
...❤ jangan lupa like nya yah❤...
...❤ Happy Reading manteman❤...
sesampainya motor rangga di parkiran, tak lama ken pun datang ikut memarkirkan motor, karena ga lama rangga berangkat, ken mennyusul di belakang.
ken menatap embun, namun embun yang tau keberadaan ken hanya cuek saja lalu menarik tangan rangga.
rangga pun pamit kepada ken untuk masuk ke dalam sekolah,
"kami duluan bang" ucap rangga
lalu di jawab anggukan oleh ken, tak lama ken pun menuju kampusnya.
.
.
Hp embun bergetar tanda masuk pesan, lalu di buka pesan tersebut ternyata dari rangga
"hmmmm"
embun hanya mengabaikan tanpa niat membalas, lalu hp itu bergetar kembali
"kamu kenapa ?"
embun kembali memasukan kembali Hpnya, karena sedang belajar dia tidak ingin terganggu dalam belajar.
setelah jam istirahat Hp embun kembali bergetar ternyata panggilan suara dari ken, awal nya embun ingin trus mengabaikan, karena embun gamau terlalu jauh, dia ingin membentengi diri setelah kejadian waktu itu dirumah, dia berpikir untuk apa dekat dengan rangga, toh dia sudah ada kekasih, kelihatannya mereka saling mencintai.
hp terus berbunyi..
"siapa mbun, angkat saja siapa tau penting" ucap cindy
embun yg kaku karena ucapan cindy akhirnya dia mangangkat panggilan suara dari ken
"*hallo"
"hmmm"
"kamu kenapa?"
"ada apa*?" bukannya menjawab embun malah balik bertanya
"*mamah nyuruh kita pulang ke butik katanya ada yg ingin mamah bicarakan"
"gausah nanti ketemu di butik saja"
"ga ada bantahan, ini perintah mamah"
tuuut*.
telpon langsung dimatikan begitu saja oleh ken karena dia gamau mendengar penolakan dari ken.
(ada apa yah mamah ngajak bicara di butik, kenapa ga dirumah ajah)
akhirnya bel waktu pulang berbunyi
cindy dan embun berjalan menuju parkiran, ternyata di parkiran sudah ada ken yg menunggu embun.
__ADS_1
namun di belakanng embun ternyata ada rangga yg menngikuti embun menuju parkiran.
"ayo bun pulang bareng" ajak rangga
kenn yg mendengar ajakan rangga menatap tak suka
"embun bareng sama gue" ucap rangga
"gausah deh aku sama rangga aja, takut pacar kaka marah" ucap embun sinis
"ayoo ga ada waktu mamah nyuruh kita cepat cepat" ucap ken sambil menarik tangan embun menuju motornya
cindy dan rangga hanya menatap embun hingga mereka pergi.
.
.
sesampainya di butik mamah
baru buka pintu sudah di sambut oleh pegawai centil mamah, ya ya karena ken datang pegawai tersebut langsung cari perhatian dan berlagat centil
"selamat datang mas ken" ucap pegawai itu sambil tersenyum menggoda
duuuh mas ken makin tampan ajah deh, gumam pegawai tersebut.
embun dan ken masuk tanpa menjawab sapaan pegawai itu, karena yg di sapa adalaah ken maka embun berpikir tak usah membalas sapaan si teteh pegawai itu.
"assalamualaikum mah" ucap embun sambil mencium tangan mamah lalau di ikuti dengan ken
"walaikum salam, sudah sampai kalian ayo duduk" ucap mamah
"begini, minggu besok papah kan ulang tahun, mamah berniat akan mengadakan pesta kecil kecilan dirumah, kamu bisa ga tolong mamah buat nyiapin pestanya?" tanya mamah pada ken
"iya sampe lupa ken, kalau minggu besok papah ulang tahun, ken mah bisa ajah si mah, mamah tinggal bilang ajah mau konsep yg seperti apa ?"
"ini surprise yah jangan sampai papah mengetahuinya" ucap mamah
"beres mah"
embun hannya mendengarkan, dia tidak tau harus bagaimana dia belum pernah menyiapkan pesta, sudah pasti ini adalah tugas ken
setelah urusan mengobrol selesai, embun dan ken pamit pulang kerumah.
.
.
setelah sampai rumah embun langsung masuk ke dalam kamar mandi, ken yg masih heran dengan sikap embun yg beda masih penasaran dan setelah beberapa menit embun telah selesai mandi
"embun?"
embun hanya menatap ken namun mulutnya masih bungkam
"kamu kenapa ? ko ga seperti biasanya kamu cuek gini? apa ada masalah?" tanya ken
"ga ada" ucap embun singkat
"kamu serius ?"
__ADS_1
"yaa, sudah ya aku mau makan" karena jam sudah menunjukan pukul 8 malam
setelah selesai makan malam embun dan ken masuk ke dalam kamar, embun berniat mengerjakan tugas sekolah, tak sengaja embun melihat layar handphone ken yg berada di atas meja belajar dengan nama sella dengan emotikon love sedang melakukan panggilan video, nammun embun mengabaikan begitu saja
lalu ken mengambil handphone dan mengangkat panggilan suara itu dan menuju ke balkon kamar
"*ya sell"
"besok temani aku ke mall yah, mau membeli kado untuk sepupu aku yg sudah melahirkan"
"hmm sepertinya gabisa sell, aku mau membeli beberapa barang untuk menyiapkan pesta ulang tahun papah"
"yasudah kita belanja bareng ajah*"
ken langsung melihat ke arah embun, namun embun cuek saja tetap melanjutkan ngerjain tugas nya.
"oke deh" ucap ken mengiyakan ajakan sella
setelah panggilan suara di matikan, ken masuk dan naik ke atas tempat tidur bersandar di kepala ranjang.
melihat embun yg sedang fokus belajar, namun yg di tatap masih cuek saja, dan lama lama ken suntuk dan akhirnya dia memejamkan matanya untuk tidur.
setelah selesai mengerjakan tugas embun menuju sofa untuk tidur disana, gamau tidur 1 ranjang lagi dengan ken, pokoknya dia akaan membatasi hatiñya untuk ken
.
.
ke esok harinya setelah pulang kampus ken dan sella bergegas menuju mall besar di dejat kampus mereka
menuju toko satu dan satunya lagi mencari beberapa barang keperluan pesta, walaupun pesta kecil tapi ken ingin memberikan yg terbaik untuk papahnya.
setelah semua beres, mereka berdua berniat ke toko jam tangan mewah untuk membeli kado buat papah, kebetulan papah sangat suka dengan jam tangan.
setelah selesai membeli dan di bungkus, mereka berniat makan karena sepulang kampus mereka belum makan hingga menjelang malam ini.
setelah sampai di restoran yg cukuo elit mereka memesan makanan, sambil menunggu pesanan datang
"sayang, nanti acara papah, boleh aku datang ?" tanya sella
"boleh ajah, tapi kamu jangan marah lagi dengan sikap mamah" ucap ken memperingati
"aku akan usahakan"
"baikin mamah terus, semoga mamah bisa luluh dan bersikap baik sama kamu" ucap ken
"ya, aku berharao seperti itu, aku ingin hubungan kita tidak ada halangan atau kendala"
ammiin ucap ken
lalu, tak kama pesanan mereka sudah datang, dan mereka langsung menikmati.
di tempat lain embun setelah pulang sekolah langsung di pinta mengantar mamah ke mall untuk membeli kado ulang tahun papah.
selama menuju toko yg mamah tuju, mereka melewati restoran yg kebetulan ada ken dan sella yg sedang makan berdua saja.
mamaah melihat itu dengan tatapan tak suka dan langsung menggandeng tangan embun, dan ternyata embun juga melihat namun embun tetap cuek tanpa menghiraukan lalu fokus berjalan mengikuti mamah.
jangan lupa tinggalkan like nya yah, terimakasih
__ADS_1
happy reading❤