Freya : The Emperor'S Daughter

Freya : The Emperor'S Daughter
Ch. 18 : Mari menari, Paman!


__ADS_3

Paginya, Freya bangun tanpa mengenakan pakaian apapun. Hanya ditutupi selimut, Freya tidur di samping Charless.


"Aku sangat ini anak kembar," ucap Freya seraya memeluk Charless ketika Charless telah bangun dari tidurnya.


"Itu diluar kehendakku. Berharap saja kamu akan mendapatkan anak kembar."


"Enggak, berharap saja tidak cukup, kita akan terus melakukan hubungan ini sampai aku mendapat apa yang aku mau!"


"Eh..."


........


Mendengar suara suaminya tengah berbincang dengan wanita lain, Illya selaku istri sah Charless, menggertakkan giginya di luar kamar yang digunakan keduanya untuk melakukan hal semacam itu.


"Menyerah saja, Bibi. Mama sangat keras kepala," ucap Niera yang menghampiri Illya di depan kamar Freya dengan Charless.


Membuka pintu kamar, Niera memergoki Freya yang masih saja melanjutkan perbuatannya.


"Hei!! Bukankah Mama punya jadwal hari ini?!", ucap Niera memarahi Freya yang hendak melakukan hubungan intim di pagi hari yang cerah.


"Cih~"


"Ayolah, Mama. Kesampingkan soal nafsumu, kami mendapat informasi dari salah satu pasukan iblis yang Myline kerahkan," ucapnya membuat Freya seketika menghentikan perbuatannya.


Freya turun dari tempat tidur, berdiri kemudian berjalan menuju ke tempat Niera berdiri.


"Baiklah, ayo pergi."


"Hei Mama, kau serius pergi dengan kondisimu seperti itu?"


"Huh?"


"Setidaknya pakailah handuk jika kamu benar-benar tidak menyukai pakaian formal! Arghh, pakaian ini membunuhku! Mama, izinkan aku berganti pakaian!"


"Ah, kau mungkin benar. Karena sekarang Illya telah mengetahui kebiasaan keluarga kita, jadi kita tidak perlu berpura-pura sopan lagi," ucap Freya.


"Baiklah!", kemudian Niera langsung berlari ke kamarnya untuk berganti ke pakaian yang ia pakai sehari-hari di negara asalnya.


Begitupula dengan Freya yang berganti pakaian ke pakaian sehari-hari nya di negaranya sendiri.


"Terlalu cabul!", Illya mengomentari cara berpakaian Freya.


"Hei, bukankah banyak bangsawan yang berpakaian dengan menunjukkan perut mereka?"


"Ah, terserah. Jadi beginilah, Tuan putri yang kehilangan hak pewarisnya hidup?", keluhnya.


Tak menyadari bahwa keluhannya membuat Freya kesal, Illya merasa terkejut lantaran Freya seketika mendorongnya hingga terjatuh lalu mencekik leher nya.


"Ke--kenapa?!"


"AaAh, aku tak suka ada orang liar yang mengungkit-ungkit masa laluku. Lebih berhati-hati lah di dekatku atau kau akan mati dalam seketika!", ucap Freya menduduki tubuh Illya dengan raut wajah marah yang santai.


"..."


Setelah memberikan peringatan kepada diri Illya, mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah ruangan yang mana ruangan tersebut telah disediakan oleh Myline, selaku pembawa acara pada kesempatan kali ini.


"Heh, kau memang lebih cocok memakai pakaian tersebut dibandingkan harus memakai dress bangsawan, Freya," ucap Myline yang menahan diri agar tidak menertawakan Freya. Begitu pula dengan Yuna yang ikut menahan tawa karena Myline mengingatkan nya dengan wujud Freya kemarin.


"Tertawalah sepuasnya. Aku tak punya waktu meladeni kalian. Jadi, apa kamu mengetahui, siapa yang mengajak kita berperang?", tanya Freya dengan wajah serius.


"Ayolah, jangan tegang begitu. Bukankah kamu telah terpuaskan semalam? Kenapa terlihat kesal?"


"Aku tak kesal!", ucap Freya denga serius.


"Iya-iya baiklah, ekhem, bawahanku melaporkan, terdapat pembicaraan aneh yang mereka dengan di negara bernama Hezel. Apa kau tahu negara apakah itu?"


"Hezel... negara tersebut merupakan satu diantara tiga negara yang ingin mendirikan sistem pemerintahan kekaisaran."


"Benar sekali. Itu saja hal yang bisa kusampaikan. Aku malas jika harus menjelaskan secara rinci. Niera, ikut aku untuk latihan!", ucap Myline yang akan meninggal ruang pertemuan.


"Eh, enggak ah. Kenapa aku harus melakukannya?"


"Mamamu dulu juga pernah belajar dariku. Jangan ngeyel! Kamu telah abadi sekarang, jadi tak perlu khawatir dengan kepala ataupun tangang yang terputus," ucapnya dengan seringai senyum diwajahnya.

__ADS_1


"Mengerikan, memangnya Mama dulu serius benar-benar melakukan pelatihan brutal mu itu?"


"Iya, dan itulah awal Mama mu mendirikan sebuah negara."


"Sekali tidak tetap tidak!!!! Tolong aku, Mama!!", meskipun dimintai tolong, Freya hanya melambarikan tangan dengan berkata melalui telepati, "Semoga beruntung." Dia ibu yang baik 'kan?


"Bangsat!!!", teriak Niera yang membuat seluruh orang di dalam ruangan, seketika merinding sekaligus kasihan kepada Niera.


"Kepala nya akan terputus...." ucap Illya dengan wajah tegang.


"Yups," jawab Freya dengan santai menyantap buah-buahan di dalam ruangan.


"Yups?! Apa kamu tidak khawatir?! Meskipun dia abadi, apa jiwa keibuanmu telah padam?!", berdiri menghampiri Freya, Illya menarik badan Freya hingga ia berdiri.


"Lalu kenapa? Toh dia putriku," ucap Freya dengan senyum seringai yang memuakkan.


"Kamu ini benar-benar!!!", ketika hendak menampar Freya, Illya sontak tersadar jika ia melakukan hal semacam itu, nyawanya otomatis akan terancam. Jadi ia berhenti sebelum benar-benar menampar Freya.


"Lakukan sesuatu, Sayang. Dia selirmu bukan? Meskipun aku masih merasa sakit karena tak pernah tahu hubungan gelap mu ini, tapi Niera adalah putrimu. Apa kamu tidak khawatir?", ucap Illya meminta bantuan kepada Suaminya, Charless.


"Tidak perlu khawatir. Seorang anak tak akan menjadi kuat jika terus dimanja...."


"Aku tahu itu tapi, Niera perempuan! Seharusnya ia hanya diajarkan beberapa ilmu beladiri, karena yang penting baginya, adalah pelajaran untuk menjadi seorang Putri yang bijaksana."


"Lebih baik lupakan itu, menggurui mereka berdua itu tak ada gunanya, Niera sangat mirip dengan Freya. Jadi itu percuma!", ucap Charless dengan mengangkat kedua tangan dan bahunya.


"Tapi, tetap saja, pelatihan tak masuk diakal itu, membuatku khawatir..."


"Kamu tenang saja, yang sekarang..."


"Besok aku akan mencoba pergi bertanya pada Raja negara Hezel," ucap Freya. Dari ekspresi nya, tampaknya Freya memiliki sebuah rencana matang yang kemungkinan dapat ia gunakan untuk menggali informasi.


"Kamu lebih mementingkan itu daripada putrimu?"


"Yah, putriku dapat melakukan apapun yang ia mau. Selain itu, aku menerapkan sistem hukuman jadi, aku memberinya hukuman belajar bertarung bersama Myline."


".... Sungguh aneh."


ucapnya.


Dan Negara Hezel adalah Negara pertama yang mereka curigai. Karena hal ini menyangkut keluarganya, Freya tak bisa hanya menunggu waktu berlalu. Setelah melakukan rapat dengan keluarga besarnya, Freya langsung menuju ke Istana kerajaan Hezel dengan portal teleportasi nya.


Negara Hezel, berdekatan dengan Negara Verendrica, salah satu negara yang ingin mendirikan sistem pemerintahan kekaisaran selain negara Verendrica.


Dan negara tersebut, memilih jalan terburuk dengan mengusik keluarga Freya. Berniat menjatuhkan dan menakut-nakuti diri Freya, Pemimpin di negara tersebut, harus menerima nasib naas ketika Freya sampai dengan portal teleportasi nya.


Dengan langkah tergesa-gesa, Freya menuju ke ruangan yang dimana para pemimpin negara Hezel berada.


Lalu saat ini....


"Yo, Pak tua..", Freya memberikan salam yang tidak ramah seraya mendobrak pintu ruangan kerja para pemimpin negara tersebut.


"Wah-wah, ada apa repot-repot sampai Nona Freya datang menemui ku?"


"Ada apa?", Amarah Freya semakin menjadi di saat Raja negara tersebut, berpura-pura tidak tahu dengan apa yang tengah terjadi. Padahal, ia memiliki bukti bahwa negara Hezel memulai perang dengan dirinya.


"Seharusnya sih, pasukanku yang menemui dirimu tetapi, langsung saja aku akan bertanya, apa dirimu, yang meracuni ayah mertuaku?!"


"Racun?," tampak bingung, Raja tampak tidak memahami ucapan Freya akan tetapi, Freya sangat yakin bahwa Raja Negara Hezel yang memerintah bawahannya untuk meracuni Raja Negara Rezeria.


"Jangan pura-pura bodoh!"


"Jangan pura-pura bodoh...? Sepertinya Anda bertindak semena-mena di Negara saya ya? Apakah anda mengetahuinya? Jika perbuatan Anda merupakan salah satu tindakan *******?", seketika, pintu ruangan di tempat Freya berada bersama Raja Negara Hezel, tertutup dan terkunci. Muncul juga beberapa pria dewasa yang tiba-tiba berada di dalam ruangan tersebut.


"Eh, apa kamu sedang mencoba untuk mencari masalah denganku?", sontak, saat ia merasakan ancaman yang mulai mendekati nya, Freya seketika memasang sikap siaga dan bersiap untuk serangan mendadak.


"Entahlah~. Anda terlalu bodoh. Meskipun tahu Anda ini seorang wanita yang kuat, perempuan tetaplah perempuan, perempuan memiliki kelemahan yang lebih besar dibandingkan laki-laki," ucap Sang Raja dengan senyum jahat di wajahnya. Semakin lama, ia semakin menunjukkan taringnya. Seperti dugaan Freya, Negara Hezel sengaja menggunakan kesempatan ini untuk membuat Freya lengah.


Saat ia memasuki ruang istana, terasa jelas aura yang sangat berbeda dari sebelumnya, oleh karena itu, Freya mengabarkan perasaan tidak enaknya tadi kepada Myline dan para bawahannya di Negara asalnya. Freya menyuruh mereka berwaspada dengan berbagai serangan yang mungkin saja akan terjadi.


"Meskipun dirimu sangatlah kuat, kamu tak akan mampu melawan 100 manusia sekaligus."


"....."

__ADS_1


Raja menantang Freya, di dalam ruangan, terlihat sekitar 10 pria dewasa termasuk Sang Raja sendiri, bersiap menyerang Freya. Dalam ucapan Sang Raja, bisa disimpulkan bahwa, terdapat banyak sekali pria dewasa yang telah menunggu nya di luar sana.


'Apa ini?!', awalnya Freya sangat tenang menyikapi tantangan yang diberikan oleh Sang Raja namun, saat ia hendak mengambil belati di dalam penyimpanan ruangnya, Freya dikejutkan dengan....


Dia tak dapat mengambil apapun dari dalam penyimpanan ruang! Terlebih, saat ia mencoba untuk menggunakan sihir, Freya semakin terkejut dan panik dengan sihirnya yang tiba-tiba hilang.


"Benar, energi sihir yang kau pancarkan sangatlah melimpah! Keluarkan! Keluarkan semuanya, Nona Freya. Keluarkan, kau membantuku membangun senjata mematikan yang tengah aku kembangkan!", ucapnya dengan nada bahagia dan seringai menyebalkan terukir di wajahnya.


'Mereka memasang penghalang sihir?' pikir Freya. Dalam benak Freya, ia terus mewaspadai setiap pergerakan dari para pria yang berada di dalam ruangan. Sembari terus berfikir tentang jalan keluar, Freya terus mewaspadai setiap orang yang terdapat di ruangan tersebut.


'Telepati juga tak berguna!?' penghalang sihir yang digunakan untuk menjebak Freya, berada di tingkat A. Segala sihir tak akan bekerja di dalam penghalang sihir tersebut. Selain, sihir kegelapan dan cahaya yang merupakan, sihir suci dari bangsa dewa dan iblis.


Sihir kelas S masih dapat Freya gunakan di dalam penghalang tersebut. Akan tetapi, karena kepanikannya, pemikiran untuk menggunakan sihir kelas S, sama sekali tidak terlintas dalam benaknya.


Selain itu, jangkauan sihir kelas S cukup jauh, hingga radius 500 meter dari posisi Freya mengeluarkan sihir, sihir tersebut masih terasa kuat. Efek sihir terus terasa hingga radius 2-3 kilometer dari tempat Freya berdiri. Karena itu Freya sama sekali tidak pernah menggunakan sihir kelas S selain di saat berlatih saja.


"Baik Ratu, pancaran sihir Anda semakin melemah, apakah sudah saatnya Anda mencapai batasan?


"Tetapi, aku pikir Ratu seorang yang sangat mengerikan, kupikir energi sihirmu sangat melimpah, jadi, aku dapat menggunakan dirimu sebagai bahan bakar untuk mesin sihirku."


"Mesin sihir?!", ucap Freya dengan sangat terkejut mendengar Sang Raja mengatakan hal tersebut.


"Benar, mesin sihir. Anda tahu bukan? Mesin yang mampu menyamai kekuatan dewa?"


".... Itu...?!", Freya tak bisa berkata-kata lagi.


"Dengan mesin ini, menjadikan manusia sebagai dewa, adalah sesuatu yang mudah!", ucapnya mengumumkan penemuan nya yang berbahaya.


"Apa... dirimu ini gila?!", Freya berteriak.


"Benar, aku gila! Apa kamu tahu, Nona Freya? Dunia ini, gila! Dunia ini lebih gila dariku! Apa kamu tahu itu, Nona Freya?!", ucap Sang Raja membentak Freya di depan wajahnya.


"Sejak kecil aku terus merasa kecewa dengan dunia ini, dunia ini tidak berpihak padaku, aku merasa para dewa tidak mengakui ku sebagai manusia, jadi.... hahahahaha, ah ya, aku tahu. Bagaimana jika kita pergunakan tubuhmu sebagai kelinci percobaan atas mesin sihirku!", ucapnya.


Seketika sembilan pria dibelakang Freya, bergerak secara bersamaan. Freya yang menyadari bahwa dirinya tengah terancam, mencoba untuk menghindari semua serangan yang ditujukan pada dirinya. Dia melompat, menghindar, dan begitulah seterusnya. Yang Freya lakukan hanyalah menghindari setiap serangan yang ia terima.


Ia tak tahu harus melawan dengan apa lantaran ia tidak punya senjata dan juga, sihirnya tidak dapat digunakan. Freya benar-benar tertekan kali ini.


Mesin sihir yang akan mengubah manusia menjadi ras Dewa.... benar-benar harus dihancurkan! Freya bertekad menghancurkan mesin tersebut agar di masa depan, mesin itu tak memakan korban jiwa.


Tapi, bagaimana caranya?!


Saat Freya memikirkan hal itu, tanpa ia sadari, sebuah serangan mendadak dilancarkan oleh Sang Raja, Freya benar-benar melepas kewaspadaan nya terhadap Sang Raja. Alhasil, ia berhasil tertusuk di bagian jantung. Pedang dengan bilah panjang tersebut, menusuk jantung Freya hingga menembusnya.


Tak hanya sampai di situ, setelah pedang tersebut menusuk jantungnya, pedang tersebut kemudian ditebaskan oleh Sang Raja. Singkatnya, dari jantung ke bawah, tubuh Freya terbelah hingga membuatnya meringis kesakitan di atas lantai.


Meskipun keabadian menutup lukanya kembali, rasa sakit yang dihasilkan oleh tebasan pedang tersebut, membuat Freya tersiksa olehnya.


"Wah, dilihat dari sudut pandang seorang pria, tubuhmu lumayan juga, Ratu..?"


"Brengsek," ucap Freya dengan wajah yang menahan rasa sakit yang begitu menyiksanya. Karena tebasan tersebut, pakaian Freya jadi hancur, dan hal itu membuat para pria yang melihatnya, seketika tergoda dengan dirinya.


"Bagaimana jika kita gunakan tubuhmu dengan baik terlebih dahulu sebelum menjadikan dirimu sebagai kelinci percobaan atas mesin sihirku...", ucap Sang Raja dengan senyum jahat di wajahnya.


"Ah, hahahaha...", Freya tertawa ringan.


"Aku jadi teringat kembali tentang pelatihan ku dengan Myline. Jika begini jadinya, rasanya aku mulai khawatir dengan putriku yang ikut menjalani program latihannya," ucap Freya yang masih menahan rasa sakit.


"Tenang saja, jangan khawatir kan Putri Anda, sebentar lagi Anda akan bertemu dengannya."


".... Hah, kau sungguh serius?", Freya bertanya, apakah Raja Hezel serius dengan ucapannya? Jika diartikan, ucapan Raja Hezel merujuk ke kemungkinan bahwa, Niera dan gadis yang berada di negaranya, akan tersiksa dalam satu ruangan bersama diri Freya.


"Kau tahu? Aku selama ini tidak pernah mengatakan ya? Apa kamu tahu siapa itu Myline?"


"Myline? Nama perempuan? Memangnya kenapa?"


"Yah, terserah, sebenarnya aku ingin membuatmu merasa tersiksa oleh ekspektasi mu yang sangat tinggi itu. Tapi, di tempat ini terdapat sebuah alat yang harus sekali di musnahkan, jadi....", Freya menjulurkan tangannya ke samping.


"Percuma saja, Nona Freya, Anda tak akan bisa menggunakan sihir."


"Benarkah? Yah, aku tahu penghalang sihirmu ini bagus, ditingkat A mungkin? Sihir ruang ku adalah sihir kelas A. Sebenarnya ada dua tipe sihir ruang yang aku pelajari namun, ekspresi mu saat melihaf bahwa ekspektasi mu sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi, membuatku sangat bersemangat," kemudian, sebuah portal seperti portal teleportasi muncul di samping kanan Freya.


Portal itulah yang disebut sebagai, penyimpanan ruang! Penyimpanan ruang yang dipelajari oleh diri Freya, sangat berbeda dengan penyimpanan ruang yang biasanya, yang Freya pelajari, adalah sesuatu yang telah ia sempurnakan dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


Jadi....


"Senang-senangnya baru saja dimulai, Pak tua!"


__ADS_2