
Enzo melajukan mobilnya menuju kampus tempat dimana Sofia kuliah malam, dia sudah berjanji akan mengantar jemput Sofia saat kuliah. Bukan Sofia yang meminta tapi dia sendiri yang khawatir kalau Sofia
harus pergi dan pulang senddiri apalagi dimalam hari. Setelah menempuh perjalanan 30 menit dari kantor menuju kampus tibalah Enzo di tempat tujuan. Dari pintu gerbang saat Enzo akan masuk terlihat Sofia tengah berbincang dengan seorang lelaki dengan riang. Bahkan mereka sampai berjabat tangan. Enzo membunyikan klakson dengan kencang kala mobilnya telah berhenti didekat Sofia dan lelaki didepannya. Semua orang yang ada disana terkejut dengan tindakan Enzo barusan apalagi Sofia yang hanya satu meter dari tempat mobil Enzo berhenti.
Enzo keluar menghampiri Sofia yang masih terlihat bingung melihat kehadirannya, yah Sofia bukan bingung dengan kehadiran Enzo tapi dia bingung dengan wajah marah Enzo. Mungkinkah sesuatu tengah terjadi
dikantor sehingga membuat suaminya marah? Itulah yang ada difikiran Sofia.
“ Sayang siapa dia? “
Melingkarkan lengan dipinggang Sofia seperti memberi tanda bahwa Sofia hanya miliknya seorang. Tapi lelaki didepannya malah terlihat senang melihat kehadiran Enzo, seperti fans berat bila diartikan dari raut wajahnya.
“ Dia Farhan teman sekelasku “
Sofia sengaja tidak memperkenalkan Enzo sebab tanpa dikenalkan semua orang juga sudah mengenalnya. Dan semua orang dikampus ini juga sudah tahu bahwa dirinya menikah dengan Enzo.
“ Farhan saya ingatkan kamu untuk menjaga tanganmu dengan baik, kalian ini bukan mukhrim jadi jangan asal menyentuh perempuan “
Apa apaan ini?
Sofia terkejut dengan ucapan Enzo barusan, dia sungguh pintar menasehati orang. Tidakkah Enzo ingat dulu saat mencium Sofia secara paksa didepan umum. Seenaknya menjadikan Sofia calon istri didepan client?. Dan satu lagi yang lebih fatal adalah menculik Sofia dan mengurungnya di Apartemen selama satu bulan. Tidakkah Enzo ingat semua itu? dia bahkan menasehati orang untuk menjaga sikap tapi dia sendiri malah seenak jidat.
Apakah itu masuk akal? Sofia tidak habis fikir dengan suaminya itu.
Sedangkan Farhan mulai gemetar mendengar ucapan Enzo barusan, sepertinya dia telah melakukan kesalahan besar barusan. Dia lupa kalau Sofia adalah istri dari Enzo Fernando seorang pengusaha besar yang
ditakuti dalam dunia bisnis. Apalagi dengan dirinya yang tidak punya bisnis sama sekali?
“ Maafkan saya Pak Enzo, saya salah “
Semakin gemetar tanpa berani melihat Enzo sama sekali, auranya saja sudah menakutkan apalagi tatapannya? Farhan jadi merinding sendiri memikirkan tatapan lelaki didepannya.
“ Beri saya buku “
__ADS_1
Meski tidak tahu apa yang akan dilakukan Farhan menurut saja demi menyelamatkan diri. Farhan mengambil satu buku dari dalam tas lalu menyerahkan pada Enzo. Sofia juga bingung apa yang akan dilakukan Enzo
dengan buku itu. Enzo kembali ke mobil seperti mencari sesuatu disana, setelah mendapatkan apa yang di cari barulah dia keluar. Dari buku yang baru saja dia terima, Enzo mengambil enam lembar kertas kosong disana. Setelah itu dia serahkan kembali buku itu pada pemiliknya.
Sofia dan Farhan bingung denga tindakan yang sedang dilakukan Enzo, terlihat Enzo tengah menulis di lembaran kertas kosong tadi. Setelah selesai Enzo menghampiri Farhan dan Sofia dengan membawa kertas
yang sudah berisi tulisan.
“ Karena kamu sudah lancang menyentuh istri saya maka kamu harus menerima hukumannya “
Farhan semakin gemetar mendengar ucapan Enzo barusan, mungkinkah hidupnya akan berakhir sampai disini?.
“ Mas tolong jangan seperti itu, kami hanya teman saja “
Sofia baru ingat pesan dari Bu Elma bahwa Enzo adalah orang yang mudah cemburu dalam hal apapun. Dia tidak pernah mau diduakan dari siapapun baik orang tua, sahabat apalagi orang yang dicintai. Dan sekarang
Sofia tengah melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa kecemburuan suaminya. Tapi begitu Enzo menatapnya dengan tajam, Sofia langsung bungkam tanpa berani komentar lagi.
“ Mendekatlah “
“ Aku tidak mau mengulangi ucapanku “
Sofia jadi panik kalau sampai Enzo melakukan hal yang diluar nalar, tapi mau bagaimana lagi? Nyali Sofia bahkan menciut kala Enzo menatapnya dengan tajam tadi. Dengan ragu Farhan mendekat kearah Enzo dari
pada berakibat lebih fatal nanti. Setelah Farhan berdiri tepat didepan Enzo, dengan sigap Enzo menempelkan kertas yang sudah ditulisnya tadi dengan selotip. Bagian dahi, punggung, dada, lengan kanan dan kiri serta perut semua tempat itu Enzo tempeli sebuah kertas bertuliskan SOFIA CALISTA ADALAH ISTRI ENZO FERNANDO.
“ Agar kamu tidak lupa kalau Sofia adalah istriku jadi pakai itu sampai rumah, dan simpan itu sebagai kenangan. Jangan dibuang “
Ucapan Enzo terdengar serius tapi kenapa Sofia malah ingin tertawa ya? Manis sekali lihat tingkah cemburunya Enzo. Sangat berbeda dengan Farhan yang semakin gemetar saja melihat level cemburu Enzo.
“ Tapi kalau muka saya tertutup begini bagaimana saya bisa jalan dan menyetir Pak? “
Meski takut tapi bertanya juga berharap ada keringanan dengan hukuman yang diterima.
__ADS_1
“ Terserah yang penting tidak kamu lepas “
Farhan jadi gelagapan sendiri mendengar jawaban Enzo, tanpa menunggu lagi Farhan pamit pada Sofia dan Enzo untuk pulang. Farhan menyebul kertas yang menutupi wajahnya agar dia bisa melihat jalan depan. Tentu saja Farhan harus hati-hati agar tidak menabrak atau terjatuh, semua orang yang melihat tingkah laku Farhan hanya bisa menahan tawa. Kalau sampai mereka tertawa bisa jadi merekalah yang kena impasnya. Begitu juga dengan Sofia yang melihat jalan Farhan sudah seperti robot saja, ditambah lagi mulutnya terus
menyebul kertas yang menutupi wajahnya membuat Sofia ingin tertawa. Tapi mau bagaimanapun Sofia tetap menahan tawanya sebab dia kasihan juga dengan Farhan yang harus menerima hukuman atas kecemburuan Enzo.
Setelah kepergian Farhan kedua pasangan itu masuk kedalam mobil, baru hari pertama masuk kampus saja sudah merepotkan apalagi dengan selanjutnya?. Sofia sudah bisa membayangkan seperti apa repotnya nanti
sebab kecemburuan Enzo sudah pasti tidak bisa disepasi.
“ Kenapa tidak jalan mas? “
Sofia bingung melihat Enzo yang masih diam saja tanpa mau menghidupkan mobilnya, apakah dia masih marah? Begitulah yang ada difikiran Sofia. Lima menit kemudian farhan kembali muncul dengan membawa
sepedanya. Kedua kaki sengaja menapak bumi dengan mulut yang masih terus menyebul kertas yang menutupi wajahnya.
Apa mas Enzo ingin memastikan bahwa Farhan tidak melepas kertasnya?
Enzo menghentikan Farhan kala dia sampai didekat mobil, Sofia jadi penasaran apalagi yang akan dilakukan suaminya kali ini?.
“ Lepaskan kertas yang menutupi wajahmu dan tempelkan itu di helm belakang, ingat jangan dibuang “
Meski terdengar mengancam tapi Sofia malah ingin tertawa dengan tingkah suaminya itu, jika seperti ini rasanya Sofia ingin menjahili Enzo terus dengan membuat dia cemburu.
“ Baik Pak, terima kasih sebelumnya “
Farhan segera melepaskan kertas yang menutupi wajahnya lalu menempelkan di helm belakang seperti yang dikatakan Enzo. Setelah itu dia pergi dari hadapan Enzo sebelum ada hukuman yang kedua.
Pendukung Sofia mana suaranya? yuk kita dukung Sofia dengan cara meramaikan karya ini.
Beberapa epsd mendatang Sofia bakal membongkar segala kedok kejahatan dalam novel ini.
Loh kog Sofia tor? kenapa bukan Enzo? dia kan laki laki?
__ADS_1
sebab dari judulnya saja Gadis Hacker ya, jadi sudah pasti tokoh penting dalam cerita ini pasti perempuan, dan juga di sinopsis depan Author sudah menjelaskan bahwa Sofia lah yang membasmi kejahatan serta menyelamatkan Perusahaan Enzo dari ambang kebangkrutan,,,,
jadi ikuti terus setiap episodenya, jangan sampai ketinggalan !!!!