
Hari ini Alex telah siap dengan sapu dan alat pel, semua ini karena kemarahan Enzo yang terbakar api cemburu. Alex memutar memory otaknya kala Sofia sedang meledek ditengah kemarahan suaminya.
Ternyata sulit juga menghadapi kenakalan gadis itu, ternyata Sofia tidak selemah kelihatannya.
Flash back on
Enzo berjalan mendekati Alex dan mencengkeram kerah bajunya dengan kuat, saat itu juga Alex semakin gemetar tidak karuan. Siapa yang berani berhadapan dengan Enzo kalau sedang marah? Tatapannya saja
sudah membuat nyali lawan menciut.
“ Beraninya kamu berduaan dengan istriku disini “
Apa? Siapa juga yang berduaan dengan Sofia? Ya memang kita hanya berdua di ruangan ini tapi kami sedang melakukan negosiasi. Siapa yang bilang kami berduaan?
“ Enz kamu tidak akan memecat ku kan? “
kalau sampai Enzo memecatnya habis sudah masa depan Alex yang sudah disusun secara matang. Rencana untuk mencuri hati Leni dan menjadikannya istri hehehe.
“ Tentu saja tidak “
Jawaban Enzo membuat hati Alex merasa lega, ya walaupun tatapannya masih membuat orang gemetar.
“ Tapi kamu harus tetap menerima hukuman mu “
Ucapan Enzo barusan kembali membuat Alex semakin tegang, tapi apapun itu dia akan menerima dari pada dipecat nanti.
“ Besok kamu harus menyapu dan mengepel lantai paling bawah “
Glek, lantai paling bawah? tempat Leni bekerja?, habis sudah jiwa kegagahannya didepan Leni.
“ Tidak bisakah hukumannya dihapus? “
Memberanikan diri untuk bertanya meski dalam hati masih takut dengan Enzo yang masih menatapnya dengan marah. Enzo memang tidak pernah menyelesaikan masalah dengan jalan kekerasan. Tapi jika lawan tidak bisa diajak damai maka barulah dia bertindak dengan kekerasan. Dan Alex tahu betul seperti apa sikap Enzo bila menggunakan jalan itu, paling bagus pasti akan terkapar di rumah sakit.
“ Jika aku membiarkanmu hari ini pasti akan ada yang kedua dan ketiga, untuk itulah aku harus memberimu hukuman meski kamu sahabat terbaikku “
Akhirnya Alex menyerah dan menuruti kemauan Enzo dari pada panjang urusannya nanti. Apalagi Enzo marah karena cemburu sudah pasti apapun yang di katakan Alex akan selalu salah di mata Enzo.
Flash back off
__ADS_1
Leni tertawa renyah melihat Alex yang datang membawa sapu dan alat pel, kebetulan Leni baru saja tiba jadi dia berhenti tepat didekat Alex. Kemaren saat Sofia mengembalikan boneka beruang kecil miliknya, dia berkata akan menghukum Alex karena telah mengganggunya terus menerus. Dan sekarang terjawab sudah pertanyaan Leni tentang ucapan Sofia kemaren.
“ Tertawa di atas penderitaan orang itu tidak baik “
Menghembuskan nafas kasar menatap Leni yang masih terus menertawakannya. Meski malu tapi ada senangnya juga bisa melihat wajah manis pujaan hati saat tertawa. Biasanya Alex hanya bisa melihat wajah cemberut dan kesalnya saja.
“ Hukum karma buat Bapak yang selalu mengusik hidup saya, akhirnya ada balasannya juga “
Kembali tertawa dengan senang, akhirnya muncul juga hari dimana Leni bisa menertawakan Alex. Biasanya Alex yang selalu menertawakannya sebab Leni selalu saja jatuh dalam perangkap Alex.
Melihat Leni yang ingin pergi, dengan gerakan cepat Alex menarik tangan Leni lalu memasang borgol di pergelangan tangan kiri. Dan satu borgol lagi Alex pasang dipergelangan tangan kanannya sendiri. Leni terkejut dengan serangan dadakan yang Alex berikan, lebih terkejut lagi tangannya telah terborgol dengan tangan Alex.
“ Kenapa Bapak melakukan ini? “
Kalau sampai ada yang melihat habis sudah hidupnya kali ini, pasti gosip yang mulai mereda akan memanas lagi.
“ Biar aku punya teman untuk membersihkan tempat ini “
Alex sudah merencanakan semua ini sejak malam, bukankah dia sangat pintar? Merubah situasi yang menyebalkan jadi menyenangkan. Tentu saja menyenangkan sebab dia bisa berduaan dengan Leni sambil bersih bersih lantai. Mari kita beri penghargaan terpopuler laki laki paling modus kepada Alex.
“ Lebih baik Bapak segera lepaskan ini sebelum ada yang melihat “
“ Bantu aku membersihkan lantai ini dulu baru ku lepaskan “
Alex tersenyum melihat Leni yang memejamkan mata menahan gejolak emosi yang siap membara. Belum sempat Leni melontarkan kata umpatan banyak karyawan lainnya yang berhenti menatap mereka berdua.
“ Ciiieeee “
Sorak semua orang bersamaan.
“ Calon pengantin sampai pakai borgol segala biar tidak jauh jauhan “
salah satu karyawan perempuan meledek, di ikuti sorakan yang lainnya.
“ Kamu tidak tahu? Ini pengganti cincin pertunangan mereka “
Satu lagi ikut menimpali, dan suasana di lantai satu menjadi sangat heboh perihal Alex dan Leni.
" Antisipasi biar tidak di rebut orang nih ye "
__ADS_1
“ Wah so sweetnya “
Kembali bersorak secara bersamaan, dengan jahil mereka semua mengambil foto Leni dan Alex yang masih diam lalu mengirim di group kantor. Dalam hitungan menit nama mereka berdua kembali menjadi trending topik di kantor ini.
“ Apanya yang calon pengantin, pergi sana “
Leni mengusir semua orang yang masih mengerumuninya, tentu saja mereka tidak pergi begitu saja. Semua sorakan masih menghebohkan tempat itu sampai mereka semua hilang ditelan lift.
“ Bapak lihat kan,,, “
Ucapan Leni terhenti kala Enzo tiba tiba muncul dihadapan mereka berdua, sangat terlihat jelas guratan pertanyaan diwajahnya.
“ Aku baru tahu kalau kalian sepasang kekasih, aku do’akan kalian segera menikah “
setelah mengucapkan kata tersebut, Enzo pergi begitu saja membuat Leni semakin kesal dengan situasinya sekarang. Sangat berbeda dengan Alex yang sedari tadi menahan senyum.
Belum sempat Leni melontarkan kata datang lagi satu yang membuat mereka terkejut, sebab datangnya begitu tiba tiba seperti Enzo.
“ Wah romantisnya, aku tidak menyangka kalian sangat serasi seperti ini “
Bahkan tanpa dosa Sofia mengambil foto mereka baik keseluruhan, tangan yang diborgol saja dan kedua wajah mereka.
Sangat terlihat sekali yang satu sedang berbunga bunga dan yang satunya sedang bersungut kesal.
“ Baiklah aku tidak mangganggu lagi, bye bye “
Melambaikan tangan kanan pada dua orang yang tangannya diborgol, sedangkan tangan kiri mengacungkan jempol namun tidak diangkat yang mendapatkan balasan acungan jempol dari Alex namun tidak diangkat pula.
“ Dasar anak nakal kadang kawan kadang lawan “
Leni ngedumel melihat kepergian Sofia yang masih sesekali menoleh sambil melambaikan tangan, dengan senyuman meledek tentunya.
“ Sudah jangan hiraukan semua orang, lebih baik segera bantu aku bersihkan semua ini kalau kamu pengen cepat lepas. Tapi kalau kamu mau berlama lama denganku ya terserah “
Leni menoleh pada Alex sambil menghembuskan nafas kasar, sial bener hidupnya hari ini. Dengan terpaksa Leni menuruti kemauan Alex agar dia segera lepas dari borgol sialan itu. Pada akhirnya mereka berdua membersihkan lantai satu secara bersamaan. Dengan Leni bersungut kesal dan Alex tersenyum senang.
Jika seperti ini aku rela mendapatkan hukuman setiap hari, xixixixi. Alex.
Insya Allah besok kasih doubel up,,, hari ini Author kasih yang adem adem dulu.
__ADS_1
segera ramaikan yuk,, !!!