Gadis Kampung Itu Istriku

Gadis Kampung Itu Istriku
Eps 3


__ADS_3

semua orang masih setia menunggu dirumah sakit, kecuali dua sahabat ken yg di minta pulang saja ke villa dengan membawa mobil ken


hingga pagi menjelang, belum ada kabar baik dari baoak embun, karna kondisi bapak embun masih belum sadarkan diri


menurut dokter, pihak rumah sakit akan melakukan tindakan operasi karna ada gumpalan darah di dalam kepala bapak embun.


"lakukan yg terbaik dok untuk pasien ini, saya akan bertanggung jawab"


jelas bapak rudi kepada dokter


"saya akan berusaha, semua balik lagi ke yg maha kuasa, semoga takdir memihak ke keluarga kalian, tetap bantu doa untuk pasien"


jelas dokter


.


.


nyonya sita menghampiri embun


"nak, kamu belum makan apapun dari semalam, lebih baik kamu sarapan dulu yah"


embun hanya menggelengkan kepala, makan ? rasanya dia sama sekali tidak bernafsu untuk makan, perasaan sedih menguasai dirinya sampai dia lupa akan rasa lapar.


sangat terlihat dari muka cantiknya, begitu terpukulnya embun, bahkan semalaman dia hanya menangis


"ken ajak embun sarapan, kasihan dia nanti sakit"


sebelum ken menjawab


embun sudah menjawab dengan nada ketus


"tidak sudi aku sarapan dengan dia, apaalagi karna dia bapak menjadi seperti ini" sambil menunjuk ke arah ken dengan tatapan membunuhnya


semua orang hanya diam setelah mendengar perkataan embun


menjelang siang akhirnya dokter keluar dari ruang operasi


embun dan yg lain langsung menghampiri dokter


"bagaimana dengan bapak saya dok" tanya embun dengan tidak sabar


semua orang melihat ke arah dokter dengan rasa penasaran, terlihat dokter menghebuskan nafas


"maaf saya ridak bisa menyelamatkan bapak budi, saya sudah melakukan yg terbaik, namun takdir allah berkata lain"


braaak


embun langsung tidak sadarkan diri setelah mendengar kabar bahwa bapak sudah meninggal.


semua ikut panik melihat embun yg pingsan, lalu di bawa ke ruang untuk di periksa


faktor belum kemasukan apa apa sejak semalam perutnya dan akibat stress pikiran karna musibah yg di alami bapak, sekarang mendengar bahwa bapak sudah meninggal, memmbuat dirinya drop dan akhirnya pingsan.

__ADS_1


selama embun di periksa, warga yg datang untuk menjenguk ingin tahu keadaan bapak budi apalagi mereka tau bahwa embun tidak memiliki kerabat, mangkannya mereka datang untuk melihat


dan sampai rumah sakit warga yg datang menjenguk kaget mendengar fakta bahwa balak budi telah meninggal


akhirnya mereka mengurus nya dengan orang orang tuan rudy.


.


.


Di ruang rawat embun


"bagaimana dok keadaan pasien" tanya nyonya sita ke dokter setelah memeriksa embun


"pasien drop karna sepertinya belum keisi apapun perutnya di tambah faktor stress yg di alami pasien, tapi saya sudah memberikan infus mungkin sebentar lagi pasien akan sadar" jelas dokter


masih terlihat jelas di raut wajah ken, tidak habis pikir olehnya berasa mimpi, karna kesalahan yg dia tidak sengaja tapi bisa membuat nyawa seorang melayang.


tuan rudy dan nyonya sita menghampiri anaknya duduk di sebelah anaknya


"papah gatau harus gimana, papah tidak bisa berkaata apa apa, yg jelas papah dan mamah sangat kecewa sama kamu ken"


ken hanya menunduk tanpa niat menjawab, karna jelas memang dia salah


"kamu harus bertanggung jawab ken, rasanya papah tidak tega apalagi mendengar kisah bahwa embun hanya memiliki bapak, dan sekarang dia harus kehilangan bapaknya, dia akan menjadi sebatang kara di dunia ini"


"ken akan tanggung jawab pah"


nyonya sita hanya diam karna dia tau, kalau suami nya tidak bisa di bantah, dan dia pun menyutujui usul suaminya agar ken bisa bertanggung jawab dan embun tidak akan menjadi sebatang kara lagi


.


.


.


"ga pah, ken gabisa menikahi gadis itu, papah sama mamah bisa angkat dia sebagai anak tapi ga harus ken menikahi dia, ken masih muda masih kuliah, ken ga cinta sama dia ga kenal sama dia, gimana ken bisa menikahi gadis yg sama sekali ga ken cintai" ken tak terima atas keputusan tuan rudy


"dimana otak kamu, ini juga salah kamu ken! bertanggung jawablah sebagai orang yg telah melakukan kesalahan, kamu lihat sekarang keadaan bapak budy karna perbuatan kamu "


"mah" dengan menunjukan wajah memelasnya namun sayang orang tua ken tidak menanggapi


"bersiaplah jika embun sadar dan sudah merasa tenang papah akan membicarakan hal ini kepadanya."


semakin menambah stres ken aja, bagaimana dia menikahi gadis yg jelas dia tidak kenal apalagi cintai, bagaimana juga dia menjelaskan kepada kekasihnya


melihat putranya keliahatan stres karna permintaan suaminya, nyonya sita menghampiri dan duduk di sebelah anaknya


"terima saja nak, ini ada lah jelas karna perbuatan kamu, dan mamah minta tolong bertanggung jawablah, karna mamah tidak tega melihat gadis malang itu" pinta nyonya sinta dengan raut muka sedihnya


ken hanya menunduk tidak niat untuk menjawab


galama terlihat embun sadarkan diri namun embun langsung nangis histeris mengingat kejadian bahwa bapaknya telah meninggal.

__ADS_1


nyonya sita menghampiri embun dan memeluk embun dan ikut menangis, sedih melihat keadaan embun


di usianya yg masih sangat muda harus mengalami nasib seperti ini, malang sekali nasibmu mbun


hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, dengan kehidulan yg sangat sangat sederhana, sekarang bapak pergi ninggalin embun sendiri menjadi sebatang kara


sungguh kejam dunia ini terhadap embun.


.


setelah terlihat aga tenang


"nak, apa kamu mau ikut ke pemakaman?" tanya tuan rudy


embun hanya mengangguk


setelah bersiap siap dan jenazah sudah siap di bawa ke pemakaman


di perjalanan pun embun hanya terus menangisi nasibnya gimana kedepannya


apa dia bisa hidup sendiri di dunia ini?


rasanya embun tidak sanggup, se kuat kuat embun selama ini dengan hidup sederhana, namun baoaklah sebagai penyemangat hidup embun, namun sekarang penyemangat itu pun pergi, tinggalah embun sendiri


Di pemakaman


setelah jenazah masuk rapih ke liang lahat,


makam pun sudah rapih terkubur tanah, embun berlutu di samping makam bapaknya


"pak apa embun bisa jalanin hidup sendiri tanpa bapak"? sambil memegang nisan sang bapak dengan derai air mata


"kenapa dunia kejam, mengambil satu satunya penyemangat embun, gimana embun bisa hidup kalau bapak ga ada di sisi embun?" tangis embun semakin pecah rasanya ingin ikut bapak, untuk apa embun hidup sendiri, sudah tidak ada lagi orang yg mendoakan, menghibur dirinya, sendiri benar benar akan hidup sendiri setelah ini.


nyonya sita tidak kuat langsung menarik embun kedalam dekapannya, sambil mengusap rambut panjang embun,


"kamu tenang embun, ada saya dan suami saya, anggap saja kita orang tua kamu, kamu tidak akan sendiri, kami akan menyayangi kamu seperti anak kandung kami"


"sebaiknya kita meninggalkan pemakkaman ini, cuaca sudah hampir gelap" ajak tuan rudy sambil melihat ke arah langit


"tidak, embun mau disini temani bapak, embun gabisa rasanya gabisa ninggalin bapak" masih terisak dalam tangisnya


"kita kerumah kamu ya sayang, ada yg ingin suami saya sampaikan, kamu tidak bisa disini terus nak, hari semakin gelap, ayo kita kerumah kamu"


selama pemakaman ken hanya diam, dengan 2 sahabatnya pun yg menyusul ke pemakaman mereka pun hanya diam. tidak dapat berkata apa apa hanya penyesalan yg mereka rasakan.


di tambah ken terus memikirkan permintaan papahnya yg harus menikahi embun


akhirnya embun ikut mau pulang dari pemakaman karna memang hari semakin gelap.


.


.

__ADS_1


__ADS_2