Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
36


__ADS_3

   Flash back on


Vicky berkutat pada laptopnya sesuai rencana awal Grace untuk menyerang akun Sofia yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Tidak ada pilihan lain bagi Vicky selain menuruti kemauan Grace agar dia bisa bertemu


dengan ayahnya. Setelah kepergian neneknya Vicky selalu hidup sendiri di Spanyol, dia bahkan tidak pernah tahu bagaimana kabar ayahnya di Eropa. Semua pesan yang dia kirim tidak pernah terbalas sama sekali. Untuk itulah agar dia bisa bertemu dengan ayahnya Vicky harus membantu Grace untuk menyingkirkan Sofia lebih dahulu.


Sudah seminggu ini Vicky terus menyerang akun Sofia dengan pengawasan Grace yang ada disampingnya. Tapi dihari ke tujuh Vicky mendapat serangan balik mematikan dari Sofia hingga kedoknya terbongkar. Untung saja saat layar laptop mengambil gambarnya Vicky, segera mendorong Grace sehingga hanya dirinya saja yang tertangkap kamera. Vicky tidak menyangka ternyata kemampuan Sofia sudah meningkat jauh diatasnya. Dia yang mengajari Sofia tentang IT tapi lihatlah sekarang, bahkan dia kalah telak dari sahabatnya itu.


Setelah rencana awal gagal kedua gadis itu tidak menyerah begitu saja, mereka melanjutkan dengan rencana kedua yaitu menyerang Enzo. mereka akan membuat Enzo menyerah dan meninggalkan Sofia dengan


sendirinya. Vicky menyerang akun Enzo sesuai intruksi yang diberikan oleh Grace. Sedangkan Grace bertugas memberi penyusup disetiap anak cabang milik Enzo baik didalam Negeri maupun diLuar Negeri. Dengan kekuatan uang sangat mudah bagi Grace mendapatkan pengkhianat dari setiap cabang perusahaan Enzo.


sedangkan Vicky bertugas mengalihkan perhatian Enzo dengan terus menyerang akunnya.


Rencana mereka kali ini adalah membuat perusahaan Enzo jatuh bangkrut, dengan begitu Grace bisa memberikan penawaran agar Enzo mau meninggalkan Sofia. Vicky akui rencana Grace sangat licik kali ini, tapi


mau bagaimana lagi? Dia juga terpaksa membantunya.


Dua minggu telah berlalu dan Vicky masih terus melakukan pekerjaannya dengan menyerang akun Enzo. sedangkan Grace telah selesai dengan semua urusannya yaitu memasang setiap pengkhianat di semua


Perusahaan cabang milik Enzo.


“ Baiklah tugasku sudah selesai, kapan kamu akan menepati janjimu? “


Vicky menatap tajam ke arah Grace, tapi sebaliknya Grace malah tertawa senang melihat wajah serius dari Vicky.


“ Kenapa kamu begitu tidak sabaran? “


Grace tersenyum puas kala melihat Vicky yang semakin kesal meladeni sikapnya.


“ Besok kamu akan mendapatkan jawabannya “


Setelah mengucapkan kalimat tersebut Grace memakai kaca mata hitamnya lalu keluar dari kediaman Vicky. Yah meskipun mereka bekerja sama tapi Grace tidak pernah mau menginap dirumah saudara tirinya itu. Grace lebih suka menginap dihotel karena dia tidak akan nyaman jika harus tidur dirumah Vicky.

__ADS_1


Keesokan harinya saat Vicky sedang membuat sarapan terdengar ketukan pintu dari luar, dengan sigap Vicky segera berlari untuk membukakan pintu. Mungkin saja Grace telah menepati janjinya dan membawa


ayahnya kesini. Namun betapa terkejutnya dia kala melihat Enzo dan beberapa pengawal dibelakangnya. Bahkan satpam dan bodyguardnya sudah terikat semua dengan wajah babak belur, Vicky yakin Grace pasti mengkhianatinya. Jika tidak bagaimana mungkin Enzo bisa menemukan rumahnya dengan mudah. Dia telah


memblokir akses rumah dan seluruh data dirinya, jika Enzo sampai bisa menemukannya sudah pasti Grace yang memberitahunya.


Flash back off


Grace tertawa renyah melihat kondisi Vicky yang terikat dikursi kamarnya, yah saat Grace ingin menemuinya Vicky langsung diikat secara paksa dikursi agar tidak terjadi perkelahian diantara mereka. Grace juga sudah meminta izin pada Enzo dengan alasan untuk menanyai Vicky agar mau mengakui perbuatannya. Tentu saja Enzo mengizinkannya tanpa ada rasa curiga sebab Grace yang telah membantunya menangkap Vicky. Jadi Enzo berfikir mereka adalah teman.


“ Dasar gadis licik “


Menatap tajam penuh kebencian kearah Grace, tentu saja hal itu membuat Grace tertawa renyah. Dalam ruangan itu hanya ada Grace dan Vicky saja, semua pengawal telah berjaga diluar jadi tidak akan ada yang


tahu seperti apa pembicaraan mereka.


“ Bagaimana? Kau suka? “


Mengambil satu kursi lalu duduk dengan anggun tepat didepan saudara tirinya itu. sedangkan Vicky tertawa renyah melihat dirinya jatuh untuk yang kedua kali di tangan Grace, sungguh ironis nasibnya.


Grace menegakkan duduknya dan melepaskan kaca mata hitam kesayangannya.


“ Aku tidak menyangka kamu akan sebodoh ini kakak tiriku, setelah semua yang aku lakukan padamu bagaimana bisa kamu mempercayaiku? “


Vicky memilih diam membiarkan Grace mengakui semuanya, gadis didepannya itu sangat bahagia melihat kehancurannya kali ini.


“ Apakah kamu ingin tahu kenapa aku sangat membencimu?,,,”


Kalimat Grace menggantung, dia kembali tertawa melihat wajah penasaran Vicky. Memang itulah yang ingin Vicky ketahui, alasan kenapa Grace terus menerus mengganggu hidupnya.


“ Itu karena kamu sama dengan Sofia, kalian sama menjengkelkan. Hanya dengan aku menyingkirkan kalian maka kak Enzo akan seutuhnya kembali padaku “


Vicky tidak mengerti dengan ucapan Grace barusan, dia tidak pernah berhubungan dengan Enzo. bahkan Vicky tidak pernah mengenalnya tapi kenapa Enzo menjadi alasan Grace membencinya? Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada ingatan yang hilang dalam memory otaknya?

__ADS_1


" Aku juga benci memanggilmu kakak, kenapa? umurku lebih tua darimu tapi kenapa kamu yang jadi kakak bukan aku? "


“ Dan satu hal lagi, sebenarnya ayah sangat merindukanmu selama ini. Dia selalu mengirim banyak hadiah dan pesan padamu tapi aku yang telah membuang semuanya. Dan aku juga memberikan nomor palsu


padanya dan memanipulasi jawaban pesan atas namamu hingga dia tidak lagi menanyakan kabarmu “


Setelah mengucapkan banyak kalimat Grace bangkit dari duduknya lalu memakai kaca mata hitamnya kembali.


“ Gadis licik apa yang kamu katakan pada ayah? “


Vicky mendongak menatap Grace yang siap pergi dari hadapannya.


“ Sesuatu yang membuatnya membencimu “


" Serius kamu bahkan tidak ingat wajah ayahmu, untuk apa kamu peduli "


Grace tersenyum lalu pergi dari kamar tersebut, dia seakan tuli dengan teriakan Vicky yang terus memakinya. Setelah kepergian Grace dua orang pengawal masuk dengan membawa nampan makanan. Mereka juga


melepaskan ikatan ditangan Vicky agar gadis itu bisa makan dengan nyaman. Meski menjadi tahanan Vicky diperlakukan dengan baik, tidak ada siksaan atau ancaman. Bahkan jam makannya juga teratur, dan ada juga pelayan yang membersihkan rumahnya. Apakah itu masuk akal? Enzo memberikan pelayanan terbaik pada


penjahat seperti dirinya. Vicky mulai meneteskan air mata, bukan karena meratapi nasibnya. Melainkan perlakuan Enzo yang terlalu baik padanya, dia juga tidak mengira ternyata selama ini ayahnya sangat peduli. Vicky kira ayahnya tidak pernah peduli sebab dia tidak pernah mencari keberadaannya. Ternyata dia telah


salah menilai ayahnya, tidak,,,semua itu tidak akan terjadi jika Grace tidak mengadu domba mereka. Wanita itu telah membuat Vicky dan ayahnya saling membenci. Vicky menghapus air matanya, cepat atau lambat dia akan membongkar kedok adik tirinya itu.


" Sofia untuk selanjutnya aku serahkan padamu "


Vicky menatap poster kepala mickey mouse besar yang terpajang di dinding kamarnya.


Author suka dengan antusias kalian jadi hari ini Author kasih up lagi ya,,,


dan sedikit bocoran, sebenarnya Vicky itu kawan ya bukan lawan. jadi dia itu berperan sebagai mata mata sih sebenarnya kalau di novel ini. semua itu akan diperjelas di beberapa epsd yang akan datang.


tetap ikuti alurnya terus sebab Sofia sudah membuat banyak jebakan di sana.

__ADS_1


segera ramaikan yuk !!!


__ADS_2