Gadis Kampung Itu Istriku

Gadis Kampung Itu Istriku
Eps 2


__ADS_3

Di sebuah rumah sederhana, ya sangat sederhana dengan bilik dari bambu, tanpa lantai ubin, hanya semen sebagai lantai, ini adalah rumah kediaman embun dan sang bapak.


terdengar suara batuk dari seorang paruh baya yaitu bapaknya embun


uhuk uhuk uhuk


"minum dulu pak, semakin kesini batuk bapak semakin parah kayanya, apa bapak gamau ke dokter ajah untuk periksa pak, embun khawatir" kata embun dengan raut muka sendu


"tak usah nak, bapak mah ini karna sudah tua ajah, nanti minum obat warung juga batuknya ilang" jawab bapak embun


"yasudah besok bapak gausah ke kebun yah bapak istirahat saja pak dirumah"


"gapapa nak kalau bapak ga pergi ke kebun, nanti kita ga makan nak" jawab bapak ke embun sambil mengusap kepala sang anak dengan lembut


"embun ada tabungan pak, pakai untuk makan ga akan habis tabungan embun, nanti kalau bapak sudah sehat bapak bisa ke kebun lagi, besok bapak istirahat saja dirumah" pinta embun agar bapaknya tetap istirahat dulu dirumah sampai membaik


"tak apa nak, bapak masih sehat, tabungan kamu simpan saja untuk kuliah yah"


karena akhir akhir ini bapak embun sering batuk batuk ga berenti bahkan sampai mengeluarkan darah, namun embun tak pernah tau kalau bapaknya batuk sampai mengeluarkan darah, karena bapak embun tidak mau membuat anak semata wayangnya makin khawatir atas keadaan bapaknya.


"bapak doain embun yah, supaya embun jadi orang sukses yah pak, embun bisa capai cita cita embun, biar bisa bahagiain bapak suatu saat nanti" pinta embun sambil memegang tangan sangbapak


dan di balas senyuman oleh bapak embun.


"Bapak mau kerumah pak selamat dulu yah nak, mau ambil uang hasil petik teh tadi siang"


"tapi bapak kan lagi kurang sehat pak, apa gabisa besok ajah" pinta embun karna khawatir


"gapapa deket ini ko rumah pak selamet, nannti sekalian bapak mampir beli obat di warung teh wati" kata bapak embun


"yasudah bapak hatihati di jalannya yah, sudah malam pak"


di angguki oleh bapak embun sambil tersenyum ke arah anak nya.


Di lain tempat, pukul 7 malam setelah menyantap makan malam tepatnya di villa ridho mengajak ken dan chandra untuk berjalan jalan mereka ingin pergi ke tempat nongkrong anak anak muda, karna berada di atas tempatnya, mereka bisa menikmati pemandangan malam puncak dengan lampu lampu yg berhamparan seperti bintang.


Mereka hanya memesan cemilan dan kopi, untuk menghangatkan badan.


Tak lama chandra mengeluarkan sebotol minuman, ya jelas itu adalah minuman alkohol dari kantong yg dia bawa.


"eh si brengsek lo niat banget segala bawa gituan" kata ridho


"lo bilang mau haveun kamvret, ya udah kita bawa mumpung di puncak, buat mengahangatkan badan" sambil membuka tutup botol dan menuangkannya ke gelas kecil


ternyata chandra ga cuma bawa 1 botol aja, dia bawa beberapa


akhirnya mereka ber3 minum sambil menikmati pemandangan di sela sela obrolan mereka.


handphone ken sengaja di non aktifkan agar sella tidak mengganggu ketenangan dia malam ini. Sudah di pastika wanita itu pasti sedang uring uringan di kota sebrang.


entah pikiran darimana mereka minum hingga mereka tanpa sadar telah sedikit mabuk, tapi masih dalam mode sadar hanya mungkin pusing pusing sedikit


pukul 9 malam ken mengajak temannya untuk pulang, soalnya dia melihat salah satu sahabatnya sudah ga beres

__ADS_1


akhirnya dia menyetir mobil untuk pulang.


padahal minum sedikit tapi kepala gue pusing gini sialan, batin ken.


sambil memijat pelipis nya ken masih menyetir mobil


tiba tiba di jalan sudah masuk area perkampungan arah ke villa


braaaaak


ken sadar dia telah menabrak pengguna jalan kaki. karena jalan kebetulan yg di lewatin ken itu turunan dan bebatuan.


menyetir dalam keadaan pusing mengganggu konsenstrasi akhirnya dia ga sengaja menabrak pengguna jalan hingga terguling guling di jalan sampai akhirnya membentur batu besar yg terdapat di tepi jalan.


tanpa banyak kata ken langsung keluar disusul kedua temannya yg langsung kesadarannya penuh dan melihat ternyata seorang paruh baya yg sudah ken tabrak, karena kejadian itu bapak tersebut berlumuran darah di kepalanya dan sudah tidak sadar.


.


.


.


.


Panik, jelas ken sangat panik.


lalu orang orang yg sedang berjalan kaki yg melihat kejadian itupun langsung berlari melihat.


ken menyuruh orang tersebut untuk menggotong pri paruh baya tersebut ke dalam mobil untuk di bawa kerumah sakit terdekat.


Kebetulan salah 1 warga adalah tetangga embun dan segera pergi kerumah embun untuk menyampaikan berita tersebut.


Betapa paniknya embun mendengar kabar bapaknya kecelakaan, hingga akhirnya dia pergi di antar warga tersebut kerumah sakit.


Berlari di lorong rumah sakit sambil menangis, wajahnya sudah penuh dengan air mata, sampai depan pintu ruang rawat terlihat 3 org pemuda dan 1 warga yg ikut membawa bapak embun kerumah sakit.


Terlihat raut wajah embun yg amat sangat marah kepada 3 orang pemuda tersebut, embun mendekat dan berteriak


"apa yg sudah kalian lakukan kepada bapak saya" debgann raut wajah yg sudah berantakan


"maaf saya yg sudah menabrak bapak anda" saut ken sambil menunduk karna jelas memang dia yg sudah menabraknya,


"kau harus bertanggung jawab pada bapak saya" ancam embun dengan raut sangat marah


Ken mengeluarkn handphonenya dan menelpon kakanya, nomor tidak dapat di hubungi, dia tidak mau menghubungi orang tua karna takut, tapi nomor kakanya tidak bisa di hubungi akhirnya ken mau tak mau menghubungi orang tuanya, dan menjelaskan apa yg sudah terjadi.


.


.


.


Dokter pun keluar

__ADS_1


.


embun langsung menghampiri dokter tersebut.


namun sayang bapak embun belum sadarkan diri dan harus di masukan kedalam ruang ICU.


setelah 3 jam kemudian jam sudah menunjukan hampir jam 12 malam


Tibalah orang tua ken yaitu Tuan Rudi abraham dan Nyonya sinta abraham.


terlihat raut wajah Tuan Rudi amat sangat marah dan


plaaaak


.


.


Dia menampar pipi anak bungsunya tersebut, Nyonya sinta hanya diam karna memang ini kesalahan putranya sudah keterlaluan menabrak seorang pria paruh baya hingga seperti ini.


"anak kurang ajar !!!" geram Tuan Rudy


ken hanya menunduk begitupun dengan kedua sahabatnya itu


tak lama nyonya sinta menghampiri embun yg terus saja menangis,


"nak, mungkin kata maaf juga tak cukup untuk menebus kesalahan anak saya, namun saya berjanji sebagai orang tuanya saya akan bertanggung jawab penuh atas kesalahan yg anak saya perbuat" jelaas nyonya sinta sambil mengusap punggung embun dengan lembut


hatinya pun sedih melihat keadaan embun yg terlihat sangat sedih


"saya takut kehilangan bapak, karna cuma bapak yg saya punya di dunia ini nyonya, saya hanya hidup berdua sama bapak, kenapa ini terjadi pada saya" tutur embun sambil menutup mata dengan kedua telapak tangannya karna menangis


"saya gapunya ibu, ibu meninggal sejak melahirkan saya, kalau bapak pergi saya hanya tinggal sendiri di dunia ini" sambung embun


Nyonya sinta kaget akan fakta yg mengejutkan ini, bahwa embun hanya memiliki seorang bapak, lalu di peluklah embun oleh nyonya sinta sambil menahan air mata yg ingin tumpah rasanya.


hatinya bagai teriiris, mendengar fakta dari embun, rasanya sakit mendengarnya, betapa miris nya embun jika bapaknya pergi meninggalkan dia.


ke tiga pemuda tersebut juga kaget bukan main, mendengar fakta bahwa embun gadis piatu dan hanya tinggal brdua dengan bapaknya saja.


penyesalan semakin besar yg di rasakan ken, dia hanya bisa menunduk menyelasi perbuatannya.


"kita berdoa semoga bapak embun baik baik saja, saya akan bertanggung jawab" tutun Tuan Rudy sambil berjalan mengahmpiri embun berusaha menenangkan embun dengan mengusap punggung embun untuk memberi ketenangan


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2