
ke esokan paginya, di lihatnya ken yg tertidur dalam posisi duduk.
mamah dan papah tidak ikut menemani semalam pulang jadi ken yg menunggu embun sendiri dirumah sakit.
karena pergerakan dari embun akhirnya ken terbangun, dan melihat embun sudah sadar
"akhirnya kamu sudah sadar" ucap syukur ken sambil tersenyum
"aku haus apa ada air minum" tanya embun
lalu ken memberi minum embun,
"kamu lapar?" tanya ken
embun hanya memberi jawaban dengan anggukan kepala, lalu ken mengambil makanan yg sudah di siapkan rumah sakit dan langsung menyuapi embun.
"aku bisa sendiri" ucap embun
"gapapa biar aku suapi, tidak ada bantahan"
.
.
hingga bubur dihabiskan embun dengan bersih lalu kembali memberikan gelas minum kepada embun
"rupanya kamu sangat lapar yah"
"kan aku belum makan dari kemarin" ucap embun pelan
"oh iyah aku lupa, sebentar yah aku mau menelpon mamah, mau kasih tau kalau kamu sudah sadar"
.
.
"hallo assalamualaikum mah" ucap ken
"walaikum salam, ad apaa ken" ucap mamah di sebrang telepon
"ken mau kasih tau kalau embun sudah sadar, mamah cepat kesini yah"
"syukurlah, baik mamah kesana yah"
.
.
setelah ken menelpon mamah, lalu menghampiri embun dan duduk di bangu yg ada di samping ranjang embun
__ADS_1
"bisa kamu ceritakan apa yg sudah terjadi hingga kamu bisa seperti ini?" tanya ken
lallu embun menceritakan semua nya kepada ken, namun sampai saat ini embun tidak tahu siapa wamita itu dan kenapa dia melarang embun dekat dengan rangga
"memang siapa rangga ? pacar kamu?" tanya ken
"ngaco ajah, aku ga ada pacaran sama dia, aku ajah baru di sekolah itu" ucap embun
lalu embun membuka sosmednya, kebetulan dari sepulang kerja kelompok dia tidak membuka buka lagi, ada notif pun di skip, dia pikir mungkin rangga nge tag foto bersama yg sama dengan foto dia kirim ke guru sebagai bukti foto mereka benar kerja kelompok.
namun betapa kagetnya embun setelah melihat foto apa yg rangga upload dan nge tag nama embun disana
ken yg melihat embun kaget setelah melihat handphonenya lalu ken penasaran dan ikut melihat laya telpon embun ternyata foto embun bersama seorang laki laki
deg
kenapa perasaan dia tidak enak setelah melihat foto itu, bagaimana pun embun adalah istrinya, dia ajah belum pernah memeluk embun, tapi ada pria lain yg sudah berni memeluk embun. tak bisa ken pungkiri hatinya ga enak entah kenapa entah apa yg ken rasakan.
embun yg menyadari perubahan wajah ken langsung merasa tidak enak, bagaimanapun dia adalah istri ken
"aku tidak ada hubungan apa apa sama dia, kami hanya berteman, waktu dia minta foto pun aku kaget kenapa dia tiba tiba memeluk aku" jelas embun
"mungkin wanita yg menghajar kamu pacar laki laki itu, dia cemburu dengan kamu" ucap ken
"aku tidak tahu soal itu, aku juga tidak tahu nama gadis itu"
karena perlakuan ken seperti ini kenapa membuat hatu embun senang, ken sekarang sudah lebih baik dan bersikap sangat baik,
tak lama terdengar suara handle pintu terbuka dan masuklah dokter bersamaan dengan mamah dan papah
"permisi saya akan melakukan pemeriksaan dengan nona embun" ucap dokter itu
"ohya silahkan dok" ucap ken
setelah dokter memeriksa keadaan embun, lalu dokter mengatakan bahwa selanjutnya embun harus melakukan rongsen di kepalanya takutnya ada hal yg berbahaya, karena kebetulan kepala embun sempat di benturkan ke tembok
untuk beberapa hari ini embun masih harus du rawat dirumah sakit sampai embun benar benar sembuh barulah embun di boleh kan pulang. karena tubuhnya juga terdapat memar memar.
setelah dokter selesai memeriksa keadaan embun dan keluar dari ruang rawat embun
mamah menghampiri embun
"apa yg sudah terjadi nak? kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya mamah
"mah jangan di tanya tanya dulu embunnya, mamah tenang saja papah sudah mengurusnya dan pihak sekolah sedang mencari tahu masalah ini dan siapa anak itu lewat cctv di kamar mandi, mudah mudahan nanti siang kita sudah dapat informasinya" ucap papah
"terima kasih pah" jawab embun
__ADS_1
"sama sama nak, kamu cepat sembuh yah nak" jawab papah
"ken nih mamah bawakan kamu baju, cepat mandi dan ganti baju, dari kemarin kamu belum sempat gantu baju"
ken bergegas ke kamar mandi yg ada di dalam ruangan itu, kebetulan embun di rawat di kelas vvip.
setelah selesai membersihkan diri ken ijin ke luar sebentar untuk menlpon sella yg dari kemarin menghubungi ken terus menerus namun tidak di respon oleh ken, karena ken sibuk mengurusi embun.
"sayang kamu kemana ajah si kemarin, pulang duluan aku tanya ga jawab" ucap sella di sebrang telepon
"maaf sell kemarin aku panik, ada hal yg terjadi dengan embun jadi aku membawanya kerumah sakit"
sampai segitunya ken, padahal kan anak itu hanya adik angkat. gumam sella yg heran
"sampai ga sesempat itu kamu ngabarin aku, kan sudah ada mamah dan papah kamu, masa kamu gabisa hubungi aku sih?"
"maaf sell mamah papah sibuk jadi aku yg menemani embun dirumah sakit"
jelas itu tanggung jawab ken, karena ken adalah suami embun.
"sekarang kamu gamasuk kuliah?" tanya sella
"sepertinya begitu sell"
"memang adik kamu itu di rawat dirumah sakit mana, nanti aku akan jenguk setelah jam kuliah selesai"
"gausah sell, ada mamah soalnya, kamu kan tau sendiri" ucap ken
sella tau kalau mamah ken tidak pernah suka dengannya, maka dari itu ken tidak pernah mempertemuka mereka berdua lagi karena kejadian pertemuan mereka yg tidak mengenakan
bagaimana mamah akan suka, jika melihat penampilan sella yg selalu terlihat sangat seksi dan dengan sifat yg kurang sopan kepada orang tua.
sejak pertemyan pertama itu mamah mengancam ken untuk mebawa sella ke rumah, mamah tidak suka dengan sella.
bahkan menyuruh ken untuk putus dengan sella, tapi sampai saat ini mereka masih saja berhubungan walaupun ken sudah tidak pernah mebawa sella kerumah lagi
setelah selesau berbicara di telpon dengan sella, ken bergegas masuk ke ruang rawat embun
setelah masuk ken langsung melihat keadaan embun yg sudah lebih baik, sudah bisa mengobrol dengan mamah, sambil di selingi candaan memmbuat nya tersenyum
deg
jantung ken berdetak kencang ketika melihat senyum manis embun, gatau kenapa akhir akhir ini ken sangat suka melihat embun tersenyum seperti ini, sangat cantik, tanpa sadar ken ikut tersenyum melihat embun seperti itu.
.
__ADS_1
.
.