berkeringat dingin sembari menatap tajam ke arah Myline yang tengah mengintimidasi dirinya.
"Seperti yang aku bilang tadi, takdir itu aneh. Memang benar aku telah mengutuk keturunan ke-7 agar tidak melahirkan anak laki-laki. Namun sayangnya, uh, kutukan ku memang berhasil namun, keberuntungan Kekaisaran ini sangatlah besar. Buktinya, engkau terlahir kembali. Mendapatkan berkah dari Dewi, kau adalah musuh yang harus aku singkirkan."
"Diamlah!!", Freya melesat ke depan, dengan sebuah pedang yang dia tarik dari penyimpanan parallel nya.
"Haha, seperti nya aku terlambat mengurus dirimu..."
Kemudian setelah serangan mendadak yang dilancarkan oleh diri Freya, keduanya lalu bertarung dengan sangat ganas. Jika salah satu dari mereka berhenti, maka dia akan mati.
"Freya, aku tak ingin membunuhmu..."
"Apa yang kau bicarakan setelah kau mencoba menusukku dari belakang?!"
"Itu bukan aku! Bukankah yang menusuk dirimu itu Yuna?", Myline terus-menerus menggoyahkan konsentrasi Freya supaya Freya menjadi lengah lalu kalah darinya. Bisa dibilang, mati.
"Diamlah!"
"Apa untungnya hal itu bagiku? Itu terdengar seperti penjara bagiku!"
"Ayolah~"
Mereka berdua tak berhenti untuk saling menyerang meskipun keduanya saling berbincang bincang.
Freya melesat dengan belati yang baru saja ia buat kemarin sebelum Myline datang, kemudian Myline menangkis seluruh serangan Freya dengan sebuah sabit merah milik nya.
Jika dilihat dari segi senjata, maka Freya jelas kalah telak dari Myline. Secara, senjata berbentuk sabit adalah senjata yang menyerupai tombak namun memiliki ujung yang melingkar layaknya sabit.
Bilah sabit sangat tajam, terlebih ukurannya yang cukup besar, membuat Freya harus benar-benar mewaspadai setiap pergerakan Myline.
"Baiklah, bagaimana jika, kalau kamu kalah dari ku, kamu akan menjadi budakku. Jika aku kalah darimu, maka aku tak akan mengganggu mu lagi!", ucap Myline memulai penawaran lain.
"Itu tidak adil! Setelah bersusah payah menghadapi dirimu, tapi kau malah pergi! Aku tak tahu kamu akan kembali atau tidak jadi, itu tidak adil! Aku tak mau melawan mu lebih dari satu kali! Ini merepotkan, apala---"
Tiba-tiba, di saat Freya tengah marah-marah dengan penawaran Myline, Myline mengejutkan Freya dengan cara bergerak ke depan meskipun, belati milik Freya harus menusuk perutnya.
"Kalau begitu, kau jadi budakku jika kamu kalah, lalu jika aku kalah, aku jadi budakmu. Yah, itu sama-sama tidak masalah bagiku. Justru semua ini sangat menguntungkan bagiku," dengan sabit yang diarahkan ke sekitaran leher Freya, Myline mencoba membuat penawaran baru meskipun....
Jika dilihat dengan akal sehat, Freya telah benar-benar kalah dari Myline. Meskipun dia bergerak sekarang, tidak mungkin dirinya dapat keluar dengan selamat dari sabit merah milik Myline tersebut. Jika masih nekat bergerak maka, setidaknya lehernya akan tergorok lalu Freya akan mati karena kehabisan darah.
"Kenapa kamu begitu tertarik padaku?"
"Karena, darah seorang reinkarnator terasa enak dibandingkan darah manusia asli di dunia ini," mengangkat dagu Freya yang menekuk lutut nya, Myline mencoba untuk membelai Freya dan meluluhkan Freya supaya Myline dapat dengan mudah menghipnotis diri Freya.
"Baiklah, hanya dengan satu ciuman, kau akan menjadi budakku untuk selamanya, Freya. Sama seperti MarshYuna," perlahan, Myline mendekatkan bibirnya ke bibir Freya yang tampak gelisah dan juga takut terhadap diri Myline.
"Kau serius ingin mengkhianati diriku?"
Tubuhnya berhasil digerakkan lagi secara leluasa, oleh karena itu, Yuna mencoba untuk menebas tangan yang memegang sabit agar Freya dapat kabur dari cengkraman Myline.
__ADS_1
"Yah terserah..." namun sepertinya itu tidak bekerja sesuai apa yang dia pikirkan. Meskipun Yuna telah memotong lengan Myline, namun seperti yang Myline bilang, dia akan memperbudak Freya selamanya dengan kata lain, selamanya berarti tidak ada batas waktu....
*Abadi*
Lengan yang terputus kembali tersambung hanya dalam waktu yang singkat. Usaha Yuna tidak membuahkan hasil, yang ada, Yuna harus menahan rasa sakit akibat melanggar aturan yang Myline tetapkan.
"Baiklah...."
"Kumohon...", tiba-tiba saja Freya merintih sembari mulai meneteskan air mata.
"Huh?"
"Aku tak ingin mati ---", dengan tersedu-sedu, Freya memohon ampun kepada Myline yang memojokkannya.
"Tenang saja, sayangku, siapa yang berkata ingin membunuhmu?"
"Kau..?"
"Tentu tidak... maaf karena telah menakut-nakuti dirimu, secepatnya aku akan..."
"Sebelum itu, apa aku masih bisa menjadi pemimpin kekaisaran?"
"Tidak, kau akan ikut denganku. Kecuali, kau bersedia memimpin kekaisaran sesuai dengan apa yang aku mau?"
"Apa yang kau mau?", Freya jadi tidak berdaya saat ini. Melihat ekspresi tak berdayanya, Myline tersenyum sembari membelai pipi kiri Freya karena tangan kanannya menahan sabit.
"Mungkin, melegalkan tindak kekerasan apapun, melegalkan hal-hal mesum, dan sebagainya..."
"Baiklah... bagaimanapun juga, aku telah bertekad untuk memimpin kekaisaran... tak peduli akan berjalan baik atau tidak.... jadi, kumohon, tolong bebaskan Yuna dari kutukanmu!", sedari tadi Freya memohon ampunan kepada Myline, segala ucapan Freya tadi, merujuk kepada Yuna yang tengah bergeliat di atas tanah karena kesakitan.
"Baiklah~," Myline kemudian membebaskan Yuna dari kutukan segel budak di rahimnya.
"Mari kita mulai~," kemudian, Myline melakukan ritual perbudakan yang mana ciuman seorang ratu iblis akan langsung membuat seseorang yang dicium menjadi patuh terhadap ratu iblis tersebut.
Berbeda dengan ritual perbudakan di era manusia. Mereka menggambar segel budak di rahim budak dengan darah mereka kemudian mencium lalu mengalirkan energi sihir ke darah tersebut.
Keduanya sama-sama memberi efek permanent dan efek kutukan yang sama jika budak tidak patuh. Bedanya, ratu iblis dapat dengan leluasa memperbudak seseorang dengan mudah. Beda dengan manusia yang harus dibantu oleh pedagang budak.
Intinya, perbudakan harus dibantu oleh seorang iblis.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Ya.. tidak buruk... sekarang, lepaskan!"
"Ya?", tangan Myline mengikuti perintah Freya. Kini Freya benar-benar terbebas dari belenggu sabit yang hampir membunuh dirinya tersebut.
"APA-APAAN INI?!!", Myline terlihat begitu marah. Dirinya berkali-kali menyerang Freya dengan sabitnya namun, semua serangannya selalu meleset.
"Jangan lupakan statusku sebagai reinkarnator, Wahai Ratu Iblis yang anggun," ucap Freya setelah menggambar segel budak di kulit rahim Yuna.
"Apa di saat aku menggambar segel budak di rahim mu, kamu tidak merasakannya?"
"Huh?" Melihat ke bawah, Myline terkejut dengan sebuah tato yang tertanam di kulitnya.
"Selain mempelajari tentang politik, aku juga mempelajari sihir kegelapan dan cahaya. Jangan remehkan aku, Myline~," dengan senyum puas, Freya kemudian berdiri memandang Myline setelah menimpa segel budak Yuna agar Myline tidak dapat memerintah Yuna lagi.
"Dengan kata lain, kau jadi budakku! Kau tidak keberatan bukan, Myline?"
"....", wajahnya terlihat sangat tidak puas dengan kekalahannya. Namun apa boleh buat. Lagipula, tidak ada ruginya bagi Myline yang kini menjadi budaknya Freya.
"Minta darahmu, Freya..."
"Ya?"
"70 tahun itu sangat cepat! Berikan darahmu lalu aku akan mengabadikan dirimu bersama dengan MarshYuna, atau yang lebih kau kenal sebagai Yuna."
Meskipun baru meminta izin, Myline langsung menggigit leher Freya kemudian menghisap darah Freya sepuas yang ia inginkan.
"Hebat, engkau bahkan tidak terjatuh di saat aku terlalu banyak menghisap darah mu."
__ADS_1
"Cepatlah!! Rasanya memalukan.. selain itu, aku tahu Ayah dan ibu jarang ke tempat ini namun, jika mereka menemukan kita... nggak, aku rasa hanya aku yang akan dimarahi----", Freya hanya bisa pasrah mengingat hal dimana seluruh hidupnya diabdikan untuk kekaisaran.
"Dimengerti, Tuan-ku!"