Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
57


__ADS_3

Enzo sengaja meliburkan seluruh karyawan selama seminggu, untuk menenangkan diri dengan situasi dadakan yang terjadi di Perusahaan waktu itu. Dan selama liburan Alex hanya bersantai di Apartemennya saja tanpa mau keluar. Alex juga sudah merindukan Leni, bagaimana kabar pujaan hatinya sekarang ya? Alex jadi penasaran tapi dia masih gengsi untuk sekedar mengirim pesan.


Terdengar ketukan pintu di Apartemen dengan keras membuat Alex penasaran dengan siapa yang datang. Seumur


hidup baru kali ini Alex kedatangan tamu sebab dirinya hanya punya satu teman saja yaitu Enzo. Awalnya Alex punya banyak teman tapi berhubung Enzo sangat pencemburu membuat Alex kehilangan semua temannya.


Jika mau reuni Alex harus mengajak Enzo, jika Enzo tidak mau maka dengan terpaksa Alex tidak akan datang.


Kecemburuan Enzo memang unik, dia cemburu pada orang orang yang berarti dalam hidupnya. Baik orang tua, sahabat apa lagi orang yang di cintai sudah pasti akan selalu di pantau non stop oleh Enzo.


Alex membuka pintu untuk melihat siapa yang datang, aneh bin ajaib kala Alex melihat tiga Wanita tengah berdiri


tepat di depan pintu Apartemennya. Sofia, Bu Elma dan Vicky mereka memakai pakaian yang sama. Kaos hitam, celana panjang jeans serta jaket jeans warna hitam juga. Dandanan mereka kini ala rocker sebab mereka memakai lipstick hijau tua dan kalung panjang berwarna putih dengan mata kalung berbentuk kepala tengkorak.


Tiga Wanita tersebut masuk begitu saja tanpa mau menunggu Alex mempersilahkan mereka masuk. Alex yang bingung dengan kehadiran mereka hanya mengekor penuh tanda tanya.


“ Aku akan membuatkan kalian minum, duduklah terlebih dahulu “


Alex hendak pergi ke dapur untuk membuat minum namun Bu Elma langsung menghentikan langkahnya.


“ Tidak perlu, duduklah kami ingin bicara sebentar “


Alex menuruti ucapan Bu Elma lalu duduk di sofa, namun baru saja dia duduk ketiga wanita itu langsung mengelilinginya. Dengan Bu Elma di sebelah kanan, Vicky di sebelah kiri dan Sofia berada di tengah. Ketiga Wanita itu berdiri sembari melepas kaca mata hitam milik mereka yang masih melekat di sana.


Sebenarnya ada apa ini? Kenapa rasanya aku akan di introgasi ya?.Alex


Alex merasa bingung dengan situasi saat ini, sederet pertanyaan mulai muncul di kepalanya.


“ Pak Alex pasti sudah tahu kan waktu itu kita pergi bukan karena liburan? “


Yah Alex sudah tahu semua fakta di balik perginya Bu Elma dan Sofia waktu itu, Alex tahu semua itu dari anak buahnya.


Flash back on

__ADS_1


Alex mengumpulkan seluruh anak buahnya yang berjumlah 25 orang, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi saat mereka pergi.


“ Sekarang jelaskan padaku semuanya tanpa ada yang kurang sedikitpun “


Pimpinan mereka yang tak lain adalah tangan kanan Alex menceritakan semua yang mereka lakukan saat pergi. Dia menjelaskan bagaimana mereka menyerang markas lawan dengan mudah, semua itu karena arahan dari Sofia


yang memberi perintah kapan harus maju, kapan harus mundur dan kapan mereka harus menyerang. Tentu saja Alex sangat terkejut dengan cerita tersebut, dia tidak mengira bahwa Sofia sehebat itu.


“ Lalu bagaimana dengan Vicky? Apa kalian tidak ikut menyelamatkannya? “


Alex penasaran juga bagaimana mereka menyelamatkan Vicky, mungkinkah mereka semua di bawa ke Spanyol oleh Sofia dan Bu Elma. Alex mulai menebak,


“ Mereka datang sudah bersama Vicky jadi kami tidak tahu “


Tangan kanan Alex menjelaskan bahwa mereka beserta pasukan Bu Elma menunggu di hotel dekat Bandara yang sudah di sewa Bu Elma. Mereka hanya sehari di sana setelah itu berangkat menuju lokasi.


Mungkinkah Sofia dan Mama Elma hanya berdua saja menyelamatkan Vicky? Tidak mungkin kan? Pasti mama punya pasukan di Spanyol. Alex


Alex Kembali mengintrogasi sebab mereka hanya butuh dua hari saja untuk menjalankan misi, sehari menyelamatkan Vicky dan sehari lagi menyerbu markas lawan. Lalu kemana mereka setelahnya? Sampai tidak ada satupun yang bisa dihubungi.


“ Kami ikut Nyona dan nona liburan, lumayan bisa liburan gratis plus dapat uang jajan juga “


Duar bagai di sambar petir hati Alex kala itu juga, di saat Alex sedang genting, sedang panik sedang kelimpungan mengurus masalah Perusahaan. Mereka semua malah enak enaknya liburan bersama, sungguh bawahan yang kurang di hajar. Untung Alex tidak memecat mereka semua sebab jika di pecat Alex pasti akan bingung mencari orang orang seperti mereka lagi. Sial


“ Benar benar ya kalian,,, “


Alex meninju angin tepat di depan semua orang untuk meluapkan gejolak amarahnya saat itu juga.


“ Ingat lain kali jangan sampai terulang lagi “


Alex memberi peringatan agar mereka tidak mengulangi hal yang membuat Alex tidak karuan lagi.


“ Baik Pak Alex, tapi kami tidak bisa janji jika itu menyangkut nyonya dan nona. Jika mereka marah bahkan Pak Alex juga tidak dapat melindungi kami “

__ADS_1


Duar, hati Alex bagai tersambar petir untuk yang kedua kalinya, pintar sekali dia berbicara. Baru sekali mereka ikut Bu Elma dan Sofia bahkan Alex sudah di duakan. Bila mereka sering ikut bisa jadi Alex di tinggalkan dong. Kenapa nasibnya selalu malang jika menyangkut keluarga Fernando? Tidak nasibnya selalu malang semenjak ada Sofia. Bukankah Alex yang selalu menerima akibat dari semua ulah Sofia?. Baik saat dia belum menikah dengan Enzo maupun sudah menikah. Semoga saja anak mereka nanti tidak seperti ayah dan ibunya. Tunggu, jika tidak seperti ayah dan ibunya lalu mirip siapa dong? Fikiran Alex mulai ngelantur tidak jelas. Hadeh


Flash back off


Kembali pada tiga wanita yang sedang mengintrogasi Alex, setelah Alex menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Sofia. Bu Elma dan Vicky langsung menodong pistol ke arah Alex tepat di depan kepala Alex.


“ Rahasiakan semua itu dari mas Enzo, jika sampai keceplosan “


Dor, suara tembakan menggema di ruangan tersebut membuat Alex memejamkan mata dengan cepat hingga gemetar. Aneh kenapa dia tidak merasakan sakit ? padahal kedua pistol tersebut mengarah tepat di kepalanya.


Alex membuka matanya dengan pelan untuk memastikan bahwa Apartemennya tidak berubah menjadi alam barzakh.


Betapa jengkelnya Alex bahwa pistol yang di pegang Bu Elma untuk menembak tadi malah mengeluarkan gelembung sabun bukan peluru. Dan suara dor tadi berasal dari handphone Sofia,


“ Apakah Pak Alex takut “


Alex mengernyit membalas ucapan Sofia, tentu saja takut sebab Alex kira itu adalah pistol sungguhan. Dan suaranya saja dor tapi siapa yang mengira bahwa yang keluar adalah gelembung sabun bukan peluru. Satu lagi,


baru kali ini Alex melihat pistol mainan yang rupanya mirip sekali dengan pistol sungguhan. Dari mana mereka membeli itu? Rasanya Alex ingin beli juga untuk menjahili Leni xixixi.


“ Pistol mama Elma memang palsu tapi milik Vicky jangan di kira palsu, berjanjilah untuk tutup mulut “


Sofia Kembali memperingatkan, sedangkan Alex sudah mulai tegang lagi kalau sampai Vicky lepas kendali habis sudah nyawanya kali ini.


“ Iya aku janji akan tutup mulut, segera singkirkan benda ini “


Alex menggeser pistol Vicky dengan telunjuknya, namun Vicky tidak goyah dan Kembali menodong pistol di kepala Alex.


Dor, Alex memejamkan mata untuk yang kedua kali dengan debaran jantung yang semakin meningkat dari yang tadi. Tubuhnya reflek gemetar tidak karuan, namun saat dia membuka mata ternyata milik Vicky juga sama seperti punya Bu Elma. Pistol itu mengeluarkan gelembung sabun bukan peluru dan suara itu masih berasala dari handphone Sofia.


Tiga wanita tersebut tertawa melihat reaksi Alex, setelah itu mereka pergi begitu saja. Sedangkan Alex terus menggerutu dan mengumpat dalam hati melihat tingkah aneh tiga wanita yang baru saja pergi.


Semoga mereka tidak pernah berkunjung lagi, ( Do’a Alex dalam hati )

__ADS_1


__ADS_2