Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
37


__ADS_3

Enzo telah tiba dirumah setelah tiga hari berada di Spanyol, menunggu jawaban dari Vicky membuatnya frustasi. Gadis itu terus diam membisu tanpa mau mengeluarkan sepatah kata apapun padanya. Untuk itulah Enzo memutuskan kembali ke Indonesia dan menyerahkan Vicky pada orang orangnya yang ada disana.


Enzo mengedarkan pandangan keseluruh rumah sembari masuk tapi dia tidak menemukan Sofia meski hanya batang hidungnya saja. Jika Bu Elma dia sudah diberi kabar kalau sedang melakukan spa tadi. Lalu bagaimana dengan istrinya? Kemana dia pergi?


Enzo memutuskan untuk segera ke kamar dan membersihkan diri agar lebih segar. Namun saat dia baru saja masuk terdengar suara Sofia yang tengah mengoceh diruang ganti. Kebetulan pintunya sedikit terbuka jadi Enzo bisa mengintip tanpa diketahui. Terlihat jelas bahwa Sofia sedang duduk didepan meja rias sambil mengeringkan rambutnya.


“ Kenapa mas Enzo tidak menghubungiku? “


Melirik Handphonenya sekilas lalu kembali menatap cermin sambil terus mengeringkan rambutnya.


“ Lupakan saja dari pada aku disuruh membersihkan aquarium lagi nanti “


Mematikan hairdryer dan meletakkan dimeja rias, menatap cermin dengan lekat seakan menamati wajahnya sendiri.


“ Apakah aku lebih jelek dari ikan? Kenapa mas Enzo tidak pernah perhatian padaku? Dia bahkan sangat perhatian pada ikannya “


Menghembuskan nafas kasar sedangkan wajahnya terlihat sangat frustasi.


“ Sungguh malang nasibmu Sofia yang hanya menjadi istri pajangan saja, mas Enzo bahkan tidak pernah menyentuhmu “


Menunjuk nunjuk wajahnya yang ada dicermin.


“ Serius aku bahkan belum pernah memeluknya secara hangat, sungguh derita istri yang tidak dianggap “


Enzo menahan tawa mendengar ocehan Sofia yang sudah mulai ngawur, dengan sengaja dia membuka pintu sambil menimbulkan suara membuat Sofia terlonjak dari duduknya. Tentu saja Sofia terkejut dengan kehadiran Enzo yang begitu tiba tiba. Jantungnya sudah mulai maraton tidak karuan melihat Enzo bagaikan melihat hantu saja.


Meski sudah berbulan bulan mereka tinggal bersama tapi Sofia masih gerogi jika berhadapan dengan Enzo, dan jantungnya tidak pernah bisa diajak kompromi sama sekali. Yah meskipun dia selalu usil dan jahil tapi jika Enzo menatapnya maka dengan sendirinya Sofia akan mendelik lalu pergi.


Kapan mas Enzo tiba? Dia tidak mendengar ocehanku kan?


“ Sayang tubuh mas ini sudah halal buat kamu jadi kapanpun kamu ingin memeluk mas lakukan saja, mas dengan senang hati memberikannya “


Merentangkan kedua tangan tanda bahwa siap untuk dipeluk saat itu juga.

__ADS_1


Apa? Jadi dia mendengar semuanya? Mampus kamu Sofia, Mulai ngedumel dalam hati.


“ Mas apa yang kamu bicarakan? Aku tidak mengerti “


Mencari alasan untuk menyelamatkan diri meskipun dia sudah tertangkap basah bila tanpa bukti lain cerita kan?.


Enzo mengambil handphone dari dalam kantong celana lalu melakukan pencarian disana, entah apa yang dia lakukan Sofia jadi penasaran juga.


“ Sungguh malang nasibmu Sofia yang hanya menjadi istri pajangan saja, mas Enzo bahkan tidak pernah menyentuhmu “


“ Serius aku bahkan belum pernah memeluknya secara hangat,  sungguh derita istri yang tidak dianggap “


Mata Sofia membulat kala mendengar ucapannya yang telah direkam oleh Enzo. Jika dia bisa merekam ucapannya itu berarti Enzo telah tiba dari tadi. Tapi kenapa Sofia tidak menyadari sama sekali dengan kehadirannya.


Apa dia kurang kerjaan sampai merekamku segala? Aku kan jadi malu


“ Kenapa diam saja? Mas sudah memberimu kesempatan loh “


“ Yakin tidak mau? Nanti kamu menyesal bila tidak menggunakan kesempatan dengan baik “


Masih pada posisinya sambil terus menggoda, tapi yang digoda malah merasa seluruh badannya kaku bagaikan patung. Wajah Sofia sudah merah seperti tomat, jantungnya? Sudah sejak tadi maraton, nyalinya? Jangan


ditanya lagi. Bahkan Sofia tidak berani menatap Enzo sama sekali, dia hanya berani jahil bila Enzo mengabaikannya seperti saat dikantor. Tapi jika Enzo serius mengajaknya bicara apalagi sampai menatapnya maka jangan tanya kemana keberanian Sofia pergi?.


Melihat Sofia yang masih diam ditempat membuat Enzo inisiatif mendekat, namun belum sempat Enzo berhenti Sofia lebih dahulu lari meninggalkannya. Melihat sikap Sofia yang masih tersipu malu bila berhadapan dengannya, membuat Enzo semakin gemas dan ingin selalu menjahilinya. Sesuai dugaan bahwa keberanian Sofia hanya sebesar biji jagung saja. Untuk itulah Enzo selalu membiarkan Sofia berbuat onar dikantor dengan alasan agar dia bisa bertemu dengan istri tercinta. Tidakkah tindakan Enzo terlalu naif?


Dia terlihat cuek dan dingin pada ke onaran Sofia di kantor. Tapi sebenarnya dia selalu memperhatikan istrinya itu walau sekecil apapun.


Enzo pergi kekamar mandi untuk berendam dengan air hangat, dia ingin merilexkan tubuhnya yang terasa lelah. Bayangan Vicky masih terlintas dalam memory otaknya, seperti ada sesuatu yang hilang dalam ingatan


masa lalu. Tapi Enzo tidak tahu itu apa? Enzo sudah menyuruh Alex untuk menyelidiki data pribadi tentang Vicky. Mungkin dia bisa mengetahui sesuatu yang janggal dalam ingatannya jika semua data dari Vicky telah diterima.


Sedangkan itu dilantai bawah Sofia terengah engah mengatur nafasnya yang tidak beraturan, malu campur kesal itulah yang dirasakan. Sofia menghidupkan handphonenya lalu melakukan panggilan telefon, dia ingin ikut Bu Elma saja dari pada kena jahilan Enzo dirumah. Setelah melakukan panggilan telefon Sofia bergegas mengambil tas dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pergi. Sofia melakukan dengan kilat sebelum Enzo keluar dari kamar mandi, bahkan dia sampai berlari sana sini mengambil apa yang akan dibawa. Setelah semua siap Sofia bergegas melajukan mobilnya membelah jalanan yang ramai.

__ADS_1


Sementara itu di sebuah Bandara seorang gadis cantik berambut ikal baru saja turun dari pesawat. Dialah Grace yang telah mendapatkan kembali setatusnya sebagai adik angkat Enzo. Meskipun belum berhasil meraih hati Enzo setidaknya dia telah berhasil kembali disisi sang pujaan hati. Hanya tinggal satu langkah lagi maka Grace akan membuat Enzo bertekuk lutut dan meninggalkan Sofia dengan sendirinya. Apapun akan Grace lakukan untuk membuat Enzo berada disisinya meski lelaki itu tidak bisa menerima cintanya.


Flash back on


Masih di rumah Vicky kala Enzo telah keluar dari ruang pengintrogasian yang tak lain adalah kamar Vicky. .


Tempat itu digunakan Vicky untuk melakukan penyerangan pada Enzo, terbukti kala Enzo mengecek kompuer dan laptop milik Vicky terdapat sistem yang mengarah pada akun Enzo. Tapi yang membuat Enzo sedikit janggal adalah Vicky tidak benar menyerang akunnya secara serius. Dia lebih kepertahanan kala Enzo menyerang dan mulai maju kala Enzo sedikit mengendur. Hanya saja kemampuan Vicky memang Enzo akui sudah luar biasa sebab dia tidak bisa membobol komputer Vicky sama sekali. Mungkin tanpa bantuan Grace dia tidak akan pernah tahu siapa penyerangnya sampai kapanpun.


“ Terima kasih sudah membantuku “  Menghentikan langkah kala Grace mendekat.


“ Sudah seharusnya “ membalas dengan tersenyum seperti biasanya.


“ Bagaimana kamu bisa tahu kalau Vicky yang telah menyerangku? “ Enzo penasaran juga akhirnya.


“ Dia saudara tiriku tentu saja aku tahu “ Enzo baru tahu kalau ternyata Grace punya saudara tiri tapi kenapa dia tidak pernah melihat keberadaan Vicky dirumahnya? Apa Vicky tidak pernah pulang ke Eropa? Dan kenapa Vicky memilih hidup sendiri sedangkan dia masih punya keluarga?. Sederet pertanyaan muncul dikepala Enzo.


“ Baiklah karena kamu sudah membantuku, aku akan memberimu hadiah katakan apa yang kamu inginkan? Akan aku kabulkan “


Sampai lupa kalau dihadapannya masih ada Grace karena terlalu banyak berfikir tentang Vicky.


“ Tolong terima aku sebagai adikmu lagi, aku tahu aku salah tapi aku tidak akan mengulanginya lagi, dan aku janji tidak akan melanggar batasan “ mengangkat tangan kanan sebagai tanda sumpah dan janjinya.


Enzo tersenyum mendengar ucapan Grace.


“ Baik, kembalilah seperti dulu lagi aku sudah mengizinkannya “


Setelah itu Enzo pergi meninggalkan rumah Vicky sedangkan Grace masih disana sebab dia ingin menemui Vicky terlebih dahulu sebelum pergi.


Flash Back off


temanya masih panas panas panas ya,,, tapi tadi sedikit diademin kog sama Sofia dan Enzo biar tidak kepanasan buat yang baca hihihi


segera ramaikan yuk biar makin semangat terus Authornya buat update

__ADS_1


__ADS_2