Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
56


__ADS_3

Di kantor polisi tempat di mana Grace berada sekarang terasa sangat hening. Pertemuan yang tidak di inginkan


tengah terjadi di sana. Pak Kristiant, Bu Maya dan Vicky datang mengunjungi Grace, terlihat Grace sangat mengenaskan. Gadis itu dirantai baik tangan maupun kaki, dia sudah menjalani hukuman mulai hari ini. Terkadang bila Grace mogok dan memberontak maka penjaga akan memukulnya. Untuk itulah keadaan Grace terlihat memprihatinkan meski baru hari pertama dia menjalani hukuman.


“ Grace mama tidak menyangka kalau kamu bisa sejahat itu, keluarga Vicky telah menolong kita tapi kamu membalasnya dengan kejahatan “


Grace diam membisu seperti tidak mendengar ucapan Bu Maya, tatapan gadis itu terlihat kosong.


“ Grace apa kamu mendengar ucapan mama? “


Bu Maya mulai meninggikan suaranya namun tetap saja Grace masih diam dengan tatapan kosong. Bu Maya mulai menangis melihat perilaku puterinya yang tidak merasa bersalah sama sekali. Bagaimana bisa perilaku puterinya sangat bertolak belakang dengan keseharian yang dilihat Bu Maya.


“ Baiklah kalau kamu tetap memilih diam, seorang anak salah jalan itu karena ibu tidak bisa mendidik anaknya dengan baik… “


Kalimat Bu Maya berhenti sejenak sebab air matanya tidak bisa dikondisikan. Sedangkan Grace masih saja diam tidak peduli.


“ Mama berharap kamu bisa bertobat dan Kembali ke jalan yang benar “


Bu Maya langsung menelan obat sebanyak yang dia bawa tadi, tidak ada yang tahu obat apakah itu. Vicky dan Pak


Kristiant mulai panik melihat ke adaan Bu Maya, mereka segera meminta bantuan pada semua polisi di sana.


Grace yang melihat Bu Maya mulai sekarat mencoba untuk menghampiri namun dia tidak bisa mendekat sama sekali. Sebab ada rantai yang mengikat di tangan maupun kaki yang membuat Grace tidak bisa bergerak dengan bebas.


“ Mama, mama, mama “

__ADS_1


Grace terus berteriak melihat Bu Maya yang di bawa pergi dari tempat itu, Grace menangis histeris. Dia ingin melihat kondisi Bu Maya namun tidakk bisa. Setelah semua orang pergi, Grace kembali di bawa ke tempat tahanan agar dia menenangkan diri terlebih dahulu. Situasi dadakan itu pasti membuat Grace syok.


Sedangkan itu di dalam mobil ambulance Bu Maya meminta maaf pada Pak Kristiant dan Vicky atas semua perbuatan puterinya. Bu Maya juga mengikhlaskan agar Grace menjalani hukuman sampai akhir hidupnya untuk menebus segala dosa. Selain itu segala harta warisan miliknya telah Bu Maya berikan atas nama Vicky.


Setelah mengucapkan banyak kata maaf Bu Maya mengakhiri hidupnya saat itu juga. Pada akhirnya Pak Kristiant


segera membawa jasad Bu Maya ke Eropa untuk di makamkan. Sedangkan Vicky masih ingin berada di Indonesia bersama Sofia.


Tragedy hari ini sungguh mengejutkan semua orang di kantor polisi, dan satu orang yang salah dalam memilih hari untuk berkunjung telah tiba di sana. Alex telah tiba di kantor polisi untuk melihat Grace, kunjungan itu Alex lakukan untuk pertama dan terakhir. Sebab setelah ini dia tidak mau melihat wajah ular berbisa itu lagi.


Namun mendengar sekilas cerita dari polisi di sana membuat Alex merasa kasihan juga. Tapi mengingat banyaknya


kejahatan yang di lakukan gadis itu akhirnya Alex menepis jauh jauh rasa kasihan yang muncul dalam dirinya.


“ Hai Grace bagaimana kabarmu ? “


Keserakahannya demi mendapatkan Enzo secara perlahan membawanya ke lubang neraka. Grace berubah menjadi iblis hanya karena cinta. Tapi sekarang Grace baru sadar bahwa sejak awal dia sudah salah dalam melangkah. Tapi rasa cintanya pada Enzo sangat kuat melebihi apapun, bahkan sampai dia di penjarapun masih terus membayangkan wajah Enzo.


Membayangkan masa lalu saat dia masih menyandang status sebagai adik angkat. Membayangkan hari harinya yang terus menempel kemanapun Enzo pergi. Tapi semua itu hancur semenjak ada Sofia, yah semua ini di sebabkan oleh Sofia. Jika sejak awal Grace tahu akan begini lebih baik dia membunuhnya saat pertama kali mereka bertemu. Dan Enzo tidak akan mungkin menikah dengan Sofia apalagi meninggalkan Grace.


Perasaan Grace sedang labil kali ini, terkadang dia menyesal akan semua perbuatannya. Tapi terkadang dia masih


ingin menyingkirkan Sofia dan merampas Enzo Kembali. Sedangkan tingkah lakunya mengikuti perasaan yang sedang di rasakan. Banyak orang yang mengira bahwa Grace mulai gila setelah melihat kematian ibunya tadi, padahal dalam fikiran Grace hanya ada Enzo saja.


“ Sepertinya kamu tidak menerima kehadiranku? Sungguh sakitnya hatiku “

__ADS_1


Alex Kembali berbicara membuyarkan lamunan Grace, gadis itu menatap tidak suka pada Alex. Namun bukan Alex namanya jika datang tanpa berbuat jahil.


“ Karena kamu sangat tidak menyukai kehadiranku maka aku tidak akan lama “


Alex menyuruh bawahannya untuk membawa hadiah masuk, dia secara kusus memberikan hadiah spesial itu kepada Grace. Sebuah benda yang sangat besar dan tipis, benda itu juga di pajang di tembok. Sudah pasti jika bukan lukisan pasti itu foto, mata Grace membulat teringat akan hadiah yang Sofia berikan dulu. Mungkinkah itu hadiah dari Sofia yang di pajang di ruang kerjanya dulu? Jika jawabannya iya maka Grace tidak perlu menerimanya.


“ Lebih baik Pak Alex singkirkan saja benda itu, aku tidak membutuhkannya “


Membuang muka tanpa mau melihat Alex, berbeda dengan Alex yang malah tersenyum menghampiri Grace.


“ Apa kamu takut? Tenang saja ini bukan lukisan yang ada di dalam ruang kerjamu “


Grace Kembali menoleh menatap Alex yang berdiri tepat di depan hadiahnya yang sudah terpajang di tembok namun masih tertutup dengan kertas payung. Sejujurnya Grace penasaran juga dengan gambar di dalamnya. Jika Alex memberikan foto Enzo maka Grace akan sangat senang, setidaknya dia bisa melihat Enzo setiap hari meski hanya fotonya saja.


“ Baiklah aku akan membukanya untukmu “


Alex merobek kertas payung yang menutupi hadiah miliknya, setelah semua terbuka mata Grace langsung membulat. Darahnya mulai mendidih, mungkin jika dia tidak di rantai dan dikurung dalam tahanan. Sudah pasti Grace menyekik Alex saat itu juga, sedangkan Alex tertawa melihat kemarahan Grace yang hendak menyerangnya berkali kali tapi terus jatuh karena ikatan rantai di tangan maupun kakinya.


Tentu saja hadiah Alex sangat membuat Grace marah sebab Alex memberi sebuah foto yang bergambar Enzo dan


Sofia yang terlihat mesra, sedangkan Grace terlihat marah dengan tangan di borgol bersama kursi.  Ternyata pencurian foto Alex waktu itu berguna juga untuk menjahili Grace.


“ Baiklah sampai jumpa, dadah “


Alex memakai kaca mata hitamnya lalu pergi dari hadapan Grace sedangkan Grace sangat kesal dan marah melihat sikap Alex barusan.

__ADS_1


“ Pak Alex ku bunuh kau “ teriak Grace sekencang mungkin hingga membuat semua orang yang di sana menoleh penasaran.


__ADS_2