
makanan yg telah di siapkan oleh bi surti telah selesai di tata di ruang makan
papah rudi dan mamah sita, serta ken dan embun terlihat sedang menikmati sarapan pagi itu di ruang makan
"embun mulai besok kamu sudah bisa sekolah lagi nak, di sekolah yayasan milik keluarga jadi tidak usah jauh jauh" kata papah rudy
"terimakasih pah"
"nanti kamu bisa berangkatnya bareng sama ken, kebetulan universitas ken juga sebelahan dengan sekolah kamu nak" kata mamah sita sambil mengusap kepala embun
"ken gamau mah" karna kaget ken menjawab dengan cepat permintaan mamah, bagaimana bisa dia berangkat dengan embun, wanita dengan penampilan kampung, apa kata teman temannya, seorang ken berangkat dengan cewe kampung.
ya walaupun di mata ken embun tidak jelek, namun penampilannya sangat kampungan, ini kan di kota bakal malu kenn kalau jalan dengan embun, dan akan jadi gosip seantero yayasan
"ken!" sentak papah rudy
"iyah mah gausah, embun juga gamau nanti yg lain pada tahu kalau embun sudah menikah, embun gabisa mah, embun mau sekolah dengan tenang." pinta embun
"yasudah, kamu bisa bawa kendaraan nak?" tanya mamah sita gamungkin kalau mobil, mungkin motor bisa karna embun dirumah ada sepeda
"embun gabisa bawa motor mah, kan dirumah tidak ada motor, embun hanya bisa bawa sepeda aja, embun naik angkutan umum saja mah, disini banyak angkutan umum kan embun lihat kemarin"
"jangan nak, kamu bisa di antar supir yah" pinta mamah
"hmm maaf mah embun gabiasa naik mobil mah, rasanya aneh berangkat sekolah pulang pergi naik mobil, embun ga terbiasa"
"yasudah nanti kamu bisa pesen ojek online yah sekarang kan zaman canggih nak" kata papah rudy
embun hanya tersenyum
dari kemarin mamah ga lihat sedikitpun bahwa embun memainkan handphone, apa dia tidak punya handphone yah
"nak apa kamu ada Hp ? ko dari kemarin kemarin mamah ga lihat kamu mainin hp nak ?" tanya mamah
"embun ada hp mah, embun mainin cuma kalau ada telpon masuk aja"
apa karna hpnya jaduk yahh, pikir mamah
melihat mamahnya hanya diam, akhirnya papah rudy bertanya
"apa hp kamu maaf hp jadul nak ?"
"iyah pah, kalau beli hp bagus rasanya sayang buat embun, lagipun uang darimana, embun sama bapak ada untuk makan pun alhamdulillah"
"maaf yah nak, papah ga bermaksud, nanti papah belikan, agar kamu bisa mudah memesan ojek online,"
"gausah pah, embun gamau ngerepotin, embun bisa naik angkutan umum, soalnya kalau angkutan umum kamu jalan ke depan nya lumayan jauh nak"
"sudah tidak apa apa na, kamu ga ngerepotin kami ko, sekarang bagi kami kamu juga anak kami, jadi terima yah" pinta mamah
"terimakasih mah pah"
"mah pah ken berangkat yah sudah siang" bangun dari kursi lalu menciup tangan mamah dan papah
lalu di susul papah pun akan berangkat kerja
"embun nanti siang mamah akan ke butik, kamu mau ikut mamah ? daripada di rumah takutnya kamu bosan"
"iyah mah embun akan ikut" sambil tersenyum
.
__ADS_1
.
.
mamah telah bersiap lalu ke kamar ken mencari embun melihat apakah menantunya sudah rapih
"kamu sudah siap nak"
"sudah mah"
aku harus menandani embun perlahan, agar dia bisa menyesuaikan hidup di kota, dan yg paling penting agar ken tidak berpaling darinya. gumam mamah setelah melihat penampilan embun yg sangat sederhana, celana jeans dan kemeja serta sepatu flat
"ayo kita berangkat"
lalu mereka berangkat bersama di antar supir.
setelah sampai di butik
"selamat pagi bu" sapa dewi karyawan butik nyonya sita, penampilannya seksi, sikapnya centil, dan ternyata dia menyukai anak mamah sita yaitu ken, mangkannya selalu bersikap sok baik depan mamah sita untuk mencari perhatian.
"tumben ibu di temani pembantu, biasanya ibu datang sendiri, apa adik ini anaknya bi surti ?"
"is kamu sembarangan ngatain pembantu, dia ini anak saya"
embun hanya tertunduk mungkin dia pikir penampilannya yg sangat sederhana mangkannya di bilang pembantu oleh karyawan mamah
"bukannya ibu tidak memiliki anak cewe"
"mulai skarang saya punya anak cewe, sudah sana kerja kamu ini kepo banget"
"baik bu, saya minta maaf" duh dasar dewi dewi pagi pagi sudah bikin ibu sewot, rutuk dewi menyesali pertanyaannya
"iyah mah" jawab embun
"wi ajak embun melihat lihat yah"
"siap bu"
sementara mamah kerja, embun melihat lihat lihat baju di temani dewi
"kamu umur berapa ?" tanya dewi karna di lihat embun kayanya masih muda dan sederhana mangkannya dewi bertanya
"18 tahun mba" jawab embun
"masih sangat muda yahh, nih kamu cocok sama yg ini bajunya seusia kamu"
"memang ini harganya berapa mba"
"sekitar 2 juta"
waduh baju ajah 2 juta, mahal banget itu sih bisa buat makan embun sama bapak di kampung sebulan gumam embun
terus melihat lihat, memang bagus bagus cuma embun setelah tahu harganya, hanya terus melihat tanpa ada niat untuk mengambilnya.
setengah jam kemudian
mamah selesai memeriksa lalu menghampiri embun
"gimana sudah ada yg dipilih belum na"
"hmm gausah deh mah embun ga niat ambil bajunya"
__ADS_1
"loh kenapa, ambil saja buat kamu"
"bajunya mahal mahal mah sayang, lebih baik buat makan uangnya"
nyonya sita tersenyum melihat kelakuan menantunya ini, sangat polos
"gapapa na ini kan butik mamah, gausah merasa seperti itu, jangan sungkan, yu sini mamah pilihkan untuk kamu, dan kammu tidak boleh menolak"
akhirnya setelah memilih milih, mereka berdua pulang dengan beberapa kantong baju dan sepatu untuk embun.
"nak temani mamah ke salon yah habis ini" ajak mamah
"iyah mah"
"akhirnya mamah bisa ngerasain pergi ke salon bareng anak perempuan, dari dulu mamah ingin sekali namun sayang anak mamah dua duanya laki laki"
"satu lagi kemana mah, embun ga lihat anak mamah yg satu lagi" tanya embun
"satu lagi kakanya ken, dia sudah menikah, mamah sudah cerita masalah ken, cuma dia belum sempat mengunjungi kita, masih sibuk"
.
.
.
akhirnya sampai di salon, mamah ajak embun masuk
"selamat siang nyonya" sapa pegawai salon dengan ramah
"kami ingin perawatan seperti biasa yah, buat anak saya ini menjadi cantik yah"
"ini gampang nyonya, di lihat anak nyonya sudah cantik tinggal di poles biar makin sempurna"
akhirnya mereka melakukan perawatan dan embun pun menurutin kemauan mamah untuk ikut perawatan
setelah 1 jam setengah akhirnya embun dan mamah telah selesai dan waw
.
.
embun setelah di sulap oleh pegawai dan di minta mamah memakai baju yg dari butik, terlihat sangat cantik dengan pakaian se usianya.
"kamu sangat cantik nak, ya ampun mamah sampe pangling sayang" puji mamah
"embun rasanya aneh mah, belum terbiasa memakai pakaian bagus seperti ini"
"gapapa nanti biasakan yah pakai baju seperti ini, wanita harus rajin merawat diri supaya suami tidak selingkuh dan berpaling dari kamu" jawab mamah sambil tersenyum dan mengusap tangan embun
hah suami, rasanya aku belum menerima ken sebagai suami, biar saja dia selingkuh. pikir embun karna memang embun belum menerima pernikahan ini.
setelah selesai mamah dan embun berniat pulang karna sudah sore, embun di ajak makan di luar tidak mau, memang rasanya embun sudah lelah, dan ingin pulang, lebih baik makan di rumah saja pikir embun
.
.
.
__ADS_1