
Aku kabur ke tempat Myline untuk seminggu ke depannya. Aku kabur hanya dengan uang pas-pasan, semoga saja....
"Kau punya uang 'kan, Myline?"
"Tentu~ sayangnya, karena aku langsung kenyang dengan minum darah, uang itu jadi tidak berguna dan menumpuk di ruang harta."
"Eh ~ ngomong-ngomong, kamu ini apa sih? Mau dibilang vampir tapi tahan sinar matahari, dibilang succubus tapi sifat lebih ke vampir..."
"Aku Ratu Iblis! Ratu iblis bukan dipilih melainkan dilahirkan! Aku gabungan dari seluruh iblis. Oleh karena itu, perbudakan, penghisapan darah, dan sebagainya, aku dapat melakukannya karena aku ini penguasa iblis."
"Begitu toh? Selain itu, Yuna. Berhenti malu-malu di sana!"
"Tapi.... ini memalukan..."
"Yuna? Kamu tidak menuruti perintahku? Kenapa...?"
".....", dia kemudian langsung membuka kedua tangannya. Padahal yang ia pakaian cukup tertutup. Tidak kurang dan tidak lebih sama dari apa yang aku pakai.
"Jadi Freya, sampai kapan kamu akan di sini?"
"Setidaknya seminggu..."
"Hei, kalau kau mau, aku bisa membantumu...."
"Apa yang kau bisa?", aku yakin dia hanya akan memberi saran buruk untukku.
"Membunuh orang tuamu misalnya, dengan terbunuhnya mereka kau dapat menjadi penerus secara tidak langsung," benar saja, dia hanya akan memberi saran buruk.
"Cari langkah lain saja! Mau bagaimana pun, mereka orang tuaku, jika tak ada mereka, aku tak akan terlahir."
"Baiklah."
Singkatnya, aku benar-benar bersantai di kastil milik Myline ini, hidup bebas, aku bebas melakukan apapun termasuk mengenakan pakaian apapun yang aku sukai tanpa harus dihalangi oleh aturan-aturan yang mengekang diriku.
Kebebasanku kali ini hanya bersifat sementara. Setelah seminggu, aku harus kembali karena jika tidak, tidak akan terjadi apapun.
Yah, apa yang aku harapkan? Aku terlalu berharap jika mereka akan sibuk mencariku. Yang aku tahu, ambisi mereka untuk mendidik pewaris takhta dengan baik, lebih besar daripada kasih sayang mereka terhadap putri mereka.
Padahal tidak ada salahnya kalau perempuan yang menjadi penguasa, 'kan? Lagipula aku tidak sepenuhnya perempuan! Maksudku, sifatku memang tomboi dari sananya, di dunia lama ku aku memang tomboi, dan aku disadarkan kembali oleh Yuna saat aku memakai pakaian feminim. Aku benar-benar tidak cocok dengan hal semacam itu. Jadi aku menyerah!
Tetapi, aku juga tak suka dengan pakaian bangsawan laki-laki, kenapa aku harus memakai jas setiap saat? Meskipun aku dapat berpakaian bebas di dalam kamarku, saat keluar kamar, aku harus memakai pakaian bangsawan itu. Aku merasa kurang nyaman saat mengenakannya. Meskipun terbuat dari bahan yang nyaman dipakai, jika penggunanya tidak suka maka, hal tersebut membuatnya tidak nyaman.
Berbeda saat aku memakai pakaian tomboi yang Myline punya, aku jadi teringat masa lalu.... meskipun, pakaian yang Myline punya, lebih terbuka dari sedikit pakaianku di dunia lamaku.
Yuna tetap mengerjakan tugasnya sebagai pelayan, meskipun kupaksa memakai pakaian sesuai seleraku sebagai hukuman untuknya, rasanya aku telah keterlaluan ya?
"Pulang lah!"
"Huh?", Myline mengusirku? Dia berniat balas dendam karena aku mengusirnya..?
"Kamu sudah sebulan di sini! Katanya hanya seminggu?! Bagaimana jika orang tuamu mencarimu? Terlebih, sampai mengacaukan teritori ku!?"
"Sudah aku bilang aku tak peduli soal itu bukan? Bukankah justru seharusnya kamu bahagia karena punya stok manusia untuk mengenyangkan perutmu itu. Kau tahu kehilangan seluruh darah sebanyak 10 kali dalam sehari itu, melelahkan!"
"Maaf, habisnya enak sih~."
"Aku maafkan. Aku tahu itu, tapi sepertinya mereka memang tidak mencariku," benar, mungkin pada akhirnya, aku telah dilupakan.
"Huh?"
"Sudah sebulan tetapi, tidak ada pergerakan dari wilayah manusia bukan? Bukankah aku menyuruhmu untuk mengawasi pergerakan keluargaku?", sebelumnya, aku menyuruh Myline untuk mengawasi pergerakan keluargaku bersama dengan Yuna. Tentu saja mereka menyamar saat berada di wilayah ibu kota kekaisaran.
"Ya, itu benar sih, maksudku, apa kamu tidak khawatir jika takhta lepas dari tanganmu?"
"Persetan dengan itu semua~ kenyataan bahwa hidup bermalas-malasan sepertimu itu, sangat menyenangkan. Selain itu, aku lelah mengurusi pekerjaan ayah yang selalu ditujukan untuk diriku," aku lelah.
"Terserah lah."
Kemudian, aku melanjutkan kegiatan bersantaiku..... jika ada komik pasti akan lebih seru. Sayangnya, di dunia ini hanya memiliki novel yang tentunya isinya berbeda jauh dengan dunia ku sebelumnya. Dari pada tidak ada yang dapat aku lakukan, lebih baik aku membaca. Selain novel, aku juga iseng membaca berbagai macam buku yang terletak di perpustakaan di dalam kastil iblis ini.
Macam-macam sihir, teori liar tentang sihir, aspek sihir, segalanya tentang sihir telah aku baca dan pelajari. Aku juga mempraktekannya dengan dibantu oleh Myline yang menjadi lawan tanding ku. Intinya, aku tak bisa hanya bermalas-malasan ketika kabur. Lebih baik aku menggunakan waktu ku terbebas dari tugas untuk belajar tentang apa yang aku sukai.
__ADS_1
"Tuan putri, gawat!!!!"
Beberapa Minggu kemudian, Yuna berteriak padaku setelah kembali dari mengawasi pergerakan keluargaku.
"Ada apa?", aku terkejut dengan Yuna yang langsung memelukku dengan ekspresi takut dan gelisah.
"Seperti nya kekaisaran akan menggunakan jalur kekerasan untuk mempercepat diplomasi dengan negara yang menjadi target mereka."
"Eh~"
"Jangan malah eh, Tuan putri!!!! Apa Anda tidak mengetahui?! Negara yang menjadi lawan kekaisaran adalah negara yang berpotensi menjadi kekaisaran kedua di benua ini!"
"Lalu?"
"Jika perang ini membuat negara tersebut menjadi kekaisaran, dengan kata lain, mereka menggunakan perang sebagai alat pemersatu kekuatan agar kekuatan baru tercipta."
"... Apa ruginya buat ku? Lagipula, kekaisaran kita memiliki kekuatan militer yang cukup. Aku rasa kita dapat menanganinya."
"Pikiranmu dangkal ya, Tuan putri?", Myline mengejek diriku?! Apa?! Aku benar bukan? Kekaisaran punya kekuatan militer yang cukup, kita tidak akan kalah dalam perang. Benar, 'kan?
"Biar kuberitahu dirimu, Putri geblek," geblek tuh maksudnya apa?! Ngajak gelud?!
"Singkatnya, kekaisaran melakukan tindakan nekat ini karena ayahmu atau Sang Kaisar tengah kebingungan mencari keberadaan dirimu yang kabur dari istana. Beliau khawatir dengan dirimu, dan ingin cepat-cepat menyelesaikan targetnya agar ia dapat segera mencari lalu membujukmu pulang dengan tangannya sendiri. Kau tahu? Otaknya sedang gila. Jika dia memimpin perang, kekaisaran mu akan hancur. Aaaahhhh, aku khawatir. Apakah stok darahku akan dieksekusi karena kalah perang, atau tidak?"
"Singkat...?"
"Aku telah berusaha!"
"Maaf, entah mengapa hatiku tidak tergerak.... toh aku juga abadi, meskipun dieksekusi, aku tak akan mati."
"Aku tahu itu, hanya saja, menahan rasa sakit setelah kepala terpenggal itu, sangat sangat sangat menyakitkan!"
"Aku tak akan dipenggal!", aku meyakinkan Myline sekaligus Yuna.
"Hehe~" setelah itu, Myline pergi ke belakang untuk mencari sesuatu.
"Papan catur?"
"Ya. Sebagai penerus takhta, aku yakin dirimu telah mempelajari tentang strategi berperang dan sebagainya."
"Lebih tepatnya, ini adalah alat untuk mengatur strategi. Hanya saja aku merubahnya menjadi catur yang sedikit berbeda namun aturannya sama."
"Ini bidak apa?", aku bertanya tentang bidak aneh yang memiliki sayap. Bagaikan pawn tapi punya sayap... Healer?
"Healer, langkah nya sama seperti pawn biasa kemampuan khusus, meng-heal bidak yang berada di dekatnya. Bidak yang diheal tidak dapat dikalahkan. Karena sistem heal sama seperti keabadian. Jika tetap memakan bidak lawan yang diheal, otomatis bidaknya akan kalah sendiri."
"Kalau ini?", terletak di samping Raja selain Menteri di sisi lain.
Bentuknya seperti bintang, apa maksudnya?"
"Itu adalah kartu As, bebas melakukan langkah, karena kekuatannya sesuai untuk diserahkan sebagai kartu As."
"......",
Aku tak tahu!!!! Selain itu, aku tak pernah bermain catur di dunia lamaku. Memang benar aku belajar strategi tapi, ketika harus diaplikasikan.... Rasanya gugup.
"Ah, ini bukan catur biasa. Kau lihat kotak yang lebih banyak serta pawn yang lebih banyak bukan?"
"Benar... Apakah ini artinya, pawn dapat maju bebas?"
"Benar."
Aku rasa ini memang bukan catur pada umumnya, malahan ini benar-benar bukan catur. Ini adalah permainan strategi yang dimainkan oleh penasihat kerajaan di saat perang.
"Pembukaan yang terlalu blak-blakan, Freya."
Aku menaruh bidak-bidak kecil hingga berjejeran di tengah-tengah papan permainan, sama seperti cara berperang pada biasanya. Memancing musuh.
Aku juga meletak beberapa healing di tengah setiap tiga bidak yang aku taruh di depan. Aku tak menggunakan semua healer karena aku tahu, healer itu penting. Dan tak hanya menyembuhkan, healer juga dapat menyerang dengan sihir.
"Kalau begitu aku akan memajukan seluruh bidak baris pertamaku supaya mengepung pasukanmu."
__ADS_1
"Tunggu, itu bisa dilakukan?!"
"Kemungkinan seperti ini dapat terjadi di dalam peperangan, bego."
Fokus Freya, kau tidak sedang bermain catur! Kau sedang bertarung strategi dengan Myline.
"Kalau begitu, dari baris ketiga, aku memerintah pemanah membuat hujan panah di areamu."
"Eh~ tapi dengan begini, bidak-bidak mu akan terkena juga."
"Bidakku menghindar!"
"Mana bisa!"
"...."
Sekarang bagian tengah kosong..... Aku kehilangan sebaris prajurit serta sekitar 7 healer. Sekarang sisa 13 healer, 20 prajurit, 20 pemanah, 10 ksatria berkuda, 10 benteng. 20 penyihir kelas atas, menteri, raja, dan kartu as.
Satu baris berisi 20 bidak. Papannya luas kau tahu?
"Baiklah," dia kemudian memajukan sisa prajuritnya dengan dipisah menjadi dua kelompok.
"Dua ksatria berkuda seharusnya dapat menanganinya."
Aku memberi dua ksatria berkuda pada masing-masing kelompok.
"Tapi sayangnya, 2 masih kurang dalam melawan 10 orang. Meskipun hanya prajurit biasa, jangan anggap enteng!"
"Bener ya...? Mana ada orang bodoh yang mau masuk ke bahaya?"
"Kau ini penerus takhta loh. Masa begini saja tidak tahu?"
"Mana mungkin aku tahu!! Setiap hari aku selalu diberi tugas politik oleh orang tuaku. Mereka tidak pernah menguji kemampuan strategiku!"
"....."
"Lebih baik segera mengeluarkan kartu As, dibantu oleh pejuang lainnya, kartu as menangkap raja, kemudian perang pun berakhir. Aku yakin kartu as memiliki kekuatan lebih besar daripada seorang menteri."
"Iya, itu jika kartu as-nya adalah dirimu. Meskipun punya kekuatan lebih besar dari menteri, selain dirimu ataupun aku, tidak ada seorang pun yang berani menangkap raja sendirian."
"Dengan demikian, aku yang menang?"
"Kau benar, tidak semua negara memiliki kartu as. Bisa dibilang kamu lah pemenangnya. Hanya saja, jika rajanya adalah diriku, maka kamu kalah dan menjadi budakku. Aku akan membuat ulang negaraku dengan kekuatanmu."
"Mana bisa gitu!"
"Hanya bercanda. Kau mengerti maksudku 'kan?"
"Huh?", yang aku ketahui dari semua yang ia ceritakan, bukankah awalnya kami berniat bermain catur?! Kenapa malah membahas tentang strategi perang?
"Singkatnya, raja lawan mu bukanlah diriku dan kau tak akan menjadi budak. Jika sampai diperbudak, maka mau tak mau aku harus membantumu bebas."
"Aku tak paham."
"Begini, Freya! Akhirnya orang tuamu tersadar!"
Apa maksudnya?
"Dengan perang yang tak sengaja terjadi ini, kaisar memberimu panggung untuk bersinar!"
"Tunggu, jadi dengan kata lain, kekuatanku akan diketahui seluruh dunia?"
"Benar, kau akan dikenal sebagai wanita terkuat! Kaisar menginginkan hal tersebut! Hal ini dibuat dengan alasan agar dirimu berhenti berpura-pura menjadi laki-laki agar tidak ada seorang pun yang meremehkan dirimu. Jika kamu datang dengan berpakaian seperti ini, otomatis berita tentang wanita keji akan tersebar. Ahlasil, tanpa berpura-pura menjadi laki-laki, kau akan tetap menjadi penguasa kekaisaran."
"Siapa yang wanita keji?"
"Bersiaplah Freya! Perang akan dimulai dalam 15 hari lagi, selama menunggu, aku akan menggembleng jiwa dan raga mu agar kau menjadi lebih kuat."
"Terdengar merepotkan, Yuna, kau juga harus ikut!"
"Eh?! Tapi, saya hanya pelayan, tidak perlu bagi sa—"
__ADS_1
"Baik," seketika jawabannya berubah disaat aku mulai menatap tajam matanya.
Ini serius akan menjadi hari-hari menyebalkan dalam hidupku selain mengerjakan tugas dari ayahku.