
Sofia menatap seluruh ruangan hasil dekorasinya, dia berharap rencananya berhasil tanpa suatu hambatan. Ternyata Grace bukan lawan yang mudah seperti yang dibayangkan, sebab dia memiliki kepribadian ganda yang orang lain tidak tahu.
Ceklek, pintu terbuka dan munculah Enzo beserta Grace memasuki ruangan tersebut. Tentu saja Sofia menyambut kedatangan mereka dengan tersenyum senang.
“ Ini ruangan kamu, Sofia sendiri yang mendekornya. Apa kamu suka? “
Grace menatap kagum ruangan tersebut setelah itu dia memeluk Sofia dengan senang.
“ Jika ini dari Sofia aku pasti sangat senang, terima kasih Sofia kamu pasti lelah mempersiapkan semua ini “
Sofia melepaskan diri dari pelukan Grace sambil tersenyum.
Kenapa aku jadi sebelas dua belas dengan mbak Grace? Diluar tersenyum di dalam hati ngedumel, sial.
“ Aku punya hadiah untukmu “
Sofia berjalan mendekati tembok yang masih tertutup sebuah tirai, hadiah itu sengaja dipasang tepat didepan meja kerja Grace agar dia selalu melihat setiap saat hadiah yang Sofia berikan. Enzo dan Grace sudah bisa menebak dengan isi didalamnya, sebab benda itu besar dan tipis, hadiah itu juga terpasang ditembok. Sudah pasti lukisan bukan?.
Sofia membuka tirai yang menutupi hadiah tersebut, hal itu justru membuat Enzo dan Grace terkejut dengan isinya. Sudah pasti mereka terkejut sebab Sofia memberi lukisan dengan gambar dirinya dan Enzo saat menikah.
“ Sofia tidakkah kamu salah tempat? Ini bukan ruangan kak Enzo lho “
Mencoba bersikap tenang dan tersenyum senang padahal api cemburu mulai muncul dalam hati Grace.
Tentu saja tidak, aku hanya ingin membuatmu kepanasan di dalam ruangan ini hahaha, Sofia cekikikan dalam hati.
“ Tenanglah adikku, kakak hanya ingin kamu selalu mengingat kami berdua. Bukankah mas Enzo adalah kakak angkatmu? Jadi secara otomatis aku adalah kakak iparmu bukan? Mari kita buat hubungan kita seharmonis mungkin “
Sialan, bahkan dia berani memanggilku adik? Awas kamu Sofia. Grace
Apakah dia cemburu karena Grace ikut bekerja di sini? ah manisnya bidadariu ini, Enzo.
__ADS_1
“ Baiklah jika kakak bersikeras aku akan menerimanya, oh iya adik punya hadih buat kakak “
Menyerahkan sebuah kotak kado berwarna merah jambu pada Sofia, saat melihat isinya Sofia sedikit terkejut namun dia tetap bersikap biasa saja.
“ Kakak punya banyak powerbank dirumah, kenapa kamu memberiku ini? “
Hanya melihat saja Sofia sudah tahu bahwa itu alat sadap kelas atas yang sangat langka dan alat itu termasuk paling canggih dari yang lainnya. Sofia sudah pernah melihat alat sadap seperti itu di ruang rahasia milik Bu Elma. Alat sadap itu hanya ada dua didunia sebab pembuatnya adalah almarhum Ayah Bu Elma. satu dari mereka hilang saat Bu Elma masih berusia 20 tahun. Saat itu Bu Elma belum terlalu mahir dengan ilmu bela dirinya jadi saat Bu Elma dijambret, dia tidak bisa mengejar pelakunya.
Jika alat itu muncul disini itu berarti orang dibelakang Grace bukanlah orang sembarangan, dia pasti sudah menguasai kinerja dari alat itu bukan?
“ Tapi ini berbeda, apakah kakak tidak mau menerima hadiah dari adik? “
Dengan terpaksa Sofia harus mau menerima hadiah tersebut agar Grace tidak curiga, tak hanya itu Grace juga menyambar handphone dari tangan Sofia begitu saja. Dia memasang sebuah stiker bergambar kelinci di handphone tersebut.
“ Ini hadiah kedua dari adik, semoga kakak suka ya “
Bahkan Grace berani memasang alat sadap secara langsung di handphone Sofia, bila Sofia tidak cepat pergi habis sudah riwayat hidupnya hari ini.
Sebenarnya Enzo juga mengerti tentang IT, dia bahkan sangat hebat dalam pengamanan perusahaan. Hanya saja ke dua alat sadap itu memang sangat langka, dan hanya keluarga Aditya saja yang punya. Yang tak lain adalah keluarga dari ibunya, namun saat kakek dan nenek Enzo telah meninggal. Semua alat alat milik keluarga Aditya secara otomatis didominasi oleh Bu Elma sebab dia adalah satu satunya keturunan Aditya. Jadi Enzo tidak tahu bahwa powerbank dan stiker yang ditempel di handphone Sofia itu adalah alat sadap.
“ Baiklah “ jawab Enzo cepat.
Sofia keluar dengan anggun dan sok imut, begitu dia keluar dan menutup pintu perilakunya langsung berubah 100%. Sofia melepas sepatunya lalu berlari secepat kilat menuju lift, bahkan dia terus memencet tombol lift agar segera terbuka. Setelah tiba dilantai satu Sofia segera lari sekencang mungkin agar segera keluar dari sini.
Namun saat dia melihat Alex dan Leni yang duduk lemas di Sofa dengan tangan yang masih terbogol tentu saja dia mampir sejenak. Mereka berdua baru selesai membersihkan lantai yang sialnya memakan waktu hampir setengah hari.
“ Cie, romantisnya “
Setelah menggoda dua insan yang sedang kecapaian, Sofia kembali lari sekencang mungkin menuju parkiran. Sebenarnya Sofia ingin mengambil gambar mereka berdua yang terlihat lucu itu, tapi jika dia menghidupkan handphonenya untuk saat ini maka gagal sudah semua rencana. Untung saja Sofia segera mematikan handphonye tadi agar si penyadap tidak bisa mengambil informasi apapun didalamnya.
Melihat hal itu Leni jadi penuh tanda tanya, sedangkan Alex geleng kepala.
__ADS_1
Bahkan saat gentingpun kamu masih bisa menjahili orang? Hebat juga kamu Sofia. Alex.
Melihat Sofia yang melepas sepatunya lalu lari secepat kilat sudah pasti dia dalam keadaan darurat, Alex jadi penasaran juga apa yang sebenarnya terjadi sampai Sofia terlihat begitu panik.
Sofia bergegas masuk kedalam mobil Bu Elma yang sudah menunggunya dari tadi.
“ Apa mami sudah lama? “
bertanya dengan santai tapi raut wajah terlihat panik sambil menunjukkan dua alat sadap pada Bu Elma.
“ Belum, mami baru saja tiba “
Menjawab seramah mungkin, padahal Bu Elma sendiri terkejut melihat dua alat sadap milik keluarga Aditya berada di tangan Sofia. Bu Elma segera mengambil dua laptop yang tersimpan dalam kursi mobil penumpang. Satu untuknya dan satu lagi diberikan pada Sofia, hanya keluarga Bu Elma yang bisa merusak sistem dari alat sadap tersebut. Dan Sofia sudah diajari Bu Elma bagaimana cara melakukannya, Sofia mampu belajar dengan cepat dari Bu Elma. jadi Bu Elma bisa tenang membiarkan Sofia menjalan misi yang berbahaya seperti ini.
Mereka berdua fokus menatap layar laptop dengan tangan bergerak cepat diatas keyboard. Setelah berhasil merusak sistem alat sadap. Kini giliran mereka melakukan serangan bertubi tubi pada si penyadap. Sofia melempar serangan dengan multipartite virus sedangkan Bu Elma melempar sebuah bom dengan directory virus. Jadi bisa dipastikan bahwa komputer si penyadap sedang rusak dan eror, bisa jadi sudah sakarotul maut sekarang.
Bu Elma dan Sofia bernafas lega sebab mereka berhasil menghancurkan lawan tanpa memperoleh informasi apapun.
“ Spertinya tugas kita akan bertambah satu lagi, sudah lama Mami mencari orang ini. Tidak disangka dia muncul dengan sendirinya “
yah orang yang telah menjambretnya dulu sudah pasti bukan orang sembarangan, dia pasti tahu bahwa Bu Elma waktu itu membawa dua alat sadap saat keluar. Kedua alat itu sangat canggih dan belum ada yang mampu menandingi. Semua alat dari almarhum Ayah Bu Elma tidak pernah dijual sama sekali, dia menciptakan semua
alat itu hanya untuk melindungi keluarganya saja. Untuk itulah banyak orang yang menginginkan alat tersebut. Tapi tidak ada yang tahu bahwa dia memiliki puteri tunggal yang bernama Bu Elma. Bila penjambret itu tahu bahwa Bu Elma memiliki alat sadap yang sangat diminati dalam dunia hacker sudah pasti dia tahu identitas asli Bu Elma.
Sementara itu di ruangan Grace.
Grace menatap lukisan besar yang bergambar Sofia dan Enzo yang terlihat mesra dengan cemburu. Tangan kanannya sudah menggenggam sebuah karter, berkali kali Grace mengangkat tangan yang
membawa karter tersebut. Grace ingin menghancurkan lukisan di depannya tapi bila teringat Enzo langsung di urungkan. Jika Grace menghancurkannya sekarang sudah pasti akan menimbulkan kecurigaan dan menghancurkan rencana yang sudah dibuat. Tapi jika tidak di hancurkan ruangan ini terasa sangat panas. Grace jadi frustasi sendiri dengan situasinya saat ini.
“ Aaaahhhh awas kamu Sofia “ grace menjerit tertahan sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
__ADS_1
Pasti kalian penasaran kan? Kog Bu Elma malah mengajari Sofia dengan semua yang dimilikinya? Kenapa bukan Enzo? Dia kan anaknya.
Semua pertanyaan kalian pasti terjawab jadi tetap ikuti terus alurnya ya.