Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
54


__ADS_3

Semua orang merasa kasihan dengan cerita Vicky serta rekaman video yang Vicky tunjukkan, dan merasa kesal dengan pengakuan dari cerita Grace. Sofia tidak mengira bahwa Vicky jauh menderita dari pada dirinya selama ini. Sedangkan Enzo sudah mulai tidak karuan dengan semua fakta yang terungkap. Jadi selama ini dia telah di bodohi oleh Grace? Dan dia penyebab utama menderitanya Vicky yang tak lain adalah adik angkatnya yang asli.  Itulah yang ada di fikiran Enzo saat ini. Terlebih lagi gelang pemberiannya dulu melekat jelas di tangan Vicky. Hal itu


membuat darah Enzo semakin mendidih.


Enzo beranjak dari duduknya namun dengan sigap dua polisi segera menghadang, dengan kemampuan bela diri Enzo tentu saja dua polisi itu langsung terpental. Sedangkan Grace sudah tidak karuan melihat kemarahan Enzo yang berjalan menghampirinya. Grace berusaha untuk kabur tapi tangannya masih terborgol dengan kursi.


“ Mas Enzo “


Teriakan Sofia berhasil menghentikan langkah Enzo, sedari tadi Enzo ingin menghabisi Grace namun Sofia selalu menghentikannya.


Dengan sigap kedua polisi segera mengambil sebuah kursi dan memborgol Enzo agar tidak gegabah. Semua orang yang hadir di sana sudah di pesan Bu Elma untuk menghentikan Enzo agar tidak mengotori tangannya.


Enzo memberontak namun saat Sofia menatapnya dengan penuh air mata membuat Enzo menghentikan sikapnya. Dia tidak mau membuat hati Sofia bertambah sedih, sedangkan Enzo sudah mulai mengatur emosinya. Alex justru menghampiri Grace dan hendak memukulnya, tapi salah satu polisi berhasil menghentikan tangan Alex.


“ Biarkan mereka menyelesaikan semua masalahnya terlebih dahulu “


Polisi tersebut menenangkan Alex dan Enzo agar mereka tahu semua fakta yang terjadi. Sofia yang sudah mulai tenang menatap tajam kearah Grace.


“ Mbak Grace kamu bukan manusia, kamu iblis “


Menuding ke arah Grace dengan penuh kebencian, sedangkan Grace malah tersenyum melihat wajah marah Sofia.


“ Jika menjadi iblis bisa mendapatkan kak Enzo, aku rela melakukannya. Tapi sekarang aku sudah tahu bahwa cinta kak Enzo tidak pernah bisa di goyahkan… “


Kalimat Grace berhenti sejenak sebab gadis itu mulai meneteskan air mata, tanda bahwa dia sangat patah hati.

__ADS_1


“ Untuk itu jika aku tidak bisa mendapatkan kak Enzo maka kamu juga tidak bisa “


Dengan Gerakan cepat Grace mengambil pistol dari dalam tas dan mengarahkan pistol tersebut tepat ke arah Sofia.


Dor,,, Sofia reflek menutup mata ketakutan, namun anehnya dia tidak merasakan apapun. Apakah tembakannya meleset? Itulah yang di fikirkan Sofia. Namun betapa terkejutnya Sofia saat dia membuka matanya kembali. Terlihat Vicky tengah berdiri tepat di depannya, dia menggunakan tubuhnya untuk menerima tembakan tersebut.


Peluru tersebut mengenai dada bagian kiri Vicky hingga darah mengalir deras di sana. Dalam hitungan detik Vicky jatuh kelantai tak sadarkan diri.


“ Vicky !!! “


Sofia berteriak histeris melihat Vicky yang tak sadarkan diri dengan darah yang terus mengalir. Semua orang yang ada di sana terkejut dengan situasi dadakan tersebut, dengan cepat Enzo segera menghubungi ambulance. Dan yang lainnya segera menyeret para tahanan menuju ke kantor polisi.


Setelah lepas dari borgol, Enzo segera menggendong Vicky keluar dari ruangan. Sofia dan yang lainnya segera mengikuti langkah Enzo yang membawa Vicky. Kebetulan jarak Rumah Sakit dengan Perusahaan Fernando


sangat dekat. Jadi begitu mereka sampai di luar, ambulance juga tiba di sana.


Sofia segera masuk ke dalam ambulance sedangkan Enzo dan Alex mengurus segala kekacauan di lokasi. Di dalam ambulance Sofia terus menangis memanggil nama Vicky, dan tangisan Sofia semakin panik kala suster


yang merawat Vicky tiba tiba pingsan. Sofia jadi bingung sendiri harus berbuat apa? Kenapa mereka hanya membawa satu perawat? Itulah yang ada di fikiran Sofia. Tapi tanpa Sofia sadari suster tersebut pingsan karena di suntik bius oleh Vicky.


“ Simpan air matamu itu, aku tidak apa apa “


Vicky bangun dari pingsannya dengan keadaan baik baik saja tanpa merasa sakit sedikitpun. Segurat pertanyaan muncul dalam benak Sofia, bagaimana bisa? Bukankah tadi Vicky tertembak? Bahkan dia mengeluarkan banyak darah tadi.


“ Vicky apa kamu tidak merasa sakit? “

__ADS_1


Vicky menggeleng cepat dengan tersenyum, dia membuka jaket tebalnya hingga membuat mata Sofia membulat. Sofia sangat terkejut melihat Vicky yang membawa banyak kantong darah ditubuhnya. Tak hanya itu saja bahkan Vicky juga memakai baju anti peluru, dan peluru dari tembakan Grace tadi menancap di baju anti peluru tersebut.


Jadi itu alasan sebenarnya Vicky memakai jaket tebal? Bukan karena bajunya terkena paku seperti yang dia katakan.


“ Vicky apakah itu darah manusia? “


Sofia jadi merinding sendiri melihat begitu banyak kantong darah di tubuh Vicky.


“ Tentu saja bukan, bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan darah manusia dalam waktu yang singkat. Ini darah ayam “


Vicky menjelaskan dengan tertawa sambal menuding kening Sofia agar tidak memandanginya terus menerus. Vicky menceritakan kejadian saat mereka hendak menuju ke ruangan Enzo, saat itu Vicky iseng dengan ipad milik Sofia.


Sofia bilang bahwa dirinya memasang sebuah alat sadap di lukisan dalam ruang kerja Grace. Tentu saja Vicky sangat penasaran dengan saudara tirinya itu. Namun Vicky terkejut dengan apa yang di lihatnya saat membuka rekaman system dari alat sadap Sofia. Terlihat Grace tengah memasukkan sebuah pistol ke dalam tas. Kejadian tersebut berlangsung tadi pagi untuk itulah Vicky segera menghubungi Bu Elma.


Dengan 35 pasukan Bu Elma segera memberi perintah untuk mencari darah hewan sebanyak banyaknya, setelah itu Bu Elma menyuruh dua dari mereka untuk memberikan darah yang sudah di kemas dalam kantong, baju anti


peluru serta jaket tebal untuk menutupi semua itu agar tidak terlihat. Bu Elma juga berpesan pada Vicky untuk terus berada di dekat Sofia sebab sasaran Grace pasti akan mengarah pada Sofia. Begitulah menurut prediksi Bu Elma sebelum Vicky masuk kedalam ruangan Enzo.


Sofia yang mendengar cerita Vicky bernafas lega, saat itu juga ambulance telah sampai di Rumah Sakit. Vicky dan Sofia segera menemui kepala Rumah Sakit untuk di ajak bekerja sama, dengan segala bukti yang kuat akhirnya pihak Rumah Sakit mau membantu. Tapi dengan syarat mereka tidak boleh menghancurkan nama baik Rumah Sakit tersebut.


Rencana kedua Vicky adalah memperbaiki hubungannya dengan Pak Kristiant, untuk itulah Vicky melakukan semua itu tadi saat di kantor Enzo. Satu ruangan VIP telah di sewa sebagai tempat drama baru buat Vicky. Tugas Vicky adalah pura pura sakit karena tertembak oleh Grace, sedangkan tugas Sofia adalah menghubungi Pak Kristiant dan mengungkapkan segala fakta.


Vicky berharap rencana mereka berhasil agar dia bisa kembali bersama dengan ayahnya seperti dulu lagi. Sementara itu Enzo beserta pengacaranya menemui hakim untuk melakukan negosiasi atas hukuman Grace. Enzo


ingin memberi hukuman pada Grace seberat mungkin. Kematian terlalu ringan untuk gadis itu, dia ingin membuat Grace merasakan penderitaan lebih dari apa yang di alami Vicky.

__ADS_1


Mengingat begitu banyak kejahatan yang di lakukan membuat pihak hakim menyetujui ucapan Enzo. Grace akan di hukum menjadi budak di tempat itu, tugasnya adalah melakukan semua pekerjaan yang ada. Seperti bersih bersih, mencuci baju para tahanan, berkebun dan masih banyak lagi. Segala kamera cctv di pasang di berbagai sudut, setiap hari selalu ada yang mengawasi Grace agar tidak melakukan tindakan yang tidak di inginkan. Kedua tangan dan kakinya juga di rantai sehingga gadis itu tidak bisa bergerak dengan bebas apalagi kabur.


Enzo ingin membuat Grace merasakan kerasnya hidup agar dia tahu seperti apa penderitaan yang di alami Vicky. Enzo sendiri yang akan mengawasi Grace melalui kamera cctv, dan hukuman itu berlangsung seumur hidup.


__ADS_2