Gadis Hacker Milik Ceo

Gadis Hacker Milik Ceo
44


__ADS_3

Sofia berlari menghampiri Enzo yang baru saja masuk kedalam kamar, dia juga membawakan tas kerja milik Enzo. melihat hal tersebut tentu saja Enzo curiga, sepertinya ada sesuatu yang di inginkan oleh istrinya.


“ Mas aku mau ikut Mami berlibur boleh “


Menggelayut di lengan Enzo seperti anak kucing yang mencari perhatian pada emaknya.


“ Kapan? “


Bu Elma tidak pernah membicarakan soal liburan tapi kenapa tiba tiba mereka akan berlibur. Dan lagi dia harus


diduakan, tidak bisakah dua makhluk itu mengerti bahwa dirinya sudah sangat cemburu. Sebab setiap hari sudah diduakan, nah sekarang mau diduakan tanpa disisakan sedikitpun.


“ Besok “


Enzo terkejut mendengar ucapan Sofia barusan, bukankah ini terlalu mendadak? .


“ Sayang kenapa mendadak sekali ? mas bahkan tidak diberi tahu sebelumnya “


mulai protes dengan kabar dadakan yang pasti tidak ada persiapan untuk merelakan kepergian istri tercinta. Enzo sangat tidak rela kalau ditinggal sendiri dirumah, terlebih dia tidak akan bertemu Sofia besok. Enzo lebih suka


melihat Sofia berbuat onar di kantor dari pada harus ditinggal pergi, yah meskipun itu hanya liburan tapi tetap saja kan dia tidak ikut.


“ Boleh lah mas, aku ingin merasakan kasih sayang seorang ibu yang hanya memperhatikanku saja. Tidak lama kog paling Cuma satu minggu “


Apa? Satu minggu? Hanya sehari saja Enzo belum tentu kuat, lah ini malah satu minggu.


“ Tapi kenapa harus mendadak begini sih sayang? “


Enzo mencoba untuk melakukan negosiasi agar mereka tidak pergi mendadak, sebab Enzo masih belum rela jika Sofia jauh darinya.


“ Mas kan tahu aku sudah tidak punya ibu, makannya aku mau merasakan kasih sayang dari mami yang seutuhnya hanya untukku. Kalau di rumah kan aku harus berebut dengan mas Enzo “


Wajah dibuat cemberut, sedikit di beri bumbu marah untuk meluluhkan hati sang suami.

__ADS_1


Berebut? Padahal selama ini kamu yang selalu menguasai Mama, aku bahkan berubah jadi anak tiri setelah ada kamu.


Melihat wajah cemberut Sofia membuat Enzo luluh juga, dia juga teringat akan menaikkan level manjanya Sofia. Jadi Enzo harus menerima segala konsekuensinya.


“ Baiklah tapi patuhi semua peraturan dari mas, kamu ingat kan ? “


“ Tentu saja, tidak boleh melirik apa lagi berbicara dengan lelaki lain, jaga jarak dan jangan sampai ada lelaki yang


menyentuh meski itu tidak disengaja, segera berteriak minta tolong jika ada yang membahayakan dan bila ada lelaki asing yang mengajak kenalan atau berjabat tangan segera pukul orang itu dengan segala alat yang ada sampai pingsan “


Sofia menyebutkan semua peraturan Enzo yang sudah hafal di luar kepala, sedangkan Enzo tersenyum puas melihat Sofia menyebutkan semua itu dengan fasih.


“ Mas akan mempersiapkan segala kebutuhan kamu untuk berlibur “


Melepaskan jas kerja lalu diserahkan pada Sofia, padahal tubuhnya sudah mulai lemas sebab dia tidak akan bertemu dengan istri tercinta selama seminggu. Terlebih lagi dalam seminggu kedepan Enzo sudah mengatur jadwal rutinan setiap akhir bulan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui perkembangan dari setiap anak cabang mereka.


“ Mas tenang saja, semua sudah aku persiapkan. Besok tinggal berangkat saja “


Enzo sedikit kecewa mendengar jawaban Sofia, padahal dia bermaksud memberikan pelayanan VIP pada Sofia. Karena tidak ada yang bisa dilakukan Enzo hanya mengajak Sofia tidur agar dia tidak kesiangan untuk pemberangkatan besok.


Pagi ini Enzo, Sofia dan Bu Elma telah tiba di Bandara dengan wajah cemberut semua. Wajah cemberut Enzo disebabkan oleh Sofia dan Bu Elma yang pergi berlibur tanpa dirinya. Wajah cemberut Sofia disebabkan oleh Enzo yang menyuruhnya untuk mengucapkan peraturan sampai diulang ulang. Sedangkan wajah cemberut Bu Elma disebabkan oleh kegaduhan dua anak muda yang terus beradu mulut disepanjang perjalanan. Bahkan Enzo sampai


menghentikan mobilnya berkali kali bila Sofia tidak mau menurut.


“ Sayang,,, “


Ucapan Enzo terhenti kala Sofia menutup mulutnya dengan tangan, bahkan tatapannya terlihat kesal.


“ Mas sudah ya, aku sudah mengucapkannya berulang kali dan aku tidak mungkin melanggarnya. Jadi tenangkan diri dan segera pulang “


Setelah mengucapkan sebuah kalimat yang agak panjang, Sofia bergegas masuk kedalam pesawat sebelum Enzo kumat lagi.


“ Sayang,, “

__ADS_1


Enzo sedikit berteriak namun ucapannya terhenti lagi sebab Bu Elma menyumpal mulutnya dengan sebuah roti.


“ Sudahlah Enz, kami hanya berlibur satu minggu saja. Kenapa rewel banget sih kamu “


Bu Elma segera pergi mengikuti Sofia masuk kedalam pesawat.


“ Padahal aku hanya ingin dipeluk sebelum dia pergi “


Enzo memakan roti dari Bu Elma tadi dengan mengunyah kasar, lebih baik dia segera pergi dari tempat ini sebelum level cemburunya tidak bisa diatasi. Sementara Bu Elma dan Sofia mulai berangkat perang dengan alasan berlibur, ditempat lain Grace sedang mengumpat kesal dengan orang suruhannya yang gagal menyadap Sofia.


“ Bukankah kamu lebih hebat dari Vicky? Dia saja bisa menyerang Sofia. Sedangkan kamu bahkan tidak bisa menyentuhnya sedikitpun? “


Grace sangat marah dengan Roy orang suruhannya, Roy adalah hacker yang terkenal sebagai bandit. Dia bahkan bisa mencuri segala informasi lawan dengan mudah, dan siapapun yang berhadapan dengannya sudah pasti hidupnya tidak mungkin tertolong lagi. Roy sukses menjadi hacker karena dua alat milik Aditya yang telah di jambretnya dulu. Saat itu tanpa sengaja Roy melihat Bu Elma keluar dari mobil Lucas Aditya. Awalnya Roy hanya menebak bahwa itu adalah anak Lucas Aditya, namun Roy ingin membuktikan bahwa tebakannya itu tidak salah. Jika memang dia keturunan Aditya sudah pasti anak itu membawa salah satu alat hacker milik keluarga Aditya sebagai perlindungan bila ada hal mendesak. Untuk itulah Roy menjambret Bu Elma saat usianya baru dua puluh tahun.


“ Aku juga baru kali ini bertemu lawan yang sangat hebat, bahkan komputerku langsung mati total tanpa ada data yang tersisa sedikitpun disana “


Roy mencoba menjelaskan bahwa lawan Grace bukanlah orang sembarangan, Roy juga mengingatkan Grace untuk berhenti sebab dia sudah pasti hancur jika diteruskan. Namun Grace tetap pada pendiriannya.


Dia sudah sampai sejauh ini, dan rencananya sudah hampir sempurna. Jika dia tidak bisa menyentuh Sofia maka dia akan melalu jalan lain yaitu Enzo.


“ Singkirkan dia “


Kelima bodyguard Grace membungkukkan badan lalu menyekap Roy dan membawanya pergi dari ruangan tersebut.


“ Dasar gadis sialan, aku sudah membantumu tapi kenapa kau melakukan ini padaku “


Roy berusaha untuk memberontak, namun tenaganya kalah jauh dari lima orang berbadan besar yang telah menyekapnya.


“ Karena kamu sudah tidak berguna, aku selalu membuang apapun yang sudah tidak berguna “


Grace mengibaskan tangannya sebagai tanda agar Roy segera pergi dari ruangan itu, Grace tersenyum mendengar teriakan dan umpatan yang Roy lontarkan.


“ Jika Sofia sudah tahu alat itu maka aku harus mengambil langkah cepat sebelum dia menjatuhkanku “

__ADS_1


Grace segera membuka laptopnya, dia melakukan panggilan pada seluruh orangnya yang berada di setiap anak cabang. Grace menyuruh mereka untuk segera pergi dan menyembunyikan diri ke markas, sebelum ada perintah mereka dilarang memperlihatkan batang hidungnya bila tidak ingin menerima konsekuensinya.


Setelah itu Grace bergegas untuk berangkat ke Perusahaan Pusat sebab hari ini akan ada rapat akhir bulan. Dia ingin melihat keterkejutan Enzo dengan mata kepalanya sendiri, yah keterkejutan atas kebangkrutan dari semua perusahaannya.


__ADS_2