
...sebelumnya jangan lupa beri like dan komen di novel pertamaku yah...
...❤ happy reading ❤...
.
.
subuh pun menjelang, embun terbangun namun ada yg aneh saat akan bangun terasa berat seperti sebuah tangan yg memeluk perutnya, tangan kekar
sebelum berteriak embun menatap ke atas. berpapasan dengan wajah tampan ken
deg
tampan, ken saat tertidur lelap seperti ini sangat terlihat tampan, bibir tipis hidup mancung. gumam embun
tak lama embun langsung menangkis pikirannya dan perlahan bangun, takut ken terbangun, lalu dengan langkah cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkann diri dan melaksanakan sholat subuh
hari ini adalah hari pertama embun masuk sekolah, deg degan rasanya pertama masuk di sekolah elit pastinya, banyak pikiran pikiran negatif yg dia pikir kan karna dia berasal dari kampung, dia sedikit minder.
setelah rapih dengan seragam memakai tas dan sepatu yg di belikan mamah waktu di butik embun segera turun ke ruang makan
selamaa embun turun ken bangun dan bersiap ke kamar mandi membersihkan diri, kebetulan ken juga ada kelas pagi hari ini, dan sebelumnya dia akan menjemput kekasih nya dulu.
diruang makan
"mah ada yg bisa embun bantu?" tanya embun setelah melihat mamah sedang menata sarapan yg telah di siapkan bi surti yaitu nasi goreng seafood kesukaan ken
"eh gausah nak, kamu duduk ajah bentar juga selesai ko, kamu mau susu ?" tanya mamah
"gausah mah embun ga biasa minum susu, trimakaasih mah"
"baiiklah, apaa ken sudah bangun mbun ?"
"sepertinya belum mah, pas embun ingin turun embun lihat ken masih tertidur"
"coba di bangunkan nak, mamah minta tolong, soalnya ken hari ini juga ada kelas pagi" pinta mamah
"baik mah"
.
.
sesampai di atas embun langsung membuka handle pintu dan betapa terkejutnya embun melihat ken yg hampir polos hanya mengenakan segitiga saja
aaaaarggggh
ambil menutup mata embun teriak betapa kagetnya melihat keadaan ken saat ini
secepat kilat ken langsung memakai celana jeansnya, ken juga sama kagetnya
"lo bisa ga si masuk kamar tuh ketok ketok dulu!"
"maaf aku gatau, kirain embun kamu masih tidur, embun disuruh mamah bangunkan kamu soalnya ada kelas pagi" jawab embun sambil masih menutup mata karna posisi ken masih bertelanjang dada
"kenapa lo masih tutup mata, jangan bilang loh takut tergoda sama gua?" tanya ken sambil memakai kaos cokelat
__ADS_1
"apaan si engga ya, lama lama kamu ngeselin ya!" teriak embun karna selallu di goda ken
"udah sana keluar nanti gue juga bentar lagi turun"
tanpa menjawab embun langsung keluar dan
balm ...
embun membanting pintu aga kencang karna kesal dengan ken
lalu ken sedikit teroeranjat sambil memakai sepatu nya
"dasar bonceel "
sambil menatap ke pintu yg belum lama di banting embun
.
.
setelah selesai sarapaan ken pamit untuk berangkat ke mammahh dan papah,
"ken kamu yakin gamau anter embun, kasian loh dia apalagi kamu searah dan sebelahan dengan sekolah embun" tanya mamah
"ga mah, ken ada janji mau jemput sella, daah mamah"
embun pun ikut pamit, semalam sudah mamah ajari untuk memesan ojek online
sambil mencium tangan mamah dan papah
"iyah nak hatihati yah di jalan, kalau ada apaa apa hubungi, mamah yah"
"baik mah"
setelah keluar rumah embun melihat ken sedang mengeluarkan motor sportnya
menyalakan motornya tanoa menghiraukan keberadaan embun dan
brrrmmmm.... motor melaju dengan kencang
karna suaranya keras sampai telinga embun sakit, embun hanya mentapa bengis kepergian ken, dasar cowok gilaaa
"dengan nona embun" tanya ojek online
"iyah mas, saya embun"
"sesuai aplikasi yah tujuannya?" tanya supir ojek online
"sepeertinya sudah pak, maaf hari ini hari pertama saya sekolah di tempat itu pak, saya sebelumnya belum pernah kesana" jelas embun dengan sopan ke ojek online tersebut
"baik non, kita berangkat sekarang"
.
.
__ADS_1
sampai depan gerbang embun turun dan memberikan uang ke nas ojek online
gajauh dari tempat embun, terlihat ken dengan berboncengan sella sangat nesra sella memeluk pinggang ken, lalu ken memarkir sepeda motor di parkiran
mungkin pacarnya. pikir embun
ken melihat embun sekilas lalu menggandeng mesra sella mengajak masuk ke kelas, kebetulan smk dan universitas ken 1 parkiran yg sangat luas
embun pun masuk ke gerbang sekolah dan dilihatnya bangunan sekolah yg sangat bagus terlihat orang orang yg sekolah disini adalaah orang kaya semua
embun langsung berjalan mencari ruang kantor untuk melapor bahwa dia adalaah anak baru dan bertanya dia akan masuk kelas mana
setelah ketemu ruang kantor embun langsung mengetuk dengan sopan dan salaah satu guru bertanya
"ada apa nak"
"saya embun pak, anak baru disini, saya ingin bertanya saya masuk kelas yg dimana" tanya embun dengan ramah
"oh anak nya tuan rudy yah ? ayo saya antarkan ke kelas kebetulan baru saja guru yg akan mengajar keluar menuji kelas"
embun pun mengekor di belakang guru tersebut untuk menujur kelasnya. sesampai depan kelas pintu si ketuk dan munculah guru berparas cantik dengan hijabnya
"eh pak dodo, ada apa yah pak"
"ini loh bu dinda, ada anak baru, kebetulan anaknya masuk di kelas ini"
"oh gitu oak, baik silahkan masuk na"
embun pun masuk dilihatnya teman teman langsung memfokuskan ke arah embun semua
"anak anak hari ini kelas kuta kedatangan murid baru, ayo nak perkenalkan diri kamu" pinta ibu guru
"assalaamualaikum teman teman perkenalkan nama saya embun, salam kenal yah semua"
ruang kelas langsung riuh karna kedangan anak baru terutama kaum pria, di lihatnya anak barunya cantik seperti embun langsung keluarlah celotehan celotehan anak muda, entah ada yg minta no hp sosmed dan bertanya apakah embun jomblo atau tidak. maklum yg datengnya cewe bening
beda hal dengan wanita, yg hannya menatap embun dengan tatapan julid
"sudah kamu bisa duduk di sebelah cindy mbun, disana yah bangku ke dua"
di lihatnya cindy yg memakai kacamata tersenyum ke embun
dan memberi kode untuk duduk di sampingnya, embun pun berjalan menghampiri cindy lalu mereka salaman untuk berkenalan
kebetulan di samping meja cindy adalah meja seorang pria cukup tampan dan dia adalah cowok terkeren di kelas ini, namanya rangga.
menatap embun terus menerus, di lihatnya embun adalah wanita kalem dan cantik dengan menampilakan lesung pipi saat tersenyum, duuh cantiknya, batin laki laki itu sepertinya dia langsung jatuh cinta setelah pandangan pertama melihat embun
selama rangga menatap terus embun, rupanya embun sadar terus di tatap sepeerti itu oleh rangga membuat embun sedikit risih namun embun terus mencoba mengabaikan dan tetap fokus mendengarkan ibu dinda yg sedang menerangkan materi belajar hari ini.
.
.
.
__ADS_1