Gadis Kampung Itu Istriku

Gadis Kampung Itu Istriku
Eps 4


__ADS_3

Di kediaman rumah embun


setelah keadaan rumah embun sepi dari warga warga yg ingin mengucapkan bela sungkawa


di ruang tamu sudah berkumpul embun, tuan rudy beserta istrinya, ken dan 2 sahabatnya, dan beberapa warga setempat.


"embun, ada yg mau saya sampaikan" jelas tuan rudy


embun langsung melirik ke arah tuan rudy, berniat mendengarkan tanpa menjawab, semenjak pulang dia hanya terlihat diam terus tak ada satu katapun keluar dari mulut embun


orang orang yg berada di ruang tamu pun ikut mendengarkan


"saya dan keluarga saya akan bertanggung jawab atas masalah ini, kata maaf pun rasanya tidak akan bisa menebus kesalahan putra saya, karna kejadian ini kamu menjadi anak yatim piatu, saya dan istri saya tidak akan membiarkan kamu hidup sendiri nak, kami akan bertanggung jawab" jelas tuan rudy


ken hanya menunduk karna dia tau akan permintaan papahnya selanjutnya, kesal rasanya


kenapa tidak jadi anak angkat saja kenapa harus jadi istri, ken belum siap rasanya dia masih muda.


embun masih terdiam


"terutama anak saya ken, dia akan bertanggung jawab penuh atas kehidupan kamu setelah ini, karna memang kamu seperti ini karna perbuatan dia yg fatal"


"saya minta ken akan menikahi kamu, agar bisa bertanggung jawab seumur hidup kamu, agar kamu tidak menjadi sebatang kara" jelas tuan rudy


yg lain hanya diam


"tidak tuan terimakasih, saya tidak ingin menikahi pria yg sudah jelas membunuh bapak saya, tapi tenang ajah saya tidak akan membawa masalaah ini ke polisi, karna saya percaya kejadian ini pun adalah takdir dari Allah"


"tuh kan pah, dia ajah gamau nikah, kenapa juga papah nyuruh aku nikahi dia, papah gaharus suruh aku nikahi dia, angkat ajah dia jadi anak, kebetulan papah sama mamah tidak punya anak perempuan kan, ken juga akan nerima dia sebagai adik ken, tapi kalau untuk menikahi nya ken gabisa pah." tiba tiba ken menjawab karna dia memang tidak ingin menikah muda dia pikir ribet, dia masih ingin menikmati masa mudanya


"ken ! papah sudah bilang kamu harus bertanggung jawab kepada hidup embun, kalau dia kami angkat sebagai anak, kami gatau hidup kami panjang umur atau tidak, jadi kami ingin kamu menikahi dia, karna pasti jika kamu nikahi dia, dia akan terus sama kamu sampai tua, kamu bisa sepenuhnya bertanggung jawab atas dia" perintah tuan rudy


"ya nak kamu harus menikah dengan ken, kami tidak ingin kamu hidup sendiri, kami akan membawa kamu ke kota sayang" pinta nyonya sita


sebelum embun menjawab


pak rt di kampung embun pun menasehati embun, agar mau mennurutin permintaan tuan rudy


"embun, terimalah menikah dengan anak tuan rudy, daripada kamu disini sendiri kami pun tidak tega, insya allah org tua kamu disana mendoakan untuk kebahagiaan kamu di sini nak,"


.


.


.

__ADS_1


setelah acara bujuk mebujuk akhirnya embun pun setuju


dan langsung di laksanakan ijab kabul, di saksikan oleh tuan dan nyonya rudy, kedua sahabat ken, rt rw setempat, dan beberapa warga sekitar tidak banyak hanya beberapa


proses ijab kabul pun telah di laksanakan.


proses selanjutnya akan di urus anak buah pak rudy.


setelah acara selesai, kedua sahabat ken pamit setelah memberi selamat kepada ken


nyonya sita menghampiri embun


"embun besok kita langsung ke kota yah nak kerumah papah dan mamah, kita tinggal disana, kamu juga bisa melanjutkan sekolah kamu di kota, tenang saja kamu bisa tetep bersekolah dengan tenang."


embun hanya mengangguk tanda meng iyakan


"sekarang malam saja mah kita pulang, papah besok ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di tunda" pinta tuan rudy


embun langsung masuk ke kamarnya untuk mengemasi pakaian yg akan dia bawa dan beberapa perlengkapan sekolah


tiba tiba pintu kamar terbuka ternyata ken yg masuk ke kamar, namun embun tidak menghiraukan kehadiran ken, dia masih enggan untuk bertegegur sapa dengan orang yg menyebabkan ayahnya meninggal.


"gue harap setelah sampai kota lo merahasiakan pernikahan kita, gue gamau ora orang tau atas pernikahan kita, kita cukup ber ekting depan mamah papah saja"


.


.


akhirnya tidak lama mereka pun keluar dari rumah embun bersial untuk berangkat ke kota.


embun masih menatap rumah nya sebelum berangkat, begitu banyak kenangan dengan sang bapak di gubuk ini, tak terasa embun menitikan air mata, begituu mengingat kenangan suka duka yg dia lalui bersama bapak.


"kamu tenang saja na, jika suatu saat kamu kangen rumah ini kamu bisa datang untuk berkunjung kesini"


"terimakasih mah, embun minta rumah ini jangan di jual biarpun jelek tapi rumah ini begituu berharga buat embun, kaena satu satunya peninggalan bapak" pinta embun


"kamu tenang saja, justru kami akan memperbaiki rumah ini, agar lebih nyaman untuk nanti kamu tempati jika berkunjung, namun barang barang tetap masih ada." jelas tuan rudy


ga lama mereka pun berangkat, selama perjalanan embun hanya diam, fokus ke kaca mobil memperhatikan sepanjang perjalanan


setelah menempuh beberapa jam, akhirnya sampai di kediaman tuan rudy, namun ternyata embun tidur mungkin karna kelelahan karna kemarin kemarin dia menanngus terus


"ken bawa embun ke kamar kamu, sekarang dia sudah menjadi istri sah kamu, mamah harap kamu bersikap baik kepadanya, berusaha mencintai dia"


ken hanya diam tidak mau berdebat dengan mammahnya, rasanya dia pun lelah, lalu mengangkat embun yg tidur di bawa ke dalam kamar di letakan embun di tempat tidur.

__ADS_1


lelah...


ken pun ikut tidur namun ken tidur di sofa, tidak mau satu ranjang dengan embun, akhirnya dia memilih tidur di sofa. galama ken pun terlelap.


.


.


.


ke esokann paginya pas adzan subuh embun terbangun untuk mandi dan melaksanakan sholat,


sambil melihat sekitar memandangi setiap sudut kamar yg sangat mewah, desain ala ala cowok, kamar yg sangat besar seukuran rumah dia di kampung, embun pikir


terlihat sosok ken masih terlelap di sofa namun embun cuek dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


setekah bersiap mandi dan sholat subuh dia keluar mungkin bertemu mamah dan bisa membantu menyiapkan sarapan


karna terbiasa bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk bapak


benar saja setelah keluar kamar terlihat mamah juga sedang menuju ke arah dapur


"mah" panggil embun sambil menghampiri mamah


"kamu sudah bangun nak ? kenapa tidak istrahat di kamar saja" tanya mamah sita


"embun biasa bangun pagi mah"


" hmmm yasudah sini mamah kenalin ke beberapa pekerja dirumah ini, biar kamu kenal"


"pagi nyonya" sapa bi surti pembantu dirumah ini


"panggil semua karyawan dirumah ini yah bi"


setelah semua berkumpul


"saya akan memperkenalkan ini namanya embun, dia menantu dirumah ini, dia istri dari ken, mulai sekarang dia akan tinggal disini" jelas mamah sita dan di angguki semua karyawan dirumah


selama menunggu bi surti menyiapkan sarapan, mamah langsung mengajak embun keliling rumah untuk melihat lihat rumah ini agar embun tahu letak letak rumah ini


sangat mewah dan luas, dengan ornamen dan desain yg sangat modern, pasti keluarga ini sangat kaya. gumam embun


.


.

__ADS_1


__ADS_2