Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
60


__ADS_3

Di hari yang cerah tanpa ada suatu gangguan apapun Bu Elma tengah menatap sebuah batu nisan. Bu Elma selalu datang sendiri tanpa teman maupun pengawal saat mengunjungi makam suaminya. Hal itu di lakukan agar dia lebih leluasa, dia tidak mau jika ada yang melihat sisi lain dari dirinya. Kerap kali Bu Elma menangis jika ketempat itu, sebab dia teringat akan masa lalu bersama suaminya.


Tak hanya itu Bu Elma selalu membawa tongkat golf setiap kali datang. Tongkat itu merupakan sejarah bagi Bu Elma dan almarhum suaminya. Yah tongkat itu menjadi saksi pertama kali mereka bertemu dulu. Dan Bu Elma selalu merawat dan menjaganya untuk mengenang masa lalu di antara mereka.


“ Sayang bagaimana kabarmu? Maaf aku sudah lama tidak mengunjungimu sebab banyak hal yang terjadi akhir akhir ini “


Angin sepoi sepoi menerpa rambut Bu Elma yang hanya sebahu, guratan kerinduan terlihat jelas di mata wanita paruh baya itu.


“ Kamu tahu sekarang kita sudah punya menantu yang cantik dan imut, aku mengajari semua hal yang ku miliki agar dia bisa menjaga Enzo “


Bu Elma menceritakan semua kejadian yang menimpa Perusahaan terakhir kali, dia juga pamer bagaimana aksinya melawan kejahatan bersama Sofia. Bu Elma juga bercerita tentang perubahan sikap Enzo sekarng.


Puteranya itu sudah tidak semenakutkan dulu, dia jadi lebih hangat dan bisa menahan amarahnya agar tidak gegabah.


Semenjak ada Sofia sekarang Enzo jadi lebih menyenangkan, dia bisa memaafkan segala kesalahan kecil tanpa harus memukul orang. Dia juga memberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatan orang tersebut tanpa harus membunuhnya. Bu Elma memang sedang pamer banyak pada suaminya bahwa dia berhasil merubah sikap puteranya meski tidak 100%.


Bu Elma mengusap air matanya yang mulai mengalir, terlalu banyak kata yang ingin di ucapkan membuat dia tidak bisa membendung lagi. Angin sepoi sepoi terus menerpa tubuhnya seakan memberi ketenangan agar tidak larut dalam kesedihan.


Setelah puas bercerita panjang lebar Bu Elma bangkit dari duduknya untuk Kembali kerumah. Bu Elma memang sering datang namun dia tidak pernah tahan jika terlalu lama di tempat itu. Namun baru selangkah Bu Elma menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap batu nisan itu lagi.


“ Pastikan kamu tidak selingkuh di sana, jika waktunya telah tiba nanti aku akan membawa tongkat ini,, “


Bu Elma menunjukkan tongkat golf yang di bawanya.


“ Aku akan memukulmu dengan ini jika sampai kamu selingkuh, ingat itu “


Setelah mengucapkan kata tersebut Bu Elma berlalu dari tempat itu dan Kembali kerumah. Dia melajukan mobilnya dengan pelan sambil menenangkan diri agar tidak menangis. Begitulah sisi lain dari Bu Elma, meski terlihat banyak tingkah dan selalu ceria namun dalam hati yang sebenarnya sangat rapuh. Dia selalu menangis sendiri tanpa ada yang tahu meski Enzo sekalipun.

__ADS_1


Setibanya di rumah Bu Elma melihat Enzo dan Sofia tengah bertengkar di ruang tamu. Mereka tidak menyadari kehadiran Bu Elma sama sekali. Dan jangan pernah berharap ada ketenangan di rumah ini bila ada mereka berdua. Bahkan hubungan cinta mereka saja tidak pernah ada romantisnya sama sekali.


“ Mas jangn macam macam ya, ini kan hanya pesan group “


Berusaha merebut handphonenya yang di bawa Enzo tapi sayang sekali tingginya tidak sampai untuk sekedar meraih handphone.


“ Tetap saja dia kan memanggil nama kamu, lihat. “


Menunjukkan pesan dalam group bahwa ada teman lelaki Sofia yang menyebut namanya di sana.


“ Memangnya mas Enzo tidak pernah dapat pesan dari wanita meski hanya di group saja?, coba aku lihat “


Enzo menelan salivanya mendengar pertanyaan dari Sofia, meski itu group sudah pasti tidak hanya satu. Sebab banyak laporan yang masuk di sana atas nama wanita dan mereka selalu mengatakan di awal kalimat “ Permisi


Pak Enzo, berikut adalah laporan hari ini “ . kalian bisa bayangkan betapa banyaknya itu. Terlebih lagi ucapan selamat di hari pernikahan mereka saja belum ada yang di hapus oleh Enzo. sudah pasti sudah tidak terhitung berapa jumlahnya.


Menyerahkan handphone Sofia lalu memberi jarak untuk mengecek handphonenya sendiri.


“ Itu Namanya curang ya mas, pokoknya aku mau lihat sekarang “


Sudah mulai curiga dengan suaminya, sepertinya ada suatu hal yang tidak beres di sana. Sofia berusaha merebut namun Enzo terus menghindar sambil mengecek handphone nya. Tidak sampai di situ mereka bahkan main kejar kejaran kesana kemari hingga ke lantai atas.


Bu Elma yang melihat hal tersebut hanya geleng kepala sambil tersenyum. Suasana di rumah sudah kembali seperti semula lagi. Anak dan menantunya bagaikan kucing dan anjing yang selalu saja ribut meski itu hal sepele. Meski begitu mereka berdua tidak bisa di pisahkan, cinta mereka sangat kuat dan saling melengkapi. Hanya saja dalam menjalin hubungan asmara sangat mirip seperti anak kecil. Tapi itu lebih menyenangkan sebab mereka lebih leluasa dan saling terbuka.


Bu Elma jadi penasaran seperti apa anak mereka nanti? Mungkinkah mereka akan selucu Sofia atau semenakutkan Enzo?. Bu Elma jadi membayangkan jika dia sudah memiliki cucu, bermain kesana kemari bersama cucunya. Mungkin jika Enzo dan Sofia memberinya cucu yang banyak pasti lebih menyenangkan. Dan Bu Elma tidak akan pernah kesepian bila di tinggal Enzo kerja dan Sofia yang ikut sebagai pengganggu.


Mungkin dua belas cucu sangat menyenangkan, dan itu sesuai jumlah anak cabang Perusahaan Fernando.

__ADS_1


Bu Elma bergumam sendiri dalam hati sambil membayangkan hidupnya yang di kelilingi oleh dua belas cucu.


Ah rasanya pasti menyenangkan, aku akan meminta mereka untuk memberiku dua belas cucu hihihi.


Sekarang kehidupan semua orang telah kembali seperti semula dengan Sofia dan Enzo kembali menjadi kucing dan anjing jika bersama. Kehidupan Bu Elma yang banyak tingkah seperti anak muda. Alex yang masih suka menjahili Leni, sedangkan Leni yang masih saja tidak peka. Vicky yang telah kembali bersama ayahnya dan menetap di Spanyol.


Dan untuk seorang gadis yang memiliki ambisi sangat besar atas nama cinta masih menjalani sisa hidupnya sebagai budak di penjara.


Kini wajah dan tubuh Grace tidak semanis maupun cantik seperti dulu lagi. Banyak luka di sana sini sebab dia selalu menerima pukulan jika mencoba untuk memberontak.


Tapi sayang sekali dengan kondisinya yang sudah memprihatinkan, gadis itu masih belum bertobat. Dia masih menunggu hari di mana Enzo berubah fikiran dan melepaskannya dari tempat terkutuk itu. Dia masih yakin bahwa di lubuk hati Enzo yang paling dalam masih menyimpan sedikit harapan untuknya. Grace bertekat untuk kembali membalas dendam pada Sofia dan Vicky, sampai lupa bahwa hukuman yang di terimanya berlaku seumur hidup.


“ Vicky, Sofia tunggu pembalasanku “


Grace berteriak dengan kencang hingga satu pukulan mendarat lagi di wajahnya.


“ Kerjakan dengan benar jangan banyak berkhayal “


Grace kembali membersihkan halaman dengan bersungut kesal, dia sudah tidak tahan lagi berada di sini. Ingin rasanya Grace kabur dari sini tapi dia terhalang oleh rantai yang terus mengikat di tangan maupun kakinya. sial


Kira kira ada yang tertarik dengan kisah Alex dan Leni tidak ya? kasih saran buat Author dong di kolom komentar.


Kalau banyak yang suka nanti Author akan buat yang Season 2 dengan kisah cinta Alex dan Leni tanpa merubah pemainnya di novel ini.


Bisa juga DM ke ig ; @hesttianggraini  ( Buat yang mau aja )


Mohon sarannya ya kalau banyak yang suka Insya Allah bulan depan akan Author buat, tapi kalau banyak yang tidak mau. Author akan buat cerita baru, Terima kasih sebelumnya.😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2