
Enzo tiba di rumah sakit saat hari sudah malam, dia ingin melihat kondisi Vicky. Terlihat Vicky terbaring di atas ranjang sedangkan Sofia menunggu sambal bermain game. Apakah kondisinya sudah membaik? Kenapa
Sofia malah santai sambal bermain game? Tidak seperti siang tadi yang terlihat panik dan terus menangis.
Yah sebenarnya Vicky langsung pura pura tidur saat melihat handle pintu mulai bergerak. Sudah pasti ada yang datang menjenguknya.
Tidak mungkin jika itu Dokter atau Perawat sebab Vicky tidak sakit apapun. Namun Sofia tidak menyadari apapun sebab dia terlalu heboh dengan game kesayangannya.
“ Sayang bagaimana kondisi Vicky? “
Sofia terkejut dengan kehadiran Enzo yang datang tanpa suara sama sekali. Enzo memang membuka pintu dengan pelan agar tidak mengganggu jika Sofia sedang tidur. Tapi sangat di luar dugaan bahwa Sofia malah bermain game sambil cekikikan.
“ Seperti yang mas lihat, dia masih belum sadar “
menjawab asal sebab Sofia bingung mau menjawab apa? Terlebih melihat Vicky yang pura pura tidur sudah pasti dia ingin merahasiakan dari Enzo.
Enzo duduk di sebelah Sofia sambil melihat Vicky dengan rasa bersalah, mungkin jika dulu Enzo tidak meninggalkannya. Vicky pasti tidak akan menderita dan dia tidak akan pernah bertemu dengan Grace.
“ Pada akhirnya semua yang terjadi di sebabkan karena mas, dulu mas berfikir bahwa mas mampu melindungi orang orang yang mas sayangi. Tapi pada akhirnya mas malah membuat semua orang menderita “
Apa? Mas Enzo menyayangi Vicky? Wah tidak benar ini. Sofia
“ Mas dia hanya pura pura sakit saja “
Sofia membisikkan dengan pelan tepat di telinga Enzo membuat lelaki itu menoleh dengan penuh tanda tanya. Namun saat melihat Sofia yang mengedipkan mata dengan cepat membuat Enzo paham bahwa istrinya ingin menjahili Vicky.
“ Mas simpan semua ucapanmu nanti saat dia sadar agar tidak mubadzir “
Bersandar di Pundak Enzo sambil cekikikan melihat Vicky yang masih pura pura tidur. Sedangkan Enzo melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
“ Benar juga ya, oh ya sayang mas sampai lupa belum memberikan proyek untukmu semenjak kita menikah “
Proyek? Memangnya Sofia tahu soal begituan?.Vicky
Vicky berfikir keras dengan ucapan Enzo barusan sebab Sofia belum pernah mengerjakan hal seperti itu. Di tambah lagi apa hubungannya sebuah proyek dengan pernikahan?.
__ADS_1
“ Katakan kamu mau kemana? “
Sofia berfikir sejenak memilih tempat yang dia inginkan sambil terus bersandar di Pundak Enzo. Dia sangat merindukan suaminya itu, sudah seminggu mereka tidak bertemu membuat hati Sofia tak menentu.
“ Aku ingin melihat rumah mas yang di Eropa, apa boleh? “
“ Tentu saja “
Enzo menjawab cepat pertanyaan Sofia sembari mengusap kepala gadis itu, sedangkan Vicky yang menguping sambil pura pura tidur semakin berfikir keras.
Memangnya proyek apa yang akan di kerjakan sampai ke Eropa segala?. Vicky
“ Mas mau punya anak berapa nanti ? “
Sofia bangun dari posisinya menatap Enzo dengan menahan tawa, sesekali dia juga melirik Vicky yang masih tidak bergeming dari tempatnya.
Sedangkan Vicky mengumpat dalam hati saat tahu arti dari proyek yang di maksud Enzo adalah bulan madu.
“ Mas mau 12 sayang sesuai jumlah anak cabang Perusahaan kita, jadi biar satu orang dapat satu bagaimana? “
Apa dia akan membuat Sofia hamil setiap tahun? Dasar gila. Vicky
Sofia juga ikut menelan salivanya mendengar ucapan Enzo tadi, hanya bercanda saja tapi Sofia malah ikut ikutan panik. Bahkan dia sudah membayangkan bagaimana tampilan dirinya dengan 12 anak? Kedua belas anaknya yang hanya berjarak satu tahun di setiap nomernya, dan merengek bersama minta ini dan itu. Masih belum kalau rewel secara bersamaan, ah Sofia jadi merinding sendiri membayangkan betapa remponya dia jika memiliki dua belas anak.
“ Mas bagaimana jika enam saja, jadi satu orang dapat dua biar cucu kita juga kebagian nanti “
Apa lagi ini? Bahkan Sofia sudah berfikir sampai ke cucu? Sungguh menggelikan.Vicky
Vicky jadi merasa aneh mendengar pembicaraan pasangan suami istri di samping ranjangnya. Dan lebih parah lagi mereka membicarakan hal seperti itu di depan orang jomblo. Sungguh sahabat laknat tidak tahu tempat, bahkan Vicky jadi merinding sendiri.
Apakah mereka masih manusia? Teriak Vicky dalam hati.
“ Benar juga ya sayang, bagaimana jika tiga saja jadi satu orang dapat empat biar cicit kita juga dapat. Bagaimana? “
Vicky menendang selimutnya dengan frustasi sembari menatap tajam pada pasangan suami istri tersebut.
__ADS_1
“ Tidak bisakah kalian diam? Kalian membicarakan hal seperti itu di depan orang jomblo? Benar benar “
Sofia dan Enzo tertawa melihat sikap Vicky yang marah terkena jahilan mereka. Sedangkan Vicky cemberut menatap sebal pada Enzo dan Sofia. Secara bersamaan pintu kamar terbuka menampakkan dua orang yang tidak
mereka kenal. Merekalah Pak Kristiant ayah Vicky dan Bu Maya ibu Grace.
“ Siapa kalian? “
Vicky tidak bisa mengingat wajah dua orang itu sebab terakhir mereka bertemu saat pemakaman sang nenek saja. Itu pertemuan pertama dan terkahir Vicky selama dia mengidap penyakit acquired prosopagnosia. Dan Vicky tidak
memiliki gambar apapun tentang mereka sebab semua yang ada di rumah sudah di bersihkan oleh pemilik yang membeli rumahnya dulu. Sedangkan Vicky tidak mau mencari sosial media milik ayah maupun ibu tirinya. Hal itu sengaja Vicky lakukan demi keselamatan sang ayah.
“ Nak ini ayah “
Pak Kristiant segera memeluk Vicky dengan erat, begitu juga dengan Bu Maya yang ikut memeluk Vicky dengan deraian air mata. Sedangkan Sofia juga ikut menangis melihat pemandangan di depan mata. Melihat hal itu Enzo memeluk Sofia dalam dekapan agar istrinya sedikit tenang.
“ Maafkan ayah yang telah membuatmu menderita selama ini, ayah sangat bersalah padamu “
Air mata Vicky mengalir deras mendengar ucapan Pak Kristiant, sudah lama sekali Vicky tidak bertemu dengan ayahnya. Setiap hari Vicky selalu bertanya dalam hati, mungkinkah dia bisa Bersatu lagi dengan ayahnya? Dan sekarang terjawab sudah sebab Pak Kristiant telah berdiri di sini memeluknya.
Setelah semua tenang Pak Kristiant menceritakan semua yang di lakukan Sofia, sore tadi saat Pak Kristiant tengah bersantai dengan Bu Maya. Dia mendapat telefon dari Sofia, awalnya Pak Kristiant tidak percaya dengan ucapan Sofia. Dia bahkan memaki Sofia sebab setahu mereka Grace sangat baik sedangkan Vicky sangat jahat. Namun saat semua bukti Sofia kirim, Pak Kristiant dan Bu Maya sangat terkejut. Mereka bergegas menuju ke Indonesia untuk melihat ke adaan Vicky, sebab video terakhir yang Sofia kirim adalah Vicky di tembak oleh Grace. Video tersebut di ambil dari rekaman cctv ruang kerja Enzo.
Dalam perjalanan menuju ke Indonesia berulang kali Pak Kristiant meneteskan air mata, melihat bagaimana Grace memperlakukan puterinya.
Serta penyesalan Pak Kristiant yang memukuli Vicky saat kepergian sang nenek. Semua fakta yang mendadak terungkap membuat Pak Kristiant malu untuk menemui Vicky. Namun melihat Vicky yang tertembak membuat hati nuraninya untuk segera menemui puterinya.
Sedangkan Bu Maya seperti di hantam sebuah benda tajam dalam hatinya, dia tidak menyangka bahwa puterinya berubah menjadi monster. Setahu dia Grace sangat manis dan penurut tapi ternyata dia sama seperti ayahnya, kejam dan tidak berperasaan.
Sofia menjelaskan bahwa Vicky sudah mengetahui rencana Grace sejak awal. Jadi sebelum masuk Vicky telah memakai baju anti peluru sehingga dia tidak terluka saat terkena tembakan. Selain itu Sofia juga menjelaskan
bahwa Vicky terkena penyakit acquired prosopagnosia akibat dari kekerasan yang Grace berikan dulu. Dia tidak bisa mengingat wajah orang, namun Vicky bisa mengingat wajah Sofia sebab dia memiliki foto dirinya. Vicky selalu membawa berbagai macam foto kemanapun dia pergi untuk mengingat wajah orang orang terdekatnya.
Penjelasan Sofia sungguh membuat hati Pak Kristiant dan Bu Maya semakin terasa nyeri. Mereka tidak menyangka
bahwa Vicky mengalami hidup sepahit ini. Mulai sekarang Pak Kristiant berjanji akan menjaga Vicky selama sisa hidupnya. Dia tidak akan pernah meninggalkan Vicky lagi.
__ADS_1