
Rapat rutinan akhir bulan segera dimulai, Enzo, Alex dan Grace masuk kedalam ruangan rapat. Di sana sudah banyak orang yang menunggu. Namun Enzo sedikit bingung sebab yang hadir disana bukanlah orang orang yang biasanya datang ke pertemuan rapat. Tidak mungkin kan jika Wakil Direktur Keuangan dari seluruh anak cabang mereka ganti secara bersamaan? Dan ini begitu tiba tiba.
“ Siapa kalian? “
Enzo memutuskan untuk bertanya sebab dia memang tidak hafal dengan seluruh karyawannya yang berada di anak cabang. Enzo hanya mengenal orang orang yang sering datang ke Perusahaan pusat untuk melakukan rapat. Baik rapat keuangan, rapat kinerja Perusahaan dan pemasaran.
Salah seorang berdiri lalu membungkukkan badannya untuk memberi hormat sebelum akhirnya dia berbicara.
“ Maafkan saya Pak Enzo yang harus memberikan kabar buruk dari anak cabang yang berada di Kalimantan, Wakil
Direktur keuangan kami tiba tiba menghilang pagi ini beserta seluruh uang Perusahaan. Saya di sini hanya staff Administrasi biasa “
Orang itu juga menjelaskan bahwa Perusahaan mereka mengalami kerugian yang sangat besar atas menghilangnya Wakil Direktur. Tak hanya itu saja bahkan gaji karyawan juga belum dibagikan namun seluruh uangnya sudah hilang begitu saja.
Semua orang juga ikut berdiri lalu membungkukkan badan mereka sambil berkata.
“ Begitu juga dengan kami “
Enzo terkejut mendengar ucapan semua orang yang ada disana, dengan cepat dia membuka seluruh akun pribadi milik Perusahaan cabang dan ternyata semua sudah kosong. Enzo menelusuri lagi kapan hal itu terjadi.
Dan betapa terkejutnya Enzo saat dia kecolongan semua itu tepat dihari Vicky mulai menyerang akunnya. Mungkinkah semua itu ada hubungannya dengan Vicky?
“ Aku akan mengecek semua masalah ini, kalian bisa pergi dulu “
Mendadak rapat rutinan akhir bulan dibatalkan perihal menghilangnya seluruh Wakil Direktur keuangan setiap anak
cabang. Sepertinya penyerangan akun waktu itu hanya semata mata mengecoh dirinya saja. Dan penyerangan sebenarnya adalah mencuri semua uangnya, Enzo tidak mengira ternyata Vicky tidak sesederhana itu.
Enzo kembali keruangannya begitu juga dengan Grace dan Alex, raut wajah Enzo terlihat kesal, marah dan Frustasi. Sedangkan Grace juga ikut ikutan panik padahal dalam hati sedang sorak sorak bergembira. Dan Alex juga ikut khawatir namun ada dua yang di khawatirkan Alex. Pertama masalah Perusahaan dan yang kedua keselamatan Sofia dan Bu Elma. mungkinkah mereka berdua berhasil? Atau malah sebaliknya?. Sofia bilang
kepergiannya kali ini bukan liburan melainkan menyelamatkan teman Bu Elma untuk itulah dia membawa semua pasukan milik Alex tanpa sisa.
__ADS_1
Handphone Enzo berbunyi tanda bahwa ada yang menelfonnya, dia mendapat kabar bahwa Vicky telah hilang. Tentu saja hal itu membuat Enzo sangat marah, dia bahkan mengobrak abrik semua yang ada di atas meja kerjanya.
“ Lex segera hubungi bagian IT untuk mencari semua Wakil Direktur anak cabang yang lari dengan korupsi. Cek seluruh cctv dan cari semua bukti yang bisa di dapat lalu laporkan semua itu pada polisi “
Alex menganggukkan kepala lalu pergi dari ruangan Enzo, Grace yang masih bingung kenapa Enzo marah setelah menerima telefon hanya bisa diam.
“ Grace lebih baik kamu pergi sebelum mendapat impasan dari amarahku “
Enzo berusaha menekan amarahnya sebab masih ada Grace di ruangan itu, dia tidak mau menyakiti orang yang tidak bersalah.
“ Tapi kak aku khawatir dengan kakak “
Bukankah ini waktu yang tepat bagi Grace untuk menjadi penenang Enzo, mungkin saja Enzo bisa merasakan perhatian yang telah Grace berikan. Di saat keterpurukannya malah Grace yang menemani, sedangkan Sofia sebagai istri malah bersenang senang diluar sana. Bukankah seharusnya Grace mendapatkan nilai plus?.
“ Grace,,, “
Membentak Grace sekeras mungkin, bahkan tangan Enzo juga memukul meja hingga menimbulkan suara keras. Hal itu tentu saja membuat nyali Grace menciut, Enzo bagaikan harimau gila yang siap membunuh siapa saja di sana. Grace segera pergi dari ruangan itu, dia akan menunggu waktu yang tepat untuk menghasut Enzo nanti.
Tapi bagaimana jika Vicky tidak ada hubungan dengan hilangnya seluruh Wakil Direktur Keuangan di seluruh anak cabang? Enzo jadi frustasi sendiri memikirkan semua itu.
Handphone Enzo kembali berdering tanda bahwa ada yang menelfon lagi. Tapi kali ini orang yang memanggilnya adalah Sofia, dia bahkan melakukan panggilan video. Enzo mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum menerima panggilan itu setidaknya dia harus terlihat tenang kan?. Namun saat melihat ruang kerjanya yang begitu berantakan, Enzo segera keluar dari ruangan tersebut.
“ Mas kenapa lama sekali mengangkat telefonnya? “ tanya Sofia dengan wajah di buat kesal.
“ Maaf sayang, mas baru selesai rapat “ jawab Enzo berbohong.
“ Kenapa mas terlihat kusut? Apakah terjadi sesuatu? “ Sofia.
“ Tentu saja sebab kamu sudah pergi begitu lama, tidakkah kamu tahu mas sangat merindukanmu? “ Enzo.
“ Mas ini baru sehari “ Sofia.
__ADS_1
“ Buat mas 1 jam rasanya seperti sehari, nah kalau sehari rasanya seperti setahun, nah kalau seminggu rasanya seperti 1000 tahun “ Enzo.
“ Yeee mas Enzo gombal deh, lihat aku beli banyak barang buat mas. Nanti aku telfon lagi ya, bye bye muach “ panggilan telefon terputus.
Hanya telefon sebentar dengan Sofia tapi hatinya langsung tenang, segala emosi dan amarahnya juga padam begitu saja. Sepertinya Sofia obat paling ampuh untuk menenangkan diri Enzo.
“ ckckck bahkan saat gentingpun kamu masih bisa menggombali Sofia? “
Alex muncul sudah seperti hantu saja tanpa ada suara atau bunyi, yah sebenarnya Alex mengendap endap tadi saat melihat Enzo melakukan panggilan video dengan Sofia diluar. Dia ingin memastikan bahwa Sofia baik baik saja di sana.
“ Aku tidak ingin membuatnya khawatir, ingat jangan beri tahu Sofia tentang masalah ini “
Menatap Alex dengan nada sedikit mengancam.
“ Cepat atau lambat dia pasti tahu, kenapa tidak jujur saja? “
Enzo menghembuskan nafas kasar sebelum akhirnya menjawab.
“ Biarkan dia bersenang senang dahulu sebelum aku membuatnya sedih. Bagaimana dengan hasilnya? “
Enzo mengalihkan pembicaraan, bila mereka bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat maka Enzo tidak akan kehilangan semuanya. Dan dia tidak akan membuat Sofia dan Bu Elma menderita karena jatuh miskin. Alex menggelengkan kepala tanda bahwa dia tidak mendapatkan informasi apapun.
“ Segala rekaman cctv sepertinya sudah di manipulasi sebab tidak ada yang mencurigakan disana, aku juga sudah membobol komputer masing masing Wakil Direktur tapi tidak ada hal yang mencurigakan juga. Dan lagi yang membuatku semakin bingung adalah tidak ada tanda tanda bahwa sistem keamanan Perusahaan di bobol “
jika tidak ada yang membobol sistem ke amanan Perusahaan seharusnya tidak ada yang bisa memanipulasi rekaman cctv maupun laporan komputer. sebab semua itu sudah Enzo rancang dengan teliti agar dia bisa mengawasi semua kinerja anak cabang mereka. Bahkan dulu saat salah satu anak cabang mereka ada yang mau korupsi Enzo langsung tahu dengan mudah. Tapi kali ini tidak hanya satu atau dua melainkan seluruh anak cabang mereka lho.
Jawaban Alex sungguh membuat Enzo kecewa, sepertinya Enzo mendapat lawan yang sangat berat kali ini. Dia tidak mengira akan mengalami hal seperti ini, bagaimana mungkin segala usaha ayahnya berakhir ditangannya. Enzo meneteskan air mata, dia tidak mampu menghadap kuburan sang ayah. Pasti ayahnya sangat kecewa
melihat segala usahanya jatuh bangkrut di tangan puteranya sendiri. Dan bagaimana dengan Bu Elma? di usianya yang sudah mulai tua seharusnya Bu Elma tinggal dengan tenang dan santai. Tapi Enzo malah membuatnya menderita, begitu juga dengan Sofia. Enzo telah memaksa Sofia untuk menikah dengannya, tapi apa? Dia bahkan tidak bisa memberikan kebahagiaan padanya. Enzo tak kuasa menghadapi semua itu, dia seakan tidak kuat jika melihat orang yang dicintainya harus menderita.
mohon maaf sebelumnya karena Author harus memberi kabar yang kurang menyenangkan pada kalian. untuk seminggu ini Author agak lama upnya sebab ada pekerjaan yang harus Author selesaikan dalam waktu seminggu.
__ADS_1
Insya Allah setelah selesai Author akan kembali up setiap hari lagi seperti kemaren...🙏🙏🙏