
...jangan lupa like nya yah...
...❤happy reading❤...
ke esokan harinya, setelah pulang sekolah embun di jemput oleh supir mamah dan menuju ke butik mamah, setelah sampai embun langsung masuk dan menemui mamah
"assalamualaikum mah"
"walaikum salam, sudah sampai nak?"
"alhamdulillah mah"
"kamu sudah makan siang?"
"sudah mah tadi di kantin sekolah"
"hmm syukur deh, nanti malam kan pesta temen mamah jadi mamah menyuruh kamu kesini untuk kesini memilih baju"
"baju aku dirumah juga bagus bagus mah"
"gabisa nak, ini kan pesta jadi harus yg ga biasa bajunya"
embun hanya menurut saja, setelah berapa lama meimilih baju akhirnya dapat 1 baju yg menurutnya cocok untuk dirinya
setelah memilih mamah mengajak embun ke salon untuk merias dan seperti biasa mengajaknya perawatan bersama mamah, ini adalah ke 2 kali embun ke salon ya jelas atas permintaan mamah.
setelah perawatan dan meruas embun selesai akhirnya embun sudah rapih dengan dress selutut bermotiif bunga, dan sudah di rias, dengann rambut di gerai membuat embun sangat cantik
setelah selesai mamah langsung mengajak embun ke acara pesta temannya,
tak lama sampai di rumah yg mewah sudah di hias, embun merasa aga minder dan canggung ini adalah pertama kalinya dia ke pesta.
"mah embun malu"
"ssssttttt jangann seperti itu, kamu adalah anak mamah, harus percaya diri"
akhirnya mereka berdua masuk sudah banyak ibu ibu sepeerti geng sosialita
"hei jeng sita"
"hei, selamat yah semoga bahagia selalu" ucap mamah ke temannya yg kebetulan sedang berulang tahun
"terimakasih, duh siapa ini?" tanya teman mamah sambil melirik embun
"ini anaku, yg aku ceritakan waktu itu"
"wah cantik yah jeng"
embun hanya tersenyum, sungguh ini memmbuatnya sangat minder.
"anaku belum keluar, kalau sudah nantu ku kenalkan biar menemani embun disini"
tap tap
"mah" panggil rangga, daru arah belakang jadi tidak melihat wajah mamah dan embun, hanya punggung mereka yg kelihatan
"sini nak, temen mamah membawa anaknya" embun dan mamah langsung berbalik
rangga ? embun
ucap mereka bersamaan
"kalian saling kenal ?" tanya mamah rangga
__ADS_1
"aku sekelas mah dengan embun" mamah sita hanya tersenyum
"duh pantas, syukur deh kalau kalian sudah kenal, ngga tolong temani yah mamah dengann jeng sita akan kesana dulu menghampiti teman teman mamah"
"beres mah" ucap rangga sambil mengacubgkan ibu jari
.
.
rangga terus menatap embun dengan kagum
"kenapa ih" ucap embun yg risih di tatao seperti itu oleh rangga
"kamu cantik banget"
"ah ini mamah merias aku, aku ga biasa kaya gini, tapi mamah bilang cewek harus pantai merias diri jadi mau gamau aku harus menurut saja"
"gapapa, emang mamah kamu benar" ucap rangga sambil mengusap kepala embun
embun hanya blasa tersenyum
"kesana yu, di ayunan taman" ajaak rangga, lalu mereka pergi kesana, sambil mengobrol dan menaiki ayunan.
dari jauh terlihat mamah rangga dan mamah sita yg sedang melihat ke arah anak anaknya.
"duh mereka serasi sekali yah" ucap mamah rangga
mamah sita hanya tersenyum, memang mereka sangat serasi apalagi pas melihat embun tertawa dengan rangga
"kita jodohin saja jeng"
"eh , huuk huuk" mamah yg sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan temannya itu
"kamu ga kenapa napa jeng" tanya mamah rangga
"aku ga kenapa napa" ucap mamah sambil tersenyum
akhirnya mamah bertanya hal lain, agar mamah rangga tidak membahas perjodohan itu lagi.
tak lama pesta selesai mammah dan embun langsung pamit dan pulang bersama.
.
.
dirumah ken sedang bersantai di ruang keluarga dengan papah, entahlah mereka membicarakan hal apa, mamah sudah ijin ke papah untuk pergi ke pesta temannya dengan embun.
tak lama papah masuk ke kamar, dan ken ikut masuk ke dalam kamar nya namun dia duduk di balkon kamar lalu menyalakan rokok.
.
.
ceklek
embun masuk ke dalam kamar, ken langsung menengok ke arah pintu di lihatnya embun
deg
ken termangu melihat penampilan embun yg ga biasa. penampilannya sangat cantik jika sepeerti itu, membuat hatinya berdetak ga karuan.
embun yg sadar di perhatikan sepeerti itu bergegas ke kamar mandi, tanpa ingin menyapa karena kecewa soal kemarin, memang jelas bukan kesalahan ken, dengan langsung mengiyakan saja ucapan sella
setelah beberapa menit akhirnya embun keluar dari kammar mandi sudah rapih dengan piyama tidurnya.
__ADS_1
"kamu sudah pulang?" tanya ken yg sedang bersandar di kepala tempat tidur
"sudah"
"hmmmm mbun ?"
embun hanya melihat ke aarah ken, seolah bertanya ada apa ?
"mmm tidak jadi deh"
aneh, ucap embun dalam hati lalu dia berjalan ke arah sofa berniat ingin tidur di sofa,
"eh kamu gausah tidur di sofa"
"memang aku harus tidur dimana?" ucap embun yg heran
"disini saja" sambil menepuk sebelahnya
embun hanya menatap sekilas namun tetap ke arah sofa
ada apa dengannya, tidak biasanya dia cuek seperti itu, gumam ken dalam hati yg heran dengan sikap embun yg sedikit cuek, biasanya embun murah senyum lalu sekarang ? jangan kann senyum, bicara ajah singkat singkat seperti itu membuat ken heran.
embun yg memang sangat lelah ingin langsuung istirahat, dan benar saja embun langsung terlelap di sofa.
.
.
subuh menjelang, ken bangun sudah melihat embun selesai sholat
"ko ga bangunin aku" tanya ken yg melihat embun sedang melipat mukena
"kenapa ?"
"biasanya kita sholat subuh berjamaah mbun, daru kemarin kamu ga bangunin aku kaya biasanya"
"aku buru buru" ucap embun lalu bergegas keluar kamar untuk membantu bi surti dan mamah menyiapkan sarapan
ken yg melihat sikap embun hannya menarik nafas, heran dengan kelakuan embun.
setelah selesai sarapan, embun pamit ke mamah dan papah untuk berangkat ke sekolah.
"ayo bareng sama aku" ajak ken
"gausah, terimakasih" ucap embun lalu keluar rumah
"mah pah ken pamit berangkat kuliah yah" lalu ken menyusul embun
"mbun ayo bareng, aku juga ada kelas pagi"
embun hannya melirik lalu pergi menuju gerbang, ternyata sudah ada rangga, semalam rangga sudah mengajak embun untuk berangkat bareng
.
.
deg
ken melihat embun berboncengan dengan rangga terdiamm terpaku di tempat, menolak berangkat bareng ternyata sudah janji dengan laki laki lain
huùffftt
embun menyadari ken menatapnya tanpa arti, terlihat raut kecewa ken, yg sudah di tolak berangkat bareng namun embun memilih berangkat bersama laki laki lain, embun tetap cuek dan langsung menyuruh rangga menyalakan mesin motor tanpa menghiraukan keberadaan ken.
tak lama ken pun menyalakan motor dan bergegas berangkat ke kampus..
__ADS_1