Gadis Kampung Itu Istriku

Gadis Kampung Itu Istriku
Eps 20


__ADS_3

di sebuah kamar, tepatnya di kamar tamu, semenjak kejadian di kolam renang embun masuk ke dalam kamar menangis


sakit hati yang kedua kalinya karena ken percaya begitu saja tanpa mendengar atau bertanya kepada embun


"bapak, embun kangeen" sambil berlinanng air mata dan memeluk guling


"embun kangen sama bapak, kenapa hidup embun seperti ini, lebih baik embun pergi bersama bapak"


tak lama mamah masuk ke dalam kamar tersebut


mamah duduk di samping embun, lalu memeluk embun dengan mengusap perlahan punggung embun


embun semakin terisak di dalam pelukan mamah


"hei kenapa harus menangis seperti ini"


embun menatap mamah dengan bulir bulir air mata yg masih menetes di pipinya


"embun sedih, apa mamah percaya sama kak sella?"


"tidak, mamah percaya kamu tidak melakukan itu nak"


"ini yg kedua kalinya ken menyimpulkan tanpa bertanya kepada embun mah, embun sedih kenapa di fitnah, bahkan embun tidak menyentuhnya sama sekali, kenapa ken bisa percaya begitu saja tanpa bertanya dahulu, apa ken tidak puas sudah bikin embun sebatang kara ?" ucap embun sambil terisak


"kamu tidak boleh kalah dengan wanita itu, kamu harus tunjukin kammu bukan cewek lemah" ucap mamah menyemangati


"embun gabisa mah, biarin aja ken sama cewe itu toh kita ga salibg mencintai, embun mau pisah ajah mah"


"kenapa kamu mau pisah cuma karena masalah ini?"


"bukan cuma karena masalah ini, kita berdua ga saling cinta mah, jadi buat apa pernikahan ini"


"nak, mamah cuma mau kamu menjadi pendamping ken, mamah sudah yakin dengan kammu, mungkin ini ujian rumah tangga kalian, tapi mamah ga rela kalo kalian pisah, mamah mohon nak sabar dan bertahan lah, mungkin sekarang kalian belum menyadari, berusahalah demi mamah nak, mamah ingin sebelum meninggalkan dunia ini sudah bahagia melihat ken dengan orang yg tepat" ucap mamah sambil memegang tangan embun


"mah jangan bilang seperti itu, embun gamau kehilangan mamah, cukup emmbun menjadi sebatang kara"


"makka dari itu kamu harus berjanji akan berusaha bertahan dengan perbikahan ini, mamah berharap hubungan kalian setelah ini membaik"


"tapi embun mauu tidur terpisah dengan ken mah, embun mau tidur di sini ajah" pinta embun

__ADS_1


"hmm baiklah kalau seperti itu, yg penting kamu sudah berjanji jadi mamah sudah tenang"


setelah itu mamah keluar, ternyata setelah kejadian sella tercebur ke kolam renang suasana pesta menjadi tidak nyaman, ken langsung membawa sella pulang agar tidak sakit, juga kedua sahabat ken pun ikut pamit setelah mengucapkan selamat kepada papah.


sedangkan rangga dan cindy meminta ijin untuk pergi menemui embun


tok


tok


pintu pun terbuka, munculan embun dengan mata yg sembab lalu menyuruh kedua sahabatnya masuk dan duduk di tempat tidur dan ken yg berdiri


"kamu baik baik saja"? tanya rangga


"hmm ya aku baik baik saja"


"kalo baik baik saja ngapain tuh mata sembab gitu kaya orang abis nangis.?" tanya cindy


"kamu tenang saja, aku sama cindy percaya sama kamu, kalau kamu ga melakukan apa apa."


"terima kasih yah, cuma aku merasa ga enak sama papah, acara papah jadi berantakan karena masalah tadi" ucap embun


"mamah tadi ke kamar, alhamdulillah kalau mamah percaya sama aku"


"syukurlah, cuma kak kenn terlihat marah banget sama kamu, harusnya dia kan nanya dulu kejadiannya" ucap rangga


"aku ga habis pikir, ko bisa kak sella fitnah kamu kaya gitu, emang masalah apa?"tanya cindy


"aku juga ga ngerti, ini yg kedua kali nya dia seperti itu" ucap embun


"nah kan, kamu tuh adik angkatnya kak ken harusnya dia bersikap baik, ko malah brutal sikapnya, kacau tuh orang tampang ajah cakep, kelakuan minim, kalo aku jadi kamu udah aku bejek itu orang bun, " ucap cindy geram


"semoga ini yg terakhir kali, kalau dia berlaku seperti itu lagi kamu harus bilang sama ken" ucap rangga


"ken ga akan percaya sama aku, lihat saja tadi semarah apa dia sama aku tanpa bertanya dulu kepadaku, jadi bagaimanapun aku menjelaskan dia ga akan percaya sama aku" ucap embun sambil menundukan kepalanya


"sudah jangan bersedih, besok kita jalan jalan gimana ?" ajak cindy


"wah gue setuju tuh, tapi gue ajak gilang ah, gue ber3 3 sama elu di bilang lekong terus"ucap rangga

__ADS_1


"yalagi lu kenapa ngintil ngintil mulu kita sih, udah kaya cabe cabean tauga"


"sialan lo, gimana mbun mau ga ?"


"oke aku ikut nanti kabarin yah"


"nanti aku jemput aja"


"oke" ucap embun


"yauudah kita pamit pulang yah sudah malam nih" cindy dan rangga pamit pulang dan tinggalah embun di kamar sendirian


.


.


sementara ken yg sudah kembali setekah mengantar sella pulang, masuk ke dalam kamar dan ternyata sudah sepi


ken menghiraukan kalau di kamar itu tidak ada embun, lalu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan ingin istirahat.


namun perutnya lapar karena tadi harus mengantar sella pulang jadi ken lupa untuk makan, dan akhirnya dia pergi menuju dapur untuk mencari bi surti dia ingin makan malam


namun setelah sampai di dapur ken melihat embun yg sedang mengambil air minum, embun yg melihat keberadaan ken hanya cuek saja langsung pergi menuju kamar tamu.


"oh jadi setelah dia membuat maslah dengan mencelakai sella dia pergi ke kamar tamu untuk menghindariku. dasar licik" gumam ken


ken yg tidak melihat bi surti di dapur, tapi karena perutnya sangat lapar akhirnya dia membuka lemari dan mengambil mie ramen kesukaannya dan membuatnya sendiri


setelah beberapa menit dia membuat akhirnya jadi lalu dia menyantapnya dengan lahap


setelah selesai dengan makan malamnya sendiri yg kebetulan mamah papah sudah tidur dan kaka nya sudah kembali pulang kerumahnya bersama anak istrinya.


ken masuk ke dalam kamar, naik ke atas tempat tidur tapi sejenak ken berpikir, kenapa embun yg dia anggap anak baik bisa melakukan hal seperti itu terhadap sella, ken tidak menyangka gadis yg kelihatannya baik, namun aslinya seperti itu.


ken berpikir kejadian beberaoa hari lalu soal embun yg di hajar oleh gadis lain di sekolahnya mungkin itu juga karena sikap embun yg buruk hingga membuat gadis itu bisa menghajar embun seperti itu


gadis polos mungkin kedok saja, namun aslinya brutal pikir ken saat ini seperti itu soal embun


setelah merenungkan soal sikap embun, ken tak lama membaringkan tubuhnya dan segera tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2