
Pagi menjelang, hari ini mamah dan papah akan ikut ke sekolah bersama embun untuk mengusut masalah ini.
mereka telah menikmati sarapan sebelum berangkat ke sekolah embun
"mah pah, ken kayanya ga bisa ikut ke sekolah embun, ken ada kelas pagi ini kebetulan dosennya killer."
"gapapa ken, biar mamah dan papah saja, kamu kuliah saja" ucap mamah
"embun berangkat dengan mamah dan papah, ken naik motor saja kalau begituu ken pamit duluan ya mah" ken bergegas berangkat lebih dulu, dia akan menjemput sella terlebih dahulu, karena kemarin kemarin kenn sibuk dengan embun itu membuat sella uring uringan
setelah ken berangkat, tak lama mamah dan papah berangkat ke sekolah bersama.
.
.
di depan sebuah rumah cukup mewah,
"akhirnya kamu jemput aku juga, kirain bakal sibuk lagi ngurus adik angkatmu itu" ucap sella sinis
"maafin aku sel, sudah jangan marah nanti cantik nya hilang" goda ken, dia tau membujuk sella gampang, cukup rayu dia akan luluh dan benar saja sella langsung bergegas naik ke atas jok motor, dan langsung memeluk pinggang ken dengan mesra.
akhirnya mereka sampai di parkiran kampus, ternyata sudah ada ridho dan chandra,
"hei bro" sapa ridho
"gimana keadaan bi.. eh adik lo" tanya ridho yg langsung mendapat pelototan dari chandra dan ken
"bep aku masuk duluan ya, temenku udah nunggu" ucap sella lalu mencium pipi ken
"hadeeeuh" keluh ridho sambil menatap dua insan itu,
"baik, tepatnya sudah lebih baik dia sudah pulang ke rumah" ucap ken
"syukurlah, gue penasaran anak baru di sekolah udah dapet musibah kaya gitu ajah" ucap chandra
"entahlah, gua juga gatau, hari ini nyokap bokap gue ke sekolah dia mau membahas masalah ini"
"semoga cepat selesai deh masalahnya yah"
ammiin ...
di tempat lain, tepatnya di sekolah embun
sudah berkumpul di ruang kepala sekolah, mammah papah dan embun, serta manda dan kedua orang tuanya
"ehemmm." ucap kepala sekolah menetralisir keadaan yg tegang ini
"sebelum nya terimakasih untuk kedua orang tua dari kedua murid sudah berkenan untuk datang, saya disini akan meluruskan masalah atau yg tepatnya kecelakaan yg telah menimpa kepada salah satu murid di sekolah ini yg di akibatkan oleh salah satu murid di sekolah ini juga, dari bukti rekaman cctv di toilet sudah jelas, boleh silahkan untuk kedua orang tua dari nak amanda di lihat agar lebih jelas"
__ADS_1
setelah melihat bukti rekaman cctv tersebut, ayah amanda terlihat marah dan kecewa kepada anaknya, apakah ini anak yg sudah dia didik bisa berbuat sebrutal ini kepada teman sekolahnya, di tambah ternyata embun adalah anak dari pemilik yayasan ini, mau di simpan dimana mukanya, dia takut anaknya akan di keluarkan dari sekolah ini.
terlihat manda hanya menundukan kepala, tak sanggup melihat ke embun dan kedua orang tua embun
"saya selaku orang tua manda meminta maaf yg sebesarnya atas kelakuan anak saya yg sudah sangat keterlaluan" ucao ayah manda
"ini sudah termasuk ke dalam tindakan kriminal, anak anda bisa saya masukan ke dalam penjara" ucap mamah geram
"sabar mah" ucap papah sambil mengusap punggung mamah agar tenang
"tapi saya yakin anak saya tidak sepenuhnya salah pasti ada alasan di balik ini semua, coba tanyakan pada anak anda apakah dia mengganggu anak saya sehingga anak saya berbuat seperti itu?" ucap mamah manda
mamah sita melihat dengan sorotan tajam, dia yakin embun tidak seperti itu mana mungkin embun adalah anak yg baik
"coba kita dengarkan penjelasan dari masing masing anak anak, dan saya mohon agar anak anak bisa menjawab dengan sejujur jujurnya agar masalah ini cepat selesai." ucap kepala sekolah
akhirnya embun dan manda menceritakan versi mereka masing masing, sampai akhirnya kepala sekolah memanggil rangga untuk menejelaskan agar semakin jelas
dan akhirnya setelah anak 3 itu menjelaskan sudah bisa di simpulkan
.
"baik, dari sini kita bisa simpulkan bahwa ini hanyalah kesalah pahaman saja" ucap papah
""betul, saya rasa ini kesalah pahaman, dan saya ingin kalian saling maaf memaafkan agar tidak terjadi sepeerti ini, belajarlah dengan serius tidak harus yg namanya pacar pacaran, kalian masih SMA," ucap kepala sekolah dan akhirnya mereka bersalaman untuk memaafkan
"tapi tetap hukuman untuk manda tetap berlaku, manda akan di skor selama seminggu."ucap papah
"masalah ini telah selesai, saya harap dengan di skor nya manda, bisa membuatnya jera dan tidak akan mengulang kesalah sepeerti sekarang." ucap mamah
"baik, terimakasih dan sekali lagi saya meminta maaf untuk anak saya" ucap ayah manda
akhirnya masalah selesai, mereka semua pulang
embun pun ikut pulang, karena masih belum sehat betul, jadi di sarankan untuk masih istirahat lalu besok bisa kembali ke sekolah lagi.
.
.
"nak kamu gapapa kan diiruumah, mamah mau ke butik mau cek keadaan disana" ucap mamah
"gapapa mah, embun sudab lebih baik" ucap embun sambil tersenyum, memang dia sudah lebih baik
"papah akan mengantar mamah, kamu jangan lupa di minum obatnya yah"
"baik mah"
akhirnya papah dan mamah berangkat, embun terlihat sedang membaca buku, mengingat dia tidak masuk beberapah hari, jadi dia berniat untuk membaca materi belajar
__ADS_1
di tempat lain
"sayang, aku kerumah yah mau jenguk adik angkat kamu" ucap sella
"oke baik, kebetulan mamah dan papah sedang keluar."
"gue ikut bro" ucap ridho
akhirnya setelah itu mereka berangkat kerumah ken ber4, sesampainya dirumah
ken tidak melihat embun, ah dia mungkin di kamar lalu ken memanggil embun agar turun ke ruang tamu, karena teman teman ken berniat menjenguk embun
tok
tok
"bun, keluar yu ada temenku mau jenguk kamu"
"hahh ? baik aku segera turun." kaget tapu yasudah embun akhirnya turun
.
sesampainya di ruang tamu
"hmmm" ucap embun canggung
"eh ini adik angkat kamu sayang?" tanya sella
cantik juga adiknya. gumam sella
ken hanya mengangguk
"gimana keadaannya sekarang ?" tanya chandra
"sudah lebih baik kak, terimakasih sudah menjenguk" ucap embun sambil tersenyum
"syukurlah, lain kali kalau ada yg jahatin, bilang sama babang ido, nanti babang bogem tuh orangnya" ucap ridho sambil cengingisan
huuuuuu
mereka semua meneriaki ridho terkecuali embun hanya tersenyum
dia masih kaget dengan panggilan sayang sella ke ken, apakah cewek ini pacar ken ? ah sudah pasti iya buktinya dia manggil ken sayang
apalagi sekarang melihat sella yg bergelayut manja di lengan ken, entah lah rasanya seperti apa sekarang hati embun, namun dia menepis pikirannya karena dia kembali mengingat bahwa pernikahannya hanya terpaksa dan karena tanggung jawab ken atas hidupnya saja, bukan karena atas cinta.
selama mereka mengobrol embun hanya ikut tersenyum saja sambil- mendengarkan tanpa ikut menyahuti.
__ADS_1
waktu menunjukan sudah sore, akhirnya mereka pulang dan ikut mengantar sella kerumahnya.