
Flash back on
Sofia dan para pasukan telah sembunyi 10 meter dari markas Grace, Sofia memakai kaca mata tembus pandang
untuk memastikan berapa jumlah pengawal yang berjaga di sana. Sofia juga melihat seluruh Wakil Direktur Keuangan ada di sana. Setelah yakin Sofia baru melaporkan pada Bu Elma dan Vicky. Pasukan mereka hanya ada 35 orang saja, 10 dari Bu Elma dan 25 dari Alex jadi mereka harus Menyusun strategi dengan matang agar tidak
menimbulkan kerugian.
Seluruh orang yang ada di sana sudah di beri alat tembak jarum bius seperti milik Bu Elma. Sebab mereka tidak boleh membunuh satu orangpun di sana. Sangat bertolak belakang dengan senjata milik lawan yang memakai pistol peluru. Untuk itulah Sofia dan pasukan harus ekstra hati hati menyerbu markas lawan.
Kali ini Vicky berdandan ala Grace sebab tinggi mereka sama serta memiliki rambut ikal seperti Grace. Vicky
mengenakan baju milik Grace yang masih di simpan Sofia saat dirinya kabur dari Apartemen Enzo dulu. Untung saja Sofia belum mengembalikan baju dan perlengkapan lainnya yang di pinjam dulu. Ternyata hari ini berguna juga untuk melancarkan misi mereka.
Vicky masuk kedalam mobil Bersama Sofia dan tiga orang lainnya, sedangkan Bu Elma dan pasukan mulai mengelilingi markas sambil bersembunyi di balik pohon. Markas Grace berada di pegunungan yang jauh dari pedesaan. Tempat itu merupakan Vila milik Grace yang di belinya dulu saat dia pertama kali ikut Enzo ke Indonesia.
Mobil berhenti tepat di depan pintu utama dan Sofia segera memutar jam tangannya di mode mati sehingga seluruh cctv di vila tersebut mati. Vicky keluar dengan gaya cetarnya seperti grace, baju, kaca mata, topi pantai dan tas semua milik Grace. Jujur saja Vicky sangat tidak nyaman dengan dress sexy yang panjangnya di atas lutut itu. Tapi mau bagaimana lagi? Demi melancarkan sebuah misi tentu saja Vicky harus melakukannya.
Kelima pengawal yang berjaga di pintu depan segera membungkukkan badan mereka memberi hormat pada Vicky yang di kira Grace. Untung topi milik Grace adalah topi pantai jadi Vicky bisa sedikit menutupi mukanya agar tidak ketahuan. Secara bersamaan Sofia dan tiga orang yang berada di dalam mobil menembak lima pengawal tersebut dengan jarum bius. Dalam hitungan detik kelima pengawal yang berjaga di depan pingsan. Melihat hal tersebut Bu Elma segera memberi intruksi pada semua orang untuk menembak semua pengawal yang berjaga di luar Vila agar tidak ada yang melapor ke dalam.
Mereka segera membawa pengawal yang pingsan itu pergi dari pintu utama, tak lupa jaket dan topi milik mereka di ambil untuk menyamar. Setelah siap Vicky mulai mengetuk pintu dengan lima orang di belakangnya yang sudah memakai jaket dan topi milik musuh.
__ADS_1
Pintu terbuka dengan lebar untuk menyambut kedatangan Vicky yang mereka kira adalah Grace. Sofia bisa melihat
dengan jelas bahwa semua orang tengah berkumpul di sana. Sofia segera memberi kode pada Bu Elma dan pasukan untuk segera masuk kedalam melalui celah yang ada selain pintu utama. Sedangkan Sofia sendiri masih berada di dalam mobil sembari memantau pergerakan dari dalam. Sofia bersimpuh di bawah dengan kaca mata
tembus pandang serta laptop untuk memantau jika ada hal darurat. Tugas Sofia adalah memberi intruksi kapan pasukan harus maju atau bersembunyi. Sofia juga yang harus memberi tahu pada pasukan di mana ada musuh dan di mana yang tidak ada. Untuk itulah Sofia masih tetap sembunyi di dalam mobil tanpa ikut menyerbu ke dalam.
Bu Elma dan pasukan mulai berjalan menuju titik pusat sesuai yang arahan dari Sofia, terkadang mereka harus
bersembunyi jika ada penjaga yang lewat. Tentu saja Bu Elma dan pasukan harus menyingkirkan seluruh penjaga yang mereka temui dengan membuatnya pingsan.
Sedangkan itu Vicky duduk santai didepan semua Wakil Direktur Keuangan, mereka semua berkumpul di ruang tamu sedangkan penjaga yang lain berdiri di belakang seluruh wakil di rektur sambil menghadap Vicky.
Sebenarnya Vicky mulai tidak karuan menunggu datangnya Bu Elma dan para pasukan sebab bila dirinya ketahuan habis sudah hidupnya kali ini. Vicky hanya punya lima pasukan saja sedangkan penjaga di sana ada lima belas orang. Dan sisanya pasti sudah pingsan di luar maupun di belakang karena serangan dari Bu Elma dan pasukan..
Pimpinan mereka langsung menodong pistol ke arah Vicky, dia menyadari bahwa orang yang datang bukanlah Grace. Dan secara otomatis semua penjaga di sana juga ikut menodong pistol ke arah Vicky, ke lima pasukan Vicky hendak bergerak namun Vicky segera memberi kode agar mereka tetap tenang.
Meski takut Vicky melepas topi pantainya dengan tersenyum senang, setidaknya dia harus terlihat keren di depan musuhnya. Sofia yang melihat tindakan Vicky dari dalam mobil segera memberi intruksi pada Bu Elma dan pasukan untuk mempercepat langkah mereka sebab keadaan mulai darurat.
“ Kenapa aku ketahuan secepat ini? Tidak menyenangkan “
Mendadak semua orang yang menodong pistol ke arah Vicky jatuh pingsan tanda bahwa Bu Elma dan pasukan telah tiba di titik pusat. Melihat hal tersebut kelima Wakil Direktur Keuangan hendak melarikan diri namun mereka langsung di hadang oleh tujuh Wakil Direktur Keuangan lainnya.
__ADS_1
“ Kenapa kalian menghadang jalan? Tidakkah kalian ingin menyelamatkan diri? “
Wakil Direktur A angkat bicara sebab tujuh orang lainnya tiba tiba berbalik menyerang mereka.
“ Kami tidak berkhianat seperti kalian “
Salah satu mulai angkat bicara dan menceritakan bahwa tujuh dari mereka langsung menghubungi Bu Elma setelah Grace datang memberi tawaran. Mereka tidak berani melapor kepada Enzo sebab temperamental Enzo sangat buruk. Mereka juga ingat dengan pesan Bu Elma sebelum dia pensiun dan menyerahkan Perusahaan pada Enzo. Bu Elma meminta pada seluruh Direktur untuk melaporkan hal hal yang mengganggu Perusahaan kepadanya terlebih dahulu sebelum mereka melaporkan pada Enzo. Hanya Bu Elma yang tahu hal apa yang membuat Enzo marah biasa atau bukan. Untuk itulah demi keselamatan bersama mereka semua mematuhi pesan Bu Elma untuk melaporkan segala hal yang mengganggu ketenangan Perusahaan.
Kelima orang yang berkhianat langsung di borgol dan di dudukkan secara paksa, sedangkan bala pasukan segera
mengikat seluruh orang orang milik Grace dan di kumpulkan jadi satu dalam ke adaan masih pingsan.
“ Memangnya kenapa jika kami tertangkap? Nona Grace sudah bertindak di sana dan sebentar lagi anda akan jatuh miskin Nyonya “
Salah satu dari mereka angkat bicara dengan penuh percaya diri, kelima orang itu bahkan menunjukkan sisi sombongnya di depan Bu Elma dan yang lainnya.
“ Apa kalian yakin Grace akan memberikan semua seperti yang dia ucapkan? “
Sofia datang dengan ipad di tangannya, dengan tersenyum Sofia memperlihatkan Video Grace dan Vicky saat mereka sedang menghapus rekaman cctv Perusahaan.
“ Apa kau sudah gila? Kamu memberikan penawaran sebanyak itu? Bahkan keluarga kita saja tidak ada seperempat dari kekayaan keluarga Fernando. Bukan hanya keluarga Fernando saja yang miskin tapi kita juga “ Vicky.
__ADS_1
“ Aku hanya memanfaatkan keserakahan mereka saja, jika sudah selesai tentu saja aku akan membuangnya. Untuk apa aku menyimpan barang yang sudah tidak berguna. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kak Enzo, hanya aku yang boleh menyakitinya “
Begitulah isi percakapan dari Video yang ditunjukkan Sofia pada seluruh orang di sana, melihat hal tersebut kelima Wakil Direktur segera berlutut di depan Bu Elma memohon pengampunan.