
Mentari pagi sudah mulai bersinar cerah menyambut penduduk bumi yang mulai di sibukkan dengan aktivitas mereka. Namun tidak bagi satu makhluk yang masih berbaring lemas di atas ranjang tanpa mau beranjak dari
tempatnya. Semenjak subuh tadi Sofia kembali merebahkan tubuhnya yang terasa remuk. Bagaimana tidak? Semalaman dia terus terjaga karena Enzo yang tidak ada habisnya melakukan malam pertama.
Handphone Sofia terus berdering tanda ada yang menelfonnya, meski malas Sofia penasaran juga dengan siapa yang menelfon. Terlihat jelas nama Enzo muncul di sana membuat Sofia di liputi tanda tanya.
Memang mas Enzo pergi kemana? Sepagi ini sudah menelfonku?
Sofia jadi penasaran juga sebab dia tidak tahu kalau Enzo pergi, sejak subuh tadi Sofia memang tidak memperhatikan gerak gerik suaminya.
“ Vicky? “
Sofia terkejut saat mengangkat panggilan video dari Enzo namun yang muncul adalah gambar Vicky. Apakah terjadi sesuatu dengan suaminya sampai Vicky yang menelfon? Sebuah pertanyaan muncul di kepala Sofia.
“ Hai puteri tidur lihat aku sedang sama siapa? “
Vicky menggerakkan handphone untuk menunjukkan suasana di sekelilingnya, terlihat jelas bahwa Enzo sedang sarapan di sana. Namun Vicky hanya menunjukkan punggung Enzo yang sedang makan saja tanpa memperlihatkan wajah suaminya.
“ Aku pinjam suamimu sebentar, tidak aku akan meminjam sangat lama jika tidak kamu ambil. Bisa jadi aku tidak akan mengembalikannya bye bye “
Sofia yang awalnya sedang lunglai mendadak berenergi melihat Enzo tengah berdua dengan Vicky. Dengan Gerakan cepat Sofia berdandan lalu segera menuju lokasi, di lihat dari panggilan video yang ditunjukkan Vicky. Tempat itu berada di rumah yang di hadiahkan Enzo dulu saat mereka menikah.
Aku saja belum pernah menempati rumah itu tapi mas Enzo sudah membawa Vicky kesana? Awas kamu mas.
Sofia melajukan mobilnya dengan kencang menuju lokasi, dia sangat marah kali ini sebab suaminya tengah di curi sahabatnya sendiri. Berbagai umpatan Sofia lontarkan tanpa henti, dia ingin segera menemui Vicky dan meluapkan segala emosi.
Setibanya di lokasi Sofia segera memarkirkan mobilnya di luar sebab pintu gerbang tertutup dan tidak ada orang yang berjaga di sana. Dengan Langkah lebar Sofia memasuki pekarangan untuk mencari keberadaan suaminya. Mata Sofia semakin membulat kala melihat punggung Enzo dan Vicky yang tengah fokus menata sesuatu.
Sofia segera berlari menghampiri mereka, namun baru beberapa langkah Sofia di kagetkan dengan bunyi petasan yang ramai. Orang orang muncul sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepadanya. Bu Elma, Alex, Leni
dan seluruh teman kuliah Sofia hadir di sana. Begitu juga dengan Enzo dan Vicky yang membalikkan badan sambil membawa kue ulang tahun. Sofia bahkan tidak ingat bahwa ini adalah hari ulang tahunnya.
Sofia meneteskan air mata kala dia sadar bahwa Vicky hanya mengerjainya saja tadi. Dia sengaja memancing Sofia untuk memberikan surprise. Dan ternyata misi berhasil kala Vicky melihat Sofia yang mulai meneteskan air mata, sepertinya Sofia sudah terkena penyakit bucin.
“ Sayang berdo’alah terlebih dahulu sebelum meniup lilin “
Enzo mendekatkan kue ulang tahun yang di bawanya untuk di tiup oleh Sofia. Semua orang mulai mengheningkan cipta menunggu Sofia tiup lilin.
__ADS_1
“ Aku ingin selamanya bersama mas Enzo sampai maut memisahkan, jangan ada pelakor dalam hubunga kami “
Sofia mengucapkan dengan keras hingga semua yang ada di sana bisa mendengar dengan jelas. Hal tersebut di sambut gelak tawa dari semua orang yang hadir di sana. Dari sekian banyak orang Enzolah yang paling bahagia mendengar kalimat tersebut.
“ Bodoh seharusnya kamu mengucapkan hal itu di dalam hati “
Vicky mendorong kening Sofia dengan jari telunjuknya membuat gadis itu mundur beberapa langkah. Sofia segera meniup lilin ulang tahunnya, setelah semua lilin itu padam semua orang langsung memberikan tepuk tangan yang meriah.
Acara di lanjutkan di halaman belakang yang sudah di sulap menjadi tempat pesta. Berbagai hidangan dan hiburan di suguhkan di sana. Sofia terus menggelayut di lengan Enzo sambil menikmati pesta tanpa mau melepaskan lengan suaminya sama sekali.
“ Vicky kamu pintar sekali berakting, kenapa tidak jadi artis saja ? “
Vicky memang pandai bersandiwara, pertama dia berhasil membuat Enzo dan Alex mengira bahwa dia orang jahat. Dan sekarang dia mampu membuat Sofia mengira bahwa dirinya seorang pelakor. Mari berikan penghargaan artis paling nge top buat Vicky atas segala acting yang di buatnya.
“ Dasar mata jelalatan, dulu Grace sekarang Vicky “
Leni menimpali ucapan Alex terlebih dahulu sebelum Vicky menjawab, dengan muka masam Leni pergi meninggalkan tempat itu. Alex yang melihat sikap Leni segera menyusul dengan tersenyum. Sepertinya kuncup bunga sudah mulai mekar dalam hati Leni.
“ Mataku biasa saja, kamu saja yang jealous. Iya kan? “ Alex.
“ Ge er “ Leni.
“ Tidak “ Leni.
“ Mengaku saja “ Alex.
“ Tidak “ Leni.
Alex dan Leni mulai menjauh dari pandangan semua orang dengan terus bertengkar. Alex terus menggoda Leni untuk mengakui perasaannya. Sedangkan Leni terus mengelak tidak mau mengaku.
“ Belum lama aku tinggal di sini kenapa sudah menjadi pelakor ya? Bahkan tidak tanggung langsung dua sekaligus “
Semua orang tertawa mendengar celotehan Vicky.
“ Makannya cari cowok sana “
Vicky mengernyit mendengar ucapan Sofia barusan, gadis itu jadi sering menggodanya sekarang. Padahal dulu Vicky yang selalu menggoda Sofia sebab dia sangat polos dan pemalu. Tapi sekarang sikapnya sudah berubah
__ADS_1
180 derajat. Entah apa yang di ajarkan Enzo sampai kepribadian sahabatnya itu berubah 100%.
“ Oh iya mas setelah ini kita harus cari handphone baru buat mas “
Bukankah handphone Enzo tidak bermasalah? Kenapa mendadak cari handphone? Itulah yang ada di fikiran Bu Elma, Enzo dan Vicky.
“ Untuk apa sayang? Handphone mas baik baik saja “
Sofia menarik nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar sebelum akhirnya menjawab.
“ Mas ini sudah di pegang oleh Vicky tadi, aku tidak mau ya kalau ada bekas tangan wanita lain di sini “
Vicky menganga mendengar alasan Sofia yang tidak masuk akal. Itu baru handphone loh yang di pegang bukan Enzo. Kalau tadi Vicky sampai menyentuh Enzo bakal seperti apa jadinya? Vicky tidak habis fikir dengan sikap Sofia yang sekarang.
Bu Elma menahan tawa melihat reaksi menantunya, sepertinya virus cemburu milik Enzo telah menular ke Sofia. Sedangkan Enzo malah tersenyum bahagia berkali kali lipat mendengar ucapan istrinya barusan. Sekarang dia sudah tahu seberapa besar cinta Sofia kepadanya.
“ Baiklah bagaimana kalau kita pergi sekarang “
Enzo sudah mulai bosan di tempat itu, dia hanya ingin berduaan saja dengan istrinya.
“ Tunggu sebentar,, “
Sofia melepaskan Enzo lalu mengambil hand sanitizer dari dalam tasnya, dengan cepat dia menyemproti Vicky dengan itu. Tentu saja tindakan Sofia membuat semua orang jadi bingung.
“ Jangan lupa mandi tujuh kali agar aroma mas Enzo tidak melekat di tubuhmu, ini peringatan ya Vicky meski kita sahabat tapi aku tidak membiarkan kamu mendekati suamiku “
Haaaa? Apakah dia Sofia?
Vicky seakan tidak percaya kalau orang yang berdiri di hadapannya ini adalah Sofia. Hanya memegang handphone saja rasanya seperti Vicky sudah melakukan sesuatu terhadap Enzo. Apakah itu masuk akal? Bahkan Sofia jadi sebelas dua belas dengan Enzo, Bucin abis.
“ Mas nanti kamu juga harus mandi tujuh kali ya, kan mas Enzo sudah pegang handphone juga. Aku tidak mau ada aroma Vicky di tubuh mas “
Sofia terus mengoceh sembari meninggalkan Vicky yang masih menganga tidak percaya dan Bu Elma yang tersenyum melihat tingkahnya. Bu Elma pernah merasakan itu sebab virus bucin dan temperamental milik almarhum suaminya juga menular padanya. Meski tidak seratus persen heheh,,
Hai semua Author mau mengucapkan banyak banyak terima kasih buat kalian semua yang sudah mendukung karya Author dengan meninggalkan like, Favorite, Hadiah dan Vote.
Author juga sangat berterima kasih buat semuanya atas suport dan semangat dari kalian yang selalu hadir di kolom komentar. nah besok adalah episode terakhir buat Gadis Hacker Milik Ceo, jika selama ini banyak salah dari Author mohon di maafkan ya 😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1
besok jangan lupa di ramaikan untuk episode terakhirnya,,, Terima kasih sebelumnya.