Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
39


__ADS_3

Leni bersungut kesal melihat Sofia yang sedari tadi terus menertawakannya perihal Video Alex saat dikantin waktu itu. Padahal video itu sudah sangat lama tapi Sofia terus saja memutarnya sejak tadi sampai berulang ulang. Entahlah dia memang suka atau memang sengaja membuat mood Leni hancur, terlebih lagi Sofia juga sudah tahu bahwa Leni gagal resign karena Alex. Hal itu malah membuat Sofia jadi semangat memutar video Alex yang dikantin.


“ Jika kamu disini hanya ingin membuat moodku hancur lebih baik pergi sana “


Mengibaskan tangan dengan wajah bersungut kesal, Sofia yang melihat wajah Leni mulai cemberut segera menghentikan aktivitasnya. Dia memang sengaja menggoda Leni sebab sahabatnya itu masih suka menjomblo.


Mungkin jika bukan karena terpaksa bisa jadi dirinya juga masih menjomblo seperti Leni. Pandangan Sofia beralih pada boneka beruang kecil yang bertengger dimeja depan Leni. Sofia mengambil boneka tersebut dan memperhatikan secara seksama, seperti ada sesuatu yang janggal pada boneka itu.


“ Mbak Leni dapat boneka ini dari mana? “


Leni berhenti sejenak pada pekerjaannya lalu menoleh ke Sofia.


“ Aku membelinya di pasar malam, dan sudah sangat lama sampai aku tidak ingat kapan aku beli “


Leni menatap Sofia yang terus membolak balikkan boneka beruang jecil miliknya.


“ Aku pinjam dulu ya nanti aku kembalikan lagi “


pergi begitu saja tanpa peduli dengan Leni yang masih bingung dengan sikapnya, padahal Leni mau bertanya tadi.


Sofia bergegas menuju lantai paling atas, tapi tujuannya kali ini adalah ruangan Alex bukan Enzo. Setibanya disana Sofia masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu, dia memang sengaja agar Alex terkejut dengan


kehadirannya.


“ Sofia bisakah kamu tidak membuat orang jantungan? “


jantung Alex sampai berdebar dengan kehadiran Sofia yang nylonong begitu saja, tapi gadis itu malah tersenyum jahil tanpa dosa sama sekali.


“ Tidak “


Duduk dengan santai tepat didepan meja kerja Alex sambil meletakkan boneka beruang kecil milik Leni.


“ Kamu salah masuk ruangan, pergi sana “


Mengusir Sofia secepatnya sebab Alex sudah mulai gugup saat melihat boneka beruang kecil tersebut.


“ Bagaimana jika mbak Leni sampai tahu tentang ini? Aku yakin dia akan semakin membenci Pak Alex dan menjauh sejauh jauhnya “


akting Sofia kali ini berhasil membuat Alex gelagapan, apakah Sofia tahu semuanya?


“ Apa yang kamu bicarakan? Aku tidak paham “

__ADS_1


Berusaha tenang dan pura pura tidak tahu apa yang dimaksud, Sofia menegakkan duduknya dengan tersenyum. Dia mengambil mata kanan dari boneka beruang kecil tersebut yang tak lain adalah alat pengintai. Alat itu secara otomatis tersambung di laptop si penyadap, dia akan menampilkan gambar maupun suara orang yang sedang disadap.


Sofia menekan tombol pada alat tersebut dan sesuai dugaan laptop Alex langsung berbunyi tanda bahwa alat itu telah ketahuan. Sial


“ Sofia kenapa kamu bisa tahu soal begituan? Apa jangan jangan kamu hacker? “


Mata Sofia membulat dengan pertanyaan Alex barusan, Sofia kira Alex dan Enzo telah tahu bahwa dia seorang hacker. Pasalnya saat Sofia dikurung dulu, dia tidak menemukan satupun alat komunikasi baik handphone maupun laptop.


“ Bukankah dulu kalian tidak meninggalkan alat komunikasi di Apartemen karena tahu kalau aku mengerti sedikit tentang hacker? “


Sofia balik bertanya, mungkinkah Alex pura pura tidak tahu untuk mengalihkan perhatian? Itulah yang ada difikiran Sofia.


“ Aku baru tahu, melihatmu dengan mudah menemukan pemilik alat sadap ini sudah pasti kamu bukan orang sembarangan “


Apanya yang bukan orang sembarangan? Melihat alat sadap ini berada di tempat Leni sudah pasti Alex biang keroknya. Siapa lagi yang akan mengganggu Leni jika bukan Alex? Sofia jadi tertawa dalam hati.


“ Jadi kamu juga yang sudah menghapus berita antara kamu dan Enzo dulu saat kalian selalu bertengkar tanpa pandang tempat ? “


Sofia menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Alex membuat lelaki itu menepuk meja sekali.


“ Pantas saja aku tidak pernah menemukan berita apapun tentang kalian, padahal banyak orang yang merekam disana “


“ Jika Pak Alex tidak ingin mbak Leni tahu soal ini maka bapak harus membantu saya dengan catatan mas Enzo tidak boleh tahu “


Memasang kembali alat sadap itu di boneka beruang sambil menunggu respon dari Alex.


“ Tapi Sofia aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari Enzo, kami sudah berjanji untuk saling terbuka apapun yang terjadi “


Sofia bangkit dari duduknya sambil membawa boneka beruang kecil lalu menggoyangkannya ke kanan dan kiri membuat Alex jadi gelagapan.


“ Baiklah kali ini aku akan meuruti kemauanmu, tapi tolong jangan kasih tahu Leni ya ya ya “


Sofia tersenyum lalu kembali duduk, dia sedikit memajukan badanyya untuk membisikkan sesuatu pada Alex. Mendengar semua ucapan Sofia membuat Alex mendadak tersulut emosi.


“ Jika seperti ini tanpa kamu meminta aku pasti akan membantu, memang siapa teman mama Elma yang di culik?  “


Alex jadi penasaran sebab Bu Elma sudah punya anak buah sendiri kenapa masih meminjam seluruh orang milik Alex?


" Aku hanya menyampaikan pesan dari Mamy, jika begitu kami akan membawa semua orang Pak Alex. tolong persiapkan semuanya "


Sofia mengulurkan tangan tanda bahwa mereka tengah bekerja sama, tentu saja Alex membalas uluran tangan tersebut. Sofia sengaja tidak memberitahu Alex masalah yang sebenarnya, dia tidak ingin rencana yang sudah di susun dengan matang mendadak gagal bila Alex keceplosan nanti. yang Sofia butuhkan saat ini adalah bala tentara untuk menyerang markas musuh.

__ADS_1


“ Sebelum saya pergi, saya akan menghukum bapak terlebih dahulu karena sudah menyadap sahabat saya “


Alex jadi bingung dengan ucapan Sofia barusan, apa maksudnya coba? Baru saja gadis itu mengajaknya bekerja sama. Belum ada satu menit beralih menyerangnya, apakah dia akan berbuat onar disini?


“ Satu “


Mengangkat jari telunjuk


“ Dua “


Mengangkat jari manis


“ Tiga “


Ceklek, pintu terbuka dan munculah Enzo dengan aura kemarahannya, lebih tepat aura cemburu. Tanpa Alex ketahui tadi Sofia tengah mengirim pesan pada Enzo dan mengatakan bahwa dirinya berada diruangan Alex.


Tentu saja hal itu membuat darah Enzo mendidih, apalagi kalau bukan cemburu.


“ Sayang kenapa kamu disini? “


Berjalan mendekat ke arah Sofia lalu menatap tajam ke arah Alex seperti hendak memakannya hidup hidup.


“ Tadi Pak Alex menyuruhku kesiini, aku tidak tahu apa yang ingin dikatakan “


Alex semakin gelagapan mendengar ucapan Sofia yang mengada ngada, bahkan kakinya sudah mulai gemetar.


“ Hei Sofia kamu jangan bicara yang tidak tidak ya “


semakin takut kala melihat tatapan Enzo yang semakin tajam.


“ Siapa yang bicara tidak tidak? Bahkan Pak Alex menyentuh tanganku tadi “


Apa dia sudah gila? Tadi kan hanya jabat tangan saja. Tapi memang bersentuhan sih


Sofia bangkit dari duduknya lalu beralih kebelakang Enzo dengan tersenyum jahil dia melambaikan tangan pada Alex. Tentu saja hal itu membuat Alex geram sekaligus takut melihat kemarahan Enzo yang sudah diatas puncak.


“ Hei Sofia luruskan dulu kesalah pahaman ini, jangan lari kamu “


Alex berteriak kala Sofia pergi meninggalkan ruangannya, tentu saja hal itu membuat Enzo semakin marah dan berjalan mendekat kearah Alex. Saat itu pula nyali Alex jadi menciut.


Sofia help me

__ADS_1


__ADS_2